NovelToon NovelToon
TIRAKAT 7

TIRAKAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan TEORI KONSPIRASI ELIT GLOBAL nyata.

(SERI KE 7 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Sepuluh tahun berlalu.

Kini Harumi bertugas sebagai penyidik Jatanras, sementara Haruma menjadi dokter forensik kepolisian. Di balik meja autopsi dan olah TKP, dua bersaudara ini menghadapi serangkaian pembunuhan sadis dan aneh.

​Petunjuk misterius pada jasad para korban membawa mereka membongkar konspirasi gelap sebuah keluarga Taipan (penguasa bisnis) yang diam-diam menjadi bagian dari sekte penyembah iblis internasional bernama "THE ONE".

​Berbekal keahlian forensik, analisis hukum, serta mata batin spiritual, Haruma dan Harumi berjuang meruntuhkan cengkeraman sihir hitam dan kekuasaan elit global demi menegakkan keadilan.

Sanggupkah mereka berdua menghentikan sekte penyembah iblis "THE ONE" tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 (KASUS 1) PENGGEREBEKAN TIM HARUMI

Suara deru mesin dari tiga unit mobil taktis melaju mulus membelah jalur perbukitan yang membelah kawasan Perkebunan Teh Sirah Lazuardi.

Sinar matahari siang menuju sore yang terik terhalang oleh hamparan kabut tipis dan rindangnya dedaunan teh yang membentang hijau seluas mata memandang.

Di dalam kabin mobil komando terdepan, Ipda Harumi duduk tegap di sebelah Aipda Rudi yang memegang kemudi. Rompi hitam antipeluru berlogo Jatanras membalut kokoh kemeja dinasnya, sementara pistol dinas jenis Glock kaliber 9 milimeter telah terpasang aman di dalam holster taktis di pinggang kanannya.

Bzzzt... krrrkkk...

Suara desis radio komunikasi HT (Handy Talkie) terenkripsi di bahu kiri Harumi berbunyi pelan. Harumi menekan tombol transmisi di bahunya.

"Alfa Satu di sini, ganti!" ujar Harumi dengan suara tegas dan teratur.

Dari balik speaker radio taktis, terdengar deru halus baling-baling helikopter yang membelah udara di langit kejauhan.

Suara dr. Haruma mengalun jernih dan tenang dari atas helikopter Dokpol Bhayangkara yang sedang terbang memantau dari ketinggian.

"Alfa Satu, ini Bravo Udara!" panggil Haruma lewat frekuensi radio khusus mereka. "Posisi helikopter Dokpol berada 1 kilometer di belakang konvoi kalian pada ketinggian 500 kaki. Dari atas sini, visual area perbukitan dan kompleks padepokan Suroto terlihat sangat jelas."

Harumi menyunggingkan senyuman bahagianya, mengubah intonasi suaranya menjadi renyah dan santai khusus untuk kakaknya. "Sip, Kak Haruma! Gimana pemandangan dari atas sana? Nggak bikin pusing kan naik helikopter siang-siang gini?"

Dari dalam helikopter yang menderu halus di langit perbukitan, dr. Haruma terkekeh pelan di balik mikrofon helm penerbangannya. "Nggak pusing kok, Dek. Malah udaranya segar banget di atas sini. Tapi Kakak bisa lihat pendaran hawa hitam tipis membumbung dari tengah perkebunan teh di depan sana. Kamu sama tim harus ekstra hati-hati ya."

"Siap, Kakakku yang cantik! Mata batinku juga udah ngerasain hawa esnya dari sini," balas Harumi renyah. Ia lalu menekan tombol transmisi kembali untuk memberikan instruksi resmi. "Bravo Udara, tetap jaga perimeter udara. Jika ada pergerakan melarikan diri dari jalur belakang bukit, langsung berikan panduan garis koordinat pada tim darat."

"Diterima, Alfa Satu. Semoga Tuhan melindungi seluruh tim. Over and out!" sahut Haruma hangat sebelum memutus sambungan.

Harumi melepaskan tombol HT-nya, lalu memutar kepalanya menatap Aipda Rudi dan empat anggota tim taktis bersenjata laras panjang di kursi belakang.

"Rudi, bagaimana persiapan seluruh personel?" tanya Harumi dengan intonasi komando perwira yang disiplin.

"20 personel tim taktis Jatanras dalam posisi siap tempur, Bu Kanit!" jawab Rudi tegas seraya melirik kaca spion tengah. "2 mobil taktis di belakang kita siap mengepung pintu gerbang barat dan jalur evakuasi selatan."

"Bagus," pangkas Harumi mantap. "Ingat instruksi saya. Sasaran utama kita adalah mengamankan Suroto hidup-hidup beserta seluruh dokumen, barang bukti, dan perlengkapan ritual di dalam padepokannya. Gunakan tindakan tegas terukur jika ada perlawanan bersenjata, tapi utamakan keselamatan keselamatan personel dan keselamatan saksi."

"Siap, Bu Kanit!" sahut para anggota di belakang secara serempak.

5 menit kemudian...

Konvoi tiga mobil taktis itu berbelok memasuki jalur jalan tanah berbatu yang agak menanjak.

Di ujung lorong pohon teh yang rimbun, tampaklah sebuah kompleks bangunan megah berarsitektur tradisional Jawa dengan pagar kayu jati tebal setinggi 3 meter yang mengelilingi pekarangan luas.

Inilah Padepokan Sirah Lazuardi—tempat persembunyian Suroto (Ki Suroto), Sang Perantara Sihir milik sekte THE ONE.

Saat mobil komando Harumi berhenti tepat 50 meter di depan gerbang kayu jati tersebut, mata batin murni milik Ipda Harumi seketika menyala tajam.

Di dalam penglihatan dimensi batin Harumi, udara di atas kompleks padepokan itu tampak ditutupi oleh kubah aura hitam pekat berduri!

Hawa es yang sangat tajam menyapu sekitar lokasi, berbaur dengan aroma wangi kembang kantil dan bau busuk belerang yang amat menyengat di indera spiritualnya.

Harumi membuka pintu mobil taktisnya, melangkah turun dengan gerakan yang sangat lincah dan tegap.

"Tim Taktis 1 dan 2! Bergerak maju! Kepung seluruh garis pagar luar!" seru Harumi memberi komando tegas.

Seketika itu juga, 20 personel Jatanras bersenjata laras panjang dan ber-rompi antipeluru melompat keluar dari mobil.

Dengan formasi penyergapan yang sangat rapi dan disiplin, para petugas menyebar mengepung pekarangan padepokan dari sisi kiri dan kanan.

Aipda Rudi membawa alat pemotong rantai dan pemukul baja (ram-door) melangkah mendekati gerbang utama bersama dua anggota.

"Peringatan pertama!" teriak Harumi dengan suara nyaring yang menggelegar membelah keheningan perkebunan teh. "Atas nama Hukum dan Kepolisian Republik Indonesia! Kepada Saudara Ki Suroto dan seluruh penghuni padepokan, segera buka gerbang dan serahkan diri secara kooperatif!"

Suasana di balik gerbang kayu tebal itu sempat hening selama 10 detik.

Namun tiba-tiba...

Brak! Brak! Brak!

Dari balik celah pagar kayu jati, bermunculan belasan pria berbadan tegap mengenakan pakaian serba hitam dengan ikatan kepala kain batik.

Mereka semua membawa senjata tajam berupa pedang panjang dan tongkat besi, dengan raut wajah beringas dan mata berdarah yang memancarkan sisa-sisa pengaruh ilmu batin jahat.

"Jangan biarkan polisi-polisi itu masuk! Bunuh mereka semua!" jerit salah seorang pengawal padepokan dengan suara serak yang tidak alami.

Harumi tidak memberi ruang sedikit pun bagi penundaan. "Tim Taktis! Dobrak gerbang utama sekarang!"

BRAMMM!!!

Aipda Rudi bersama dua anggota mengayunkan alat pemukul baja berbobot 50 kilogram tepat pada poros engsel gerbang kayu jati tersebut.

Sekali hantaman dahsyat, kunci dan engsel besi pintu gerbang itu hancur berkeping-keping!

Pintu kayu jati tebal itu roboh terhempas ke dalam tanah pekarangan.

"Serbu! Masuk!" seru Rudi memberi aba-aba.

Pasukan Jatanras merangsek masuk melewati gerbang yang roboh. Para pengawal padepokan yang kerasukan ilmu hitam mendadak menerjang maju seraya mengayunkan pedang panjang mereka secara kalap.

Tak! Plak! Brap!

Pertempuran jarak dekat yang sangat sengit meletus di pekarangan padepokan!

Ipda Harumi bergerak paling depan dengan ketangkasan beladiri pencak silat yang teramat sangat luar biasa.

Ketika dua orang pengawal berbadan tegap menerjangnya membawa tongkat besi, Harumi dengan sangat cepat memiringkan tubuhnya menghindar, menangkap pergelangan tangan lawan, lalu melancarkan kuncian bahu yang mematahkan cengkeraman senjata mereka dengan satu gerakan memutar yang mulus!

Krek!

"Aaarrghhh!" jerit pengawal itu tersungkur ke tanah.

Dengan gerakan kaki yang lincah dan terukur, Harumi menendang lutut pengawal kedua hingga bertekuk lutut, lalu memukulkan siku tangannya tepat di leher samping lawan hingga pengawal itu pingsan seketika di atas rumput.

"Borgol semua pengawal yang lumpuh! Amankan pekarangan depan!" perintah Harumi seraya menyapu pandangan mata batinnya ke arah bangunan utama padepokan.

Di atas langit perbukitan, helikopter Dokpol Bhayangkara terbang berputar-putar melingkari kompleks padepokan. Sinar lampu sorot dari badan helikopter memancarkan pendaran cahaya terang yang menelanjangi seluruh sudut pekarangan dari udara meskipun kondisi siang menuju sore yang cukup cerah.

Dari dalam kabin helikopter, dr. Haruma memegang radio HT, menatap pergerakan adiknya dari kaca jendela samping.

"Alfa Satu, ini Bravo Udara!" panggil Haruma lewat radio. "Pekarangan depan dan jalur samping barat sudah bersih. Tapi perhatikan bangunan utama di tengah padepokan! Pendaran hawa hitam paling pekat terkumpul di dalam ruang pendopo utama!"

Harumi menekan tombol HT di bahunya seraya merapikan sabuk senjata dinasnya. "Diterima, Bravo Udara! Rumi sama Rudi bakal langsung mendobrak pendopo utama sekarang! Kakak tetap pantau dari atas ya!"

"Hati-hati ya, Dek! Doa Kakak selalu bersamamu!" sahut Haruma hangat dari balik radio.

"Sip, Kak Haruma!"

Harumi melepaskan tombol HT, lalu mengisyaratkan Aipda Rudi dan empat anggota pasukan khusus untuk merapat di samping dinding kayu pendopo utama.

Suasana di depan pintu ukir pendopo utama terasa teramat sangat dingin. Bau belerang dan dupa kembang kantil yang menyengat keluar menembus celah-celah pintu kayu jati berukir batara kala tersebut.

Harumi berdiri di depan pintu utama. Mata batin murninya melihat pusaran gelombang sihir pencuri usia yang berputar liar di dalam ruangan tersebut, siap melancarkan serangan balasan yang mematikan.

Harumi menarik napas dalam-dalam, menguatkan benteng iman di dalam dadanya seraya merapalkan doa keselamatan. Tangannya memegang gagang pistol Glock sembilan milimeter dengan posisi siap tembak terukur.

"Rudi... hitungan ketiga, dobrak pintunya!" pangkas Harumi dengan intonasi suara yang begitu dingin, tegas, dan tak tergoyahkan.

"Siap, Bu Kanit!" sahut Rudi memposisikan kakinya di depan pintu.

"Satu... dua... TIGA! DOBRAK!"

BRAMMM!!!

Pintu ukir jati pendopo utama itu jebol terdorong paksa!

Ipda Harumi melompat masuk ke dalam ruangan yang redup dan penuh asap dupa tersebut, siap berhadapan langsung dengan Ki Suroto—Sang Perantara Sihir yang menjadi kunci pembuka rahasia sekte iblis THE ONE di Tanah Jawa.

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seperti apa coba keluarga Taipan itu?

intinya korbannya itu yg sekiranya bisa jadi saksi kejahatan mereka gitu ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
iyakah medium ship spiritual ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Jadi efek sihir nya nggak ada luka fisik dari luar seperti sihir pada umumnya tapi yg diserang organ dalam nya.

berat juga ya wkwkwk sihir modern mungkin klo zaman.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Penasaran seperti apa Sakte the one, sihir pengambil usia ini bwt apa? entintas apa yg akan di bangkit kan
Sri Jumiati
bagus ceritanya .👍👍
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seenggaknya klo terbuka, misal mereka ada apa-apa Nisa bisa membantu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
NiZa putri atw Putra sih ?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Knp kek yg Mama ku omongin sihh? bwt orang tua ya seperti itu sedewasa apapun, sesukses apapun, bwt mereka anaknya adalah tetep anak kecil mereka.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Definisi rezeki tak kemana
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Nah iya bener itu ide atasan Rumi, pura-pura tutup kasus dulu, kematian Jonathan dgn tersangka suroto, tapi dibelakang msh diselidiki. masuk logika sih...
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
pastinya sakte the one ini di backup orang penting, klo nggak ada backingan yg kuat nggak mungkin trs bertahan bertahun-tahun
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
RIP KiSuroto sadis ya cara mati nya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Hanya sampe disitu ki Suroto? kek nya msh ada yg lebih dari dia ya di sekte the one ini
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Sehebat apakah KiSuroto?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
perantara sihir nya udah elit ya di T7 ini, bukan bangsa lelembut lgi tapi manusia setengah jin mungkin wkwkwk sihir nya udah di darah
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astaga suroto kek nggak ada nama lain
penampilan nya udah elit kok nama nya itu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
seperti itu ya ruang outopsi baru tau aku, detail betul penggambarannya berasa ada di rumah sakit dokpol wkwkwk
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
waduhh serem, dibungkam dari jauh... penasaran the one ini sapa
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Karier udah oke tinggal jodoh ya ruma rumi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Mereka tidak perlu orang lain lgi bwt jadi partner diskusi Mereka, kna berdua pun Mereka udah saling melengkapi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!