NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred

Visionaries Of The Sacred

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Keluarga / Action / Persahabatan / Fantasi / Tamat
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

menceritakan sang pangeran bernama iglesias Lucyfer seorang pangeran yang manja dan kekanak-kanakan suatu hari dia dan kakak perempuan Lucyfer iglesias Elice ingin menjadi penyihir high magnus dan bertahun tahun berlalu di mana saat sang kakak kembali lagi ke kerajaan vantier Elice berubah pesat dan menjadi sangat dingin, perfeksionis,fokus dan tak peduli dengan siapapun bahkan Elice malah menantang sang adik dan bertarung dengan sang adik tetapi sang adik tak bisa apa apa dan kalah dalam satu teknik sihir Elice,dan Elice mulai menyadarkan Lucyfer kalau penyihir seperti nya tak akan berkembang dan membuat lucyfer tetap di sana selama nya dan sang adik tak menyerah dia ke akademi yang sama seperti kakak nya dan mulai bertekad menjadi high magnus dan ingin membuktikan kalau diri nya sendiri bisa jadi high magnus tanpa kakak nya dan Lucyfer akan berjuang menjadi yang terhebat dengan 15 teman teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dia yang kini pergi

Kereta kuda berhenti di depan gerbang istana.

Seseorang sedang di kemudi kuda kerajaan sedang menunggu Elice.

Wajah sangat putih dan bening, seperti porselen.

Rambut hitam panjang, diikat dengan pita di belakang.

matanya selama terpejam tanpa fokus di karenakan tak bisa melihat dunia lagi.

Tubuh tinggi, ramping, dan anggun.

Memakai gaun putih sederhana dengan mantel tipis putih keabu-abuan.

Selalu membawa biwa sebagai alat penyalur sihir.

Gerakannya lembut seperti penari atau musisi klasik.

Dialah Seraphina Lyricelle—

pengawal pribadi sekaligus tangan kanan Elice dalam perjalanannya menuju Akademi Sihir Agreta.

“Nona Elice, ayo,” ucapnya dengan senyum yang nyaris tak terlihat.

“Kita harus segera berangkat. Waktu kita tidak banyak.”

Elice yang mendengar itu langsung menoleh dan mengangguk pelan.

Namun sebelum melangkah, ia menoleh ke belakang.

Lucyfer masih berdiri di tempat yang sama. Bahunya sedikit turun, tangannya mengepal, matanya menolak menatap kereta itu.

Elice berlutut di hadapannya dengan tatapan lembut dan kesedihan yang mendalam karena akan pergi meninggalkan sang adik yang dia sayangi selama ini.

“Hei, Lucyfer.” katanya lembut sambil mengelus rambut adiknya.

“Kakak cuma pergi beberapa tahun.”

Lucyfer tetap diam.

“Nanti kalau kakak sudah menjadi high magnus yang terkuat,” lanjut Elice sambil tersenyum kecil,

“kakak yang akan mengajarimu. Kita tetap akan jadi High Magnus bersama ya.”

Tak ada jawaban.

"Tapi, hanya kakak keluarga yang aku punya."kata Lucyfer dengan cemberut dan sedih

Elice hanya mengangkat kepala Lucyfer dan mata Lucyfer menatap Elice.

"Pegang liontin ini." ucap Elice memberi sebuah liontin

Seorang pria gagah dan tampan.

Dengan rambut putih panjang yang acak acakan.

Tatapan mata biru nya datar dan dingin.

Dengan pakaian putih dengan hiasan kekuningan di pakaian nya.

Dan di sisi pria itu seorang wanita cantik dengan senyum tipis.

Rambut nya putih nya yang panjang tergerai indah.

Tatapan nya pun lembut dengan mata merah nya ke depan.

Pakaian nya gaun putih bersih dan sangat indah.

Itu adalah kedua orang tua Lucyfer, wajah yang sudah pergi meninggalkan Lucyfer karena kematian yang menjemput kedua nya.

Lucyfer berlutut menangis dengan keras karena sangat sangat merindukan wajah kedua orang tua nya setelah bertahun tahun.

“Ayahhhh... Ibu...” kata nya sambil menangis

Hanya itu yang dapat Elice berikan supaya Lucyfer merelakan kepergian Elice.

Hanya angin sore yang berhembus pelan.

Elice bangkit.

Ia berjalan perlahan menuju kereta, berdampingan dengan Seraphina, lalu naik tanpa menoleh lagi—seolah jika ia menoleh, kakinya takkan sanggup melangkah.

“Ayo, Seraphina, kita berangkat” katanya singkat.

Kereta kuda pun bergerak.

Roda berderit pelan. Jarak makin jauh.

Lucyfer akhirnya mengangkat tangannya dan melambaikannya dengan gemetar.

Elice menoleh dari dalam kereta—

dan membalas lambaian itu.

“Kakaaak!”

suara Lucyfer pecah di udara.

“Suatu hari nanti aku akan mengikuti jalanmu! Jangan lupakan aku!”

Namun kereta terus menjauh,

menelan suara itu bersama debu jalanan.

Di samping Lucyfer, Elviera Noctane berdiri dalam diam.

Ia lalu melangkah mendekat.

“Tuan Muda Lucyfer, maaf menganggu waktu mu.” ucapnya datar namun sopan.

“Tapi anda harus melakukan doa untuk almarhum Baginda raja dan Ratu.”

Lucyfer menghapus air mata nya itu.

“Hikss... baiklah.”kata nya dengan tersedu sedu

Pemakaman kerajaan Vantier sunyi.

Deretan makam para raja dan ratu terdahulu berdiri kokoh, dihiasi ukiran tua dan bunga layu yang tertiup angin senja.

Lucyfer berlutut dan menatap ke pemakaman dengan kesedihan.

Ia meletakkan setangkai mawar merah, lalu menaburkan kelopaknya perlahan.

Matanya terpejam pelan.

Ayah… Ibu…

Kalian sudah melihatku, kan?

Aku memang masih manja…

tapi aku akan tumbuh kok.

Sekarang kakak sudah pergi mengejar mimpinya.

Kalian pasti bangga padanya…

Dia pasti akan jadi high magnus yang luar biasa.

Lucyfer sangat sangat ingin di peluk dan di rangkul oleh kedua orang tua nya serta kakak nya namun mereka semua sudah pergi.

Kematian orang tua Lucyfer terjadi saat Lucyfer masih berusia 2 tahun,umur yang masih sangat sangat polos.

Elviera berdiri beberapa langkah di belakang, menjaga jarak.

“Tuan Muda,” katanya kemudian.

“Apakah sudah selesai? Anda harus makan malam.”

“Hidangan malam ini adalah tuna sirip biru dari Laut Utara kesukaan anda."

Lucyfer berdiri cepat.

“Ah—iya!”

Ia mengepalkan tangannya lalu membungkuk ke arah makam.

“Ayah… Ibu… aku pergi dulu, ya. Aku harus makan malam supaya aku menjadi kuat."ucap nya dengan senyum yang manis

Lucyfer dan Elviera pun berjalan menjauh dari pemakaman ayah dan ibu Lucyfer.

Namun mereka tidak sendirian.

Dari balik bayangan pohon tua,

sosok bertudung hitam itu kembali mengamati.

Matanya sayu. Nafasnya berat.

Enam tahun lalu orang yang sama…

dan kini,

ia masih hanya bisa melihat dari jauh.

“Sial…”

suara lirih itu bergetar.

“Aku harus pergi… atau aku akan tertangkap lagi…”

Ia mencoba meraih makam ayah dan ibu Lucyfer.

"maaf ayah... Maaf ibu..."

"Karena aku membunuh kalian bahkan banyak orang yang tak berdosa yang ku bunuh karena sihir ku,"

"kini aku harus menjalani hidup ku sebagai penjahat,bukan penyihir yang hebat."suara nya dengan lirih dan meneteskan air mata penuh penyesalan

Ia menoleh ke arah istana, lalu ke arah jalan yang ditinggalkan kereta.

“Kini aku cuma bayangan kalian…”

“Aku tak pernah merasakan kebahagiaan itu…”

Ia menunduk.

“Selamat tinggal, Lucyfer…”

“Selamat tinggal, Kak Elice…”

Malam turun.

Sosok itu menghilang ke dalam kegelapan—bertahan hidup dengan cara yang tak pernah ia pilih.

Dan di balik semua itu,

misteri tentang siapa dirinya… masih terkubur bersama masa lalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!