Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
" Maa..." Brian berkata lirih.
Sumpah demi apa. Ia tak pernah ada niatan untuk membuat Melisa marah atau pun kecewa untuk kedua kalinya.
Namun apa boleh buat.
Nasi sudah berubah menjadi bubur.
Rasa cintanya terhadap Anita benar - benar tak bisa ia lupakan begitu saja.
Bahkan ketulusan hati Inara yang selama ini dengan setia mendampinginya sebagai sosok istri yang baik. Seolah - olah tak berhasil menggeserkan posisi Anita dalam hati Brian.
" Jangan mengatakan hal apapun lagi pada mama , Brian. Kau benar - benar sudah berhasil membuat wanita tua ini kecewa. Bahkan sekarang mama hampir sudah tak memiliki muka lagi di depan wajah Inara. Apa yang akan mama katakan nanti pada mendiang kedua orang tua Inara , Brian. kita yang meminta bantuannya untuk menyelamatkan wajah keluarga kita dari rasa malu di hari pernikahanmu. Tapi sekarang , kau malah memberikan balasan pengkhianatan seperti ini kepada Inara. Dimana hatimu Brian? Dimana letak otak cerdas yang selama ini kau banggakan itu? Kenapa sekarang kau malah terlihat seperti orang idiot yang begitu mudah masuk dalam perangkap rubah licik yang di siapkan oleh wanita tak tahu diri itu.
" Ma.. Please, berhenti berkata seperti itu ma. Anita sudah mengakui kesalahannya. Dia sekarang benar - benar sudah berubah. Tak seegois dulu lagi. Jadi aku mohon ma. Tolong beri kesempatan kedua untuk Anita. Saat ini dia benar - benar ingin bertemu mama. Dan meminta maaf secara langsung kepada mama maupun papa. Atas segala kesalahan yang dulu pernah ia lakukan terhadap Brian. kepada seluruh keluarga kita ma. Brian mohon... Bukankah mama dulu sangat menyukai Anita? " Brian memasang wajah memelas di hadapan Melisa yang kini semakin merasa tak percaya sekaligus tak menyangka, jika putranya sendiri masihlah sebegitu berusaha membela dan melindungi wanita yang dulu pernah hampir membuat wajah keluarga mereka malu.
" Kau benar - benar sudah di butakan oleh kata cinta Brian. Mama sudah tak tahu harus berkata apalagi padamu. "
" Jadi mama merestui hubunganku dengan Anita? " mata Brian berbinar. Dengan wajah pria itu yang langsung terlihat sumringah. Karena mengira telah mendapat lampu hijau dari Melisa. Akan hubungannya dengan Anita yang terajut kembali.
" Apa katamu tadi? Merestui hubungan kalian berdua? " mata Melisa menyipit tajam.
Dalam hati berkata. Sampai dunia kiamat pun , ia tak akan pernah merasa iklhas untuk menerima Anita sebagai mantu.
Namun mengingat jika di dalam perut Anita saat ini telah terisi oleh seorang penerus dari keluarga Alaric.
Membuat Melisa sedikit merasa bimbang.
Benar kata Brian. Jika bayi di dalam kandungan Anita tak memiliki salah sama sekali. Meskipun kedua orang tua bayi itu memiliki perilaku seperti setan.
Tapi bayi itu tetap saja tak memiliki salah sama sekali. Dan tak berhak ikut menerima sanksi dari perbuatan tercela yang telah di lakukan oleh kedua orang tuanya.
" Jangan harap aku akan mau menerima wanita itu di rumah ini."
" Tapi ma.. jika mama tak mau menerima keberadaan Anita. Bagaimana nasib bayi yang saat ini di dalam kandungan Anita? "
" Soal bayi itu. Tentu saja akan menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya Brian. Tapi tidak dengan menikahi Anita dan menceraikan Inara." tegas Melisa. Menunjukan ketidak setujuannya jika Anita menginjak rumah besar mereka lagi.
" Maksud mama apa? "
" Rawat dia. Lahirkan bayinya. Setelah bayinya lahir. Kau bisa mengambil bayi itu dan jadikan bayi itu sebagai anakmu dan Inara. Ingat ! dengan catatan , kau harus merahasiakan hal ini kepada Inara. Jangan sampai dia tahu, jika kau memiliki hubungan kembali dengan Anita. Apalagi sampai Inara tahu. Bahwa anak yang akan kau jadikan anak kalian adalah hasil perselingkuhanmu dengan Anita. Jika dia sampai tahu. Mama tak tahu harus berkata apalagi. Kenyataan ini pasti benar - benar akan menyakitinya. Mengingat bagaimana besar cinta Inara terhadapmu, Brian."
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra