NovelToon NovelToon
Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Tamat
Popularitas:203.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reo Ruari Onsiwasi

Persaingan dunia bisnis yang digeluti oleh kakeknya membuatnya diculik dan dibuang ke laut. Namun ia selamat berkat pertolongan dari penduduk yang tinggal di sebuah pulau.

Hilangnya Cresen ternyata membuat masalah baru bagi penculiknya. Pasalnya ditubuh Cresen ditanamkan alat peledak yang mampu menghancurkan dunia. Dan peledak itu akan meledak jika ketujuh jantung palsu yang dicangkokkan ke tubuh Cresen rusak.

Sementara Cresen yang tidak mengetahui hal itu kini terperangkap di sebuah pulau yang tidak ada di peta dunia. Mampukah ia bertahan hidup di sana? Ataukah ia akan jadi santapan para penduduk di pulau itu seperti film kanibal yang pernah ia tonton?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reo Ruari Onsiwasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelahiran

"Baiklah kalau begitu, aku akan segera ke sana."

Pembawa kabar keluar dari ruangan itu diikuti oleh Kepala Suku yang bernama Oryza Sativa. Cresen di taruh ke sebuah tempat yang terbuat dari rotan. Benda itu memiliki tali agar bisa dipikul. Cresen dibawa dengan benda itu. Mereka menuju suatu tempat yang luas.

Ada banyak api unggun yang membentuk lingkaran. Jumlahnya tujuh api unggun. Cresen mulai waspada. Ketika hendak dikeluarkan dari keranjang rotan, ia memegangi keranjang rotan kuat-kuat. Ia tidak mau melepaskan tangannya dan menahan tubuhnya di dalam keranjang tersebut.

"Lihat anak ini! Dia lucu sekali kan?" ujar Oryza Sativa.

Orang-orang yang ada di situ tertawa. Wajah Cresen menjadi pucat.

"Kali ini aku benar-benar tamat!" batin Cresen.

Melihat perubahan wajah Cresen, Oryza melepaskannya dan membiarkannya di dalam keranjang selama yang ia mau.

"Kepala suku, wanita itu sudah berada di dalam sumur," ujar seorang wanita yang tadi memandikan Cresen.

Ia mengintip Cresen dari celah lengan Kepala Suku. Lalu ia mendekati Cresen dan mencolek pipinya. Cresen menarik wajahnya. Ia tidak suka disentuh oleh mereka. Begitu juga dengan wanita itu.

Kepala Suku dan wanita itu pergi ke sebuah tempat. Di tempat itu seorang wanita duduk di atas batu yang berada di dalam sumur. Air sumur mengeluarkan uap. Namun sepertinya wanita itu tidak merasa kepanasan. Sehingga ia tidak mencoba keluar.

Kepala Suku ikut masuk ke dalam air. Memeriksa bagian tubuh wanita itu yang terendam air. Lalu memberi aba-aba pada wanita yang memandikan Cresen. Membaca mantra dan wanita yang berendam di dalam sumur itu mengigit sebatang rotan. Menahan rasa sakit, saat sesuatu yang bernyawa keluar dari bagian tubuhnya yang terendam air.

Seorang bayi perempuan lahir setelah perjuangan yang menguras tenaga itu. Bayi itu berukuran kecil seperti bayi normal di tempat kelahiran Cresen. Tapi beberapa detik kemudian ia tumbuh dengan cepat.

Ukuran tubuhnya berubah setiap detiknya. Air sumur mulai surut. Dan setelah air itu kering sepenuhnya, bayi itu telah menjadi seorang gadis. Meski ukuran tubuhnya berubah namun rambutnya tidak tumbuh setara dengan tubuhnya. Rambutnya sangat pendek. Sama seperti rambut Cresen dan orang-orang yang dikurung di sebuah kurungan kayu.

Gadis itu berbaring di dasar air sumur yang kering. Kepala Suku mengambilnya. Lalu memberikannya pada wanita yang melahirkan gadis itu. Ia membuka matanya saat wanita yang melahirkannya menyentuh pipinya.

Kepala suku dan wanita yang memandikan Cresen tersenyum senang.

"Akhirnya setelah 1200 purnama ada kelahiran bayi di tengah kita dalam jumlah yang banyak," ujar Oryza Sativa.

"Iya, anda benar," ujar wanita yang memandikan Cresen.

"Siapa nama yang akan kamu berikan padanya?" tanya Oryza Sativa.

"Aku akan memberinya nama Mangifera Indica!" ujar wanita yang baru melahirkan itu penuh semangat.

Gadis itu dibalut dengan kulit macan tutul. Dan di bawa ke tempat api unggun yang menyala. Ia di letakkan di atas tumpukan kayu yang dialasi dengan daun-daunan. Tujuannya agar anak yang baru lahir itu merasa hangat. Karena kulitnya masih terlalu tipis.

Cresen melihat anak yang baru lahir tersebut. Ia merasa kasihan padanya. Sebab anak yang baru lahir itu hanya terkulai lemah tidak berdaya. Saat semua orang di sekitar api unggun melakukan gerakan yang tidak teratur dan menghentak-hentakkan kaki mereka yang tidak memakai alas kaki.

Dan setelah gerakan yang menurut Cresen mirip orang kesurupan itu berhenti. Anak yang baru lahir itu dibawa ke tempat ia berada. Dan tempat pembaringan anak itu kini dibakar.

Semua kayu api unggun yang melingkari tempat pembaringan anak yang baru lahir itu ditarik dan di pindahkan. Menjadi satu dengan kayu-kayu tempat pembaringan anak tadi. Hingga membuat api unggun yang lebih besar.

Kepala suku duduk di singgasananya, lalu Cresen diletakkan bersama keranjangnya di antara orang yang dikurung dengannya tadi. Saat melihat Cresen wanita yang menggigit telinga Cresen mendekatinya. Tapi sebelum ia dapat menyentuh Cresen yang bersembunyi di dalam keranjangnya, Kepala Suku menyuruh seseorang untuk membawa Cresen ke singgasananya.

Lalu seorang pria datang dengan memikul seekor buaya yang sudah tidak bernyawa. Dan sudah dikuliti. Lalu meletakkannya di atas tumpukan daun. Orang-orang yang ada di situ segera membagi-bagi bagian tubuh buaya itu. Lalu menusukkannya di sebuah ranting. Dan memanggangnya di atas bara api.

Setelah merasa daging buaya itu sudah masak semuanya. Bara api di geser dan tampaklah tumpukan abu. Dan dibawah tumpukan abu ada daun-daun yang masih hijau, meski bagian yang paling atas sudah terbakar sebagian.

Daun-daun yang masih hijau disingkirkar dan tampaklah umbi-umbian mengeluarkan asap. Karena panas api dan bara yang menyala di atasnya. Umbi-umbian itu diambil dan dipindahkan ke daun yang baru. Begitu pula daging yang sudah dipanggang.

Maka daging buaya dan umbi-umbian itu diberikan pertama kalinya pada Kepala Suku. Lalu dibagikan pada yang lainnya. Cresen juga dapat bagian. Yang diletakkan di luar keranjangnya. Karena ia langsung bersembunyi tiap kali melihat ada yang mendekat.

Daging itu dimakan oleh Kepala Suku di hadapan semua orang. Sebagai tanda kalau sudah boleh makan. Dan akhirnya yang lain juga ikut makan.

Kepala Suku memberikan potongan daging yang besar pada Cresen. Tapi Cresen malah kembali bersembunyi di dalam keranjangnya. Kepala suku tertawa melihat tingkahnya. Lalu melanjutkan santapannya. Dia makan banyak daging. Dan hanya sedikit makan umbi-umbian yang menjadi bagiannya.

Acara selanjutnya orang-orang yang ada disitu mengunyah daun-daun yang sama. Dengan dibubuhi beberapa bahan di atasnya. Yang akhirnya membuat gigi hitam mereka menjadi merah kehitaman.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepala Suku. Sambil mengamati keranjang Cresen. Seseorang mendekatinya. Mengambil sisa makanan yang belum disentuh oleh Cresen.

"Dia belum makan, biarkan saja dulu di situ!" ujar Oryza Sativa.

"Baiklah kalau begitu. Apakah anda tidak bergabung dengan yang lainnya. Mereka mengatakan akan menari bersama. Dan ingin agar anda ikut bergabung," ujar orang itu.

"Tentu saja, aku juga akan bergabung dengan kalian," kata Oryza Sativa.

Orang itu dan Oryza Sativa mendekati perkumpulan. Lalu beberapa dari mereka memukul bambu, kayu, batu dan yang bisa mengeluarkan bunyi secara tidak teratur. Lalu yang lainnya akan bergerak sesuai dengan irama yang ditangkap oleh indra pendengaran mereka.

Mereka tampak bersenang-senang dengan irama yang mirip seperti orang sedang berperang serta gerakan yang mirip orang kerasukan. Sehingga tidak ada yang memperhatikan kalau Cresen mengintip dari celah keranjangnya. Lalu menjulurkan tangannya dan mengambil umbi-umbian yang terletak di samping keranjangnya.

Tapi sebelum ia memakannya, ia merasa ada bayangan seseorang yang mendekat padanya. Perasaannya mengatakan kalau ia dalam bahaya.

Bersambung...

1
Arinda Fira
nasip cresen ditarik-tarik
Arinda Fira
pulau tempat mafia
Arinda Fira
kasihan kepala suku
Arinda Fira
cenayang pasrah
Arinda Fira
untung cresen ga jadi dibakar
Arinda Fira
jantung cresen pecah
Arinda Fira
oriza sativa hebat👍
akbr
𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘯𝘪𝘩 𝘨𝘢𝘳𝘢2 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 😅
akbr
𝘣𝘦𝘭𝘰𝘮 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘵𝘪 😭😭😭 𝘬𝘰𝘬 𝘥𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘣𝘯𝘨𝘵 𝘺𝘢𝘢𝘢
Lusia
kira-kira, cresen sedang beruntung atau lagi sial nih?
Dewi Nurlela
sicresen umur brp sich thor
Dilen: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Diah Susanti
kayak keponakan aku yang lagi dibedong
Andre Oetomo
mantab
Break Limited
min ini tema nya apa yak
El_Ni.Mar
next
@🌹 Sekar Rinjani🌴✨
apa efeknya?
@🌹 Sekar Rinjani🌴✨
wah.. dia jd super hero
@🌹 Sekar Rinjani🌴✨
wah hebat
Mei
Opaaaaaa
kapan ada novel baruuuu??
Alriani Hespiapi
saya mampit thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!