NovelToon NovelToon
Misteri Di Desa Tertinggal (1st & 2nd G)

Misteri Di Desa Tertinggal (1st & 2nd G)

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Petualangan / Tamat / Sudah Terbit / Eksplorasi-misteri dan gaib / Mata Batin / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Hantu
Popularitas:28.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: kiya cahya

Key, gadis kota yang terpaksa pindah ke kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan ayahnya. Hal itu disebabkan karena kebangkrutan, yang sedang menimpa bisnis keluarga.

Misteri demi misteri mulai bermunculan di sana. Termasuk kemampuannya yang mulai terasah ketika bertemu makhluk tak kasat mata. Bahkan rasa penasaran selalu membuatnya ingin membantu mereka. Terutama misteri tentang wanita berkebaya putih, yang ternyata berhubungan dengan masa lalu ayahnya.

Akankah dia bisa bertahan di desa tertinggal, yang jauh dari kehidupan dia sebelumnya? Dan apakah dia sanggup memecahkan misterinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiya cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan Dengan Teman Baru

"Mamaaaa.....!"

Ada ular yang tiba-tiba ada di depanku. Ular itu diam, sambil menjulurkan lidah panjangnya.

"Kenapa, Nak?"

"Ii..iituu, ada ular," jawabku yang masih mematung tidak berani bergerak.

Mama segera berlari keluar, dan kembali dengan membawa tongkat panjang.

Sambil berucap, "Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami'ul 'alim."

Diteruskan mengucap artinya, sambil mengangkat tubuh ular itu dengan tongkat, "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

"Aamiin," jawabku sambil ikut mengangkat tangan dan mengusapkannya ke wajah.

Mama memang termasuk perempuan mandiri. Selagi bisa dikerjakan sendiri, beliau tidak pernah mau mengandalkan orang lain. Beliau termasuk orang taat agama dan pantang menyerah. Itulah yang membuatku mengidolakannya. Tapi aku masih sangat jauh untuk belajar mengikuti jejaknya.

****

Hari ini sungguh melelahkan bagi kami. Dan aku lebih memilih untuk segera merebahkan tubuh ini, meskipun belum terlalu malam sekali. Bersama Mia di sebelahku, dengan mengangkat selimut tebalku.

Baru sebentar merasa terlelap, samar-samar kudengar suara tangisan. Tetapi mata tidak bisa terbuka untuk melihatnya. Badanpun juga semakin susah untuk bergerak.

Saat ku paksa untuk melompat dari tempat tidur, aku merasa sudah bisa bangun dan berdiri. Tetapi ketika melihat kebelakang, aku melihat tubuhku yang masih tertidur di samping Mia.

"Haii, Cantik. Siapa namamu?" tanya seorang anak perempuan sebayaku.

Aku terperajat, karena tiba-tiba anak itu muncul di sebelah kananku. Anak perempuan yang cantik meskipun terlihat sangat pucat, dengan kulit putih bersih dan rambut pirang seperti anak bangsawan Eropa.

"Sii...siapaa kamu?" tanyaku kembali.

"Kenalkan, nama saya Isabela. Panggil saja Bela."

"Lalu, apa yang kamu lakukan di sini?"

"Saya sudah menempati rumah ini, sebelum leluhur kalian tinggal di sini. Dulu, orangtuaku yang memberikan tanah ini untuk buyutmu, sebagai rasa terimakasih atas pengabdiannya merawatku."

"Lalu, kenapa sekarang masih ada di sini? Tinggal di rumah ini?" rasa penasaranku mulai meninggi.

"Saya dikuburkan di halaman belakang rumah ini. Dan ketika orangtuaku harus kembali ke negara asalnya, nenek buyutmulah yang menjaga dan merawat makam. Tetapi, ketika sudah ditempati keturunan selanjutnya, keluargamu sudah tidak peduli dengan saya lagi. Membiarkan tanda makam hilang terkikis air hujan. Hiks...hiksss...huwaaaaa!" tangisnya mulai pecah.

"Ehh, ishh..ishh...cup...cup. Terus maumu sekarang apa?"

"Saya kesepian, tidak pernah ada teman. Maukah kamu menjadi teman saya? Saya akan berusaha menjagamu."

"Terimakasih atas tawaranmu untuk menjagaku. Tapi kata mama, sebaik-baiknya penjaga manusia hanyalah Allah sebagai Tuhanku. Tapi klo kamu kesepian, kamu boleh menemuiku hanya sebagai teman saja. Tidak lebih dari itu."

"Baiklah, jadi tetap biarkanlah saya berada di rumah ini. Rumah kenangan bersama orangtuaku," ucapnya beberapa saat sebelum menghilang entah kemana.

Di saat yang bersamaan, kedipan mataku membuat tubuhku sudah bisa digerakkan lagi. Aku bisa membuka mata dan merasakan tubuhku yang sebenarnya. Yang sedang berada di sebelah Mia.

Nafasku masih terasa ngos-ngosan, seperti habis lari mengelilingi lapangan bola. Aku mencari keberadaan Bella, tapi sepertinya dia sudah tidak ada di kamar ini. Mungkinkah aku cuma bermimpi? Apakah mimpi hanya sebagai bunga tidur? Tetapi, kenapa seperti nyata sekali?

Banyak pertanyaan yang ada dipikiranku, saat ku lihat jam dinding masih menunjukkan pukul 2 dini hari. Namun mata ini jadi susah untuk terpejam lagi. Ku coba berbalik badan membelakangi Mia, namun tiba-tiba terlihat sekelebat bayangan putih seperti berlari menembus pintu kamarku. Aku mulai waspada, apakah itu Bela? Atau mungkin perempuan berkebaya putih?

1
Ronati Pertiwi
lanjut
Ronati Pertiwi
seru lanjut thor
Ronati Pertiwi
kasihan ya gadis cantik diculik
Ronati Pertiwi
seru
Ronati Pertiwi
semilir angin
Ronati Pertiwi
wah makin seru
Ronati Pertiwi
lanjut thor seru
Ronati Pertiwi
m
Ronati Pertiwi
lanjut thor
Ronati Pertiwi
seram
Ronati Pertiwi
lanjut .
Ronati Pertiwi
lanjut sedih ya
Ronati Pertiwi
lanjut seru
Ronati Pertiwi
lanjut
gedang Sewu
lanjuuutttt
Ulfayanty Syamsu Rajalia
si ais terlalu banyak bertanya
Ulfayanty Syamsu Rajalia
sdh ceroboh nekat lgi
Ulfayanty Syamsu Rajalia
si ais in gk bisa baca ayat ya
Ulfayanty Syamsu Rajalia
si ais jg terlalu gimana gtu ya
gedang Sewu
oo bgtu to ceritanya bahu lawean aku baru tau,terima kasih ya thor sdh di jelaskan lewat cerita ini...👍👍💖💖💖💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!