Alex Zenifer adalah seorang ketua gengster White Tiger yang dikenal dengan julukan raja dari para gengster.
Alex berhenti menjadi ketua gengster White Tiger karena ibunya meminta dia untuk berjanji padanya.
Perjanjian yang harus diwujudkan oleh Alex adalah melanjutkan sekolah di akademi elite untuk menjadi orang yang baik.
Di Akademi Alex tidak sengaja bertemu dengan lima gadis kembar.
Alex selalu fokus dalam belajar karena ingin mewujudkan janji yang tertanam pada jiwa dan pikirannya.
Orang tua dari ke lima gadis kembar adalah teman baik ayah dan ibu Alex sebelum mereka berdua meninggal.
Alex diminta untuk mengajari mereka berlima sekaligus juga melindungi mereka semua dari bahaya, karena kedua orang tua dari lima gadis kembar mengetahui Alex adalah ketua gengster terkuat di indonesia.
Apakah Alex bisa mengubah semua sifatnya?
Apakah Alex bisa mengajari dan melindungi mereka berlima?
Apakah Alex bisa merasakan cinta dari lima gadis tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#20 Pertarungan Yang Disiarkan Secara Langsung
...*Besok Libur untuk update 🙏*...
...*Selamat Membaca*...
Hanya satu perintah dari Alex dengan memakai identitas sebagai ketua gangster White Tiger, Shalim dan Aqila langsung melakukan apa yang diperintahkan olehnya. Untuk menghemat waktu, Shalim langsung menghubungi beberapa perusahaan yang selalu mengawasi kamera pengawas di wilayah selatan, terutama yang di dekat taman bermain.
Di dalam pembicaraannya, Shalim meminta pada semua orang untuk memperhatikan siapa saja yang keluar ataupun masuk di taman bermain tersebut, dan dia juga mengatakan kalau hal ini diminta secara langsung oleh tuan muda Alex.
Mendengar perkataan seperti itu, semua manager yang menangani kamera pengawas menyuruh bawahannya untuk memutar ulang kembali kamera yang berada di taman bermain, dan melihat apakah ada sesuatu yang sangat mencurigakan baik di dalam ataupun di luar taman bermain.
Setelah selesai menghubungi orang-orang tersebut, Aqila meminta Shalim untuk menghubungi 3 pemimpin di wilayah Jawa Barat secara bersamaan. Dengan spontan Shalim langsung menghubungi mereka dan dalam beberapa detik semuanya sudah terhubung.
"Yo, sudah lama sejak terakhir kali kamu menghubungi kami Aqila." jawab Rifan pemimpin dari wilayah barat.
"Ehh, kukira Aqila hanya menghubungiku saja, ternyata kita dihubungkan bersama." jawab Fadil pemimpin dari wilayah timur.
"Ya, aku kira juga seperti itu. Tapi, meskipun begitu hampir 1 tahun kami tidak melakukan apa-apa, karena kondisi sekarang lebih baik dibandingkan dulu. Hahaha..." jawab Reza pemimpin dari wilayah utara. "Oh ya, bila kamu menghubungi kami bertiga, berarti ada sesuatu yang harus dikerjakan. Apakah aku benar?" lanjutnya dengan menduga.
"Benar, aku menghubungi kalian atas perintah dari tuan muda." jawab Aqila dengan singkat.
Seketika pemimpin dari 3 wilayah sangat terkejut, setelah mendengar kalau yang memberikan perintah adalah Alex sang ketua gangster White Tiger.
"Apakah ketua akan kembali lagi untuk memimpin gangster ini?" tanya Rifan dengan harap kalau Alex bisa kembali menjadi ketua.
"Aku tidak tahu mengenai hal itu. Namun yang jelas, tuan muda meminta kalian untuk segera datang ke wilayah selatan, karena seseorang telah berani membuatnya marah." jawab Aqila dengan memberikan sedikit penjelasan.
"Meski aku tidak tahu lebih jelasnya, sepintas aku merasa merinding bila mendengar lagi kata-kata seperti itu." ucap Fadil dengan memikirkan kemarahan Alex pada masa lalu.
"Entah siapapun itu, sudah dipastikan dia akan menyesal. Kalau begitu kami akan berangkat sekarang dan membawa 10 ribu bawahanku." ucap Reza dengan penuh semangat.
"Ya, masing-masing dari kita harus membawa 10 ribu orang, supaya mereka tahu kalau ketua bukanlah orang yang harus di singgung." sambung Rifan.
"Baiklah, secepatnya segera datang kesini." pinta Aqila pada ketiga pemimpin wilayah.
Disaat bersamaan, 3 pemimpin tersebut mengumpulkan bawahannya serta puluhan kendaraan untuk segera pergi menuju wilayah selatan. Demi kelancaran dalam perjalanannya, mereka meminta bantuan pada pihak kepolisian untuk mengawal perjalanannya, supaya bisa menerobos lampu merah dan terhindar dari kemacetan.
Tanpa berpikir panjang, pihak kepolisian di masing-masing wilayah bersedia membantu ketiga pemimpin tersebut, karena di waktu dulu gangster White Tiger sangat berjasa dan diberi penghargaan oleh pemimpin negara tanpa diketahui oleh Alex sang ketua gangster tersebut.
Disisi lain...
Alex yang baru saja pergi dari taman bermain, secara tiba-tiba dia di cegat oleh beberapa orang yang tiada lain adalah Dimas beserta 50 bawahannya. Sepintas Alex menyadari akan kedatangan mereka, namun dia tidak memperdulikannya karena pencarian Olivia adalah prioritas utama.
"Akhirnya, aku menemukanmu bocah sialan!" ucap Dimas dengan berkata kasar.
Alex hanya terdiam dan dia terus berjalan tanpa menanggapi perkataan orang yang berada hadapannya. Hal ini tentu saja membuat Dimas sangat kesal, sehingga dia memegang bahu Alex untuk membuatnya berhenti.
"Sombong sekali kau bocah, apakah kau tidak mempunyai telinga hah?" tanya Dimas sambil memegang bahu Alex dengan cengkraman kuat.
"Aku tidak punya waktu melayani kalian, lebih baik kita lakukan di lain waktu saja." jawab Alex sambil menatap Dimas dengan sorotan mata yang tajam.
"Dasar bocah kurang ajar, berani sekali kau menayapku dengan tatapan seperti itu." ucap Dimas dengan nada tinggi.
"Sudah kubilang, aku tidak punya waktu untuk melayani kalian." jawab Alex sambil mencengkram tangan Dimas yang menempel pada bahunya dengan sangat kuat.
"Kraaakkk"
Seketika, Dimas melepaskan tangannya pada bahu Alex, karena dia merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa dan seakan-akan tulang jari-jarinya akan patah bila terus berada dalam cengkramannya.
"Woy, kenapa kalian diam saja, cepat hajar dia sampai tidak bisa berdiri lagi!" ucap Dimas dengan memberikan perintah pada bawahannya.
"Dasar kau bocah, rasakanlah..." teriak salah satu bawahannya, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena Alex sudah melesatkan pukulannya terlebih dahulu.
"Buuukkkk"
Pukulan keras yang mengarah pada dagu orang tersebut, membuat dirinya tidak sadarkan diri dan terjatuh tepat di hadapannya. Melihat hal itu ketiga rekan yang lainnya ikut menyerang Alex secara bersamaan. Akan tetapi, mereka terjatuh dalam satu pukulan yang dilesatkan oleh Alex.
"Hanya 1 pukulan mereka berempat langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri." ucap salah satu bawahan Dimas yang lain.
"Jangan banyak berpikir, kepung dia dan serang lagi tanpa henti!" pinta Dimas dengan bersikeras untuk memberi pelajaran pada Alex.
Ke 46 bawahannya langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Dimas. Mereka semua mengepung Alex dan mulai menyerangnya secara bersama-sama, tanpa memperdulikan kalau mereka bertarung di tempat umum yang terlihat oleh masyarakat.
Beberapa pukulan dilesatkan pada Alex, namun dengan mudahnya dia menghindari setiap serangan tersebut, dan membalasnya hanya dengan satu pukulan yang mengarah tepat pada kelemahan manusia.
"Buuukkkk... Buuukkkk... Buuukkkk..."
Pertarungan yang berada di tempat umum tersebut, menjadi pusat perhatian masyarakat dan salah satu dari mereka merekam kejadian yang berada tidak jauh di lokasi taman bermain, lalu secara langsung disiarkan pada media sosial.
Baru 3 menit orang itu menayangkan siaran langsung pada media sosial, penontonnya sudah mencapai 200 ribu orang. Di dalam komentar banyak yang mengira itu adalah settingan, namun pemilik yang merekamnya menjelaskan kalau kejadian itu bukanlah rekayasa, bahkan dia juga memperlihatkan kalau tidak ada sutradara ataupun kameramen yang berada di tempat tersebut.
Hal ini tentu saja membuat para penonton percaya akan kejadian tersebut bukanlah disengaja. Dan pada waktu yang bersamaan, ketika Aurela membuka salah satu aplikasi media sosial, dia tidak sengaja mendapatkan pemberitahuan mengenai seseorang yang sedang menghadapi puluhan orang dan mengalahkannya hanya dengan 1 pukulan. Karena sangat penasaran, Aurela mengklik tautan tersebut dan tidak menyangka kalau orang yang melakukannya itu adalah Alex.
"Hey kalian, coba lihatlah ini!" pinta Aurela pada saudari lainnya.
"Memangnya apa yang sedang kamu lihat?" tanya Shyntia sambil melihat HP milik Aurela, lalu di ikuti oleh saudari lainnya.
"Aku kira apa, ternyata sebuah keributan yang terjadi disekitar sini." ucap Flora dengan berhenti melihat siaran langsung tersebut.
"Iya benar, tapi lihatlah siapa yang sedang melakukan hal ini!" pinta Aurela untuk memperhatikan siapa yang sedang bertarung.
Setelah saudari lainnya memperhatikan siaran langsung tersebut lebih lama, ternyata orang yang sedang bertarung itu adalah Alex.
"Bukankah itu Alex!?" ucap Emilia dengan tidak percaya.
"Ya benar, dia itu si mata keranjang." jawab Stela dengan yakin.
"Aku tidak menyangka kalau dia itu sangat ahli dalam bertarung, sungguh membuatku sangat bersemangat dan ingin mencoba melakukan pertarungan dengannya." ucap Shyntia dengan penuh semangat, karena dia menyukai olahraga serta sering mengikuti latihan bela diri.
"Apa? Bukankah mereka itu orang-orang yang aku suruh untuk memberinya pelajaran. Tapi mengapa mereka kalah begitu saja hanya dengan satu pukulan!?" gumam Flora dalam hatinya sambil memikirkan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Tanpa berpikir panjang, Flora langsung pergi keluar taman bermain tanpa memberitahu ke 4 saudarinya, dan bergegas menuju tempat kejadian tersebut.
"Bila mereka mengungkapkan kalau akulah yang menyuruh melakukan hal itu, sudah pasti aku akan terkena masalah besar. Aku tidak menyangka kalau dia bisa bertarung sebagus itu dan gaya bertarungnya sangat mirip dengan orang itu (Ketua Gangster White Tiger)." gumam Flora dalam hatinya, sambil memikirkan kalau gaya bertarung Alex sama dengan orang yang telah menyelamatkannya pada waktu lalu.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...insyaallah author akan up episode terbaru setiap senin s/d sabtu pada pukul 21.00 WIB. Author berharap pada para pembaca semua untuk memfavoritkan novel ini, supaya kelanjutannya tidak ketinggalan....
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....
...Terimakasih 🙏...
semangat ya👏👏