NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Tuntutan Tanggung Jawab

Di rumah bu Harun, ibunya Pandji.

"Ibu disini saja, bosan berbaring terus satu bulanan ini," bu Harun berhenti di sofa tamu, mendudukan dirinya disana.

Pandji tersenyum, mengerti yang dirasakan oleh ibunya.

"Celo, temanin Ibu sebentar, Mas akan membawa pakaian ibu ke kamarnya," ucapnya pada adik laki-lakinya yang bermuka bantal, baru bangun dari tidur siangnya saat kakaknya datang membawa pulang ibu mereka dari rumah sakit.

"Aku masih mengantuk! Teriakan bel rumah yang kalian tekan tadi telah mengganggu tidur siangku!" gerutu Celo masih kesal, sambil berjalan menuju kamarnya, mengekor di belakang Pandji.

Mendengar ucapan kasar anak laki-laki itu, bu Harun hanya bisa mengurut dada, lelah menghadapi tingkah lakunya yang tak bisa dimintai tolong itu.

Ding! Dong! Ding! Dong!

"Ada tamu, biar Ibu saja yang buka," bu Harun berusaha bangkit dari duduknya dengan susah payah karena tubuhnya yang masih lemah setelah keluar dari rumah sakit.

"Celo! Buka pintunya, ibu masih sakit!" perintah Pandji sebelum mendorong pintu kamar ibunya.

Celo yang sudah ada di anak tangga keempat menuju kamarnya di lantai atas terpaksa menurut. Sanksinya pasti sangat berat bila tidak patuh pada perintah, sebab sang kakak adalah donatur utama yang membiayai kuliah dan tetek bengek yang ia butuhkan.

Dengan langkah gontai ia turun kembali, berjalan menuju pintu depan menahan kesal pada bel yang terus berteriak tidak sabaran itu.

Klek! Klek!

Tangan Celo memutar anak kunci dengan kasar saking sebelnya pada manusia yang ada di balik pintu di luar rumah.

Bugh!

"Agh!" pekik Celo kesakitan bercampur kaget, akibat satu tinjuan mendadak bersarang di rahangnya tanpa aba-aba membuatnya terhuyung.

"Rasakan ini laki-laki badjingan!"

Bag! Bugh! Bag! Bugh! Bugh! Bag!

Kali ini bukan hanya tinjuan, tapi tendangan juga pukulan menghantam wajah, perut, dada, leher, juga kepala Celo, membuatnya seketika terkapar di lantai dalam waktu singkat karena tidak diberi kesempatan untuk membela diri apalagi membalas.

Bu Harun terperangah menyaksikannya, Pandji yang baru saja membuka kamar ibunya sontak meletakan tas pakaian ibunya begitu saja dan melompat keluar mendengar keributan.

"Mas Harry! Ada apa ini, cukup, Mas!" Pandji melerai kakak sepupunya yang menginjak punggung Celo yang jatuh telungkup di lantai sembari menghujani wajah adiknya itu dengan tinjuan membabi buta dengan menarik rambut hingga wajah Celo mendongak.

"Si perusak masa depan adikku ini lebih baik mati dari pada hidup, Pandji!" Selesai berucap, Harry yang dikuasai amarah kembali menendang dan menginjak Celo tanpa ampun dengan nafas memburu.

Tidak tinggal diam, Pandji kembali melerai dengan menghadapi si kakak sepupu. Hal itu tentu saja semakin menyulut amarah Harry. Bila dibiarkan adiknya itu bisa saja meregang nyawa. Pandji yang memang berkemampuan bela diri di atas Harry dengan mudah melumpuhkan kakak sepupunya itu.

"Sabar, Mas... Kita bicarakan ini baik-baik... dengan kepala dingin, jangan main hakim seperti ini," Pandji mengunci pergerakan kakak sepupunya yang berusaha melepaskan diri.

"Menurutmu, apa yang paling tepat dilakukan pada laki-laki badjingan seperti Celo yang telah menghamili Melitha!"

Duar!

"A-apa?!" mendengarnya, Pandji yang kaget langsung melepaskan kunciannya.

"I-ini tidak mungkin, Mas..." ucapnya terbata, tak percaya pada berita buruk itu.

"Tidak percaya kan?" Harry tersenyum sinis dalam tangis pilunya yang seketika meledak sambil mengeluarkan lipatan amplop dari saku celananya.

"Ini, ambil ini! Ini hasil USG dan tespek dari sekolah menyatakan Melitha benar-benar hamil! Hamil oleh si badjingan ini!"

Bugh! Bugh!

"Cukup, Mas!" sergah Pandji, tubuhnya ia gunakan melindungi adiknya. "Mas bisa aku laporkan bila masih melakukan tindakan kekerasan!" ancamnya.

"Ugh, mas Pan-dji... To-long a-ku..." erang Celo lemah, sudah tidak mampu bergerak, matanya pun sudah berkunang-kunang.

"Silahkan! Laporkan saja Masmu ini, Pandji!" balas Harry yang masih emosi tingkat tinggi, ia menarik pergelangan tangan Melitha yang sedari tadi menempel pada daun pintu yang terbuka, meratapi nasibnya yang malang.

"Lihat Adik Mas ini, beasiswa pertukaran pelajar nya gagal gara-gara hamil! Dan bukan itu saja, Melitha juga terancam di keluarkan dari sekolahnya! Padahal selama ini, Mas susah payah membiayai sekolahnya dengan gaji Mas yang tidak seberapa!"

Pandji terenyuh mendengarnya, turut merasakan apa.yang dirasakan oleh kakak sepupunya itu.

Setelah melihat hasil test kehamilan yang diberikan Harry, Pandji memandangi wajah Melitha yang memerah berurai airmata, tidak tahu harus memberi penghiburan seperti apa pada adik sepupunya yang sering ia mintai bantuan untuk menemani ibunya itu.

"Kenapa kamu melakukan itu pada Melitha, Celo?" Pandji beralih pada adik laki-lakinya. "Kita ini keluarga..." lirihnya.

"Ka-mi me-laku-kannya... at-as da-sar suka sama su-kaaa, Ma-sss!" jawab Celo, masih terbaring di lantai dengan wajah lebam dan.sekujur tubuhnya memar akibat ulah Harry.

"Dasar Badjingan kamu, Celo!" marah Harry

Bugh!

"Ugh!" Celo mengerang, merasakan nyeri pada pinggulnya yang kena tendangan Harry.

"Cukup, Mas! Celo bisa ma ti," Pandji kembali melerai.

"Berani-beraninya dia berbohong setelah melakukan perbuatan biadab pada Melitha!" Nafas Harry memburu menahan amarah.

"A-ku ti-dak bo-hong, Mas! Sum-pah!" Celo kembali bersuara membela diri.

"Kamu bohong!" teriak Melitha pedih. "Bibi sampai masuk rumah sakit gara-gara insiden itu!" ungkapnya, disela-sela tangisnya.

Pandji menoleh pada ibunya. "Benar itu, Ibu?"

Bu Harun mengangguk, sejak tadi airmatanya sudah berlinang menyaksikan semuanya itu. "Celo, telah mem-perkos4 Melitha ketika Melitha mem-masak bubur buat Ibu waktu itu, sebulan yang lalu..." terangnya sambil terisak, nafasnya tersengal mengingat kejadian itu.

"Anak Ibu siapa? Kenapa tidak membelaku?" Celo bangkit dengan susah payah, kesal akan pengakuan ibunya.

"Diam kamu, Celo!" bentak Pandji geram, tidak menyangka adiknya sebejat itu.

"Atas yang telah kamu lakukan pada Melitha, kamu harus tanggung jawab!"

"Tidak mau, aku jijik! Jijik sama perempuan itu!"

"Ku rang ajar!" Harry mengepalkan tangannya, sebelum dirinya kembali melayangkan bogeman, Pandji sudah sigap menghalanginya.

"Melitha hamil, Celo! Kamu harus tanggung jawab!" Pandji jadi frustrasi pada tingkah adiknya yang gila itu.

"Aku tidak sudi, Mas. Aku jijik! Ngerti nggak sih! Aku jijik!" Celo menolak lantang sambil menahan sakit pada sekujur tubuhnya.

"Celo, kamu--!" wajah Pandji mengeras menahan emosi tapi perkataannya segera di potong oleh Harry.

"Akupun tidak sudi laki-laki badjingan dan pemalas seperti Celo jadi suami Melitha. Yang ada... dia akan membuat Melitha tambah menderita!"

"Kamu, Pandji! Kamu yang harus menikahi Melitha!" putus Harry tegas.

Duar!

Sontak, semua pandangan beralih pada Harry, termasuk Melitha, ia berhenti menangis saking kagetnya sambil mengusap airmata yang membanjiri pipinya.

"Tidak bisa, Harry. Pandji akan menikah dengan Elok sebentar lagi. Mereka sudah bertunangan selama lima tahun ini. Lagi pula, Pandji dan Melitha masih saudara sepupu," bu Harun cepat menyela dengan raut tegang.

"Pandji dan Melitha memang sepupu... dan kehamilan Melitha bukan kesalahannya...."

"Lalu siapa yang mau menikahi Melitha yang telah mengandung anak si badjingan Celo ini, Bibi? Siapa?" ucap Harry penuh tekanan, membuat bu Harun dan Pandji terdiam seribu bahasa.

"Melitha, kita pulang. Biarkan mereka berfikir," Harry menarik pelan pergelangan adiknya, tidak seperti sebelumnya.

"Pandji!" Harry menghentikan lagi langkahnya sebelum benar-benar keluar dari pintu rumah.

"Kamu bisa bebas, bila dalam tiga bulan ini menemukan laki-laki baik, mapan, dan bertanggung jawab," imbuhnya memberi keringanan lalu pergi. "Karena dalam tiga bulan ke depan, perut Melitha sudah membuncit."

Bersambung✍️

1
Teteh Lia
habis sudah kesabaran babang Harry
Teteh Lia
Oh ya ampuun... kejam sekali dirimu, masa suami suruh tidur di lantai.
sari. trg
atur dulu anakmu Bu
sari. trg
waduh! siapa tuh bapaknya?
Zenun
harusnya tanya dulu mengapa Hary bisa bicara gitu, ada bukti apa
Dewi Payang: Harusnya begitu memang.....
total 1 replies
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
waduhhh... ternyata oh ternyata Raya berani sekali ya melakukan itu... ishhh ishhh ishhh...
Dewi Payang: Baiklah....😁😍
total 7 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
is is is ternyata jalang teriak jalang oy
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: is is is... kok mirip elok ya🤭
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
masih aja loh si ibu. gmn klo si harry yg selingkuh?! pasti kln nge reog
Dewi Payang: klo anak sendiri dimaklumi, kko menantu gak boleh salah🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
woaahhhh ortunya juga mau2 aja menampung
Dewi Payang: Wkwk😂😂 padahal maksud mengadu pengen ortu jadi penengah kalu bisa dibelain ya kak🙈🙈🙈🙈
total 6 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasar jalang. msh aja playing victim. ga tau malu. mau pake uangnya tapi ga mau melayani suami. kapan kau kapok
Dewi Payang: ini bukan hanya terjadi di dunia pernovelan saja, di dunia nyata pun ada, dan keluarganya gak menegur, miris
total 1 replies
Risa dan Yayang
Soraya Harry tahu kamu mengandung bukan darah dagingnya
Suamiku Paling Sempurna
Jangan jangan Harry mau menceraikan Soraya makanya datang ke rumah mertuanya
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Bikin pesanan dengan anak yang di kandung Soraya
Risa Istri Cantik
Apa sebenarnya Soraya hamil anak Harry tapi Harry menduga Soraya hamil dengan pria lain, karena Soraya ngga mau sama pria pemalas sedangkan Harry pria rajin kerja
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Soraya kamu hamil anak siapa kalau sama Panji ngga mungkin dong Pandji pria baik baik
neng ade
kualat tuh sama suami dan adik ipar mu itu ..
Dewi Payang: Mukai menuai karma kak....
total 1 replies
Teteh Lia
Rumit bener ya ini.
Melitha udah mumet. Rumah tangga mamas na malah jauh lebih rumit.
Dewi Payang: Sama² mengalami ujian hiduo kak😭
total 1 replies
Teteh Lia
Mamas pandji na terlalu mempesonah. jadi ya gitu... banyak yang meleleh liat na. 🤭
Dewi Payang: Jadi apa kak, jangan bikin daku penasaran🤭
total 3 replies
Teteh Lia
Soraya lagi mengandung. semoga kali ini dia bisa sedikit ngerem mulut kasar na ya. bumil kan harus hati2 dalam berucap
Dewi Payang: Harusnya gitu kak, kalo gak kasian menurun ke anaknya😂
total 1 replies
Yayang Suami Risa
Celo atau kakak iparnya Soraya yang menghamili Soraya
Dewi Payang: Kalo dua pria, tamatlah riwayat Soraya, dua²nya pemalas😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!