NovelToon NovelToon
Forensik Adalah Seorang Antagonis

Forensik Adalah Seorang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Psikopat / Antagonis / Balas Dendam / Bad girl
Popularitas:954
Nilai: 5
Nama Author: Gdc Hb vl

Zielga Nadine adalah seorang forensik kepolisian yang terkenal karena kecerdasannya dalam memecahkan kasus-kasus tersulit. Kemampuannya membawa banyak penghargaan dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu ahli forensik terbaik.

Namun di balik sosoknya yang brilian, Zielga menyimpan masa lalu yang kelam. Semasa SMP, ia mengalami perundungan brutal dan kehilangan harga dirinya berkali-kali. Luka itu tak pernah sembuh—dan menjadi api yang membakar seluruh hidupnya.

Bagaimana jika forensik jenius yang dipercaya semua orang ternyata menyimpan agenda gelap?

Inilah kisah benturan antara dendam yang membara dalam diri Zielga dan upaya polisi mengungkap kebenaran.
Siapa yang akan menang: Zielga, yang bertekad membalas semua rasa sakitnya, atau aparat kepolisian yang tanpa sadar sedang memburu rekan mereka yang paling mereka hormati?

Di atas kertas bertuliskan “Keadilan”, sebuah pertempuran dimulai.

cerita ini hanya fiksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gdc Hb vl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Malam hari di kota roves meskipun malam awan mendung begitu terlihat ketika kilatan petir menemani gemuruh yang berbunyi nampak begiru mengerikan.

Dari arah gedung bertingkat seorang laki-laki sedang asik bernyanyi sambil membawa kantor plastik yang berisi sampah dari rumah.

Ia segera menghampiri kotak sampah yang berada di dekat jalan dan memasukan sampahnya ke sana.

Saat ia ingin berbalik tiba-tiba

Crsss

Dukk

Tanpa ada angin maupun hujan laki-laki itu terduduk karena terkejut ketika seseorang dari belakangnya menggores pipinya kirinya dengan pisau.

Mata laki-laki itu terkejut kala melihat seorang yang berpakaian serba hitam mengunakan topeng putih polos dan topi untuk menutupi identitas nya berdiri di hadapan nya sambil memegang pisau di tangan nya.

"Apa!!, yang kau_

Belum sempat laki-laki yang bernama Mirza itu berbicara dengan penuh tiba-tiba sebuah kapak keluar dari tangan orang misterius itu dari hadapan nya.

Gluk

Mirza yang melihat itu segera menyadari bahwa ini bukan hal yang main-main. Tatapannya kini tertuju ke arah gedung yang sedang dia tinggal berniat kabur dan mencari bantuan.

Namun sosok di hadapan nya bergeser menghalangi pandangnya seolah tau apa yang ingin mirza lakukan.

Mengetahui situasi buruk ini mirza tanpa banyak bicara Segera melesat pergi menjauh dari pekarangan rumahnya, berniat sembunyi dulu baru mendapatkan bantuan.

Mirza berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan pekarangan rumahnya.

Dia terus berlari pada malam yang sangat sunyi, lampu-lampu jalanan yang agak redup terus ia lewati.

Tiba-tiba air hujan turun dengan deras membasahi jalanan dan tubuh mirza, namun hal ini tak menghentikan mirza dari berlari, dia terus melangkah dengan kecepatan di atas rata-rata untuk pergi dari sosok yang mengerikan tadi.

Setelah berlari selama 30 menit mirza berhenti sebentar, nafasnya terengah-engah. Dia segera melihat kebelakang memastikan orang misterius tadi tak mengikuti nya.

Saat dia tak melihat siapa pun, ia segera berlari ke arah gang kecil di dekatnya mencoba bersembunyi dari sosok mengerikan itu.

Saat mirza berlari kakinya berhenti ketika melihat tembok besar menghadang di depannya.

"Ck sial" umpat mirza segera memutar tubuhnya berbalik ingin pergi.

Saat dia berbalik tubuhnya segera mundur ke belakang, bahunya terbentur ke tembok ketika melihat sosok misterius itu telah berdiri sejauh 2 m di belakang nya.

"Apa!"

"Sial!!! Kau pikir aku takut pada mu!!" Teriak mirza di sertai dengan derasnya air hujan.

Sosok itu tak bergeming, dia terus berdiri menatap laki-laki di hadapan nya.

"Ayo maju sini" tubuh mirza sedikit bergetar dengan basah kuyuk ketika dia mencoba menghadapi sosok di depannya.

Sosok itu terus diam di tempat membuat mirza segera berlari ke depan melayang pukulan.

Tanpa di duga sosok tersebut menghidari pukulan mirza membuat mirza terjatuh ke depan.

Crsss

AAAA!!!!!

Ugh!!

Mirza berteriak ke sakitan ketika sebuah bilah pisau yang tajam menusuk bahunya dan di cabut kembali dengan cepat membuat mirza berlutut, kedua sikunya segera menyentuh lantai gang yang basah dan dingin.

Suara teriakan mirza begitu serak ketika rasa menggerogoti punggungnya karena tusukan dari orang yak tak dia kenal.

Dia mencoba berjalan dengan kedua lututnya dan tangan sambil menahan rasa sakitnya dari punggungnya.

Namun sosok yang menggunakan topeng tersebut tiba-tiba telah ada di sampingnya mengayunkan tongkat baseball dengan sekuat tenaga ke arah kakinya.

Dukk

Brukk

Aaaugght!!!

Mirza menjerit lebih kuat ketika tubuhnya terlempar sedikit jauh, karena pukulan dari tongkat yang begitu kuat.

Tubuhnya kini terkapar si lantai gang dengan rasa sakit yang amat begitu terasa.

"SIA_

Belum sempat dia mengeluarkan kata-kata mutiara, sosok itu kembali memukuli kakinya membuat mirza menjerit kesakitan.

Bukk

" cu..."

Bukk

Bukk

Sosok misterius itu tak henti-hentinya melayangkan pukulan pada kedua kaki mirsa membuat mirza kesakitan.

" tolo...ong hentikan!!!" Ririh mirza, dia tak dapat merasakan lagi kakinya, hanya ada rasa sakit seperti di kuliti hidup-hidup menjalar ke sekujur tubuhnya.

"Siapa kau..." Air mata mirza mengalir begitu saja tercampur oleh air hujan yang terus membasahi dirinya.

Hanya gemuruh langit dan kilatan petir serta air hujan yang menemani mirza ketika di perlakuan keji dengan seseorang yang tak ia kenal.

Dukk

Suara tongkat Besseball jatuh ke lantai terdengar bersama suara derasnya air hujan yang menghantam lantai yang ada di gang.

Sosok itu tak menjawab, dia melangkah maju ke arah mirza membuat Mirza mudur dengan bantuan kedua tangannya.

Namun gerakan nya terhenti ketika sosok misterius itu tumit sepatu bot wanita yang setinggi 11 cm menekat dada mirza dengan kuat.

Aughh!!

Mirza mengerang kesakitan kedua tangannya segera memegang kaki yang menekan dadanya mencoba melepaskan.

Namun usaha mirza tak berhasil sosok itu makin menekan lebih dalam injakan nya sambil memajukan tubuhnya ke wajah mirza yang terbaring nampak tak berdaya.

Mirza merintih kesakitan dadanya yang di tekan dengan tumit sepatu bot seorang wanita membuatnya susah bernafas.

Tanpa ada aba-aba sosok tersebut Menggenggam erat kedua tangan mirza dan menyatukan kedua telapak tangannya ke atas kepala mirza ke lantai gang yang telah basah oleh hujan.

Mirza yang tenaga nya telah habis karena rasa sakin dan lainnya, membuat nya tak bisa melawan.

"Apa!!!, yang_" teriakan mirza terhenti ketika sosok itu menahan kedua tangannya di atas dengan satu tangan kirinya dan tangan kanan sosok misterius itu mengeluarkan bilah pisau yang berukuran kecil dengan panjang 25 cm.

Wajah mirza pucat pasih ketika melihat pisau yang di keluarkan sosok misterius itu.

"Aaaa!!! APA YANG MAU KAU LAKUKAN!!!!, JANGAN!!" teriak mirza di sertai dengan deras nya air hujan.

Kilatan petir yang dari langit membuat pemandangan nya makin jelas bahwa sosok itu sedang mengarahkan pisau ke aranya.

Crasss

AAAAAUGHAAA!!!!!!

mirza berteriak kesakitan ketika siluet itu menusuk kedua telapak tanganya kedua pisau yang tajam dengan sekali tusukan.

"Bagaimana rasanya!?" Mirza terdiam, air mata nya mengalir, raut wajahnya terkejut ketika mendengar orang yang dari tadi terus melukainya tiba-tiba berbicara.

Dengan tenggorokan yang serak dia mengigit bibirnya lalu berkata "sia..pa kau,apa aku punya masalah dengan mu!!" Tanya mirza disertai tatapan yang menusuk ke arah sosok misterius itu.

"Hmm"

Sosok misterius itu berdehem sebentar dia menarik tangan kirinya yang sedang menahan kedua tangan mirza dan tangan kanannya yang masih menekan pisau yang menancap di kedua telapak tangan mirza.

Tangan kirinya secara perlahan membuka topeng yang dia kenakan.

"perkenalkan namaku zielga Nadine, ah tidak bukan zielga namaku azna celeveria" ucap ziel memperlihatkan seluruh wajahnya.

"Lama tak bertemu kawan sekolah tingkat menengah!" ziel tersenyum lembut ke arah mirza sangat lembut hingga yang melihat senyuman itu sangat terkejut sambil menampakkan raut ketakutan yang sangat dalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!