Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.
Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.
karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.
Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.
Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#19
Siska mengambil ponsel nya yang masih di letak nya di dalam tas, dengan sedikit meraba, Siska ahkir nya mendapat kan tas nya dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas.
Siska langsung menghubungi mama nya untuk memberi tahu kalau saat ini dia berada di hotel bersama Bobi.
" Halo Bu" ucap Siska dengan senyuman di wajah nya.
" Halo sayang, ada apa? seperti nya kamu begitu senang ya dari suara nya" tebak ibu Diana.
" Iya dong Bu, ibu tahu gak aku sekarang lagi dimana?" ucap Siska menyuruh ibu Diana menebak diri nya dimana.
" Mana ibu tahu, cepat kata kan kamu dimana sekarang" sahut ibu Diana.
" Aku sekarang lagi di hotel bareng Bobi Bu, rencana kita sedikit lagi berhasil, setelah kami melakukan itu untuk yang kedua kali nya, aku yakin kali ini aku akan hamil Bu, karena ini kan masa masa subur aku, kalau kemarin aku lagi gak masa subur, aku yakin Bobi akan menikahi ku setelah ini Bu" ucap Siska dengan begitu girang nya.
" Bagus, kamu puas kan dia, laki laki kalau di service dengan mantap, maka dia akan ketagihan" ucap ibu Diana yang tersenyum mendengar kabar dari putri nya.
" Baik lah Bu, yasudah aku tutup dulu ya Bu,aku mau siap siap" ucap Siska yang langsung menutup telpon nya.
Ibu Diana begitu senang karena mendapat kabar dari anak nya.
" Kau memang pintar nak, dari dulu kau selalu membuat ibu mu ini senang, sebentar lagi aku akan mendapat kan menantu kaya raya, cepat atau lambat aku akan mendapat kan harta nya, tinggal harta peninggalan dari orang tua Reina saja, tapi anak bodoh itu malah kabur entah kemana" ucap ibu Diana.
Di kamar mandi hotel, Bobi memberi intruksi pada orang suruhan nya agar melakukan nya sesuai rencana nya.
" Ingat jangan bersuara saat melakukan nya, karena aku gak mau dia curiga karena suara kalian" ucap Bobi dan di angguki kepala oleh orang suruhan Bobi dengan senyuman mantap.
" Nanti aku akan bersuara terlebih dahulu, setelah aku keluar, kalian bisa melancar kan aksi kalian, ingat di gilir, bukan di keroyok" ucap Bobi lagi lagi mengingat kan.
Ke empat orang suruhan Bobi kembali mengangguk kan kepala nya.
Bobi pun langsung keluar dari kamar mandi, dia sudah melihat lampu kamar padam,keadaan lampu sudah gelap gulita.
" Sudah siap sayang" ucap Bima yang berdiri di ujung tempat tidur.
" Siap sayang" sahut Siska dengan suara centil nya.
Satu nak buah Bobi langsung naik ke atas tempat tidur, sebelum Bobi keluar, dia masih sempat bicara agar Siska tidak curiga.
" Sayang kali ini aku gak mau bersuara saat kita bercinta, karena aku mau menikmati percintaan kita malam ini, kalau kamu mau menjerit karena nikmat tidak apa apa" ucap Bobi.
" Baik lah sayang, terserah kamu saja" sahut Siska.
Anak buah Bobi pun langsung melancar kan aksi nya,Bobi langsung keluar karena tidak mau mendengar suara desahan Siska yang akan membuat nya sakit.
Di rumah sakit,Reina sudah sadar, dia melihat sekeliling kamar, tapi dia tidak mengenali dimana diri nya saat ini.
Reina ingin bangun dari tidur nya, tapi dia langsung merasa kan sakit di bahu nya akibat terkena tembakan tadi siang.
" Ssashhhhhhhhhh" Desis Reina karena merasa sakit.
Bagas yang baru keluar dari kamar mandi langsung berlari saat mendengar suara Reina kesakitan.
" Kau sudah bangun? kenapa langsung ingin bangkit dari tiduran mu, kau itu baru saja di operasi akibat tertambak tadi siang" ucap Bagas dengan suara galak nya.
Reina langsung terkejut dan menjatuh kan badan nya kembali tanpa sadar, Bagas yang melihat tubuh Reina ingin terjatuh langsung menangkap Reina ke dalam pelukan nya
Bagas memeluk Reina dengan begitu kuat, sehingga wajah Reina tepat berada di hadapan Bagas.
Deg
Deg
Deg
Bunyi jantung Bagas melihat wajah cantik Reina tepat di hadapan nya.
Tahan gas tahan...lagi sakit aja wajah nya tetap cantik walau pun masih pucat, bibir nya...tahan gas tahan, batin Bagas yang masih menatap wajah Reina.
Reina pun merasa kan hal yang sama, jantung nya juga berdetak begitu cepat.
Jantung ku...wajah kak Bagas ganteng banget, pasti cewek kak Bagas beruntung bisa bersama kak Bagas, batin Reina.
Tiba tiba pintu terbuka masuk lah Raka yang baru saja kembali membeli makan malam untuk bos nya dan juga untuk diri nya.
" Astagfirullah" ucap Raka terkejut saat melihat adegan mesra bos nya.
Bagas dan Reina pun ikut terkejut saat mendengar suara Raka.
Dengan Perlahan Bagas meletak kan tubuh Reina di atas tempat tidur dengan pelan agar Reina tidak merasa sakit.
" Makasih kak" ucap Reina setelah dia kembali tidur dengan baik.
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya, kemudian dia menaik kan bagian kepala Reina agar Reiana merasa nyaman.
" Kamu mau apa?" tanya Bagas.
" Rein mau minum kak, Rein haus" ucap Reina memberi tahu.
Dengan sabar Bagas memberi kan Reina minum, setelah itu Bagas pun kembali bertanya pada Reina, apa membutuh kan yang lain lagi.
" Ada lagi?" tanya Bagas.
Reina hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.
" Yasudah kalau gitu kakak mau makan dulu, kamu gak makan sekalian, biar kakak sulangi sekalian" ucap Bagas.
" Tidak kak, Rein tidak lapar" sahut Reina yang di angguki kepala oleh Bagas.
" Kamu di sini dulu ya, kakak mau makan di sana" tunjuk Bagas pada sofa yang ada di ruangan Reina, dan di jawab anggukan kepala oleh Reina.
Bagas berjalan menuju sofa, Raka mengikuti Bagas dari belakang, sebelum duduk, Bagas berbicara pada Raka.
" Sebelum masuk biasa kan ketuk pintu terlebih dahulu, biasa kan etika di jaga, kali ini kamu aku maaf kan, tidak lain kali" ucap Bagaa dengan tegas.
" Baik bos" sahut Raka sambil membungkuk kan tubuh nya.
Reina yang mendengar perkataan Bagas hanga bisa menunduk kan kepala nya karena malu, dia meremas jantung nya karena masih merasa kan deg degan saat di peluk oleh Bagas tadi.
Dikamar hotel, Siska yang di gilir oleh orang suruhan Bobi merasa perih di area sensitif nya, dia merasa kalau malam ini Bobi begitu ganas, rancauan demi rancauan Siska keluar kan dari mulut nya, tapi demi melancar kan aksi nya, dia pun membiar kan anak buah Bobi menyetubuhi nya yang di kira Siska kalau Bobi lah yang saat ini bercinta dengan nya.
Anak buah Bobi pun tanpa ampun menyetubuhi Siska, selesai satu masuk satu, yang penting mereka puas, dan pekerjaan mereka selesai, begitu lah fikir ke empat anak buah Bobi.
Tbc.