NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:466.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

DILARANG PLAGIAT!!! 📢📢

Bagaimana jadinya jika kau menikah dengan seorang petinggi sementara kau sendiri hanyalah seorang gadis desa biasa yang bekerja sebagai pemetik daun teh?

Itulah kisah tentang Raymond William (30tahun) dan juga Kiara Putri (24tahun). Mereka menikah karena suatu kejadian yang tidak ingin membuat keluarga Kia malu.

Pada akhirnya Kiara atau sering di sapa Kia menikah dengan Ray yang dia temukan di sungai dalam keadaan berantakan dan juga sadar dalam keadaan Amnesia (lupa ingatan).

Perbedaan kasta mereka berdua membuat Mama Ray tidak merestui pernikahan keduanya dan sengaja memasukkan orang ketiga untuk menganggu kehidupan rumah tangga Ray dan Kia.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ray dan Kia mampu mempertahankan bahtera rumah tangga mereka berdua?


Simak berikut!

Happy reading..
So stay tune ! 🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #3

Keesokan harinya.

Ray telah bersiap untuk pergi meninjau lokasi pembuatan Villa.

"Need, apa kau sudah mempersiapkan semuanya?" ucap Ray sembari menutup laptop.

"Sudah, Bos. Saya sudah mempersiapkan segala hal untuk kita meninjau lokasi." sahut Need sopan, jika di jam kerja Need akan bersikap sopan bak Bos dan bawahan.

"Baiklah, kalau begitu kita akan pergi sekarang. Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku." Ray beranjak dari kursi kerjanya.

Mereka berdua bersama-sama keluar dari kantor.

Sesampainya di parkiran, Ray dan Need menaiki mobil Alphard berwarna putih milik Ray.

Need menstater mobil tetapi tidak menyala.

"Ada apa Need?" tanya Ray dari tempat duduk belakang dengan heran.

"Gak tau nih, kak. Kayak nya nih mobil mogok deh." Need mencoba berulang kali menstater mobil tetapi hasilnya tetap nihil.

Sebuah mobil berhenti tak jauh dari mobil Ray.

"Itu sepertinya Mico." ucap Ray ketika melihat siapa yang turun dari mobil.

Need melihat keluar mobil. "Iya, tumben dia ke kantor ini?"

"Entahlah, ayo kita turun." Ray keluar dari mobil lalu kemudian di susul oleh Need.

"Mico!" seru Ray berjalan ke arah Mico.

Mico yang kala itu ingin melangkahkan kaki langsung menoleh.

"Selamat siang, Tuan Raymond." sapa Mico dengan sopan.

"Ya, siang. Ada apa kau datang kemari? Tumben kau datang sendirian." ucap Ray sembari menatap ke mobil Mico.

"Saya diperintahkan oleh Nona Meysa untuk memberikan ini kepada Tuan." Mico memberikan amplop berwarna cokelat kepada Ray.

Ray menerima dan melirik Mico. "Apa ini?"

"Nona Mey mengatakan bahwa isi amplop itu adalah berbagai macam contoh model undangan pernikahan, Tuan."

"Kenapa tidak Mey saja yang memilihnya?"

"Saya tidak tau, Tuan. Sebaiknya Tuan tanya saja sendiri kepada Nona Mey, saya permisi.." Mico membalikkan tubuh.

"Mico tunggu!" Ray mengentikan langkah Mico.

"Ya, Tuan. Ada apa lagi?" sahut Mico sopan.

"Apa saya bisa minta tolong?"

Mico mengangguk.

"Kebetulan mobil saya mogok dan saya sekarang ini ada tugas penting untuk meninjau lokasi pembuatan Villa. Berhubung ada kau, saya ingin meminjam mobilmu untuk pergi ke desa itu."

"Baik, Pak. Bapak boleh memakai mobil saya, nanti saya akan pulang naik taksi saja."

"Eh, jangan! Kau naik mobil perusahaan saja, aku akan memerintahkan kepada Melati untuk memberikan kunci mobilnya." ucap Raymond.

Melati adalah Manager di perusahaan Ray.

"Baik, Pak." Mico mengangguk paham.

"Need, ayo kita berangkat!" Ray berjalan duluan menuju mobil Mico kemudian di susul oleh Need.

Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian mobil pergi melaju meninggalkan kantor.

Setelah mobil melaju, Mico tersenyum sinis.

Di dalam perjalanan.

"Kak, kenapa kita tidak naik mobil sendiri saja? Misal mobil perusahaan gitu." ucap Need dengan fokus menyetir.

"Kau tau'kan bagaimana laju mobil perusahaan. Aku tidak ingin terlambat hanya karena mobil yang laju nya sangat lemot seperti keong." ucap Ray sembari bermain ponsel.

"Entah mengapa aku tidak menyukai pria itu." celetuk Need tiba-tiba dengan suara yang pelan.

"Kau bicara apa Need?" Ray mendongakkan kepala menatap Need yang tengah menyetir.

"Tidak, aku tidak berbicara apapun. Mungkin kau salah dengar kak, makanya jangan fokus ke ponsel terus." Need melirik sang kakak sepupu dari kaca spion.

"Aku sedang mencari lokasi yang pas untuk liburan." Ray berbicara sembari terus menatap ponselnya.

"Liburan? Jadi kakak benar ingin liburan bersama dengan Mey?"

"Ck! Jaga bicaramu, Need. Dia itu akan menjadi kakak ipar mu, panggil lah dirinya dengan panggilan yang sopan." ucap Raymond tidak terima.

"Ya ya ya.. Baiklah, maafkan aku." Need pasrah.

"Ya, aku memang sudah memutuskan untuk pergi liburan bersama dengan Mey.." Ray mengulas senyum.

"Aku ikut!" Need langsung membalas ucapan Ray dengan cepat.

"Kau akan menjadi pengganggu di hari liburan kami nanti, sebaiknya kau di rumah saja dan jika kau ingin berlibur maka pergilah bersama dengan Amel." Ray tersenyum geli sementara Need memasang wajah kesal.

"Aku sudah tidak ingin lagi pergi liburan bersama dengan Amel. Adikmu itu sangat menyebalkan kak, dia mengaku sebagai istriku ketika aku mencoba mendekati seorang gadis. Huft! Menyebalkan." decak Need kesal ketika membayangkan dirinya dan Amelia yang waktu itu pergi berlibur bersama ke pantai.

Ray terkekeh geli. "Kau baru tau jika dia itu menyebalkan? Sudah lama dirinya mempunyai sifat itu tetapi kau baru menyadarinya."

"Kau juga mengakui bahwa adikmu menyebalkan kak?" tanya Need antusias.

Ray mengangguk. "Bahkan sangat menyebalkan.."

Mereka tertawa bersamaan mengingat sang adik bungsu. Usia Need dan Amel terpaut (5tahun), sementara usia Ray dan Need terpaut (3tahun).

Need saat ini berusia 27 tahun sementara Amel berusia 23 tahun. Amel sebentar lagi akan lulus dari kuliah tata busana, dia tidak ingin menjalankan bisnis kantor seperti kakak dan sang Ayah. Jika bertemu, Need dan Amel akan terus bertengkar seperti tom & jerry.

Di sebuah rumah yang begitu megah nan besar.

"Mama!!!!" seorang gadis cantik berteriak kencang sembari masuk ke dalam ruang tamu.

"Sayang.. Kau ini apa-apaan? Anak gadis tidak boleh berteriak seperti itu," ucap sang Mama yang baru saja turun menuruni anak tangga.

"Ma.." gadis itu berlari kecil menaiki anak tangga.

"Ada apa hayo? Mama sudah tau pasti kau ada maunya jika sudah berperilaku seperti ini." sang Mama sudah bisa menebak.

Gadis itu nyengir kuda. "Mam, tadi Mel lihat ada promo mobil keluaran terbaru."

"Lalu?"

Mereka berdua duduk di sofa besar yang ada di ruang tamu.

"Mam, Mel mau mobil itu.. Mama tau gak, mobil itu limited edition jadi pasti akan langka nantinya." ucap Amelia kepada sang Mama.

"Berapa memang harga mobil itu?" tanya sang Mama sembari membuka majalah fashion.

"500juta." sahut Amel santai.

"Apa!" Mama terkejut mendengar harga mobil yang sang putri inginkan. "Apa Mama tidak salah dengar? 500juta! Kau jangan mengada-ngada Amel." lanjutnya.

"Mam, Mel serius.. Beliin ya? Please.." Amel memasang puppy eyes.

"Enggak!"

Seketika wajah Amel berubah menjadi murung.

"Mama pelit ih. Mam itu berhubung promo, kalau enggak pasti harganya udah milyaran." Amel terus membujuk sang Mama.

"Terus?" Mama melirik Amel sekilas.

"Ya beliin Mel mobil itu, ya ya Ma?" Amel memeluk lengan sang Mama.

"Sekali enggak tetap enggak Amelia William.. Apa kau tidak mendengarkan ucapan Mama?"

"Ck! Mama bener pelit ih, pelit pelit pelit.." Amel beranjak dari duduknya.

"Kau mau kemana, nak?" Mama mendongak menatap Amelia.

"Mel mau pergi, mau minta beliin sama kakak." sahut Amel cuek dan langsung keluar dari rumah.

Mama menggeleng melihat kelakuan sang Putri, jika dirinya tidak memberikan apa yang Amel mau, maka Raymond atau sang Papa lah yang memberikan Amel segalanya. Kedua pria beda usia itu selalu saja mengabulkan apa yang Amel minta, karena Amel anak bungsu perempuan satu-satunya keluarga William.

**Raymond William

TBC

HAPPY READING

SEE YOU NEXT PART

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**

1
Juvie Ja
mengagumkn tahap kesabaran Reymond untuk meysa..waktu meysa sma calon ank mereka celaka Kiara lgsg ditampar tnpa mncari bukti atau pnjelasan tpi nyawa anknya dri rahim Kiara celaka ditgn meysa x tindakan cuma mulut yg lbh..heran sbnrnya Reymond ini benar2 cinta sma Kiara atau meysa kok meysa sekejam apapun x pernah ditampar atau jambak tpi Kiara sekali menyakiti meysa lgsg dipukul yah..segitu nya menjaga mantan pdhl sdh bbrpa Kali mnzalimi Kiara rayyan
Juvie Ja
kalo sma meysa x mau gegabah kalo Kiara lgsg ditampar tnpa babibu gitu??
Juvie Ja
kau x akn diapa2kn meysa jgn risau Reymond x mgkn menamparmu sptri Kiara...dia sgt mnjagamu
Eemlaspanohan Ohan
rasain tuh mamy nya jimi biar nyesel mantu idaman nya seperti itu
Eemlaspanohan Ohan
lanjut
Eemlaspanohan Ohan
ahsan biar Lumpuh seumur hidup
Eemlaspanohan Ohan
rasain
Eemlaspanohan Ohan
takut nya nanti Ray. melupakan kia
Eemlaspanohan Ohan
nyimak thor
fatih faa
Thor cerita amel ko gk muncul
fatih faa
lanjut thor
🖤: Siap, Kak...
Untuk menunggu kelanjutannya, baca novel berjudul : Aku [Bukan] Wanita Simpanan 😍
Masih baru 🤗
total 1 replies
Mardawiah
ceritanya seru
🖤: Alhamdulillah, Makasih mbak 😊
total 1 replies
Mardawiah
lanjut thor, ceritax seru
🖤: Maaf, Ka. Sambil menunggu mampir dulu ke novel baru Othor yuk 🤗🙏 Judulnya Hot Duda Milik Deana
total 3 replies
Kadek Bella
lanjut thoor
🖤: siap ka, sabar ya 🤗
total 1 replies
Kadek Bella
lanjut thoor,,,,tetap smangat
🖤: makasih Kaka 💜
total 1 replies
Yati Maryati
kamu lumpuh Meysa nikmati aja dasar orang jahat
Kadek Bella
lanjut thoor,,,,
🖤: Siap Kaka 🌺
total 1 replies
Kadek Bella
lanjut thoor,,,, perbanyak upnya dong
🖤: siap kaka, tar Othor usahakan ya 💜
total 1 replies
Kirana Servis Dan Aksesoris
gantengan iram
🖤: Banget kak, selera nya Othor itu 😂
total 1 replies
Yati Maryati
pertahankan pernikahanmu Kia jangan mau dimadu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!