NovelToon NovelToon
Harus Kah Aku Menyerah

Harus Kah Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Intanpsarmy

Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya






Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Semua orang yang tadi diam langsung maju apa lagi melihat Vera di dorong begitu kencang, dan membuat kepala Vera terbentur ke sisi tangga depan rumah Itu

"Apa yang kau lakukan haaa? kalau sampai Neng Vera kenapa-kenapa, aku yang akan menghabisi mu..... aku tidak perduli kau putra dari almarhum Abah Sanuci, aku akan mengambil nyawa mu detik itu juga" ucap mang Tubi. yang menyusul akang nya yang membawa Vera kerumah sakit

Beberapa anak buah kakek Vera pun menatap tajam kearah mereka bertiga, mereka yang di tatap tajam seperti itu tak memiliki keberanian lagi

"Kamu ini kenapa mendorong dia begitu kencang sih" ucap nenek Vera. dia kesal pada putra mantan suami nya itu

"Aku hanya terbawa emosi, salahkan saja dia terlalu lemah" ucap putra kedua Alm kakek Vera. sedangkan para pekerja kebun langsung mengeluarkan golok yang sering mereka bawa kemana-mana, karena di daerah itu tempat kakek Vera tinggal masih banyak yang namanya Jawara/bisa di sebut para mafia sekarang mah ya. mang Hasan salah satu ketua jawara yang di takutin di daerah itu

"Kalau kalian masih ingin hidup? pergi dari kediaman juragan kami, tapi kalau kalian ingin mati hari ini kita siap mengotori tangan kami dengan darah kalian" ucap wakil mang Hasan. yang bernama Udin. ketiga nya pun berlari kemobil mereka dan pergi dari sana tapi Nenek Vera bernekat menjual rumah itu, dia sudah janji pada suami barunya bila saat kembali ke kota B dia sudah membawa uang

FLASHBACK ON

Dulu nenek Vera sering pergi ke kota B untuk beralasan bisnis, Kakek Sanuci pun memodali bisnis itu, Nenek Vera bernama Atih Dedeh. dia sering membawa Emping melinjo, bukan hanya sekilo dua kilo tapi ratusan kilo. usaha nya lancar banyak banget yang membeli, usaha nya makin maju dan sering bertemu beberapa orang, tak tahunya salah satu pembeli nya itu mulai mengincarnya, sampai akhir nenek Vera tergoda dengan buaian lelaki beristri itu

Kakek Vera yang selalu percaya dengan apa yang di lakukan sang istri pun tak pernah berpikir kalau dia akan di hianati, nenek Vera pun semakin jarang pulang ke Kota kelahiran Vera, sering meminta kirim emping pada kakek Sanuci dan bahkan tiap pulang pun dia tak betah tinggal di rumah tahunya dia sering tinggal dengan lelaki yang bernama Basari, mereka tinggal di rumah yang nenek Vera beli di kota B itu

Setelah Vera di lahirkan neneknya pun semakin jarang pulang, saat pulang dia mendapatkan putri pertama nya di ceraikan oleh suaminya, ya putri nya itu mamah dari Vera yang bernama Yungsih, dia mulai jarang pulang kerumahnya Keluarga Vera di urus oleh kakek Sanuci dan pengasuh Vera. semakin hari istri dan anak tiri perempuan nya itu semakin tak kendali

Nenek Vera ketahuan menjual dua kotak sawah dan rumah juga kebun milik Alm bapak dari nenek nya Vera, dan itu membuat kakek Sanuci bertanya-tanya kemana uang itu karena nenek Vera menjual dengan harga murah

Bukan berpikir tapi dia malah marah-marah dan nendang roda kecil milik Vera, dan membuat Vera yang baru berumur delapan bulan terjatuh mengenai sudut meja. kakek Sanuci kalap melihat cucu perempuan satu-satunya itu berdarah dia pun langsung mengangkat Vera dan membawa Vera kerumah sakit. sebelum pergi nenek Vera teriak kencang sampai para pekerja di rumah itu terdiam

"Kamu kalau sampai bawa anak Sial*n itu keluar, aku tidak segan meminta pisah hari ini juga" Teriak nenek Vera, kedua mata kakek Sanuci menatap tajam Kepada sang istri

"Aku rela kehilangan wanita yang tidak setia, dari pada aku kehilangan Cucu perempuan ku satu-satunya" jawab tegas kakek Sanuci

"Tapi dia bukan cucu kandung mu.... ingat dia hanya anak pembawa Si*l untuk putriku" ucap Nenek Vera

"Perset*n dengan cucu kandung atau bukan, aku menyayanginya melebihi aku menyayangi hidupku sendiri, kau ingin kita pisah? tenang aku akan kabulkan, aku akan bawa cucuku keluar dari rumah ini. aku memberikan semua nya untuk mu, aku tak akan mengambil kekayaan ku yang berada di sini" ucap kakek Sanuci dan dia pun pergi meninggalkan rumah mewah yang dia buatkan untuk sang istri, pernikahan dua puluh lima tahun itu tak berarti bagi nenek Vera, perselingkuhan dia dengan lelaki beristri itu sudah sangat parah

Dari pada dosa sang istri dia yang menanggung, jadi lebih baik dia melepaskan dari ikatan yang tak pernah di hargai oleh sang istri

Kakek Sanuci, menatap penuh kasih sayang kepada Vera dia mengelus lembut kepala sang cucu. tak tertahan dia pun meneteskan air mata nya

"Kita akan pergi jauh dari orang-orang yang tidak menghargai kita, Bapak hanya punya Vera sekarang. cepat sembuh ya cucu bapak" gumamnya sambil mengelus rambut sang cucu. dia pun memejamkan matanya sambil duduk di sisi ranjang pasien

Dari situlah Vera dan kakek nya pergi meninggalkan kota R dan pindah ke kota M, perceraian nya pun di urus oleh sahabat Nya. dia sudah tidak ingin melihat wajah wanita yang dulu dia cintai dan dia perjuangkan, dia bahkan menceraikan istri pertama nya dan memilih istri kedua nya, ya itu nenek Vera itu istri kedua. kakek Sanuci tidak menyesal berpisah dengan istri pertama nya. karena dengan istri pertama nya pun sering mendapatkan hinaan dan cacian dari mulut sang istri, mereka menikah karena perjodohan orang tua mereka terdahulu

FLASHBACK OFF

Vera di bawah kerumah sakit oleh Mang Tubi dan mang Hasan, mereka berdiri menunggu dokter yang memeriksa Vera di dalam

Darah yang keluar dari belakang kepala Vera itu membuat wajah Vera semakin pucat saat di jalan tadi, beberapa kali mang Hasan memaki mang Tubi agar membawa mobilnya dengan cepat

"Aku bersumpah kalau sampai terjadi sesuatu kepada Neng Vera, aku sendiri yang akan menghabisi nyawa keluarga neng Vera... aku tidak masalah di penjara seumur hidup. asal mereka semua mati" ucap mang Hasan. mang Tubi hanya diam membisu sambil menatap pintu UGD

"Maafkan Tubi Juragan, tubi gagal menjaga Neng Vera" gumamnya dengan mata memerah. baru kehilangan juragan nya yang baik hati. sekarang mereka harus dihadapkan dengan Vera yang terluka parah di kepala nya

Di dalam UGD pun terjadi Keributan. alat jantung milik Vera tiba-tiba berbunyi dokter dan perawat pun sibuk menyelamatkan nyawa gadis kecil itu

"Dokter monitor jantung berhenti" ucap lirih perawat. dokter pun menatap nanar alat kedut jantung

"Aku gagal?" jawab lirih dokter. dia pun keluar dari UGD itu dengan lunglai

Mang Hasan dan Mang Tubi pun langsung berdiri saat mendengar pintu terbuka, tapi jantung mereka berdetak kencang saat melihat dokter berjalan dengan menunduk

"Apa yang terjadi dengan Neng Vera?" tanya mang Hasan. dokter Idris pun menatap sedih kedua orang kepercayaan mendiang pemilik rumah sakit itu

Dokter itu pun menggelengkan kepalanya. tanda dia gagal menyelamatkan nyawa cucu perempuan bos nya

"Jangan bercanda Idris... kau tau aku akan membunuhmu, bila saat ini kau bercanda" teriak marah Mang Hasan. cengkraman kemeja dokter Idris pun tak membuat dokter Idris melihat Mang Hasan

Mang Tubi pun langsung berlari masuk ke dalam ruang UGD itu dia ingin memastikan majikan kecilnya baik-baik saja, begitu juga istri Mang Hasan

Mang Tubi melangkah dengan tatapan tak percaya. gadis muda itu memejamkan matanya, wajah pucat mata tertutup

"Ya Allah Gusti.... juragan baru pergi sekarang neng Vera juga pergi" ucap lirih nya sambil menatap nanar tubuh kaku Vera. air mata yang di tahan pun kembali keluar dari sudut mata mang Tubi

"Hiks... hiks... innalilahi wa innailaihi rojiun, Neng Vera" Isak tangis mang Hasan. Mang Hasan pun masuk ke dalam ruang UGD

"Jadi neng Vera menyerah? jadi neng Vera memilih mengikuti kakek neng? ayo bangun neng kita balas mereka, jangan lemah neng.... bangun neng... bangun" ucap mang Hasan

Tik

Tik

Tik

TBC

Usahakan Tinggal kan jejak kalian guys... ayo dukung cerita Author yang baru

Kalau tidak suka silahkan Skip jangan bikin Dwon para penulis, hargai kami dalam berkarya.... menulis tidak asal jadi saja guys, tapi dipikir terlebih dahulu agar alurnya masuk dan nyambung

1
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😊😊
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mau atuh lah sisten kaya gitu atu mah /Hunger//NosePick/
Sribundanya Gifran
cakep pisan ey asisten asistennya,
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor
Lala Kusumah
Mak mau juga tuh asisten seperti Sean wah kerja semangat terus sepertinya 😂😂😂🤭🤭
🔵≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
wehhh, gak cocok jadi robot... cocoknya jadi calon misua aku aja🤣🤣
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kenapa ganteng " asisten nya 🤣🤣🤣🤣
dhiny
asisten nya keren2 semua takut oleng q
miss blue 💙💙💙
mau yg baju putih pake topi doooonnggg 🤤🤤🤤🤣🤣🤣
Zea Rahmat
duhh gantenggg nya🤣🙃😂
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: 🤭 biar pada makin terpeleset kalian yang baca
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Thooorrr asisten robotmu bikin aku oleng/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Eh iya ya, mana ini juga ngajak keluar lagi/Shy/
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Dewi Payang
Iiih si Mahesa kecil² dah guanteng😍
Dewi Payang
Enak nyoooo😍😍😍
Dewi Payang
Nah, kena kau bu manager.....
Dewi Payang
Rusak memang kelakuan keluarganya ini mah...
Lala Kusumah
ya Allah gemes pisan tuh Lily pengen gigit 🤭🤭😍😍
Nadhiraafifa
makin kiyuttttt ajaa nihh lily skrg 🤭😅
Sarah
duuhh cantik n comel nya,, bisa ga ya lily nya di bawa pulang😁
Sarah
rasa terharu dgn kekeluargaan para warga dan vera,eh malah di bikin gemes sama lily. tak cubit to pipi
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!