Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAMAI DI MEDSOS
Kya menikmati healing bersama teman-temannya, delapan orang itu sepakat tak membahas masalah percintaan sama sekali. Bahkan mereka tak berminat melihat video pernikahan Bagas-Lovy yang masih hangat dibahas di media sosial. Setiap ada pembahasan pernikahan Bagas, langsung ia scroll. Mereka sangat menjaga hati Kya.
Galih malah mengajak mereka berpetualang ke air terjun yang sangat bagus. Mereka menikmati alam yang begitu indah. Belum pernah melihat air terjun secantik ini, dengan tebing yang luar biasa cantiknya. Keindahan alam ciptaanNya memang tak pernah mengecewakan. Keduanya menginap di sebuah villa, dan Kya yang menjadi donatur utama dalam penyewaan villa ini.
"Wah, tahu gini aku ajak Kya aja terus, biar dapat gratis villa begini. Biasanya saja aku tidur di musholla, atau penginapan murah," ujar Galih yang memang sering healing ala backpacker, sehingga menikmati fasilitas villa begini ya suka sekali. Apalagi ada air panas, yang membuat tubuh mereka kembali segar setelah berpetualang.
Mereka melanjutkan dengan barbeque di taman villa menggunakan alat yang tersedia. Nuril, Pita, dan Arman bagian belanja makanan, sosis, beef slice dan juga jagung bakar. Kya, Galih dan teman lain berurusan dengan wadah pemanggangan.
Tyo sudah memasang tripod dan kameranya, mengabadikan moment bersama malam ini. Semua saling bantu mengoles mentega dan memanggang bahan makanan. Ada yang membuat saos olesan, dan juga minuman. Mereka patungan untuk logistik ini.
Setelah matang, mereka kemudian membuat lingkaran makan sembari bercerita, awalnya berdelapan, ujung-ujungnya menjadi lingkaran kecil sesuai obrolan. Kya hanya bareng Galih karena mereka masih sayang dengan bahan makanan yang tersisa. "Yakin nih dimasak semua, kamu yang makan ya, Lih?" tanya Kya sembari membolak-balik sosis.
"Halah, nanti juga habis dimakan anak-anak," sahut Galih sembari mengoles mentega di sisi jagung manis. Interaksi keduanya dipotret oleh Nuril, dan sengaja diunggah ke status WA, sengaja disetting hanya Bagas yang melihat.
Sebagai sahabat aku bangga kamu kuat.
Kita healing bersama ya, Kya.
Menjelajahi tempat yang menerima kita dengan baik.
Meski Kya tampak menerima saja, tidak dengan Nuril. Justru ia sakit hati sekali Kya diputus tanpa omongan apapun. Bagi Nuril, apa yang dilakukan Bagas pada sang sahabat sangat keterlaluan. Ditemani dari 0, dibuang tanpa salam perpisahan. Bahkan Nuril sempat mengumpat saat menerima undangan pernikahan Bagas di grup SMA kala itu.
Njir. Bangsat. Kya dibuang begitu saja. Padahal sepatu dia saja dibelikan Kya.
Sebisa mungkin Nuril akan menyindir Bagas, agar semua orang tahu, Bagas telah menyakiti sahabatnya. Tak hanya status WA, Nuril juga membuat unggahan di IG menampilkan foto Kya yang menghadap ke air terjun, sengaja dipotret Nuril diam-diam.
Gadis sebaik ini dilepeh sama atlet yang sedang naik daun. GAK USAH NGE-TAG
Tentu saja postingan Nuril memancing berbagai komentar, terutama bagi yang tahu hubungan Kya dan Bagas sejak dulu.
Secantik dia dilepeh, apa kabar gue?
Nemenin dari 0, gak dini**kahi. Ati-ati Karma aja.
Nikahnya gimmick sih.
Tau gitu mending ditikung.
Bagas tentu saja mengamati media sosial juga. Yakin sekali kalau teman SMAnya bakal membela Kya. Berapa banyak pengorbanan Kya untuknya, mereka tahu. Kya memang tak cerita kalau telah mendukung materil Bagas, justru Bagas yang bilang sendiri sepatu, jersey, bahkan uang ongkos seleksi diberi Kya. Mereka semua memuji kebaikan Kya.
Bagas pun sengaja cek status teman, khusus yang dekat dengan Kya. "Sialan," gumam Bagas tak terima melihat Kya sedang bersama teman prianya, seingat Bagas itu teman kelas Kya kuliah. Keduanya tampak bicara, membayangkan ada laki-laki lain sedekat itu dengan Kya, Bagas tak suka. Cuma dia gak sadar, bahkan beberapa jam lalu, dia malah meniduri istrinya.
"Cewek kamu kebanyakan bacot kayaknya!" sentak Lovy tak terima, ia mendapat tangkap layar dari penggemarnya, terkait salah satu akun yang menyindir pernikahan mereka.
Bagas mengerutkan dahi, kurang percaya kalau Kya yang melakukan. Dia bukan tipikal cewek yang mau mengumbar masalah pribadinya di medsos. "Bukan Kya mungkin, tapi teman-temannya," ucap Bagas seakan membela Kya, tentu saja Lovy tak terima. Harusnya Bagas itu menanggapi ketidak sukaan Lovy pada Kya, bukan malah membaguskan Kya di depan Lovy.
"Teman? Ngapain temannya ikut campur. Emang dia cewek sebaik itu sampai dibela temannya. Dih, bilang aja muka dua."
"Kya bukan perempuan seperti itu, Vy!" lah si Bagas, masih belum peka saja. Makin menjadi saja kemarahan Lovy.
"Kayaknya kamu tahu banget ya sama si cewek itu. Nih, baca!" Lovy sudah berada di ambang batas sabar mendengar pembelaan Bagas pada Kya.
Sekali baca, Bagas paham bahwa teman-teman SMAnya yang memang memicu perdebatan di media sosial. Bagas pun izin pada Lovy untuk melihat postingan terbaru Kya. Terdapat foto Kya bersama seorang laki-laki dengan caption best partner for Healing 🤩. Sembari menahan rasa cemburu, Bagas melihat berbagai komentar yang merujuk pada pernikahannya, dan Kya sama sekali tak menanggapi. "Coba lihat, meski dia ditanya soal pernikahan kita, Kya gak balas."
"Kamu ini bodoh atau gimana sih, Gas. Jelas saja dia gak bakal balas, strategi ini untuk menaikkan interaksi akunnya, biar fyp, dan berita beginian bisa dilirik oleh wartawan gosip, menggoreng opini seolah aku pelakornya. Padahal hubungan kalian cuma pacaran, beda dengan aku istri sah."
"Terus mau kamu apa?"
"Ya aku mau, teman kamu, cewek kamu itu diam. Gak usah ngebacot di media sosial, playing victim. Kalau ditinggal nikah ya terima aja, itu tandanya dia gak lebih baik dari aku, sampai kamu mau memilih aku daripada dia. Gitu aja repot! Pansos banget."
Bagas menghela nafas berat, "Gimana caranya aku menegurnya. Lagian dalam media sosial dia, dan teman-temanku gak ada yang nge-tag kita!"
"Bagas, sumpah ya kamu tuh bodoh banget! Memang mereka gak nge-tag. Tapi semua orang tahu kalau atlet sedang naik daun itu kamu, plus baru saja menikah. Emang ada lagi? Pakai otak cerdas kamu buat melindungi pernikahan kita, bukan membela bacotan mereka yang gak penting itu."
Baru saja Lovy menghentikan ocehannya, ponselnya berdering dan tertera manajernya yang menelepon. Lovy melirik tajam pada Bagas, feelingnya ia akan dikonfirmasi oleh pihak manajemen terkait Bagas dan mantannya.
"Iya, Wen?" jawab Lovy dengan mengatur nafas.
"Apa yang aku prediksi bakal terjadi kan, Vy. Sekarang di media sosial banyak yang menggoreng pernikahan cepat kamu dengan Bagas. Malah ada yang lebih parah, kamu dituduh hamil! Kamu mau konferensi pers atau share di media sosial kamu saja?" Lovy menahan kesal, ia menatap tajam Bagas.
"Via media sosialku saja, Wen! Bentar habis ini aku sama laki aku bakal live!" ucap Lovy masih menatap tajam Bagas, lalu mematikan panggilan tersebut.
"Ganti baju, kita live IG! Bilang kalau kamu udah putus lama dengan cewek sialan itu. Bikin turun pamor saja!" omel Lovy.
"