Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
Semua orang yang tadi diam langsung maju apa lagi melihat Vera di dorong begitu kencang, dan membuat kepala Vera terbentur ke sisi tangga depan rumah Itu
"Apa yang kau lakukan haaa? kalau sampai Neng Vera kenapa-kenapa, aku yang akan menghabisi mu..... aku tidak perduli kau putra dari almarhum Abah Sanuci, aku akan mengambil nyawa mu detik itu juga" ucap mang Tubi. yang menyusul akang nya yang membawa Vera kerumah sakit
Beberapa anak buah kakek Vera pun menatap tajam kearah mereka bertiga, mereka yang di tatap tajam seperti itu tak memiliki keberanian lagi
"Kamu ini kenapa mendorong dia begitu kencang sih" ucap nenek Vera. dia kesal pada putra mantan suami nya itu
"Aku hanya terbawa emosi, salahkan saja dia terlalu lemah" ucap putra kedua Alm kakek Vera. sedangkan para pekerja kebun langsung mengeluarkan golok yang sering mereka bawa kemana-mana, karena di daerah itu tempat kakek Vera tinggal masih banyak yang namanya Jawara/bisa di sebut para mafia sekarang mah ya. mang Hasan salah satu ketua jawara yang di takutin di daerah itu
"Kalau kalian masih ingin hidup? pergi dari kediaman juragan kami, tapi kalau kalian ingin mati hari ini kita siap mengotori tangan kami dengan darah kalian" ucap wakil mang Hasan. yang bernama Udin. ketiga nya pun berlari kemobil mereka dan pergi dari sana tapi Nenek Vera bernekat menjual rumah itu, dia sudah janji pada suami barunya bila saat kembali ke kota B dia sudah membawa uang
FLASHBACK ON
Dulu nenek Vera sering pergi ke kota B untuk beralasan bisnis, Kakek Sanuci pun memodali bisnis itu, Nenek Vera bernama Atih Dedeh. dia sering membawa Emping melinjo, bukan hanya sekilo dua kilo tapi ratusan kilo. usaha nya lancar banyak banget yang membeli, usaha nya makin maju dan sering bertemu beberapa orang, tak tahunya salah satu pembeli nya itu mulai mengincarnya, sampai akhir nenek Vera tergoda dengan buaian lelaki beristri itu
Kakek Vera yang selalu percaya dengan apa yang di lakukan sang istri pun tak pernah berpikir kalau dia akan di hianati, nenek Vera pun semakin jarang pulang ke Kota kelahiran Vera, sering meminta kirim emping pada kakek Sanuci dan bahkan tiap pulang pun dia tak betah tinggal di rumah tahunya dia sering tinggal dengan lelaki yang bernama Basari, mereka tinggal di rumah yang nenek Vera beli di kota B itu
Setelah Vera di lahirkan neneknya pun semakin jarang pulang, saat pulang dia mendapatkan putri pertama nya di ceraikan oleh suaminya, ya putri nya itu mamah dari Vera yang bernama Yungsih, dia mulai jarang pulang kerumahnya Keluarga Vera di urus oleh kakek Sanuci dan pengasuh Vera. semakin hari istri dan anak tiri perempuan nya itu semakin tak kendali
Nenek Vera ketahuan menjual dua kotak sawah dan rumah juga kebun milik Alm bapak dari nenek nya Vera, dan itu membuat kakek Sanuci bertanya-tanya kemana uang itu karena nenek Vera menjual dengan harga murah
Bukan berpikir tapi dia malah marah-marah dan nendang roda kecil milik Vera, dan membuat Vera yang baru berumur delapan bulan terjatuh mengenai sudut meja. kakek Sanuci kalap melihat cucu perempuan satu-satunya itu berdarah dia pun langsung mengangkat Vera dan membawa Vera kerumah sakit. sebelum pergi nenek Vera teriak kencang sampai para pekerja di rumah itu terdiam
"Kamu kalau sampai bawa anak Sial*n itu keluar, aku tidak segan meminta pisah hari ini juga" Teriak nenek Vera, kedua mata kakek Sanuci menatap tajam Kepada sang istri
"Aku rela kehilangan wanita yang tidak setia, dari pada aku kehilangan Cucu perempuan ku satu-satunya" jawab tegas kakek Sanuci
"Tapi dia bukan cucu kandung mu.... ingat dia hanya anak pembawa Si*l untuk putriku" ucap Nenek Vera
"Perset*n dengan cucu kandung atau bukan, aku menyayanginya melebihi aku menyayangi hidupku sendiri, kau ingin kita pisah? tenang aku akan kabulkan, aku akan bawa cucuku keluar dari rumah ini. aku memberikan semua nya untuk mu, aku tak akan mengambil kekayaan ku yang berada di sini" ucap kakek Sanuci dan dia pun pergi meninggalkan rumah mewah yang dia buatkan untuk sang istri, pernikahan dua puluh lima tahun itu tak berarti bagi nenek Vera, perselingkuhan dia dengan lelaki beristri itu sudah sangat parah
Dari pada dosa sang istri dia yang menanggung, jadi lebih baik dia melepaskan dari ikatan yang tak pernah di hargai oleh sang istri
Kakek Sanuci, menatap penuh kasih sayang kepada Vera dia mengelus lembut kepala sang cucu. tak tertahan dia pun meneteskan air mata nya
"Kita akan pergi jauh dari orang-orang yang tidak menghargai kita, Bapak hanya punya Vera sekarang. cepat sembuh ya cucu bapak" gumamnya sambil mengelus rambut sang cucu. dia pun memejamkan matanya sambil duduk di sisi ranjang pasien
Dari situlah Vera dan kakek nya pergi meninggalkan kota R dan pindah ke kota M, perceraian nya pun di urus oleh sahabat Nya. dia sudah tidak ingin melihat wajah wanita yang dulu dia cintai dan dia perjuangkan, dia bahkan menceraikan istri pertama nya dan memilih istri kedua nya, ya itu nenek Vera itu istri kedua. kakek Sanuci tidak menyesal berpisah dengan istri pertama nya. karena dengan istri pertama nya pun sering mendapatkan hinaan dan cacian dari mulut sang istri, mereka menikah karena perjodohan orang tua mereka terdahulu
FLASHBACK OFF
Vera di bawah kerumah sakit oleh Mang Tubi dan mang Hasan, mereka berdiri menunggu dokter yang memeriksa Vera di dalam
Darah yang keluar dari belakang kepala Vera itu membuat wajah Vera semakin pucat saat di jalan tadi, beberapa kali mang Hasan memaki mang Tubi agar membawa mobilnya dengan cepat
"Aku bersumpah kalau sampai terjadi sesuatu kepada Neng Vera, aku sendiri yang akan menghabisi nyawa keluarga neng Vera... aku tidak masalah di penjara seumur hidup. asal mereka semua mati" ucap mang Hasan. mang Tubi hanya diam membisu sambil menatap pintu UGD
"Maafkan Tubi Juragan, tubi gagal menjaga Neng Vera" gumamnya dengan mata memerah. baru kehilangan juragan nya yang baik hati. sekarang mereka harus dihadapkan dengan Vera yang terluka parah di kepala nya
Di dalam UGD pun terjadi Keributan. alat jantung milik Vera tiba-tiba berbunyi dokter dan perawat pun sibuk menyelamatkan nyawa gadis kecil itu
"Dokter monitor jantung berhenti" ucap lirih perawat. dokter pun menatap nanar alat kedut jantung
"Aku gagal?" jawab lirih dokter. dia pun keluar dari UGD itu dengan lunglai
Mang Hasan dan Mang Tubi pun langsung berdiri saat mendengar pintu terbuka, tapi jantung mereka berdetak kencang saat melihat dokter berjalan dengan menunduk
"Apa yang terjadi dengan Neng Vera?" tanya mang Hasan. dokter Idris pun menatap sedih kedua orang kepercayaan mendiang pemilik rumah sakit itu
Dokter itu pun menggelengkan kepalanya. tanda dia gagal menyelamatkan nyawa cucu perempuan bos nya
"Jangan bercanda Idris... kau tau aku akan membunuhmu, bila saat ini kau bercanda" teriak marah Mang Hasan. cengkraman kemeja dokter Idris pun tak membuat dokter Idris melihat Mang Hasan
Mang Tubi pun langsung berlari masuk ke dalam ruang UGD itu dia ingin memastikan majikan kecilnya baik-baik saja, begitu juga istri Mang Hasan
Mang Tubi melangkah dengan tatapan tak percaya. gadis muda itu memejamkan matanya, wajah pucat mata tertutup
"Ya Allah Gusti.... juragan baru pergi sekarang neng Vera juga pergi" ucap lirih nya sambil menatap nanar tubuh kaku Vera. air mata yang di tahan pun kembali keluar dari sudut mata mang Tubi
"Hiks... hiks... innalilahi wa innailaihi rojiun, Neng Vera" Isak tangis mang Hasan. Mang Hasan pun masuk ke dalam ruang UGD
"Jadi neng Vera menyerah? jadi neng Vera memilih mengikuti kakek neng? ayo bangun neng kita balas mereka, jangan lemah neng.... bangun neng... bangun" ucap mang Hasan
Tik
Tik
Tik
TBC
Usahakan Tinggal kan jejak kalian guys... ayo dukung cerita Author yang baru
Kalau tidak suka silahkan Skip jangan bikin Dwon para penulis, hargai kami dalam berkarya.... menulis tidak asal jadi saja guys, tapi dipikir terlebih dahulu agar alurnya masuk dan nyambung
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor