NovelToon NovelToon
Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:21.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: DeaLova

Baca Dragon Monarch agar tidak bingung dengan alurnya.

“Siapa aku?”

Ditemukan oleh sekelompok pengelana, Jie Yan yang kehilangan ingatannya berusaha untuk mencapai tujuannya serta mencari identitas sejatinya di zaman yang disebut sebagai Era Para Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeaLova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekte Cahaya Suci

“Seorang pengawal? Kenapa aku harus ikut denganmu?” Tanya Jie Yan saat menatap lurus ke arah Tang Yueha.

Mendengar pertanyaan Jie Yan, mata Tang Yueha berkaca-kaca. Memang sedari awal ia akan di kirim ke Sekte Cahaya Suci ditemani oleh salah satu bawahan ayahnya. Namun karena ia tidak memiliki teman sama sekali dan hanya Jie Yan yang selalu berada di sekitarnya beberapa bulan terakhir, ia tentu ingin pergi bersama Jie Yan.

“Apakah kakak tidak ingin pergi bersamaku?” Tanya Tang Yueha dengan mata berkaca-kaca seperti hendak menangis.

Jie Yan yang menatap itu hanya terdiam untuk beberapa saat karena ia tentu tau bahwa itu adalah air mata buaya. Ia sudah sering melihat Tang Yueha seperti itu ketika menginginkan sesuatu.

“Baiklah.. baiklah.. aku akan ikut.” Dengan pose menyerah mengangkat tangan, Jie Yan pun mengatakan itu.

Wajah Tang Yueha cerah seketika dan matanya yang berkaca-kaca langsung pulih kembali seperti semula.

Melihat itu, Jie Yan hanya mengangguk kecil karena memang benar bahwa itu adalah air mata buaya sebelumnya yang ditampilkan oleh Tang Yueha.

Karena Jie Yan telah setuju, ia pun mengikuti Tang Yueha yang membawanya ke dalam kediaman utama milik Tang Xu.

Sesampainya di sana, Tang Xu sudah bersama dengan beberapa bawahannya. Ia menatap ke arah putrinya dengan wajah lelah karena Tang Yueha tidak akan mau pergi ke Sekte Cahaya Suci untuk belajar jika Jie Yan tidak ikut.

“Jie Yan, maaf telah merepotkanmu. Kau akan ikut dengan Yueha ke Sekte Cahaya Suci. Tang Ming akan mengantar kalian ke Sekte Cahaya Suci. Hanya diizinkan membawa satu pelayan ke Sekte itu. Tugasmu saat ini adalah menemani Yueha di Sekte itu.” ucap Tang Xu dengan nada meminta maaf karena ia tau bahwa Jie Yan adalah tipe orang yang lebih suka sendiri tetapi ia mengirimnya ke Sekte Cahaya Suci untuk menemani Tang Yueha.

Tatapan Jie Yan tertuju pada Tang Yueha yang saat ini hanya terlihat malu-malu karena dirinyalah yang memaksa ayahnya agar Jie Yan ikut ke dalam Sekte Cahaya Suci.

“Tidak masalah sama sekali.” Balas Jie Yan karena ia juga ingin melihat seperti apa sebenarnya Sekte Cahaya Suci yang tampak familier baginya.

“Jika begitu bagus. Bersiap-siaplah untuk berangkat. Dalam beberapa jam, kalian berdua akan di bawa oleh Tang Ming.” ucap Tang Xu saat menatap ke arah tangan kanannya dengan tatapan serius.

Tang Ming yang merupakan seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah pelayan setia keluarga Tang sejak era orang Tua Tang Xu pun mengangguk serius.

“Jie Yan, persiapkan semua apapun yang ingin kau bawa. Datanglah ke depan tempat ini dalam dua jam kemudian. Aku akan membawa kalian ke Sekte Cahaya Suci.” ucap Tang Ming.

“Baik.” Jie Yan pun langsung keluar dari kediaman itu diperhatikan oleh Tang Xu dan Tang Ming.

“Yueha, kemasi semua barang-barangmu. Jangan membuat repot Jie Yan karena dia bukanlah tipe orang yang suka melakukan hal yang merepotkan dan tidak suka keramaian.” ucap Tang Xu menatap ke arah putrinya.

“Baik!” Tang Yueha terlihat sangat tidak peduli dengan kata-kata ayahnya karena tujuannya telah tercapai yaitu membawa Jie Yan bersamanya ke Sekte Cahaya Suci. Ia pun langsung pergi ke kamarnya untuk mengemasi semua barang-barang yang ingin ia bawa.

Tang Xu hanya bisa sakit kepala melihat sikap putrinya itu. Ia pun menghela nafas sekali lagi karena ia tau bahwa putrinya membutuhkan teman setelah istrinya tewas sekitar tujuh tahun yang lalu.

Beberapa jam kemudian, Jie Yan pun kembali dengan membawa beberapa pasang pakaian yang sebelumnya dibeli oleh Tang Yueha untuknya. Bisa dikatakan, hanya itulah benda yang ada di dalam kediamannya. Tentu ia merasa hangat karena Tang Yueha dahulu sangat antusias ketika membeli pakaian untuknya.

Jie Yan sangat berterima kasih karena Tang Xu telah merawatnya selama ini. Ia pasti akan mencoba menjaga Tang Yueha agar tidak melakukan hal yang aneh ketika memasuki Sekte Cahaya Suci.

Setelah kembali ke kediaman Tang Xu, Tang Xu pun berbicara beberapa hal lainnya untuk Jie Yan dan memperingati untuk tidak memprovokasi siapapun di Sekte Cahaya Suci.

Kemudian Tang Ming pun langsung membawa Jie Yan dan Tang Yueha terbang ke arah Sekte Cahaya Suci setelah berpamitan dengan Tang Xu.

Menatap kepergian putrinya bersama dengan Jie Yan, banyak pikiran kompleks yang muncul di benaknya.

“Dengan bakat Yueha, dia tidak akan sulit menjadi murid inti. Juga, para Tetua pasti akan membawanya menjadi murid atau bahkan Master Sekte itu sendiri. Aku tidak bisa menahan Yueha di sini selamanya. Jika bakat seperti itu ditahan, akan sangat disayangkan. Aku tidak tau apakah keputusanku benar atau tidak mengirimnya ke Sekte Cahaya Suci.” Batin Tang Xu saat membayangkan putrinya yang memiliki tubuh khusus. Bahkan ketika putrinya masih berusia 12 tahun, putrinya sudah mencapai tingkat Alam Langit tahap Kesembilan.

**

Waktu terus berlalu, Tang Ming membawa Jie Yan dan Tang Yueha ke arah Sekte Cahaya Suci.

Dengan kekuatan Tang Ming, mereka pun akhirnya tiba dalam seminggu perjalanan.

Jie Yan menatap ke arah bawah tepat ke arah Sekte Cahaya Suci yang sangatlah luas. Untuk Tang Yueha, ia memasang wajah yang sangat bersemangat ketika menatap Sekte tersebut. Ia tentu akan menendang siapapun yang mencoba menantangnya.

Ketika mereka turun tepat di depan gerbang Sekte Cahaya Suci, banyak penjaga yang berada di sana menghentikan mereka.

Lalu Tang Ming pun langsung menjelaskan tujuan mereka serta memberikan surat rekomendasi langsung dari Sekte Cahaya Suci untuk Tang Yueha menjadi murid.

Melihat surat rekomendasi, salah satu dari penjaga pun langsung menuntun Tang Ming, Jie Yan dan Tang Yueha ke dalam Sekte.

Sesampainya di salah satu bangunan besar, Tang Ming mengurus semua hal tentang pendaftaran Tang Yueha seorang diri sementara Jie Yan hanya menemani Tang Yueha agar tidak berkeliaran.

Tidak lama kemudian, Tang Ming kembali dengan seorang pria paruh baya yang memasang wajah gembira ketika menatap ke arah Tang Yueha.

“Jadi dia adalah putri Tang Xu? Dia memang memiliki bakat yang sangat tinggi. Ayo pergi, aku akan membawamu ke suatu tempat, itu adalah tempat beberapa Tetua karena mereka juga menantikan kedatangan mu.” ucap pria paruh baya tersebut dan menatap ke arah Jie Yan lalu mengabaikannya karena Jie Yan tidak memiliki kultivasi sama sekali.

“Tunggu, kakak Jie Yan bisa ikut denganku bukan?” Tanya Tang Yueha untuk mengkonfirmasi sekali lagi bahwa Jie Yan akan ikut dengannya.

“Hm? Dia? Lebih baik kau mencari pelayan lain nona muda. Untuk manusia biasa, dia tidak akan bisa melakukan apapun di Sekte ini.” ucap pria paruh baya tersebut menatap ke arah Jie Yan.

“Tidak. Ayah telah sepakat denganku bahwa jika kakak Jie Yan tidak diizinkan masuk, maka aku bebas untuk keluar dari Sekte.” Tang Yueha pun langsung berbicara.

Tang Ming hanya terdiam melihat kelakuan Tang Yueha. Namun ia sudah sering melihatnya karena ia adalah salah satu pelayan keluarga Tang yang telah membesarkan Tang Yueha setelah kematian ibunya.

Mendengar itu, pria paruh baya itu tidak tau harus menjawab apa selain menyerah. Lagi pula tidak ada salahnya membawa satu pelayan. Ia yakin bahwa dalam beberapa bulan, Jie Yan pasti akan keluar karena tidak mampu melakukan apapun di Sekte Cahaya Suci.

“Baik. Dia bisa ikut. Ayo ikuti aku.” ucap pria paruh baya tersebut setelah menatap ke arah Tang Ming yang mengangguk kecil.

Lalu Tang Ming pun berbicara beberapa hal kepada Tang Yueha dan Jie Yan sebelum dia pergi kembali ke Kota Tang.

Jie Yan yang berjalan mengikuti pria paruh baya tersebut bersama dengan Tang Yueha pun melirik ke segala tempat. Ia tidak tau mengapa penglihatannya sangatlah tajam sehingga bahkan dapat melihat seekor lalat yang terbang dikejauhan.

“He... Tempat ini sungguh menarik. Aku ingin tau apa sebenarnya itu kultivator dan kenapa Tang Xu mengatakan bahwa aku tidak bisa berkultivasi.” Batin Jie Yan. Selama ini, setelah membaca banyak buku tentang kultivator, ia menyadari bahwa kekuatan itu snagat penting dan ia pun akan mencoba sesuatu tentang dirinya.

1
Wisnu Mahendra
katanya dimensi kecil, tapi jarak antar tempat sampai seminggu terbang, dimensi kecilnya lebih besar dari planet Bumi
Wisnu Mahendra
kirain jie yan kultivasinya cepat, eh ternyata yg lain juga sama 🤣🤣🤣 jadi gak ada istilah jeniusnya
WONG NDESO
awalnya bagus, tapi lama2 alurnya begiu2 saja, cuma pengulangan cerita tapi beda alam saja.
WONG NDESO
awalnya ceritanya bagus, tapi karna othornya banyak mendapat pujuan, akhirnya ceritanya jadi belenyon.
WONG NDESO
menghabiskan jutaan batu roh untuk menikan level cultivasi, pas keluar dan mendaptar kompetisi semua orang sdh di tingkat juwa abadi, dan yg terlemah setingkat mc nya,😂😂😂, semisal tingkat cultuvasi sama tetapi umur seharusnya di bedakan, mc umur 21 th, yg lainnya rara2 50 th, baru kelihatan genius mc nya, kalau gak apa keungulan mc nya.
WONG NDESO
mc bertarung keroyokan terus
WONG NDESO
mc nya bertempur keroyokan terus
WONG NDESO
Intinya kalau mc nya ingin menaikan rana cultivasinya berlaku sifat kalau bisa di persulit mengapa harus di permudah, tapi kalau orang lain berlaku sifat kalau bisa di permuda mengapa harus di persulit, mc nya kalau mau naik tingkat perlu sumber daya yg besar, padahal kalau bertarung dwngan orang yg cultivasinya sama atau lebih sedikit mc nya seringlah keroyokan dwngan roh kontrak nya.
WONG NDESO
cerita lama berulang kembali
Wisnu Mahendra
di novel2 kultivasi waktu seolah tidak berharga ya...😁...sekali kultivasi bisa 2 bulan sampai setahun, sekali ke luar kota bisa sebulan dijalan, umur manusia sampe puluhan juta tahun...sedangkan manusia pertama saja ada dibumi sekitar 1jt tahun lalu...jaman dinosaurus 5jt tahun lalu...kalo 10jt tahun lalu, manusia apa yg ada?
Wisnu Mahendra
kenapa setiap muncul dibelakang musuh harus teriak mati!!! musuh jadi tahu kan kalo diserang?..kalo diem aja kan serangan lebih efektif??
Wisnu Mahendra
kayaknya kekuatan di cerita ini terinspirasi dari One Piece...qi raja sama dengan haosoku haki
Wisnu Mahendra
mereka kok bodoh semua ya? udah tau masih lemah malah menuju markas musuh yg kuat
WONG NDESO
semua ini kesalahan mc nya, coba kalau sekte cahaya suci dan organisasi sant langit tdk di.musnakan, kan lumayan tambahan cuktivator.
Wisnu Mahendra
kok ziya tahap abadi? bukan tahap emas?
Wisnu Mahendra
radius 100km hancur, kalo itu terjadi di pulau bali, maka pulau bali akan hancur seluruhnya, dan 5jt pendufuknya akan musnah...luar biasa
Wisnu Mahendra
cobalah pakai jarak yg masuk akal dikit walaupun ini cuma fiksi...pakai radius puluhan meter mungkin masuk akal, kalo radius ratusan kilometer, itu seperti 1 provinsi jawa timur rata dengan tanah
WONG NDESO
consep tempur yg mudah di tebak, mc lemah di paksa lawan yg kuat dan mcbya dinpaksa menang.
WONG NDESO
konsepnya selalu di ulang2 mc lemah di paksa berhadapan dengan musuh kuat, dan akhurnya yg lemah dpt menang dwngan segala cara.
WONG NDESO
mc lemah tapi akhirnya di paksa menang dwngan segala cara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!