NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Waktu terus berlalu.

Aldo kini melangkahkan kaki untuk pulang menuju ke rumah. Saat akan masuk ke dalam rumah, ibunya terlihat panik melihat keadaannya. Ibunya terus bertanya.

"Aldo, kamu kenapa bisa seperti ini?" tanya ibunya.

"Enggak apa-apa, kok, Ma," ucap Aldo lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.

Setelah masuk ke dalam kamar, Aldo menutup pintu. Sementara itu, ibunya masih panik karena keadaan Aldo.

Tok... tok...

"Aldo, kamu kenapa, Nak?" panggil ibunya dari balik pintu.

"Enggak apa-apa, kok, Mamah," ucap Aldo.

Saat malam, Aldo keluar dari kamar dan melangkahkan kaki ke luar rumah. Dia duduk di teras, namun beberapa saat berlalu, dia merasakan kejenuhan. Dia pun berdiri dan mencoba berjalan-jalan sambil memikirkan kejadian sore hari. Rasanya begitu menyakitkan, tetapi Aldo tidak merasakan benci sama sekali.

Sambil berjalan kaki, entah kenapa Aldo berjalan hingga masuk ke dalam taman yang berdekatan dengan lapangan sepak bola. Seketika Aldo terdiam dan berpikir mengapa dia bisa sampai di taman ini. Sambil berdiri dan melihat sekeliling, Aldo berbicara kepada dirinya sendiri.

"Kok bisa ke sini, ya? Ada apa dengan rasa ini, aneh banget," bisik Aldo pelan.

"Kayak kenal, tuh," bisik Aldo sembari melihat ke arah tempat duduk yang berada di dekat lampu jalan.

Aldo pun melanjutkan langkahnya untuk mendekat. Saat berada di dekat Hana, Aldo merasa heran karena biasanya Hana bekerja pada malam hari. Aldo pun duduk di samping Hana, lalu bertanya sambil menatapnya dan mengarahkan pandangannya ke langit.

"Kamu enggak kerja, Han?" tanya Aldo.

Hana terdiam. Dia merasa begitu sedih karena kejadian sebelumnya membuatnya trauma mendalam. Meskipun Aldo bertanya, Hana tidak mendengarnya. Aldo pun kembali bertanya.

"Oy, Hana..." panggil Aldo.

"Apa?" ucap Hana sambil menatap Aldo.

"Kamu kenapa, sih? Aneh banget. Lagi ada masalah, kah? Sendirian," tanya Aldo.

"Enggak ada masalah sama sekali," ucap Hana, mencoba berbohong.

"Aku tahu kamu sedang berbohong. Jujur saja, aku enggak akan cerita ke siapa-siapa, kok. Aku juga sebenarnya sedang punya masalah. Karena aku jenuh di rumah, makanya aku main ke luar," ucap Aldo.

"Memangnya kamu lagi ada masalah apa, Do?" tanya Hana.

"Di sekolah, aku bertengkar sama murid lain. Aku menang, tapi aku tetap kalah karena dikeroyok teman-temannya," ucap Aldo.

"Sudah gitu saja, Do? Masih mending kalau seperti itu," ucap Hana.

"Memangnya kamu ada masalah apa, Han? Kok sampai seperti ini? Kamu enggak kerja, kah, malam ini?" tanya Aldo.

"Enggak, aku sedang libur untuk menenangkan hati ini. Aku akan cerita sama kamu, tapi kamu jangan bilang-bilang sama siapa-siapa, ya," ucap Hana.

"Iya, tenang saja. Coba cerita, Han. Aku penasaran sama kamu," ucap Aldo.

"Kemarin malam, aku diperkosa mantan pacarku. Tidak hanya itu, dia juga meninggalkan benihnya di dalam perutku. Aku takut kejadian seperti yang aku pikirkan," ucap Hana sambil meneteskan air mata.

"Han, lo enggak bercanda, kan?" ucap Aldo terkejut.

"Iya, aku enggak bercanda. Aku takut jika itu terjadi, aku harus bagaimana? Aku sudah tidak mau melihat mukanya lagi. Aku enggak mau sama dia. Aku sudah benci sama dia," ucap Hana dengan tangisan.

"Sabar, Han. Aku yakin jika terjadi, pasti akan ada orang yang menerima kamu dengan masalahmu," ucap Aldo.

"Emm, aku enggak yakin," ucap Hana.

"Kenapa enggak yakin? Jalani terus hidupmu, aku yakin pasti akan ada jalan terbaik untukmu. Kamu sudah makan, kah?" tanya Aldo.

"Emm, belum, sih. Aku sampai malas makan karena pikiranku ini sedang mencari solusi," ucap Hana.

"Ya sudah, ayo, kamu ikut aku," ucap Aldo.

"Mau ke mana?" jawab Hana.

"Ikut saja, kita makan bareng-bareng di tempat makan," ucap Aldo.

"Enggak ah, aku malas. Aku ingin di sini saja," ucap Hana.

"Ya sudah, kamu tunggu di sini. Awas jangan ke mana-mana. Kalau pergi, aku sumpahin kamu biar semakin susah mencari jalan keluarnya, hahaha," ucap Aldo sambil bercanda.

"Hee, jangan lah, lo tega banget sama aku," ucap Hana.

"Ya sudah, nurut saja," ucap Aldo lalu melangkahkan kaki.

Aldo kini melangkah menuju tempat makan di pinggir jalan yang jaraknya tidak jauh dari taman. Hingga sampai di tempat makan, Aldo pun masuk dan memesan nasi bungkus dengan ayam bakar.

"Bu, dua porsi, ya, dibungkus," ucap Aldo.

"Baik, ditunggu ya, Aa," ucap pedagang itu.

Aldo pun duduk di kursi sambil memikirkan apa yang diceritakan oleh Hana. Dia merasa kasihan sekali kepada Hana yang harus menerima kenyataan pahit yang membuatnya tertekan. Beberapa saat kemudian, pesanan Aldo selesai. Dia pun membayar. Untung saja Aldo sering menyimpan uang sakunya. Setelah membayar, Aldo kembali melangkahkan kaki. Namun, di depan warung, dia sempat berhenti. Aldo ingin sekalian membeli minuman botol agar tidak perlu kembali lagi.

Setelah membeli minuman, Aldo kembali melanjutkan jalannya menuju tempat Hana menunggu. Sampai di dekat Hana, sebelum duduk, Aldo memberikan satu bungkus makanan dan minuman kepadanya.

"Ini, Han, buat kamu. Kamu makan, ya. Kita makan bareng-bareng," ucap Aldo.

"Eh, jadi aku disuruh nunggu, lo belikan makanan?" ucap Hana.

"Iya. Ambil lah. Kita makan bareng-bareng. Sudah kubelikan, jangan cuma dilihatin. Ambil, nih," ucap Aldo.

Hana pun mengambilnya, dan Aldo duduk di sampingnya. Mereka berdua mulai membuka nasi bungkus mereka. Hana sempat tersenyum melihat Aldo yang membelikannya makanan. Aldo juga merasa bahagia bisa membelikan makanan, meskipun hanya dengan uang saku yang dia simpan.

Sambil menikmati makanan, Hana kembali berbicara kepada Aldo dengan jujur.

"Do, makasih sudah belikan aku makanan. Aku jadi enggak enak sama kamu. Nanya makan, terus dibelikan lagi. Aku enggak pernah seperti ini sama pacarku juga," ucap Hana.

"Hehe, aku takut kamu sakit. Mana kamu sedang ada masalah. Makanya aku belikan makanan buat kamu. Eh, Han..." ucap Aldo.

"Iya, Do, pasti bahagia banget jika ada orang yang menyukaimu dan memilikimu," ucap Hana.

"Hahaha... enggak ada. Aku enggak pernah yakin. Aku lebih suka tanpa cinta," ucap Aldo.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!