seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Ketakutan Leni
Siang itu Yuda benar-benar membuat hati Leni istri nya menjadi terharu dengan perubahan sikap nya, yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Tentu hal itu membuat Leni senang akan tetapi rasa takut tetap ada di hati gadis itu, bagaimana pun ia sudah ikut suami nya kurang lebih tiga tahun, dan selama itu bukan hanya kekerasan fisik namun juga cacian dan makian sering di rasakan oleh nya.
“Untuk apa koin itu sistem?” tanya Yuda dalam hati nya, koin F ia bingung apa gunanya.
“Koin F bisa tuan tukar di pasar sistem dengan harga yang tertera, dan aneka sumber daya ada di dalam nya.”
“ouhh, baiklah aku mengerti maksud mu,” Yuda tersenyum lalu menoleh ke arah istri nya, yang sudah selesai dengan roti yang di makan nya.
“Kamu masih lapar tidak?” tanya Yuda, Yuda sebenarnya tahu tanpa di tanya pun hanya sepotong roti mana mungkin membuat perut kenyang.
“Itu sudah lebih dari cukup untuk hari ini mas, maaf aku tidak menyisakan untuk mu,” ucap nya sedikit sedih karena keenakan ia sampai lupa menyisakan untuk suami nya.
“Eh, bukan itu maksud ku, mana mungkin kamu bisa kenyang hanya dengan satu bungkus roti, bentar aku akan memasakkan sesuatu untuk mu, em” ucap Yuda menatap istri nya.
Leni diam dengan wajah bingung. “Memasak?”
“Iya,, kenapa? Apa ada yang salah.”
“Tidak- hanya saja kita sama sekali tidak mempunyai bahan masakan, apa yang akan mas Yuda masak,” ujar Leni membuat Yuda tersadar.
“Eumm, untuk itu kamu serahkan kepada suami mu ini, Hem, diam di sini dan tunggu aku membawa makanan untuk mu,” Yuda dengan langkah sedikit tak yakin melangkah menuju dapur untuk menuju tempat masak.
Setiba nya di dapur Yuda langsung melihat ke layar hologram yang terpampang jelas di hadapan nya
“Buka pasar sistem,” seketika deretan bahan makanan di sertai harga harga sudah terpasang di sana.
“Beras.. 25 koin, Daging 20, mie instan cup..! 5 Ini dia, yang ini saja,” Yuda langsung menekan tombol membeli mie instan cup itu yang harga nya hanya 5 koin F sehingga ia bisa mendapatkan 4 mie instan.
“Ini dia! setidak nya dengan ini, istri ku tidak terlalu kelaparan seperti sebelum-sebelumnya..!” gumam Yuda mengambil mie instan yang ia beli dari toko sistem.
di ruang tengah Leni masih duduk dengan tenang, memikirkan perlakuan suami nya, yang menurut nya itu sangat aneh dan membingungkan. Baru saja Yuda memukuli nya sambil memaki tiba-tiba suami nya berhenti saat hendak memukul nya lalu berubah drastis seperti saat ini.
“Apa dia beneran berubah, bahkan sampai rela roti yang berharga aku makan. Atau dia berencana untuk menjual ku untuk berjudi,,” tiba-tiba pikiran itu terbesit karena dari mana roti yang begitu berharga berasal, dari mana suami nya dapat uang untuk membeli nya, kalau bukan untuk menjual nya.
“Hiks,,, apakah aku benar-benar akan di jual oleh suami ku sendiri,” hati Leni seperti di cabik cabik, membayangkan nya sebenarnya perlakukan Yuda sebelum nya adalah salam perpisahan untuk nya.
Tapi saat ia sedang bersedih Yuda kembali dengan membawa sesuatu di tangan nya, dan Leni buru-buru menghapus air mata nya, dan tersenyum seolah tidak terjadi apa -apa.
“Ehh..! Kamu kenapa, nangis lagi?” tanya Yuda tidak buta melihat jejak air mata di pelupuk mata istri nya, Yuda meletakkan mie instan lalu mendekat ke arah istri nya.
Greb.!,
tanpa permisi Yuda memeluk erat tubuh Leni membuat tubuh sang empu membeku karena terkejut, pelukan ini sangat terasa hangat oleh nya, kenapa ia tak dari dulu merasa pelukan sehangat ini malah hidup dalam penderitaan.
“Maaf kalau aku membuat mu sedih, aku tahu kamu sakit hati atas perlakuan ku tiga kepada mu selama tiga tahun ini, bahkan aku rela kamu bunuh pun, tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu,,” ucap Yuda membuat Leni berada pada dilema.
Ia kecewa kepada dirinya, tapi ia sendiri tidak bisa melakukan apapun, sebenarnya hidup di zaman kuno lebih baik hidup di siksa tapi memiliki suami dari pada hidup lajang hanya akan menjadi bahan incaran lelaki bajingan di luar sana, bahkan hidup dalam penderitaan keluarga karena kelangkaan sumber daya.
Leni membekas pelukan itu sambil berkata. “Tidak papa, aku sudah senang melihat perubahan sikap mu hari ini.”
“Terimakasih! Ayo kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar kan, mulai saat ini aku tidak akan pernah membiarkan mu kelaparan lagi,,”
meskipun ucapan itu terdengar mustahil tapi Leni mencoba percaya kepada suami nya. “Iya mas.”
“Tada ini dia, kita makan ini dulu, tapi untuk malam aku akan usahakan makan daging.”
Deghh.!!,
“A-apa ini,, mie instan,” Leni langsung berdiri begitu melihat di hadapan nya mie instan cup dengan aroma yang sangat harum.
“Dari mana lagi ini mas..! Sebenarnya dari mana mie dan roti tadi,” kali ini Leni sangat sulit untuk membendung rasa penasaran nya.
“Sayang! Kamu jangan terlalu banyak berpikir, ini semua aku dapat dengan tidak sengaja saat kemarin berburu di hutan,” ucap Yuda terpaksa berbohong, karena akan sulit jika menyerang hal yang sebenarnya kepada Leni.
“Apakah itu benar,” masih sulit di percaya mana mungkin sumber daya yang sangat berharga ini tidak mungkin di buang atau memang ada orang tidak sengaja menjatuhkan nya.
“Kamu ini terlalu banyak bertanya, udah buruan makan mie nya keburu dingin nanti, lagi pula aku sudah berjanji kan, mulai detik ini kita tidak akan kelaparan lagi,” ucap Yuda berjanji layak nya seorang pria, dan Leni percaya karena melihat Yuda yang sekarang terlihat berbeda dari yang ia kenal sebelum nya.
“baiklah aku akan mulai makan,” Leni membuka cup mie itu mengambil garpu lalu mulai menyeruput mie itu.
Sruputt..!!!!,
tringg.!!, “Ini enak bangettt,, aku belum pernah makan makanan seenak ini,” wajah Leni langsung tersenyum cerah saat merasakan mie instan itu begitu memanjakan lidah nya bumbu yang terasa gurih membuat Leni tidak bisa melupakan jejak kenikmatan nya.
“Dia sangat bahagia hanya memakan mie instan, sebenarnya seberapa mengerikan nya bencana uang terjadi di zaman ini,” pikir Yuda dalam hat ia.
“Bahkan ada daging,, mas apa tidak apa apa kita makan daging di saat orang lain sulit untuk makan,” tanya gadis itu tak berhenti menyeruput mie nya.
“Kamu makan saja yang kenyang, tidak perlu pikirkan orang lain dulu,” ucap Sakti mengelus kepala istri nya.
“he'em,” Leni lanjut makan.
Tuk! Tuk..!
“Hey Yuda,katanya kamu ingin menjual istri mu untuk berjudi lagi, kenapa lama sekali.”
Deghh.!!,