NovelToon NovelToon
Langkah Kaki Tengah Malam

Langkah Kaki Tengah Malam

Status: tamat
Genre:Horor / Indigo / Tamat
Popularitas:393.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Tari harus tinggal di asrama kampus.
Tapi saat itu dia adalah yang paling terkahir datang dan tak bisa memilih kamar.

201 adalah kamar tari, kamar yang paling dihindari oleh semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Siapa?

"Astaga," ucap Tari, dia menutup pintu kamarnya dengan cepat dan bersandar di balik pintu itu, menyentuh dadanya yang bergemuruh merasa takut.

Kamar mandi itu sudah tak ada penghuni selain dia sendiri, namun Tari merasakan ada sepasang mata yang mengawasi. Bahkan hawa dingin di dalam kamar mandi itu seolah mengalahkan dinginnya air yang mengguyur tubuhnya.

"Tidak, tidak, ini pasti hanya perasaan ku saja," yakin Tari, dia terus mensugesti dirinya sendiri dengan hal baik. Tak ingin tenggelam dalam ketakutannya sendiri.

Tari lantas dengan segera memakai baju, menyalakan musik dari ponselnya agar kamar ini tidak terlalu sepi.

Tari adalah mahasiswa tahun akhir, di tahun ini dia tengah menulis skripsi untuk menyelesaikan pendidikannya.

Malam itu setelah makan malam, Tari langsung berkutat di hadapan leptop miliknya.

Terlalu fokus mengerjakan skripsi membuatnya tak sadar jika waktu telah sampai di tengah malam.

Tiba-tiba lagu di ponsel Tari berhenti berputar, membuat gadis cantik ini menatap ponselnya sendiri dan coba menghidupkan kembali tapi ternyata daya ponsel itu telah habis.

"Yah, kok mati sih, perasan tadi masih 70 persen."

Mencari-cari charger namun Tari tak kunjung menemukannya, bahkan sampai membuka lemari baju juga tapi charger itu tetap tak bisa dia temukan.

"Aku pinjam Arum saja lah, semoga saja dia belum tidur."

Saat itu juga dia putusan untuk mendatangi kamar Arum, Tari keluar dengan santainya menuju kamar sang sahabat yang berada di sebelah. Kata Arum kamarnya 202, tepat disebelah kamarnya.

Tari langsung mengetuk, berulang kali dia ketuk namun tidak mendapatkan jawaban.

"Rum, ini aku Tari."

"Arum?" panggil Tari sekali lagi tapi tetap saja tidak ada yang menyahuti panggilannya.

Malah tiba-tiba dia merasakan ada hawa dingin yang menyapu tengkuknya dengan sangat lembut.

Haaa...Rambut panjangnya pun seperti tertiup angin.

Bulu kuduk Tari merinding. Seketika dengan cepat dia menoleh kebelakang dan tak menemukan apapun. Bahkan tak ada angin kencang yang datang.

Tari menatap sekeliling yang teramat sangat sepi. Semua kamar di lantai ini tertutup rapat, bahkan sebagian lampunya terlihat mati dari celah kecil fentilasi udara di atas pintu.

Tatapan Tari coba naik, melihat dari bawah sini lantai 3 yang juga suasananya sama, sepi.

Glek! seketika Tari menelan ludahnya dengan kasar. Dalam benaknya langsung terbayang jam yang tertera di layar leptopnya.

Tari ingat dengan jelas, dia melihat jam itu sebelum memeriksa ponselnya yang mati.

Saat ini waktu menunjukkam pukul 12 malam tepat.

Deg! seketika Tari terpaku. Kedua matanya bergerak tidak tenang. Seolah serba salah menatap ke sembarang arah. Seolah di setiap sudut lantai ini banyak hal yang tak ingin dia lihat.

Tari bahkan merasa di atas kepalanya ada yang menggantung dengan pergerakan pelan.

Ya Tuhan. Batin Tari. Dia ingin kembali ke dalam kamarnya sendiri, namun entah kenapa kedua kakinya terasa begitu berat untuk di gerakan. Seolah ada rantai besi yang mengikatnya.

Tari terus coba bergerak namun gagal, sampai akhirnya dia mendengar ada langkah kaki mendekat dari arah belakang.

Lalu suara itu hilang begitu saja, lalu muncul lagi dengan langkah yang lebih cepat.

"Siapa itu?!" pekik Tari, dia menoleh ke belakang dengan cepat dan lagi-lagi tak menemukan siapa pun.

Jantungnya tak tenang, nafasnya semakin memburu. Terlebih saat langkah kaki itu kembali menguasai pendengaran nya. Semakin cepat mendekat namun tak ada satu pun orang yang dia lihat.

Diantara ketakutan itu, Hanya pintu kamar Arum yang mampu dia gapai.

Tok tok tok!

"Arum! buka pintunya!!"

1
retno❤️
Akhirnya selesai jg baca semuanya... awalnya takut mau baca novel horor... tapi aku beraniin buat baca karena ini satu2nya novel Kak Lunoxs yg blm kubaca... ternyata memang serem tapi seru dan menegangkan... keren2 karya Kak Lunoxs ini... ditunggu karya2 barunya ya Kak... semangat dan sukses selalu 🙏🏻🤗🥰
Nur Bahagia
ohhh begitu toh alasannya
Nur Bahagia
yaelahh kalo mau ngosongin mah tinggal bilang aja ke pihak kampus.. ga perlu ngorbanin nyawa orang2 🤦‍♀️
Nur Bahagia
apa tari atau sisca ga bisa beribadah? kan kalo bisa ibadah, siapa tau hantu nya ga ganggu lagi
Nur Bahagia
haaa jugaa 🤭
Kustri
mencurigakan
Kustri
apa tari krg dekat dgn Tuhan'a
Kustri
mau'a apa seh mb hantu, koq ngikutin tari teros
tari, pindah kamar aja!
Kustri
jgn" arum sdh meninggal, tp pihak kampus blm dikabari
Kustri
bebacaan Ri
tp klu panik lupa smua👻
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Nah benar kan feeling qu
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Jangan2 ada persugihan dn bnyak memakan tumbal..
Aplgi saat tari bertemu bapak yg menyuruhnya nginap asrama.
Dn hantu bayangan putih itu jngan roh nya arum..diterkurung disana..
Rita Juwita
bagus thor ceritanya...
Sagitarius
Luar biasa
Sagitarius
sumpah dari tadi bacanyaaa takut bangeeet 🥹🤧
aliya
bagus....
Dari
alahuma bariklana.. 😭😭
andi hastutty
Wah akhirnya semua bahagia dan yg jahat tobat dan menyesal
andi hastutty
Nyawa anak orang tidak bersalah hampir melayang
andi hastutty
Syukurlah tari selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!