NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum yang terbungkus rapi

Pagi harinya, Cassia kembali menjadi gadis manis dengan mahkota hitam yang menjuntai indah hingga ke punggung. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wig mahal itu, kulit kepalanya terasa gatal dan rambut aslinya mulai berantakan. Ia memoles wajahnya dengan bedak tipis untuk menutupi lingkaran hitam di bawah mata akibat balapan hingga dini hari.

Di gerbang sekolah, sebuah siluet yang sangat ia benci sudah berdiri menunggunya. Zidane Kaizen Malik. Cowok itu tampak kacau, seragamnya tidak serapi biasanya, dan matanya terus tertuju pada pintu mobil Kalingga yang baru saja berhenti.

"Cassie, tunggu!" Zidane menghadang langkah Cassia sesaat setelah Kalingga melaju pergi menuju markas Acheron.

Cassia menghentikan langkahnya. Ia menatap Zidane dengan tatapan datar—tatapan yang sama saat ia memacu motornya di sirkuit semalam. "Ada apa?"

"Soal kemarin... itu salah paham, Cassie. Elara yang goda aku duluan. Kamu tahu kan, aku cuma sayang sama kamu," Zidane mencoba meraih tangan Cassia, namun dengan sigap Cassia menghindar.

"Salah paham?" Cassia tertawa hambar. "Zidane, kamu bilang aku manekin. Kamu bilang aku membosankan. Sekarang, mana ada orang yang mau pacaran sama manekin membosankan kayak aku? Minggir, aku ada kelas."

Zidane terpaku. Ia tidak pernah melihat Cassia seketus ini. Cassia yang ia kenal akan menangis atau setidaknya menuntut penjelasan dengan suara lembut. Tapi Cassia di depannya sekarang terasa sangat... jauh.

Di jam istirahat, Cassia memilih menyendiri di atap sekolah, tempat yang jarang didatangi murid lain. Ia butuh udara segar agar tidak pusing karena wig yang ia kenakan. Namun, saat ia baru saja duduk, suara langkah kaki terdengar.

"Sembunyi dari siapa?"

Cassia tersentak. Di ambang pintu atap, berdiri Arsheq Zhafran Galaksi. Pria itu tidak memakai seragam dengan benar; kemejanya dikeluarkan dan tangannya terselip di saku celana. Galaksi berjalan mendekat, lalu bersandar pada pagar pembatas tepat di samping Cassia.

Ini adalah pertama kalinya mereka berada di jarak sedekat ini tanpa ada Kalingga di antara mereka.

"Bukan sembunyi. Cuma butuh tenang," jawab Cassia singkat. Ia berusaha bersikap senormal mungkin, takut Galaksi menyadari sesuatu yang aneh pada rambutnya.

Galaksi melirik Cassia sekilas. Mata tajamnya seolah bisa menembus apa pun. "Lingga bilang kamu hobi nonton film sedih semalam. Tapi menurutku, matamu nggak kelihatan kayak habis nangis karena film."

Jantung Cassia berdegup kencang. Apa dia tahu?

"Maksud Kak Galaksi apa?"

"Tatapanmu beda," ucap Galaksi datar. Ia mengeluarkan sebuah permen karet dari sakunya dan menyodorkannya pada Cassia. "Jangan terlalu dipendam. Lingga itu memang protektif, tapi dia bukan orang bodoh. Kalau kamu terus pura-pura ceria, dia bakal makin curiga."

Cassia menerima permen itu dengan ragu. "Terima kasih."

Galaksi terdiam sejenak, menatap aspal jalanan di bawah sana seolah sedang memikirkan sesuatu. "Semalam... ada pembalap baru di kawasan industri. Ramping, pakai motor hitam tua. Tekniknya gila, nggak punya rasa takut sama sekali."

Napas Cassia tertahan.

"Namanya Phantom," lanjut Galaksi, lalu ia menoleh menatap tepat ke mata Cassia. "Anehnya, cara dia memutar gas mengingatkanku pada seseorang yang sering mainin kunci motor Kalingga di rumah."

Dunia seolah berhenti berputar bagi Cassia. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik rok seragamnya. Galaksi tersenyum tipis—sebuah senyuman yang jarang diperlihatkan, yang entah mengapa terlihat lebih berbahaya daripada wajah datarnya.

"Tapi tenang aja. Aku bukan tipe pengadu," bisik Galaksi sebelum melangkah pergi meninggalkan Cassia yang mematung.

Sore itu, Cassia kembali ke bengkel Mang Dadang. Ia mengganti wignya dengan helm, menyembunyikan identitasnya kembali di bawah masker. Ia butuh meluapkan emosinya. Galaksi mulai mencium rahasianya, dan Zidane terus mengganggunya.

Saat ia sedang menyetel rantai motornya, Mang Dadang menghampirinya. "Ada tantangan buat kamu, Phantom. Anak-anak The Vipers—rivalnya Acheron—ngajak taruhan besar malam ini. Mereka dengar ada 'hantu' yang menang kemarin."

Cassia menatap motor hitamnya yang kini ia beri nama Nyx.

"Berapa taruhannya?" tanya Cassia dengan suara dingin.

"Sepuluh juta. Dan... kehormatan sirkuit," jawab Mang Dadang.

Cassia memakai helmnya, mengunci kacanya dengan bunyi klik yang tegas. "Bilang sama mereka, siapkan uangnya. Aku nggak suka balapan gratisan."

Tanpa Cassia ketahui, di sudut jalan seberang bengkel, sebuah motor sport besar berwarna biru gelap terparkir. Pengendaranya tidak turun, hanya memperhatikan dari balik helm hitamnya. Galaksi mendengus kecil sambil menyalakan mesin motornya.

"Jadi benar itu kamu, Cassia Bellvania," gumamnya pelan sebelum melesat pergi menjauh.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!