NovelToon NovelToon
Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:218.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewiluna

HIATUS

"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."

Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?

Season 1 sudah tamat.

Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.


Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.

"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Bunda

"Siniin hape kalian!" Luna merebut hape adiknya satu-persatu. Memeriksa galeri adik-adiknya itu. Mencoba menenangkan diri dan berusaha percaya bahwa adiknya tidak seperti itu.

"Apa ini?" Tangan Luna bergetar saat menemukan foto El di handphone Arga.

"Foto kak," Arga mencoba pura-pura tidak tau.

"Foto siapa??" Luna memekik kesal.

"Foto orang di jalan. Tadi lewat, jadi aku foto aja."

"MASIH GA MAU NGAKU??!" Luna sudah berteriak marah. Dia kecewa. Sangat. Padahal baru saja mereka minta maaf, tapi semuanya nyatanya omong kosong.

"KALIAN JUGA!" Luna membentak Arka dan Arsya. "Kalian juga barengan Arga, kan?"

Arka dan Arsya saling tatap. "KALIAN BUKANNYA CEGAH MALAH BANTUIN, YA KAN??!"

"Maaf kak," Arsya mengaku duluan. Dia ga tega lihat Luna yang marah tapi malah seperti ingin menangis.

"Luna!" Bunda muncul dari balik pintu kamar Arga.

"Malem-malem teriak begitu, kamu ga malu sama tetangga?!" Bunda membentak kemudian mendorong Luna ke sisi. Bunda menghampiri Arga, Arka dan Arsya yang duduk menunduk di tepi ranjang.

"Itu Bun," akhirnya Luna memutuskan untuk mengadu. "Mereka ngancem temen aku, terus---

"Teman kamu baik-baik aja kan?" Bunda langsung menyela.

"Ya baik-baik aja sih, Bun, tapi---

"Ya udah kalau baik-baik aja, kenapa kamu heboh banget sih." Bunda duduk di antara ketiga anak laki-laki nya.

"Tapi mereka keterlaluan Bun, mereka ngancem temen aku sampai ngerusak--

"Ya udah, itu kan temen kamu. Kamu minta maaf aja, beres kan." Bunda menatap tidak suka pada Luna. "Kamu itu kan kakaknya, bukannya belain adik kamu malah belain temen kamu. Temen kamu memang lebih penting?! Kamu emang ga pernah sayang sama adik kamu!"

Tuduhan Bunda telak menusuk hati Luna.

"Bun," Arga menggoyangkan lengan Bunda meminta Bunda berhenti.

"Udah malam, sana kamu masuk kamar kamu!"

Luna menggigit bibir dan segera pergi masuk kamarnya.

Luna mengunci pintu kamar dan bersandar pasrah pada pintu berwarna putih itu.

Mau kejadiannya apa pun, Bunda gak perduli kan?

Mau aku bilang apa pun, ga penting buat Bunda, kan?

Tetap aja semuanya salah aku, ya kan, Bun?

Apa Luna sebuah kesalahan buat Bunda?

Air mata Luna pun menetes keluar. Ia terduduk memeluk dirinya sendiri. Menyandarkan kepalanya di kedua lututnya dan menangis sepuasnya disana.

***

Keesokan harinya Luna bangun dengan mata sembab dan kepalanya pusing. Hari ini akhir pekan, sekolah libur. Luna bersyukur dia tidak perlu masuk sekolah dengan penampilannya begitu.

"Lun, bantuin Bunda beresin makanan." ucap Bunda saat melihat Luna baru saja keluar kamarnya pagi itu.

"Iya, Bun." Luna menghampiri Bunda di meja makan dan ikut merapikan makanan yang kemudian disimpan di kotak makan.

"Nanti Bunda mau pergi piknik sampai sore. Kamu di rumah aja, cuci baju ya."

Tanpa menunggu jawaban Luna, Bunda langsung menuju kamar Arga.

"Bangun, bangun! Cepet mandi, kita mau berangkat piknik sama teman arisan Bunda!"

Luna memilih masuk ke kamar daripada harus mendengarkan kalimat yang lebih menyakiti hatinya.

Tak berapa lama Ayah berteriak "Luna ga mau ikut piknik?"

"Enggak Yah, Luna belajar di rumah aja!" Luna membalas dari balik pintu. Tanpa membukanya.

Setelah yakin semua orang di rumahnya sudah keluar, Luna membuka kunci kamarnya dan duduk di meja makan.

Luna mengambil sendok dan memukulkannya berkali-kali ke meja.

Aku tuh ga diajak, Yah...

Ayah tau ga? Aku merasa kalau aku anak pungut...

Luna terus memukulkan sendoknya. Dia berharap sendoknya tidak bengkok sebelum amarahnya reda.

Bersambung...

EPILOG

El masih menatap telepon genggamnya dengan setia menunggu balasan pesan dari Luna. Berharap ia tak dilupakan.

Kok kamu ga bales-bales, Lun?!

1
Devi Ratna Sari
😂😂😂😂😂😂
Devi Ratna Sari
Membangongkan 🤣🤣🤣
👊🅼🅳💫
udh nugu seAbad gk crazy up jugs 😭😭😭 kpn lnjut lagi nihh....
Sinta Vidia
q padamu thor 💋💋💋
Sinta Vidia
karyamu keren thor q ketwa terus 👍👍👍👍👍👍
Dhina ♑
Luna, aku ingin mengatakan sesuatu
Linda Lindha
kak el 😍kangen banget
Yulia Aurel Alvaro
sekian lamanya akhirnya up juga 😘
Yulia Aurel Alvaro
kapan up Thor?
👊🅼🅳💫
seruuu thor, tiap hr g sabar nugu next eps nya😊😊😊👍
👊🅼🅳💫
luna g th perjuangan el buat bahagiain dia😣😣😣
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
👊🅼🅳💫
kpn luna bahagia seutuhnya, thor. tidak ckp kah dia khilangan org2 terkasih, nyesekkk😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
blm jg jelasin alasanya main putus tlp aj....
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒
👊🅼🅳💫
ayo ambil,lun.kesempatan g dtg 2x...sma untuk masa dpn mu
👊🅼🅳💫
kenapa pd pergi semuaaa... tegaaaa amaat yaa😭😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
emak durjana kena batunya 😒😒😒
👊🅼🅳💫
Luna mo pensiun jd kakak 😂😂😂
👊🅼🅳💫
ternyata udh jodoh dr lahir
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Waahh jadi pen ikut mojok ini cerita nya maah
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Sa ae.. Krupuk kulit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!