NovelToon NovelToon
Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Hampir tiga tahun menikah, Laras dan Robby belum juga memiliki anak. Hingga suatu hari, terjadi kesalahpahaman. Robby dan Soraya, ibu Laras mengira jika Laras mengalami masalah kesuburan.

Robby memanfaatkan kekurangan Laras untuk berpura-pura menjadi suami setia yang mau menerima Laras apa adanya. Ia bahkan mengajak Laras untuk mengadopsi anak.

Hal itu membuat Robby mendapat nilai plus dari Soraya. Ia bahkan menjanjikan jabatan tinggi untuk Robby di perusahaan.

Tentu, Robby sangat senang. Ia lalu mengajak keluarga dan selingkuhannya untuk bekerjasama merebut harta dan perusahaan milik keluarga Laras.

Tapi sayangnya, Laras mengetahui semuanya. Dan kali ini, Laras tidak akan menjadi korban. Justru, Laras yang akan memastikan keluarga parasit itu kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keserakahan Robby 2

Keesokan paginya, seperti biasa Laras dan yang lain menikmati sarapan bersama.

Tidak ada percakapan yang berarti pagi itu. Bahkan, setelah Laras selesai, ia langsung berpamitan dengan yang lain.

"Pak, Bu, aku berangkat kerja dulu," pamitnya.

Bima hanya mengangguk, sementara Diah mencoba untuk tersenyum dan mengangguk pelan. "Hati-hati, ya."

"Iya, Bu," jawab Laras.

"Sayang, nanti aku agak terlambat, ya," seru Robby tiba-tiba.

Laras mengerutkan keningnya. "Kenapa, mas?"

"Tidak kenapa-napa. Aku hanya ingin mencari jalan keluar secepatnya."

Laras tersenyum. "Baiklah. Kalau begitu, aku berangkat dulu." Laras bangkit dari kursinya dan bergegas pergi dari sana.

Tatapan Diah mengikuti langkah Laras yang semakin menjauh sampai tidak terlihat. Wanita paruh baya itu menghembuskan napas kasar dengan wajah yang masam.

"Enak sekali hidupnya. Selesai makan langsung pergi," gerutunya.

"Ya, namanya juga orang kaya, Bu. Tidak seperti kita." Maya datang dan langsung duduk di kursinya.

Diah mendengus kasar. "Meski begitu, apa dia harus seenaknya? Dia bahkan tidak berpamitan dengan Bara saat pergi."

Maya terdiam, seolah baru menyadari sesuatu. Ia menoleh ke arah Robby dan berkata, "benar yang ibu bilang. Laras sekarang jarang bermain dengan Bara. Jangan-jangan, dia tahu sesuatu, mas."

Robby tertawa pelan. "Kamu terlalu berpikir berlebihan, sayang. Dia seperti itu karena pekerjaannya yang menumpuk."

"Cih, alasan," timpal Diah. "Harusnya, serahkan saja perusahaan padamu. Jadi, dia bisa fokus mengurus rumah."

Robby mengangguk cepat, seolah mendapatkan kesempatan untuk bicara. "Nah, ini yang ingin aku bahas dengan kalian."

Diah langsung mengerutkan keningnya. "Apa?"

Robby menyandarkan punggungnya, lalu mengusap dagu sejenak seolah sedang memikirkan cara menyampaikan maksudnya.

"Sebenarnya, Laras sedang mendapatkan tawaran proyek kerja sama yang cukup besar."

"Proyek apa?" tanya Bima mulai tertarik.

"Pembangunan kompleks komersial bersama perusahaan Megantara. Nilai proyeknya mencapai puluhan miliar. Kalau berhasil, keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan juga sangat besar."

Diah mengangkat alisnya. "Lalu, kenapa memangnya?"

Robby menarik napas panjang, memasang ekspresi sedikit kecewa.

"Masalahnya, perusahaan Laras sedang kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan investasi. Padahal, proyek itu sangat menjanjikan. Sayang sekali kalau sampai dilewatkan."

"Kalau begitu, biarkan saja perusahaan lain yang mengerjakannya," seru Diah.

Robby menggeleng pelan. "Kesempatannya tidak datang dua kali, Bu. Apalagi, Laras sudah mendapatkan kepercayaan dari perusahaan Megantara. Kalau proyek itu berhasil, posisinya di perusahaan akan semakin kuat."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Karena itu, aku berniat membantu mencari dana tambahan. Aku juga sudah menawarkan diri untuk mengambil alih proyek tersebut. Kalau Laras menyetujuinya, aku yang akan mengurus semuanya dan jabatan ku bisa naik. Lama-lama, aku bisa duduk di kursi direktur."

Bima meletakan sendoknya. "Ide yang bagus, Rob. Tapi, dari mana kamu akan mendapatkan uang sebanyak itu?"

"Itu yang ingin aku bicarakan dengan kalian."

Robby menatap kedua orang tuanya bergantian. "Aku ingin meminta bantuan kalian untuk menjual rumah pemberian Laras."

Diah seketika membelalakkan matanya. "Apa? Menjual rumah?"

"Benar, Bu."

"Jangan bercanda, Robby!" sergah Diah. "Rumah itu satu-satunya aset berharga yang kita punya. Kenapa harus dijual?"

Bima pun langsung menggeleng tegas. "Bapak juga tidak setuju. Rumah itu bukan sesuatu yang mudah kita dapatkan. Laras memberikannya kepada kita dengan cuma-cuma. Kita bahkan tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk memilikinya. Sekarang, kamu justru menyuruh kami menjualnya?"

Robby menghela napas, berusaha tetap tenang menghadapi penolakan orang tuanya.

"Aku mengerti, Pak. Tapi, coba pikirkan sebentar. Rumah ini memang berharga, tetapi nilainya tidak akan bertambah kalau hanya kita tempati. Sementara itu, uang hasil penjualannya bisa diputar untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar."

"Bagaimana kalau proyek itu gagal?" tanya Bima ragu.

"Risikonya tentu ada, Pak. Tapi, proyek ini bukan usaha sembarangan. Perusahaan Megantara itu perusahaan besar dan sudah berpengalaman. Lagi pula, aku tidak akan menawarkan hal ini kalau peluang keuntungannya tidak menjanjikan."

Robby mencondongkan tubuhnya, mulai menjelaskan perkiraan keuntungan yang bisa mereka peroleh.

"Kalau investasi berjalan sesuai rencana, keuntungan bersih proyek bisa mencapai miliaran rupiah. Aku sendiri akan mendapatkan bagian sebagai investor pribadi. Dengan modal yang cukup, kita bisa memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar daripada sekadar menyimpan rumah itu."

Diah yang semula terlihat marah mulai terdiam. "Memangnya, berapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan?" tanyanya.

Robby tersenyum tipis. Ia tahu ibunya mulai tertarik. "Kalau semua berjalan lancar, keuntungan yang bisa kita peroleh dari investasi itu jauh lebih besar daripada nilai rumah yang sekarang. Bahkan, kita bisa menggunakan sebagian hasilnya untuk membeli rumah yang lebih besar dan lebih bagus."

"Benarkah?" Diah mulai membayangkan kemungkinan tersebut.

"Tentu saja, Bu. Kalau investasi berhasil, kita bisa membeli rumah yang lebih mewah. Bahkan, masih ada uang tersisa untuk kebutuhan lainnya."

Maya yang sejak tadi mendengarkan, mulai tertarik. "Sepertinya, mas Robby sudah memperhitungkan semuanya, Bu. Jadi, kenapa kita tidak mencobanya?"

Bima masih tampak ragu. Ia melirik istrinya dan Maya bergantian, lalu kembali menatap Robby.

"Tapi, kalau rumah ini dijual, kita akan tinggal di mana?"

"Astaga, kalian tidak perlu memikirkan hal itu. Kita bisa tinggal di rumah ini, kan? Jadi, selama menunggu investasi menghasilkan keuntungan, kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal."

Jawaban itu membuat Diah mulai terdiam. Ia melirik Bima, seolah meminta pendapat suaminya.

"Kalau memang begitu, sebenarnya tidak ada salahnya dipertimbangkan," gumamnya.

Bima belum sepenuhnya yakin. Namun, tawaran Robby membuatnya mulai memikirkan kemungkinan tersebut.

"Jangan sampai kita menyesal nanti," ujarnya mengingatkan.

Robby segera mengangguk. "Aku tidak akan membiarkan kalian mengalami kerugian. Justru, aku ingin kita semua bisa menikmati hasilnya. Bayangkan saja, setelah proyek selesai, kita bisa membeli rumah yang jauh lebih besar dan membeli apapun yang kita inginkan."

Diah mengangguk pelan. Bayangan memiliki rumah yang lebih mewah mulai mengusik pikirannya. Rumah yang selama ini mereka tempati memang nyaman, tetapi jika bisa mendapatkan sesuatu yang lebih besar sekaligus memperoleh uang tambahan, mengapa harus menolaknya?

"Baiklah. Ibu akan memikirkannya dulu," ucap Diah akhirnya.

Sementara, Bima masih belum memberikan persetujuan, tetapi ia juga tidak lagi menolak sekeras sebelumnya.

Robby tersenyum puas. Ia tahu, kedua orang tuanya mulai tergoda. Tinggal sedikit lagi ia harus meyakinkan mereka agar bersedia melepas rumah tersebut.

Ia sudah membayangkan keuntungan besar yang akan ia peroleh. Bukan hanya dari bagian investasi, tetapi juga dari rencana lain yang diam-diam ia buat.

1
Fey mldn
jangan2 nama firma hukum Arras singkatan dari Aryan dan Laras 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak ni....Janganlah bikin Aryan Malu😆
total 1 replies
Ma Em
Ayo Laras kamu hrs gercep jgn sampai Robby menguasai semua harta yg Laras punya .
Ayudya
ayo Laras buat keluarga Robby menderita🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Laras lebih cepat kamu cerai dari Robby itu lebih bagus kamu harus tegas dan badas biar Robby dan keluarga tau siapa laras🤣🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Laras hrs cerdik jgn sampai bisa dirayu Robby dan masalahmu jgn dipendam sendiri Laras lbh baik kasih tau Aryan dan minta tolong pada Aryan
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap🫡🫡
total 1 replies
Fey mldn
mungkinkah Laras menelepon Aryan, untuk meminta bantuan masalah perceraiannya🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia telp aku, kak🤭
total 1 replies
Fey mldn
Roby......... penghianat yang berkedok cinta
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Mokondoh😆
total 1 replies
Ma Em
Laras cepatlah buka kedok Robby yg sdh selingkuh dgn Maya dan lbh baik Laras minta tolong sama Aryan saja kalau Aryan pengacara agar bisa cepat lepas dari para benalu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ya Allah, efek ngantuk. ku baca Kodok 🤧 Maaf, kak.
total 1 replies
Muft Smoker
si Robby harus ny kmn2 bawa kaca ,, biar bisa bercermin dlu kalo mau bicara ,, biar gx malu2in diri sndrii🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: siiip kak🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
suami masa depan pak robby
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
hei mokondoo ,, ad gx sadar apa amnesia dadakan ,, situ juga sering menanam jagung di kebun nona ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, km siapa???km manusia kah??

POV Maya : 😒😒😒😒😒😒😒😒
total 6 replies
Fey mldn
benar Laras apa kata hatimu,kamu minta tolong Aryan untuk membantu semua masalah yang kamu hadapi 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gass/Determined/
total 1 replies
Muft Smoker
bnr2 keluarga benaluu ,,
😒😒
Muft Smoker: jadiin gelandangan kak ,, udh cukup mereka nikmati hidup mewah ny
total 2 replies
Ma Em
Ayo Laras kumpulkan bukti perselingkuhan Robby dgn Maya lalu buat mereka menyesal karena sdh membohongi Laras , cepatlah usir para benalu itu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap, laksanakan 🫡
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker: lngsung mampir kak
total 2 replies
Kustri
tes dna ras
Kustri
hahaaa... roby buaya ternyata dikadalin maya🤣🤣🤣
Kustri
gelang aryan pasti dr laras, yakan thor✌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak bisa aja🤭
total 1 replies
Kustri
maya baru datang qu sdh menduga pasti selingkuhan roby
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Kustri
aryan yg akhir'a jd suami laras✌

itulah klo othor tdk tidur, pasti akan terbongkar wlo blm semua terbukti
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Setiap malam, aq tidur lho, kak 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!