Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Selamat datang di rumah kita." ucap Rangga membuka pintu apartemennya lebar lebar, untuk mempersilahkan Kayla masuk ke dalam apartemen itu.
"Terimakasih." ucap Kayla canggung, matanya berkeliaran meneliti isi apartemen yang tidak terlalu besar namun cukup luas untuk mereka tempati berdua.
Rangga menutup pintu apartemen, lalu masuk mendorong koper milik istri barunya itu.
"Maaf ya, tempat tinggal kita seperti ini." ucap Rangga lembut.
"Nggak kok, ini sudah bagus." ucap Kayla.
"Silahkan liat liat dulu, mas mau meletakan koper kamu ke dalam kamar kita." ucap Rangga dengan entengnya.
Degggg.....
Kayla tersentak kaget mendengar ucapan Rangga itu.
"K-kamar kita." gumam Kayla namun masih di dengar oleh Rangga.
"Iya, kamar kita. Kenapa, kamu keberatan? " tanya Rangga menatap Kayla dengan tatapan lembut, tak ada kemarahan di matanya.
"Ahhh... N-nggak kok." elak Kayla tidak enak hati.
"Ya sudah, mas meletakan koper dulu ya, apa kamu mau ikut? " tanya Rangga sedikit menggoda istri barunya itu.
"Haaa... Ehhh... Nggak. Aku masih ingin lihat lihat di sini." tolak Kayla dengan salah tingkah.
Rangga tersenyum kecil melihat wajah salah tingkah Kayla itu, sangat lucu menurut Rangga.
Hufff....
"Memang harus tidur bersama gitu? kan kita belum kenal" gugup Kayla memandang tubuh kekar Rangga yang menaiki tangga dengan membawa koper Kayla.
"Ahhh.... Sudah lah, lagian dia suami gue kan? haa... Suami. Mama... Tolong anak mu.! " pekik Kayla menepuk nepuk pipinya.
Rangga terkekeh melihat tingkah Kayla yang sangat menggemaskan itu.
"Istri gue imut banget." kekeh Rangga menggeleng gelengkan kepalanya.
"Wahhh.... Ini benaran apartemen laki laki, kenapa isi kulkasnya penuh sekali dengan bahan masakan." kagum Kayla melihat isi kulkas yang penuh dengan segala kebutuhan dapur dan juga ada makanan ringan dan juga minuman.
"Ohhh... Iya, bukannya mas Rangga tadinya mau nikah sama kak Nia, pasti lah dia mempersiapkan ini untuk kak Nia." gumam Kayla dengan pikirannya itu.
"Nggak usah sok tau, bahkan Nia saja nggak tau ada apartemen ini." ujar seseorang di belakang Kayla.
"Agggkkk... Hantuuu.....! " pekik Kayla kaget.
"Haiii.... Sembarangan, ganteng begini di bilang hantu." omel Rangga memutar mata malas.
"Huuufff.... Lagian, mas bikin kaget aja sih, ngapain berdiri di belakang ku, udah gitu nggak ada suaranya lagi, udah kaya hantu aja." cerocos Kayla yang mengomel panjang lebar.
Rangga tertawa dalam hati, ternyata begini lah sifat istrinya itu, selama ini dia hanya melihat Kayla yang pendiam dan penurut, tapi kini lihat lah, wanita cantik itu bisa juga mengomel dan galak.
"Maaf, mas mengagetkan mu." ucap Rangga dengan penuh rasa bersalah.
"Iya iya, jangan di ulangi lagi, bisa mati muda aku." ketus Kayla.
"Jangan dong, masa baru nikah abang sudah menduda." kekeh Rangga.
Kayla lansung melotot kesal mendengar ucapan Rangga itu.
Rangga tersenyum kecil, lalu membuka kulkas dan mengambil sebotol air dingin, lalu memberikannya kepada Kayla.
"Minum dulu, biar dingin hati dan kepalanya." ucap Rangga tersenyum kecil.
Dengan wajah cemberut Kayla menera air minum yang di berikan oleh Rangga, lalu meminumnya dengan sangat rakus, hingga terdengar suara Glukkk.... Glukkkk....
Melihat tingkah Kayla yang tanda jaim jaimnya membuat Rangga senang, selama ini berpacaran dengan Nia yang sok berkelas dan sok dewasa terasa hidupnya datar datar aja, tapi dengan Kayla yang baru sehari berada di dekatnya, membuat hidup Rangga terasa berwarna.
"Dek, gimana pendapat kamu dengan pernikahan kita ini? " tanya Rangga saat mereka duduk di sofa ruang tamu, Rangga ingin Kayla mengeluarkan pendapatnya di hubungan mereka itu..
"Maksudnya?! " tanya Kayla yang tidak mengerti.
"Maksud mas, kamu mau gimana dengan pernikahan kita ini, klau abang sendiri, Mas serius menjalani pernikahan ini, tanpa ada kata perpisahan, walaupun pernikahan ini berawal dari paksaan, tapi Mas tidak meresa terpaksa sama sekali dengan pernikahan ini, justru Mas berfikir ini lah jodoh yang mas cari selama ini." ucap Rangga serius.
Kayla meremat ujung bajunya, sesungguhnya dia meresa bingung juga dengan pernikahan ini, dia takut Rangga hanya mencari pelarian kepadanya.
"Kamu jangan berfikir klau Mas menikahi mu, hanya pelarian mas dari perempuan itu, sedikit pun tidak ada niat mas untuk itu." ujar Rangga seolah tau dengan pikiran Kayla.
"Klau tidak ada niat itu, kenapa mas datang pada pernikahan ini, seharusnya mas pergi dan menolak di nikahkan dengan ku." ujar Kayla yang penasaran.
Rangga tersenyum samar dan menatap manik mata Kayla dengan manik matanya yang teduh.
"Karena mas ingin menikah dengan mu, mas tau kamu gadis yang baik, dan mas merasa kamu adalah jodoh mas, mungkin kamu tidak pernah sadar, selama ini mas sering memperhatikan kamu, hanya saja semua mas tahan karena kamu sudah memiliki tunangan, dan sementara mas juga mempunyai kekasih, jadi perasaan itu mas buang, tapi setelah tau wanita itu ingin berbuat licik, mas hanya diam saja, dan ada rasa terimakasih di hati mas, karena kamu lah wanita yang akan menikah dengan mas." ucap Rangga mengakui perasaannya kepada Kayla.
Kayla melotot kaget mendengar pengakuan Rangga itu.
"Mas nggak sedang membual kan? " tanya Kayla yang tidak percaya begitu saja.
"Mas berani bersumpah." ucap Rangga sungguh sungguh mengangkat tangannya dan membuat huruf V dengan jari manis dan jari telunjuknya.
"Kenapa mas bisa menyukai ku, padahal kita jarang sekali bertemu, bahkan klau kita bertemu, hanya bertegur sama sewajarnya." ucap Kayla lagi.
"Menurut mu, tapi menurut mas nggak." jawab Rangga menggelengkan kepalanya.
"Nanti saja membahas itu, sekarang jawab dulu pertanyaan abang, kamu mau gimana dengan pernikahan ini? " tanya Rangga lagi, "klau abang tetap dengan yang abang sampaikan tadi, abang ingin mempertahankan pernikahan kita ini sampai akhir, tanpa ada kata perpisahan, walau di hati kita belum ada cinta, tapi cukup saling menghargai sampai cinta itu datang." ujar Rangga lagi.
Kayla terdiam beberapa saat, untuk memantapkan hatinya.
"Baiklah, aku ikut apa yang Mas bilang, tapi aku nggak mau ada yang namanya orang ketiga di dalam rumah tangga kita, dan tolong saling menghargai." ucap Kayla pada akhirnya.
Rangga tersenyum puas, karena Kayla mau hidup bersamanya.
"Terimakasih kamu mau menerima pernikahan ini, abang janji tidak akan ada orang ke tiga di rumah tangga kita, cuku ada kamu dan anak anak kita." kekeh Rangga, mendengar kata anak dari mulut Rangga, tentu saja membuat Kayla salah tingkah.
"Ya sudah, untuk hari ini cukup pembahasan kita sampai di sini, kamu pasti capek, ayo kita tidur." ajak Rangga mengulurkan tangannya.
Kayla yang ingat mereka akan tidur di kamar dan di ranjang yang sama, mulai sedikit takut.
Seolah tau apa yang sedang di pikirkan Kayla, Rangga kembali membuka suara.
"Mas janji nggak akan minta hak mas sekarang ini, tapi walau pun begitu, mas tetap ingin ada kontak fisik di antara kita." ucap Rangga, walau tidak melakukan hal yang mengenakan bagi pasangan suami istri, Rangga tetap menginginkan ada kontak fisik agar mereka merasa terbiasa dengan keberadaan satu sama lain.
"Baiklah." pasrah Kayla, toh nggak ada salahnya mereka melakukan kontak fisik, secara mereka pasangan halal, hanya saja masih ada rasa canggung di antara mereka, untuk sementara biar lah berjalan seperti ini.
Mendengar jawaban dari bibir Kayla, Rangga pun merasa senang, "Baiklah, kita sekarang kita istirahat." ajak Rangga menarik tangan Kayla menuju lantai dua, dimana kamar mereka berada.
Bersambung.....
semangat💪