NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

.

Sementara itu, di pagi yang sama di perusahaan milik Sebastian Group...

Pagi itu suasana perusahaan berjalan seperti biasa. Para karyawan mulai memasuki gedung, beberapa langsung menuju lift, sementara sebagian lainnya sibuk membawa dokumen menuju departemen masing-masing.

Namun, ketenangan itu mendadak terusik ketika sebuah mobil berhenti di depan lobi utama. Terutama ketika pintu mobil terbuka dan seorang pria turun dengan langkah cepat.

Beberapa karyawan yang kebetulan berada di lobi langsung saling melirik karena tahu persis bahwa yang datang adalah Reno Sebastian putra dari pemilik perusahaan.

Namun ada sesuatu yang membuat penampilan Reno hari itu berbeda. Kacamata hitam menutupi kedua matanya dan masker hitam menutupi hampir seluruh wajahnya. Adalah sesuatu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.

"Kenapa Tuan Muda pakai masker?" bisik seorang karyawan pada temannya begitu Reno berlalu.

"Apa beliau sedang sakit?"

"Sakit apa? Badannya saja kelihatan segar begitu."

“Ya mana kita tahu.”

"Eh… jangan-jangan wajahnya kenapa-kenapa?"

Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar. Bahkan Doni, asistennya yang sudah menunggu di dekat lift, tampak terkejut melihat penampilan atasannya.

"Tuan..."

Reno hanya melirik tanpa suara.

Doni menelan ludah. Merasa ragu untuk bertanya. Tetapi kalau tidak bertanya dia merasa penasaran. "Anda... baik-baik saja?"

“Aku baik-baik saja,” jawab Reno cepat.

"Baik, Tuan." Doni mengangguk cepat. Namun dalam hati asistennya itu justru semakin bertanya-tanya. Kalau baik-baik saja kenapa wajahnya ditutup masker seperti orang yang sedang menghindari wartawan?

Reno mengepalkan tangannya erat, sama sekali tidak ingin siapapun tahu bahwa wajahnya menyimpan bekas penghajaran orang tuanya semalam.

 

Begitu pintu ruang kerjanya yang menjabat sebagai Wakil Direktur tertutup, Reno langsung melepas kacamata dan masker. Pria itu berjalan menuju sofa lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar.

Brak!

Seolah ingin melampiaskan kekesalan pria itu menggunakan kepalan tangannya untuk menghantam meja dengan keras.

"Sialan!" teriaknya keras. Tapi Sedetik kemudian pria itu menyentuh bibirnya yang terasa berdenyut. "Ah… "

Rasa sakit itu membuat ingatannya kembali pada kejadian semalam saat dirinya yang harus berlutut di hadapan papanya dan menerima pukulan demi pukulan sebagai akibat dari batalnya pernikahan dengan Alena.

Bahkan hingga saat ini wajahnya masih terasa nyeri. Itulah alasan mengapa ia datang ke kantor dengan kacamata hitam dan masker. Reno menghela napas panjang lalu menyadarkan tubuhnya dengan mata terpejam.

Namun semua rasa sakit itu tidak seberapa dibandingkan satu hal yang terus mengganggu pikirannya..Sejak semalam ia sudah berkali-kali mencoba menghubungi Alena, tetapi tidak pernah berhasil.

Reno kembali kembali menegakkan punggungnya kemudian mengambil ponselnya yang ada dalam saku jas. Mata dan ujung jarinya bergerak mencari nama Alena kemudian menekan tombol panggil.

"Tuut..."

Beberapa detik kemudian panggilan terputus. Reno mencoba lagi, tetapi hasilnya tetap sama.

Reno mengerutkan keningnya. "Kemana sebenarnya Alena ini? Kenapa sama sekali tidak bisa dihubungi?" tanyanya entah pada siapa.

Pria itu mencoba sekali lagi tapi tetap saja tidak tersambung. Dan hal itu membuatnya semakin kesal..

"Alena..." geramnya seraya meletakkan ponsel di atas meja dengan kasar lalu mengusap wajahnya dengan dua telapak tangannya yang besar. Namun, sedetik kemudian pria itu kembali meringis saat tanpa sadar menyentuh lebam yang ada di wajahnya.

Tiba-tiba saja pria itu terdiam dengan mata membulat sempurna. Tidak mungkin sudah dua hari lamanya Alena tidak membuka ponsel. Karena sejauh yang ia kenal Alena hampir tidak pernah jauh dari ponsel karena pekerjaannya. Tapi kenapa Alena sama sekali tidak bisa dihubungi?

Sebuah praduga tiba-tiba muncul di kepala Reno, membuat pria itu seketika membeku.

"Apa jangan-jangan..." Reno kembali mengambil ponselnya dan menatap nomor Alena. "Tidak mungkin kan dia memblokir nomorku?" Seketika itu juga jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

“Tidak!” pria itu menggelengkan kepalanya cepat. “Dia mungkin memang marah tapi tidak mungkin sampai memblokir nomorku.”

Reno membuka ponselnya kemudian menghubungi Doni agar masuk ke dalam ruangannya.

Beberapa detik kemudian terdengar ketukan di pintu.

"Masuk."

Doni membuka pintu dan mendekat ke arah Reno. Seketika itu juga matanya terbelalak ketika melihat wajah atasannya. Namun, Ia sama sekali tak berani bertanya.

“Apa ada yang harus saya kerjakan?" tanya Doni.

Reno bisa merasakan tatapan mata Dani yang begitu penasaran saat melihat wajahnya. Namun pria itu sama sekali tidak peduli.

"Berikan ponselmu."

Doni mengerutkan kening, namun tak berani bertanya. Pria itu hanya mengambil ponselnya dari saku kemudian memberikannya kepada Reno.

Reno mengambil ponsel Doni lalu memasukkan nomor Alena. Setelah itu jari jempolnya menekan ikon hijau untuk memanggil.

Doni yang berdiri di samping meja memperhatikan dengan bingung. Namun sekali lagi asisten itu hanya diam tanpa bertanya.

Di tempatnya, Reno duduk dengan ujung jari yang berkali-kali mengetuk pahanya sendiri. Satu detik, dua detik. Hingga mata pria itu terbelalak ketika mendengar nada sambung dari seberang.

"Tersambung…? Berarti nomor Alena aktif?"

Tubuh Reno seolah menjadi kaku. Dia tidak bisa menghubungi Alena dengan ponselnya tetapi bisa menghubungi dengan ponsel Doni. Apa itu artinya dirinya benar-benar diblokir?

“Ya, halo… maaf ini siapa?”

Terdengar suara Alena dari seberang sana membuat Reno menelan ludahnya dengan susah payah.

“Halo… ini siapa?”

Suara Alena kembali terdengar karena Reno masih terdiam.

“Halo…?”

Reno tergeragap. Pria itu buru-buru menetralkan dirinya. Berdehem berkali-kali sebelum kemudian menjawab—

“Alena, ini aku. Aku—”

Tuut!

Panggilan diputus secara sepihak membuat Reno kembali terbelalak.

1
Nar Sih
hahaha 😂😂kasihan selena di buli orang di bilang org gilaa
Adinda
mungkin tuan gunawan dan istrinya dalang pembunuhan orang tua kandung Alena demi merebut harta Alena
Ariany Sudjana
bagus Melani contoh istri yang bijak, tidak mau terbawa arus kejahatan suaminya. harusnya Richard mendengarkan pendapat Melanie, secara tidak langsung kamu terlibat pembunuhan Gautam, dan kalau kamu tidak menyerahkan diri, hukuman yang sangat berat menanti kamu Richard
Sri Rahayu
kacau pikiran Richard...dia diam Melani akan meninggalkanya...kl lapor polisi takut masuk penjara🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ariany Sudjana
sayang Melani keburu ketahuan, seandainya bukti itu bisa di amankan
Ariany Sudjana
bagus Alena, kamu harus menuntut balas atas kematian orang tua kandung kamu, jangan ragu Nathan mendukung kamu. pantas saja semua kerjaan si pelacur ga ada benarnya dibanding kamu, ya jelas bibit bebet bobotnya beda, Alena jauh lebih unggul dibanding si pelacur murahan itu
Noor hidayati
harusnya entah kemana thor🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: astaghfirullah 🤣... oleng 🤣🤭😭🙈
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Ayuk Witanto
apa mungkin hipnoterapi waktu Alena kecil pasca kematian papanya adalah untuk menghapus sebagian ingatan Alena
Mundri Astuti
wowww ternyata beda sama si richard
partini
ternyata nyonya Melani waras good job 👍👍👍
aku
tante melani best!
Hary Nengsih
melani benar ikutin istri nya
Sri Rahayu
apakah Richard terlibat dgn srmua kejahatan Gunawan dan Miranda trhdp kel Guatam....skrg ketahuan Melani apa yg skan Richard lakukan...lanjut Thorr 😘😘😘😘😘
Oma Gavin
dua keluarga haus harta bersekongkol ingin menguasai nya yg satu membunuh suaminya yg richard membunuh ibu alena
sunaryati jarum
Berarti Ricard tahu tapi diam ataukah terlbat
Bunda SalVa
yahhh malah ketauan 😭
Elina thea
jadi ingatan Alena hilang karna emang di sengaja/Panic/
Masha 235: sepertinya iya...
total 1 replies
partini
OMG dasar manusia
Sri Rahayu
mudah2an org2 suruhan Nathan cepet bisa membongkar kebusukan Gunawan dan Miranda trhdp ortunya Alena... lanjut Thorr😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!