Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasutan Widya
“Maksud papa aku harus menikah dengan gadis lusuh ini?”Tanya Damian dengan nada tak percaya, dia menatap penuh jijik ke arah Bintang yang masih berlutut di hadapannya. Bagaimana bisa Wicaksono berniat untuk memasukkan Bintang ke dalam keluarga mereka?Jelas jelas gadis ini adalah anak pungut yang bahkan tidak tahu siapa orang tuanya.
“Memangnya kamu punya pilihan lain? Tidak ada kan? Ini semua kesalahan kamu karna kamu salah pilih mempelai, sekarang udah terlanjur begini kamu juga harus bertanggung jawab.”Ucap Wicaksono dengan nada yang tegas. Sedari awal dia memang tidak terlalu setuju dengan pilihan Damian, tapi hanya karna pria itu sangat menginginkan Lidya jadi dia pun memilih untuk tetap melamar gadis itu.
“Ma-maaf pak, tapi benar kata tuan Damian. Bagaimana bisa tuan Damian bersanding dengan dia?”Tanya Widya tak terima, dia tentunya tidak sudi jika posisi Lidya di gantikan oleh Bintang dan dia sama sekali tidak ingin jika gadis ini hidup merdeka di keluarga Wicaksono, apalagi jika itu menggantikan posisi anaknya.
“Kamu nggak usah ikut bicara! Saya tidak seret kamu ke penjara saja seharusnya kamu sudah bersyukur.”Ujar Wicaksono dengan geram.
“Sabar pa.”Kali ini Raisa yang membuka suaranya.
“Tapi Damian tidak mau menikah dengan dia pa.”Ujar Damian dengan nada yang tak sudi, bagaimana bisa dia yang di puja oleh berbagai macam kalangan wanita dan di agung agungkan oleh hampir seluruh gadis di negeri ini harus menikah dengan Bintang yang hanya seorang anak pungut? Apa kata dunia nantinya! Terlebih yang dia inginkan adalah Lidya, bukan yang lainnya.
“Kita nggak punya pilihan, Damian! Kamu harus bertanggung jawab atas semua ini, ini salahmu dan papa jelas tidak akan sudi mencoreng nama keluarga kita hanya karna gadis yang sangat ke kanak kanakan itu!”Ucap Wicaksono, rasanya dia benar benar ingin menyeret Damian dan menyadarkan pria itu jika masalah ini bukan sesederhana kelihatannya.
“Baiklah, jika itu mau papa. Akan aku perlihatkan padanya apa yang di namakan dengan pernikahan itu.”Ujar Damian dengan nada yang dingin, matanya menatap penuh benci pada Bintang yang masih tertunduk.
“Kita tidak punya pilihan Damian, hanya ada dia dan kamu juga tidak bisa menolak untuk ini.”Ucap Wicaksono, memperjelas pada Damian tentang tanggung jawab yang saat ini tengah dia emban.
“Baiklah, terserah apa mau papa.”Ucap Damian, setelah mengatakan itu dia pun langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan kegaduhan yang saat ini tengah menjadi pusat ketegangan bagi kedua keluarga.
“Pak, anda yakin ingin memasukkan anak ini ke dalam keluarga anda? Kami bahkan tidak tahu siapa keluarganya.”Kali ini Bramono yang membuka suaranya.
“Ini semua terjadi karna anak kalian, jika saja dia tidak berulah maka semua ini tidak akan terjadi.”Ujar Wicaksono dengan nada dinginnya, “Bawa gadis ini dan dandani dia, jangan sampai ada yang tahu jika dia adalah anak pungut yang tak tahu bagaimana asal usulnya.”Ujar Wicaksono tak kalah dinginnya, bukan karna dia tidak ingin memilih yang lebih baik untuk Damian tapi di saat saat seperti ini dia memang tidak punya pilihan, jika ada yang tahu tentang siapa sebenarnye mempelainya dan alasan kenapa dia kabur maka sudah pasti nama keluarganya akan tercoreng.
“Untung saja kita masih menyembunyikan identitas pengantinnya dan hanya menyebutkan nama keluarga, jika tidak maka sudah pasti kita akan di olok olok oleh media.”Imbuh Wicaksono, dia mengendurkan dasinya dan menghempaskan tubuhnya pada sofa yang ada di ruangan itu.
“Baiklah jika itu keputusan anda, pak.”Balas Bramono pasrah, setidaknya ini akan tetap menjadi pernikahan bisnis yang saling menguntungkan.
“Pa..”Ujar Widya yang masih tak terima, dia benar benar tidak terima jika posisi anaknya di ambil oleh Bintang yang hanya seorang anak pungut.
“Shut, udah ma. Nanti kita pikirin cara buat mereka cerai aja.”Ujar Bramono dengan nada yang berbisik.
“Tapi tuan, bagaimana dengan perjanjian bisnisnya?”Tanya Bramono, pertanyaan itu membuat Wicaksono langsung memberikan tatapan tajamnya.
“Aku akan memberikan sesuai dengan janjiku, tapi dengan satu syarat. Kalian harus akting seolah olah Bintang adalah anak yang berharga di keluarga kalian, jika ada yang salah kalian lihat saja akan ku ratakan perusahaan kalian dalam waktu kurang dari sepuluh menit.”Ucap Wicaksono dengan nada dingin. Dia melambaikan tangannya menyuruh kedua orang itu keluar dari ruangannya.
Mengerti dengan kode yang di berikan oleh Wicaksono, keduanya pun akhirnya memutuskan untuk undur diri sebelum keadaan menjadi semakin keruh.
“Pa, gimana dong ini? Masak iya posisi menantu keluarga Wicaksono jatuh ke Bintang, yang ada besar kepala dia nanti.”Ujar Widya yang masih tidak terima dengan keputusan ini.
“Ya mau gimana lagi, pak Wicaksononya mau dia. Sekarang yang harus kita lakukan adalah menjaga agar Damian tidak jatuh cinta dengan Bintang sampai kita berhasil menemukan Lidya.”Ucap Bramono dengan nada pelan.
“Bagaimana caranya?”Tanya Widya penasaran.
“Kamu cari dia dan hasut! Hasut dan pastikan jika dia tidak akan menaruh hati pada Bintang.”Ujar Bramono dengan nada pelan.
“Papa benar juga, kalau begitu mama cari Damian dulu.”Ucap wanita itu, dan setelahnya dia pun langsung meninggalkan Bramono untuk mencari Damian dan menghasut pria itu.
Sementara itu, setelah meninggalkan ruangannya yang penuh sesak Damian memutuskan untuk menghabiskan sebatang rokok di balkon lantai dua. Dari sana dia bisa melihat para tamu yang berbondong bondong datang ke pernikahan mereka.
“S*alan! Seharusnya ini adalah hari bahagiaku, kini malah jadi hari terburuk bagiku.”Ujar Damian, dia menatap ke arah foto yang ada di layar ponselnya. Itu adalah foto Lidya yang diam diam dia ambil saat mereka masih di bangku kuliah.
Pria itu tersenyum, dia ingat dengan jelas bagaimana pertemuan pertama mereka. Saat itu dia mengalami kecelakaan dan hampir tewas dan Lidya yang menyelamatkannya, lalu ketika dia bangun gadis itu memberikan senyuman terbaiknya. Hal itu yang membuat Damian sangat sulit untuk melupakan Lidya.
“Damian.” Panggil Wodya saat dia melihat Damian yang sedang menatap ponselnya dalam.
“Iya, tante.”Balas Damian, dia mematikan ponselnya dan menatap Widya yang sudah ada di sampingnya.
“Maafkan Lidya ya, pasti kamu sangat sedih.”Ucap Widya pelan.
“Nggak kok tan, nggak apa apa.”Ucap Damian pelan.
“Tante bingung mau bilang ini atau nggak….”Ujar Widya, dia menggantung kalimatnya dengan tujuan Damian penasaran dengan kata katanya.
“Kenapa, tan?”
“Lidya itu, dia anak yang sangat baik dan berhati lembut. Dia selalu membagi miliknya dengan Bintang, hanya saja kadang gadis itu sering kali nggak tahu diri dan meminta lebih.Dan sekarang, dia meninggalkan pernikahannya, mama yakin alasan dia melakukannya hanya karna dia ingin menjadikan Bintang penggantinya, dia ingin membuat gadis itu bahagia bahkan dia rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri.”Ujar Widya dengan nada sedih, dia terlihat berkaca kaca membuat Damian sangat percaya dengan kata katanya.
“Tante ingat dengan jelas bagaimana dia sangat bahagia dengan pernikahan itu, tapi entah apa yang di katakan oleh Bintang sampai dia pergi dan rela meninggalkan kebahagiaannya.”Imbuh Widya.
“Jadi ini semua rencana Bintang?”Tanyanya.
“Mungkin saja.”Ujar Widya berpura pura tak yakin.
“Tante tenang saja, Damian akan membalas semua yang dia lakuka terhadap Lidya.”Ujar Damian dengan nada tegasnya.
“Tante cuma kasihan sama Lidya, dia pasti sangat sedih sekarang. Dia benar benar menginnginkan kamu.”Ucap Widya, air mata buaya nampak mulai menitik di pelupuk matanya.
“Tenang tante, Damian akan mengembalikan semuanya seperti semula. Damian akan mencari Lidya dan menjadikannya istri Damian, seperti yang sejak awal Damian inginkan.”Ucap pria itu dengan penuh tekad.
“Terimakasih Damian.”Ucap Widya, dia memeluk Damian dan tersenyum di dalam hatinya setelah berhasil menghasut pria itu.