Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertusuk Duri Mawar
" Hay.. " Sapa Andre pada Alexsa yang duduk sembari menatap beberapa bunga untuk di dalam rumah.
" Hay kak Andre, ada apa yah?. " Gumam gadis itu nampak kikuk. Andre mengaruk tengkuk nya yang tak gatal, pemuda itu juga bingung ingin membicarakan apa.
" Gak ada kok, cuman manggil doang. Emzz ya udah yah aku balek lagi ada urusan.. " Andre langsung berjalan meninggalkan Alexsa yang bingung melihat tingkahnya.
Alexsa terkekeh pelan.
" Ada ada aja. "
***
Alexsa dengan menata bunga bunga mawar segar itu untuk mengganti beberapa bunga yang sudah layu di ruang tamu dan ruang keluarga. Rumah itu begitu banyak aneka bunga yang tertanam dan terawat indah, kata bik Dariyem Natasya begitu menyukai bunga makanya Sam membuatkan taman bunga dan menghias setiap sudut ruangan dengan bunga segar.
" Ahk.. " Pekik Alexsa saat duri duri mawar itu menancap di tangannya. Darah segar keluar begitu saja membuat nya meringis menahan pedih.
Sebuah tangan besar menyentuh tangan Alexsa dan memasukan jari nya begitu saja ke dalam mulut nya, Alexsa tertegun melihat Sam berdiri di samping nya menatap nya dalam tanpa keheningan.
" Lain kali lebih hati hati Alexsa, jika perlu gunakan sarung tangan khusus agar tangan mu tidak tertusuk duri. " Ucap Sam membuat Alexsa tersadar dari keterkejutan nya kemudian menarik tangan nya menjauh dari Sam.
" Maaf tuan. " Gadis itu menunduk merasakan kecanggungan.
" Tolong buatkan saya kopi panas dengan sedikit gula tidak terlalu pahit, antar ke ruangan kerja sekarang. Ah, apa bik Dariyem sudah menujukan semua ruangan rumah ini pada mu?. "
" Sudah tuan, segera saya antar ke ruangan kerja tuan kopi panas nya. " Sam melirik Alexsa yang menunduk kemudian berjalan pergi membuat jantung gadis itu bisa berdetak dengan normal.
" Jantung ku seakan akan hendak keluar dari tempat nya, bagaimana bisa seorang pria beristri melakukan itu pada seorang gadis belia seperti ku?. " Ricau Alexsa sembari menggeleng kepalanya.
Bik Dariyem menghampiri Alexsa yang sedang membuat kopi di dapur.
" Loh tuan Sam sudah pulang kah? ".
Alexsa berbalik dan mengangguk.
" Iya bik, tadi katanya suruh bikinin kopi dan suruh anter ke ruangan kerja nya sekarang. " Bik Dariyem nampak heran.
" Tuan Sam meminta bikinkan kopi pada orang lain sekali diriku, bagaimana bisa?. Tuan Sam begitu tidak menyukai jika ada orang lain yang membuat kan nya dan mengantarkan nya langsung ke ruangan kerja. " Batin bik Dariyem berkecamuk bingung.
" Bik, kok malah melamun sih?. "
" Ah enggak, bawa kan ke ruangan tuan Sam segera Alexsa dia tidak suka menunggu lama. " Bik Dariyem tersenyum menyuruh Alexsa segera mengantar kopi nya.
" Baik bik. ".
" Aneh sekali bagaimana bisa tuan Sam mengizinkan gadis itu, apa mungkin tuan Sam menyukai gadis itu?. Tapi tidak mungkin tuan Sam tipe pria yang rumit lagi pula gadis itu masih belia dia lebih pantas menjadi anak tuan Sam. " Bik Dariyem menggeleng kepala nya.
Sedangkan di ruangan kerja nya Sam nampak melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya itu, pekerjaan kantor yang tidak pernah habis membuat pria itu sering mengeluh sakit kepala.
" Kemana saja anak gila itu, sudah bertahun-tahun lama nya dia tidak kembali. Dia fikir perusahaan akan terus bergantung padaku dan dia akan menikmati hasilnya di kemudian hari. " Ucap Sam melihat foto keluarga di ruang kerja nya.
Beberapa kali Sam meminta adiknya untuk kembali ke rumah dan membantu nya menjalankan perusahaan yang cukup besar itu, mengingat mereka sudah bukan anak anak lagi yang hanya memikirkan pusing nya percintaan.
Dan berulang-ulang Arkhana juga menolak kembali dengan berbagai alasan yang dia buat, Sam tidak habis pikir dengan jalan pikiran adik nya itu. Meski harta mereka tidak akan habis 7 turun namun jika tidak di kelolah dengan baik bagaimana semua itu bisa tetap stabil.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Sam menghela nafas lelah.
" Masuk. " Seru nya pelan.
" Permisi tuan saya mau mengantarkan kopi yang anda minta. " Seru Alexsa dari balik pintu.
" Alexsa masuk dan bawa kopi itu kedalam, apa perlu saya menyambut mu dengan suka cita dan mengambil kopi saya sendiri?. " Ucap Sam kesal.
Alexsa yang merasa Sam sedikit kesal kemudian memberanikan diri masuk kedalam ruangan kerja milik Sam, hal pertama yang dia lilhat adalah Sam dengan penampilan yang cukup berantakan namun bisa membuat dirinya tertegun.
" Pak Sam ganteng juga kalau di lihat lihat, apa lagi dengan penampilan berantakan seperti itu. Hemat nyonya Natasya menyiapkan manusia seperti itu. " Batin Alexsa kemudian gadis itu menggeleng pelan membuat Sam yang menatapnya menjadi heran.
" Alexsa, kamu pusing kah atau apa kenapa menggeleng tidak jelas seperti itu?. " Ucap Sam langsung membuat gadis itu berjalan cepat mengantarkan kopinya dengan gugup.
" Maaf tuan, saya tidak bermaksud begitu. "
" Sejak kapan saya meminta mu memanggil ku dengan sebutan tuan Alexsa?. " Alexsa mengangkat wajahnya menatap Sam sekilas.
" Emmmz saya kan kerja di sini dan bik Dariyem juga memanggil anda dengan sebutan Tuan, jadi tidak masalah jika saya memanggil anda dengan sedemikian. "
" Terserah kamu saja Alexsa, bagaimana kamu nyaman saja. "
" Baik tuan saya permisi. " Alexsa hendak meninggalkan Sam untuk pergi dari ruangan itu.
Ruangan kerja Sam benar-benar nyaman dengan nuansa putih dan hitam. Di tambah aroma maskulin dari parfum yang dia kenakan menyebar keseluruhan ruangan, mata Alexsa tertutup pada foto keluarga di ruangan itu mata nya menatap foto dua bersaudara yang nampak akur.
" Alexsa, bisa saya minta tolong?. " Ucap Sam sebelum Alexsa meninggalkan ruangannya.
" Iya tuan. " Alexsa berbalik dan kembali mendekati Sam.
" Bisakah kamu memijat kepalanya sebentar, kepala ku benar-benar sakit. Itu jika kamu mau saja jika tidak juga papa. " Ucap Sam pelan. Dia sendiri juga bingung kenapa mulut nya bisa berkata sedemikian dengan Alexsa yang jelas jelas baru dia temui 2 hari itu.
" Iya tentu saja tuan, dulu saya sering di minta untuk memijat kepala almarhum ibuu saya dan beberapa kali tetangga juga meminta hal yang sama dan saya di bayar. " Gumam Alexsa mulai memijat kepala Sam.
Pria itu memejamkan kepalanya saat tangan mungil dan halus Alexsa menyentuh kulit kepala nya, kenyamanan itu benar-benar membuat nya melayang jauh bahkan Natasya saja belum pernah melakukan itu semua pada nya.
" Apa kamu tidak bersekolah dulu Alexsa?. "
" Saya sekolah sampai SMA tuan, yah walaupun ibu saya hanya tukang cuci baju dan setrika tapi beliau bisa menyekolahkan saya sampai selesai tuan. Saya juga bantu bantu berjualan dan membantu beberapa tetangga jadi dari kecil saya sudah bekerja keras. "
" Ayah mu?. " Ucapan Sam seketika menghentikan pijatan Alexsa, gadis itu sedikit tekejut namun kemudian normal lagi setelah berberapa saat.
" Dia tidak pernah berada dirumah sejak saya kecil, hanya pulang untuk memukuli ibuku dan meminta uang. Dia tidak pernah merawat ku, saat ibu pergi dia datang dan ingin membawa ku pergi agar aku di jual di pria tua yang bahkan jauh lebih tua dari ayahku. "
Sam tertegun membayangkan masa kecil seperti apa yang dia rasakan dulu.
" Maaf saya tidak bermaksud untuk bertanya lebih jauh tentang keluarga mu. "
" Tidak masalah, tuan Sam sudah menyelamatkan saya dan saya berutang akan itu semua. "
" Kamu tidak ingin melanjutkan sekolah mu ke jenjang yang lebih tinggi, jika ingin saya bisa melakukan nya?. "
" Tidak perlu Tuan, saya tidak berminat menjadi orang yang terpelajar lagian saya lebih suka bekerja di sini dan langsung mendapatkan uang. tuan Sam terlalu baik pada saya dan saya bingung harus membalasnya dengan apa. "
" Tidak perlu sungkan Alexsa, saya bukan orang yang memikirkan tentang hutang budi. ".
Hening mereka saling terdiam bingung hendak membicarakan apa, sedangkan Sam begitu menikmati pijatan Alexsa yang benar-benar membuat kepala nya tak lagi terasa pusing.