NovelToon NovelToon
Life After Married

Life After Married

Status: tamat
Genre:Patahhati / Romantis / Single Mom / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:359.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dini ratna

Kehidupan setelah menikah pasti bahagia menurut sebagian orang karena adanya cinta. Namun, tidak dengan kenyataan yang justru akan banyak ujian dan juga konflik yang terjadi setelah menikah. Seperti Dinda, yang kehidupan rumah tangganya begitu menyedihkan. Rey, suami yang tak berguna karena tidak bisa di andalkan baik dalam materi atau perhatian Rey, yang hanya bisa memberikan uang sedikit untuk kebutuhannya juga anaknya. Saat di minta uang Rey, selalu bilang tidak punya hingga Dinda, harus meminjam uang pada teman dan tetangganya. Tidak hanya dalam masalah uang Rey, juga tidak perhatian pada Dinda, juga anaknya. Saat anaknya sakit dan Dinda, meminta uang untuk biaya rumah sakit Rey, hanya bilang 'Nanti ku telepon lagi' itu saja yang Rey, ucapkan tanpa rasa khawatir. Rey, suami yang tak berguna juga pelit tetapi Rey, berani royal pada wanita lain.
Bagaimanakah cara Dinda, menghadapi Rey, suami yang tak berguna? Konflik apa lagi yang terjadi pada rumah tangga mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 ( Kebohongan Rey )

Dinda, merasa bahagia hari ini. Rasa stresnya seketika hilang karena semalam Rey, mengajaknya makan malam di luar. Walau pun bukan di tempat mewah namun Dinda, sangat senang karena untuk pertamakalinya Rey, mengajaknya jalan-jalan setelah menikah.

Dinda, terus menatap uang pemberian dari Rey, semalam. Dinda, berpikir uang itu akan dia belikan untuk hadiah 2 th unniversary pernikahannya dengan Rey.  Yang bertepatan dengan hari ini. Karena semalam Dinda, menemukan sebuah kalung berlian di dalam saku jas Rey, yang berpikir jika Rey, sudah mempersiapkan kalung itu untuk hadiah unniversary untuknya. 

"Aku gak nyangka, diam-diam Mas Rey, sudah mempersiapkan hadiah untukku." Dinda, yang terus tersenyum. Membayangkan betapa indahnya kalung berlian itu. 

"Aku beli apa ya buat Mas Rey!" Dinda, berpikir sejenak lalu tersenyum setelah tahu apa yang akan di belinya untuk Rey. Dinda, pun memutuskan untuk membelikan sebuah arloji walau pun bukan arloji mewah namun masih bermerek. 

Setelahnya Dinda, kembali ke rumah untuk menghias arloji yang di belinya menjadi sebuah kado. Dinda, memasak aneka macam hidangan untuk makan malamnya nanti. Saat tengah memasak bel rumah berbunyi menandakan ada seorang tamu yang datang. 

Dinda, mematikan kompor lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.

"Mama?" ternyata Dinda, kedatangan mertuanya ibu dari Rey. 

"Dinda apa kabar sayang?" 

"Baik Ma, Mama sendiri apa kabar?" 

"Baik." Setelah saling sapa Dinda, mengajak mertuanya itu duduk di sofa. Arumi, mertuanya terus memperhatikan penampilan Dinda, dari atas ke bawah yang sangat kucel dan dekil. 

"Dinda, kamu tidak pernah dandan? Apa kamu tidak pernah membeli baju? Dekil dan lusuh. Jangan mentang sudah punya suami tidak merawat diri." Arumi sedikit mencibir. Dinda yang kesal pun menimpali. 

"Setelah menikah aku lebih mementingkan untuk Syena, dan keperluan lainnya. Apa lagi sekarang Mas Rey, harus bayar cicilan mobil dan juga bayar cicilan rumah." Arumi, mengernyitkan keningnya. 

"Kalian beli rumah lagi?" tanya Arumi, heran karena Rey, harus membayar cicilan rumah. 

"Bukannya sertifikat rumah Mama gadaikan? Jadi sekarang Mas Rey, harus membayar cicilannya. Dinda, harap Mama, bantuin Mas Rey, untuk tebus kembali sertifikat itu." Arumi, terhenyak matanya membulat sempurna ketika mendengar ucapan Dinda, tadi. 

"Ngapain Mama, gadaikan sertifikat rumah kalian, untuk apa?" 

"Tapi Rey, yang bilang Ma." 

"Sekarang kamu cari sertifikat rumah itu. Kalau ternyata ada berarti Rey, berbohong. Mama pulang dulu, datang kesini hanya untuk lihat Syena, saja." Arumi, berlalu pergi meninggalkan Dinda, yang termangu.

****

 Dinda, duduk termenung memikirkan perkataan Arumi, tadi. Keadaan rumah berantakan, Syena yang menangis di biarkan. Tatapan matanya begitu kosong satu tangannya menggenggam erat sebuah surat sertifikat, satu tangannya lagi mengepal dengan kuat apa lagi bola matanya yang mulai berembun saat ini. 

Malam sudah menunjukan pukul 23.00 Rey, belum juga kembali. Bahkan ucapan unniversary saja tidak dia ucapkan. Dinda, sudah sangat kesal dan menahan amarah nya yang akan meledak.

Suara pintu terbuka, Rey, yang baru pulang di kejutkan dengan keberadaan Dinda, yang duduk di ruang tamu. 

"Sayang kamu belum tidur?" tanya Rey, yang berjalan mendekati Dinda. Bukannya jawaban yang di dapat Rey, malah mendapat tatapan tajam dari Dinda, seraya melempar sebuah surat padanya. 

"Katakan! Cicilan rumah siapa yang kamu bayar?" Rey, mengambil surat sertifikat itu, wajahnya terlihat gugup, tubuhnya mulai gemetar. 

"Katakan Rey! Apa untuk wanita itu kau membelikan rumah untuknya?" 

"Apa maksudmu sayang aku tidak mengerti." 

"Seharusnya aku bertanya apa maksudnya ini." Dinda, menunjukan gawai miliknya yang memperlihatkan sebuah foto Rey, yang tengah bersama wanita lain. Yang membuat dadanya sesak adalah Rey, memberikan kalung yang ia temukan pada wanita itu. 

Dinda, mencoba melupakan masalahnya dan tidak ingin memikirkan ucapan mertuanya tentang sertifikat itu. Yang Dinda, inginkan hanyalah malam unniversarinya berjalan lancar. Dinda, sudah menyiapkan makan malam dan hadiah untuk Rey, tiba-tiba satu pesan whatsapp dari Karin, mengejutkannya. 

Rey, sedang bersama wanita lain dengan memberikan sebuah kalung pada wanita itu. Di sebuah resto ternama. Yang membuatnya sesak adalah beraninya Rey, berduaan dengan wanita lain saat di hari 

unniversarinya. 

"Dari mana kamu dapat foto itu?" Bodohnya Rey, malah bertanya seperti itu. Membuat amarah Dinda, semakin memuncak. 

Prang, 

Mata Rey, membulat sempurna kala perabotan rumah melayang di udara. Rey, mencoba menghindar saat Dinda, melempar barang-barang itu ke arahnya. Tidak peduli rusak atau pun pecah yang Dinda pedulikan saat ini adalah hatinya yang sudah hancur karena pengkhianatan suaminya. 

"Dinda, stop. Aku bisa jelaskan Dinda." 

"Jadi selama ini kamu selingkuh! Kamu tidak pernah memikirkanku sama sekali. Kamu berikan ku uang 5 juta, kamu bilang untuk mencicil sertifikat rumah yang di gadaikan tapi nyatanya kamu berikan uangmu itu pada wanita itu."

"Dinda sabar Dinda." 

"Sabar! Kamu bilang sabar! Apa belum cukup selama ini aku bersabar Rey. Aku meninggalkan karirku, duniaku, demi dirimu juga Syena, tidak peduli bajuku yang kucel, wajahku yang lusuh aku tak pernah peduli, yang ku pedulikan hanyalah kamu tapi apa yang kamu lakukan!" Dinda, meluapkan semua amarah dan emosinya. 

"Aku meminjam uang pada tetangga demi membeli susu Syena, tapi kamu malah memberikan uang itu untuk wanita lain. Dan hari ini tepat dua tahun pernikahan kita kamu malah berduaan dengan wanita itu, dan memberikanya sebuah kalung. Kamu rela memberikan barang mewah pada wanita itu sedangkan aku … meminta uang 200 ribu saja kamu tidak berikan." 

"Sayang sudah jangan marah-marah kalau kamu mau kalung nanti aku belikan." Mata Dinda, membulat sempurna. Bisa-bisanya Rey, mengatakan hal itu. Berpikir jika Dinda, marah hanya karena sebuah kalung, benar-benar Rey, bukan suami peka sama sekali tidak menyadari kesalahannya. 

"Dasar suami tak berguna tidak peka!" Bentak Dinda, yang berlalu pergi meninggalkan Rey. 

Brukk, 

Rey, terhenyak saat Dinda, membanting pintu kamarnya dengan keras. Rey, seperti orang linglung yang hanya bisa diam sambil melirik kesana kemari. Pelan-pelan Rey, memungut barang-barang yang berserakan di bawah lantai. 

****

Tangisan Syena, membangunkan tidur Rey. Rey, mengedarkan pandangan keadaan rumah masih tetap sama kacau dan berantakan. Rey, terbangun merubah posisi tubuhnya menjadi duduk. 

Brukk, 

Suara pintu kembali mengejutkannya. Rey, terbelalak saat melihat Dinda, keluar dari kamar. Menyeret sebuah koper, dan menggendong Syena.

"Dinda! Dinda, sayang kamu mau kemana?" Rey, berlari menghampiri Dinda, dan mencoba menahan kepergian Dinda, yang membawa kopernya. 

"Dinda, kamu mau kemana bawa koper segala?"

Dinda hanya melirik Rey, tajam.

"Aku akan pergi." 

"Pergi, pergi kemana? Dinda, masalah semalam bisa kita bicarakan kamu tidak perlu pergi seperti ini." Rey, terus menahan Dinda, agar tidak pergi. Dinda, pun merasa muak dan marah. 

"Cukup Rey!" Bentak Dinda, yang masih tersulut emosi. 

"Aku minta cerai." 

Deg, ucapan Dinda, mampu menyesakan hati Rey. Rey, diam termangu matanya membulat sempurna. Tidak terpikirkan oleh Rey, jika Dinda, akan meminta cerai darinya. 

"Dinda, kamu bilang cerai! Apa kamu tidak memikirkan Syena." 

"Apa selama ini kamu memikirkan Syena? Tidak, kan." Dinda menimpali. "Saat Syena, kehabisan susu saja kamu tidak peduli, saat Syena sakit apa kamu peduli? Jadi jangan pernah membawa-bawa Syena." 

"Oke, Dinda, aku salah aku minta maaf. Kita masih bisa membicarakan ini baik-baik tanpa harus bercerai." 

"Aku tidak mau punya suami yang tak berguna sepertimu." 

"Apa! Suami tak berguna kamu bilang. Selama ini kamu menganggap aku tak berguna." 

"Ya! Karena semua waktu, uang, kamu gunakan untuk wanita itu bukan untuku juga Syena." skak Dinda.

Kalung berlian itu masih terlintas di benaknya. Bisa di bayangkan betapa bahagianya Dinda, saat itu yang sudah penuh harap jika Rey, akan memberikan kalung itu untuknya. Namun, pemandangan yang menyayat hati, membuatnya terluka, membuat nafasnya begitu sesak. Saat melihat Rey, memberikan kalung itu untuk wanita lain.

...****...

Jangan lupa tinggalkan like, dan komentarnya ya. Berikan votenya juga hadiah dan bintangnya. Mohon dukungannya.

Salam author

Dini_Ra❤

1
Naufal hanifah
cerita nya bagus
Bundanya Pandu Pharamadina
bangkai di simpen lama² bau dan ketahuan
Bundanya Pandu Pharamadina
uang 5juta demi untuk menutupi perselingkuhan😭
Bundanya Pandu Pharamadina
suami gitu otaknya harus di palu
슈가
Biasa
nur baety
Cerita yang menginspirasi di kehidupan berumah tangga, ada cinta, ada pengorbanan, ada luka, ada tangis, ada tertawa semua komplit jadi satu.
Dari tokohnya juga sangat mengisnpirasi untuk tetap sabar dalam menjalani cobaan.
nur baety
suka banget /Smile//Smile//Smile/
Asri Hasyim
gimn nasib Reyhan?????????????kok ngak di lanjut........
🍻
kalau gak niat tulis novel gak usah nulis !!!!!!!!
Herta Siahaan
hehe hehe... Babang Rey dan mbak Angel tuh kan anak jd korban nafsu cinta kalian.... 3 orang anak Rey berserak.... jangan salahkan Rey aja donk angel tapi kamu paling fatal krna dari awal dah tahu Rey siapa... bahkan tahu Dian yg sempat jadi bos mu aja korban' dia ... masih jg mau dicelupkan ma milik Rey....😆😆😆 selamat menjawab pertanyaan anakmu
Herta Siahaan
eleh asli jijik thor ma Rey dan Angel... Dian dah merelakan Rey ma Velove dan Velove ma Rita dah mulai jalani hidup seadanya tapi masih jg menciptakan wanita bodoh Velove ke 2 yaitu Angel yg buta krna cinta. jadi tuk apa mereka berdua sok bersalah ... kan memang tujuan kalian ingin Velove gila dan Bian jd korban orang tua biadab kek kau Rey ... ingat Rey dah 2 anakmu korban nafsu mu
Herta Siahaan
jijik ma Angel... sama aja ma velove yg hnya merusak hidup sesama wanita... mang kalau cinta gitu ya ... dan Rey sukses bang ... berserak anakmu di 3 wanita... duh dah kek kucing aja
Herta Siahaan
Heran ya... dan salut ama author... wanita berkelas semua dan punya sekolahan dan jabatan sekretaris tapi jd korban Babang Rey yg hanya jabatan manager. Duh Angel .. sayang sekali perjuangan sekolah dan karirmu tapi berakhir jd pelakor jg. Miris thor kehidupan para wanita kau buat. selalu korban nafsu dan para lelaki sih pemenang nya bisa celup sana sini
Herta Siahaan
kenapa hnya velove dan Rita yg kena karma.. Rey jg donk.... dia dah janji pada Fras tapi masih jg celup sana sini.... Hebat Rey bisa cicipi 3 wanita 😆😆😆 mantap Thor.... Rey mah lelaki turunan Casanova kali
Herta Siahaan
waduh jd velove saudara donk ma Dinda... sungguh hebat mantan suami Dinda 😆😆
hijra yanti11
is greget aku ,masa rey nga dapat karma.
enak skli laki2 kyk gitu sllu main perempuan trus punya anak2 di mna,

bayakin cerita dinda sma willy dong thor
males cerita.rey mulu
Sosana Mandiangan
sebagai seorang suami seharusnya dia peka terhadap kehidupan kel kecilnya bukan sibuk dgn wanita sinpanannya
A R
lah mmg sengaja buat reyhan ketabrak??? gila aja, demi biar tau reyhan anak nya ato bkn. semoga angel tau
Desilia Chisfia Lina
buat keputusan yang adil dan jangan sampai menyakiti salah satu pihak rey saatnya kamu jadi ayah yang bijaksana
A R
saat itu angel sedang .....
Dini_Ra: Aduh, typo lagi. Makasih udah ngingetin langsung aku revisi.

Lope lope buat kamu ❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!