NovelToon NovelToon
The Mad Queen'S Secret

The Mad Queen'S Secret

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.

Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.

Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dendam di Seberang Sana

Kegelapan di ruangan ini tidak sedingin hatinya. Pria paruh baya itu duduk terdiam sambil menatap jemarinya yang gemetar. Bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang selalu terpacu setiap kali ia mengingat malam itu. Malam di mana dunianya yang sederhana bersama ibunya, dihancurkan berkeping-keping.

Ia masih bisa mendengar jeritan ibunya. Jeritan yang membelah keheningan markas bawah tanah keluarga Tizon.

"Tidak, jangan lakukan itu Martha! Ku mohon, anakku masih kecil." Jeritan tangis wanita menggema didalam ruangan pengap yang dia sebut Markas rahasia.

Ada anak kecil berusia 10 tahun telah mengintip dibalik kejauhan, menyaksikan ibunya yang ia cintai disiksa secara brutal oleh wanita yang entah siapa, dia pun tidak tahu. Dia menyaksikan Nyonya Martha—wanita yang selalu terlihat agung di majalah-majalah—berdiri dengan pisau bedah di tangan. Dengan dingin, tanpa ekspresi, Martha menguliti wajah wanita yang ia sebut benalu itu seolah sedang mengupas buah.

Baginya, Alexander Tizon adalah pengecut yang membuang mereka demi kenyamanan status, dan Martha adalah algojo yang melenyapkan bukti kesalahan suaminya. Anak kecil itu tidak pernah tahu tentang pengkhianatan ibunya. Yang ia tahu hanya satu: Ibunya mencintai Alexander, dan keluarga Tizon membalas cinta itu dengan siksaan neraka.

"Kalian punya segalanya," bisik Pria paru baya itu pada foto keluarga Tizon yang ia tempel di dinding. "Kalian punya nama besar, kemewahan, dan kasih sayang. Sementara aku harus melihat ibuku mati tanpa wajah di pelukanku."

Dia menyentuh foto Orlando Tizon. Senyum dingin terukir di wajahnya.

"Lima tahun lalu, aku memberikanmu tiket pertama menuju neraka, Orlando. Aku melihat ketakutan di matamu saat aku menarik pelatuk itu. Kau mati didalam kamar rumah sakit itu, dan aku masih ingat jelas saat-saat menegangkan itu. Dan aku tidak akan pernah berhenti sampai disitu saja."

Kematian Orlando belum cukup. Baginya, seluruh keturunan Tizon harus merasakan penderitaan yang sama. Dan sekarang, perhatiannya teralih pada Shaneen. Gadis yang tumbuh dengan segala kemudahan, yang kuliah di The Grey Citadel dengan uang yang seharusnya menjadi haknya juga.

"Shaneen Lorica Tizon..." Dia membelai layar monitor yang menampilkan wajah cantik Shaneen. "Gadis manja yang tidak tahu apa-apa. Kau adalah permata terakhir Martha. Jika aku menghancurkanmu, Martha akan merasakan perih yang lebih hebat daripada pisau bedahnya sendiri."

Dia berdiri, merapikan sarung tangannya. Ia telah menyiapkan segalanya. Ia tidak akan langsung membunuh Shaneen. Ia ingin Shaneen bermain dengannya secara perlahan. Ia ingin Shaneen kehilangan Michael, kehilangan hartanya, dan akhirnya kehilangan nyawanya di bawah bayang-bayang dosa leluhurnya.

"Michael Reins Miguel," gumamnya sambil menatap profil Michael. "Kau memilih pelindung yang salah. Kau pikir kau menikahi seorang malaikat? Kau sedang menikahi putri dari keluarga seorang pembunuh."

Dia mematikan lampu, meninggalkan ruangan yang kini hanya menyisakan aura kebencian yang pekat.

Orlando Tizon, ayah Shaneen saat itu sedang sakit maag akut dilarikan kerumah sakit. Kecintaannya terhadap kopi membuat lambungnya berteriak ampun. Malam itu lima tahun yang lalu sekitar pukul sembilan malam. Orlando memasuki Mension dengan nyeri hebat dibagian perutnya. Dia meremas kuat gagang pintu mobilnya. Saat itu posisi, Orlando sedang pulang dengan sendirinya. Dia menyuruh supirnya untuk pulang lebih awal, karena dia juga tau bahwa supirnya juga punya keluarga dan kehidupan yang dibanggakannya, apalagi waktu itu ulang tahun istrinya. Jadi dia mengizinkan sopirnya untuk pulang lebih awal.

Dan malam ini, entah kenapa sakit yang biasa ia abaikan malah menjadi sakit menjalar yang sulit ia kendalikan. Sera yang melirik kearah pintu kamar mendapati suaminya merintih kesakitan segara turun dari ranjang dan mendekat.

"Orlan? Ada apa?" Tanya Sera dengan wajah panik.

Karena sudah tak tahan, tubuh Orlando pun ambruk, dahinya dipenuhi keringat dingin. Dengan sigap, keluarga itu membawa Orlando kerumah sakit. Siang itu keadaannya sudah mulai membaik.

"Pergilah makan dulu, ayah tidak apa-apa."

Ya, saat itu Shaneen yang tengah menemani ayahnya. Ibunya Sera baru saja pulang untuk mengganti pakaiannya. Sedangkan Martha (Ibu dari Orlando) hanya diam dirumah, menunggu kabar kesehatan putranya. Disinilah aksi pembunuhan itu terjadi. Saat Shaneen kembali dan memasuki kamar inap yang menjadi tempat istirahat sementara ayahnya, betapa terkejutnya dia setelah membuka pintu kamar tersebut. Ayahnya mati dalam keadaan ada tembakan peluru tepat di dada kirinya yang langsung menembus jantungnya. Matanya terbuka, dan ada sedikit sisa air mata yang hampir lolos di pelupuk matanya.

"Tidak ..." Teriakan histeris itu menggema dalam salah satu kamar VVIP saat menyaksikan diatas brankar orang yang ia cintai dalam hidupnya terbaring dalam keadaan tak bernyawa.

CCTV rumah sakit telah diperiksa, namun gagal total dan bersih hingga sekarang ini. Shaneen yang waktu itu tengah berkuliah dan pulang sejenak karena mendengar ayahnya sakit—bersumpah akan menghukum orang yang telah merenggut cinta pertamanya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!