NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Janji Semu

Luka Di Balik Janji Semu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Cinta Karena Taruhan / Idola sekolah
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Sheila Adalah Gadis Cantik Dengan Kepribadian Bar-Bar Dan Ceria Yang Menjalani Kehidupan Remajanya Dengan Penuh Warna. Namun, Warna Itu Memudar Sejak Ia Mengenal Devano, Seorang Laki-Laki Tampan Bertangan Dingin Yang Memiliki Kendali Penuh Atas Hati Sheila. Selama Dua Tahun Menjalin Hubungan, Sheila Selalu Menjadi Pihak Yang Mengalah Dan Menuruti Segala Keinginan Liar Devano, Meskipun Cara Berpacaran Mereka Sudah Jauh Melampaui Batas Kewajaran Remaja Pada Umumnya.​Selama Itu Pula, Sheila Mati-Matian Menjaga Satu Benteng Terakhir Dalam Dirinya, Yaitu Kehormatan Dan Keperawanannya. Namun, Devano Yang Manipulatif Mulai Menggunakan Senjata Janji Suci Dan Masa Depan Untuk Meruntuhkan Pertahanan Tersebut. Devano Memberikan Pilihan Sulit Menyerahkan Segalanya Sebagai Bukti Cinta Atau Kehilangan Dirinya Selamanya.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Setelah Devano mendapatkan persetujuan dari Sheila, ia melepaskan pelukannya.

Cup!

​" Kalau begitu! Kamu boleh kembali, selamat bertemu nanti malam sayang, "bisik Devano sambil mengecup kening Sheila.

​Sheila melangkah keluar dari gudang alat musik tua itu dengan perasaan yang campur aduk. Kakinya terasa lemas, seolah menapak di atas awan yang rapuh. Di satu sisi, ia merasa sangat dicintai karena Devano meminta bukti yang begitu besar demi masa depan mereka, namun di sisi lain, ada suara kecil di relung hatinya yang berteriak tentang ketakutan dan kehormatan.

​Gadis yang biasanya tampil bar-bar dan penuh percaya diri itu kini berjalan menunduk sepanjang koridor sekolah. Ia tidak mempedulikan sapaan teman-teman lainnya. Pikirannya hanya tertuju pada satu titik, apartemen Devano nanti malam.

​Di depan kelas, Risma sudah menunggu dengan wajah cemas. Begitu melihat kedatangan Sheila, Risma langsung menghampiri dan menarik tangan sahabatnya itu ke sudut koridor yang lebih sepi.

​"Sheil! Kamu kenapa? Muka kamu pucat banget. Devano ngomong apa sama kamu? "tanya Risma dengan nada menuntut. Ia bisa merasakan getaran di jemari Sheila.

​Sheila menatap Risma dengan mata yang sayu, mencoba mencari kekuatan. " Ris... Vano minta aku ke apartemennya malam ini, Dia bilang... dia butuh bukti kalau aku bener-bener serius sama masa depan kita, "

​Wajah Risma seketika berubah menjadi horor. Ia mencengkeram bahu Sheila dengan keras.

" Sheila! Kamu gila? Kamu tau kan apa maksud dia? Jangan bodoh, Sheil! Itu bukan bukti cinta, itu jebakan! Kamu masih sekolah, masa depan kamu masih panjang! "

​" Tapi Ris, dia janji bakal serius sama aku setelah lulus, "balas Sheila sambil mencoba membela pria pujaannya. " Kamu gak tau Vano gimana kalau lagi berdua. Dia dingin karena dia takut kehilangan aku. Dia cuma mau memastikan kalau aku memang miliknya seutuhnya, "

​Risma menggelengkan kepala, air matanya hampir tumpah karena rasa frustrasi. "Dengerin aku, Sheila! Laki-laki yang beneran cinta sama kamu gak akan pernah minta mahkota kamu sebelum waktunya. Dia bakal menjaga kamu, bukan merusak kamu! Tolong, jangan pergi malam ini, "

​Sheila melepaskan cengkeraman tangan Risma dengan perlahan. Tatapannya yang tadi ragu kini berubah menjadi keras dan obsesif. " Kamu gak akan pernah mengerti, Ris. Cinta aku ke Vano itu lebih dari sekadar logika. Aku lebih baik kehilangan segalanya daripada kehilangan Devano, "

​Tanpa menunggu jawaban Risma, Sheila masuk ke dalam kelas, meninggalkan sahabatnya yang hanya bisa mematung dengan perasaan tidak enak yang semakin menjadi-jadi. Di dalam tasnya, Sheila sudah mulai memikirkan pakaian apa yang akan ia kenakan malam ini untuk menghadap sang raja hatinya.

​Sementara itu, Devano yang masih di gedung tersebut dihampiri sahabatnya.

​Prok. Prok. Prok.

​Suara tepuk tangan Indra bergema di antara instrumen musik tua yang berdebu, menciptakan suasana yang begitu kontras dengan kesedihan Sheila yang baru saja pergi. Devano masih berdiri di tempat yang sama, menyeka bekas ciumannya di kening Sheila dengan ekspresi datar seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

​" Wow, sepertinya sebentar lagi akan ada yang berhasil memenangkan taruhan, "ujar Indra sambil melangkah masuk bersama Bayu. Senyum licik terukir di wajahnya, menikmati drama manipulasi yang baru saja ia tonton dari balik pintu.

​" Yoi, pastinya kali ini Devano mendapatkan hal yang lebih menarik dari biasanya. Seorang gadis bar-bar yang masih bersegel, "sambung Bayu dengan nada cibir yang sangat menghina. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding, menatap Devano yang kini sedang merapikan seragamnya.

​Devano menoleh, sebuah seringai iblis muncul di sudut bibirnya. " Gak susah buat bikin dia takluk. Cukup kasih sedikit harapan soal 'jenjang serius', dia langsung luluh. Gadis bodoh itu benar-benar berpikir gue akan menikahinya."

​Indra tertawa terbahak-bahak, menepuk bahu Devano dengan keras. "Gila lo, Dev! Gue gak nyangka lo bakal sejauh ini. Tapi inget, taruhan kita adalah bukti nyata. Lo harus bawa bukti kalau lo bener-bener sudah menaklukkannya malam ini di apartemen. "

​"Jangan khawatir, "balas Devano dengan suara dingin yang menyakitkan. " Kunci apartemen sudah di tangan. Dia bakal datang sendiri menyerahkan segalanya. Setelah malam ini selesai, motor sport itu bakal jadi milik gue, dan Sheila... dia cuma bakal jadi sampah yang bisa gue buang kapan saja. "

​Bayu mengangguk puas, meskipun ada sedikit rasa iri melihat betapa mudah Devano mengendalikan Sheila. "Oke, kita tunggu kabar baiknya besok pagi. Jangan sampai si cewek bar-bar itu berubah pikiran di menit terakhir."

​" Dia tidak akan berubah pikiran, "ujar Devano dengan penuh keyakinan. " Dia sudah terlalu haus akan cinta gue. Dia akan melakukan apa pun untuk membuktikan bahwa dia layak untuk berada di samping gue. Benar-benar gadis yang malang. "

​Di balik tembok sekolah yang mewah, sebuah tragedi sedang dirancang dengan rapi. Sementara Sheila sedang membayangkan malam yang indah dan penuh cinta, Devano dan sahabatnya justru sedang merayakan kehancuran yang akan segera menimpa gadis tersebut.

​Risma berjalan terburu-buru masuk ke dalam kelas XII-IPA 1, matanya menyapu ruangan hingga menemukan Sheila yang sudah duduk tenang sambil memainkan ujung rambutnya. Risma menarik kursi di sebelah Sheila dengan kasar, menimbulkan bunyi berdecit yang cukup keras hingga menarik perhatian beberapa siswa lain. Namun, Risma tidak peduli. Fokusnya hanya satu, menyadarkan Sheila.

​" Sheila! dengar aku sekali lagi, "bisik Risma dengan nada yang sangat mendesak dan penuh emosi. " Aku tahu kamu mencintainya, tapi kamu tidak bisa membiarkan dia mengambil segalanya dari kamu hanya untuk 'bukti' yang tidak masuk akal! "

​Sheila hanya melirik Risma sekilas sebelum kembali menatap layar ponselnya yang menampilkan foto Devano. " Ris, berhenti bersikap seperti ibuku. Aku sudah dewasa. Aku tahu apa yang aku lakukan. Ini adalah bentuk penyerahan cintaku yang paling tinggi. "

​" Penyerahan cinta atau penyerahan diri ke jurang, Sheila! "balas Risma, suaranya sedikit meninggi karena rasa frustrasi yang meluap. "Devano itu dingin, dia manipulatif! Apa kamu tidak lihat bagaimana dia memperlakukan mantan-mantannya? Mereka dibuang setelah dia bosan. Apa kamu ingin menjadi salah satu dari mereka? "

​Sheila menutup ponselnya dengan keras dan menatap Risma dengan tatapan obsesif. "Mereka itu beda, Ris! Mereka tidak ada yang bertahan sampai dua tahun seperti aku. Devano berubah sejak bersamaku. Kamu hanya iri karena kamu tidak memiliki pria seperti dia! "

​Kata-kata Sheila menusuk hati Risma. Namun, Risma menahan rasa sakit itu demi keselamatan sahabatnya. " Aku tidak iri, Sheil! Aku takut! Aku punya firasat buruk. Laki-laki yang benar-benar mencintaimu akan menjagamu, bukan meminta sesuatu yang akan membuatmu menyesal seumur hidup jika segalanya tidak berjalan sesuai rencana."

​Sheila terkekeh sinis, sifat bar-bar-nya kini muncul untuk membela kesalahannya. "Firasatmu itu sampah, Ris. Kamu hanya terlalu banyak menonton drama. Vano menungguku malam ini, dan aku akan datang. Tolong, jangan ganggu aku lagi dengan ceramahmu. "

​Risma terpaku, tangannya terkepal erat di bawah meja. Ia menyadari bahwa tembok yang dibangun Sheila untuk Devano sudah terlalu tinggi dan kokoh untuk ia runtuhkan dengan kata-kata.

" Baiklah, Sheila. Jika kamu tetap keras kepala... aku hanya bisa berharap firasatku salah. Tapi jika nanti malam segalanya hancur, jangan katakan aku tidak pernah memperingatimu. "

1
Chimpanzini Banananini
nyesek banget anjirr jadi sheila /Sob//Sob/
putri bungsu
mulut kamu bisa berkata baik-baik saja shei, tapi sahabat kamu tau kalau kamu sedang tidak baik-baik saja
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Infokan duel di ring sekarang /Curse//Curse/

Dia pakai tangan kosong aku pakai kapak/Doge/
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Sumpah Devano, kamu bakal menyesal main wanita kayak gini/Curse/
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku pingin jerit Ya Allah 😭😭
☕︎⃝❥Haikal Mengare
cukup aku gak kuat 😭😭, ini bertolak belakang sama prinsip ku🤣
Peri Cecilia
risma baik banget
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Sejauh mana obsesimu 😭
Peri Cecilia
nah kan, aku sangat puas awoakwoka
Ani Suryani
Sheila trauma
Stanalise (Deep)🖌️
Pergaulan gila macam apa ini. Masih sekolah padahal Udh kayak gini. nanti dikasih bayi beneran, nangesss/Hey/
Jing_Jing22: pergaulan anak muda masih mengutamakan ego...
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
thor kalimat yang huruf kapital ini dirubah mungkin lebih baik dech🙏🙏🙏 saran ya thor
Jing_Jing22: ok siap kacan! thanks sarannya😊
total 1 replies
Mingyu gf😘
Andai bundanya tahu, anaknya sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal
Mingyu gf😘: iya kak
total 2 replies
Herman Lim
aduh sapa lagi yg mau jahat sama Sheila
Jing_Jing22: masa lalunya yang sakit hati sama sheila
total 1 replies
Ikiy
kenapa baru nyesel sekarang/Scream/
Nadinta
DEVANO ASTAGAAA KATA GUE LU MINTA MAAF, SHEILAAA UHUUUU
CACASTAR
kecintaan sih Sheila..makanya
CACASTAR
emang kadang perempuan itu dibutakan oleh cinta,, udah bagus punya teman kayak Risma
CACASTAR
jangan Sheila..jangan...
CACASTAR
di mana-mana memang yang namanya Devano dalam karakter cerita sering banget jadi ketua gank, anak nakal, gitu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!