NovelToon NovelToon
Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"

"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"

Deg

Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?

"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"

Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"

'Tega kamu mas' batin Kinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Mata Kinan merah, dia menunjukkan pada para penjaga dan pelayan yang ada di villa. Kalau dia memang tidak main-main.

"Nyonya, jangan seperti itu. Leher anda berdarahh, nyonya. Nyonya tolong jangan begini"

Pelayan yang sejak tadi mengikuti Kinan sampai menangis. Dia tidak tega melihat apa yang dilakukan oleh Kinan. Tapi, dia juga harus menjalankan tugasnya mentaati perintah bosnya.

"Minggir!" pekik Kinan.

Wajahnya sudah pucat sebenarnya, sejak kemarin dia tidak menyentuh makanan apapun. Bahkan minum saja tidak. Suaranya juga sudah serak. Rasa perih memang begitu terasa di lehernya, tapi dia tidak mundur, dia sama sekali tidak berniat mundur sedikit pun.

Para penjaga saling pandang, mereka juga bingung harus bagaimana. Dalam emosi yang tidak stabil seperti yang saat ini terjadi pada Kinan. Mereka tahu kalau Kinan bisa sungguhan nekat. Mereka tidak akan bisa menanggung akibatnya, jika Kinan sampai celaka.

"Telepon tuan!" kata salah satu penjaga.

Penjaga yang lain segera berusaha menghubungi Leo.

"Halo tuan!"

[Apa? aku sudah bilang jangan sampai nyonya keluar dari villa. Tahan dia!]

"Tuan, nyonya nekat. Nyonya melukai lehernya dengan pecahan kaca meja rias di dalam kamar. Lehernya berdarahh, goresannya cukup panjang..."

Penjaga itu bahkan menghubungi Leo dengan panik. Dan di mobil Bima, di perjalanan mereka menuju ke villa. Bima yang berada di samping Leo tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh penjaga di villa yang menjaga Kinan itu.

"Tuan..."

Leo juga terkejut sekali mendengar ucapan anak buahnya. Kinan sampai nekat seperti itu.

Bima masih diam, tatapannya menunduk, belum kosong sepenuhnya. Tapi tatapan itu jelas sudah menunjukkan sesuatu yang sudah tidak bisa dia kendalikan.

Bima menarik nafas dalam-dalam, tangannya terkepal kuat. Dan rahangnya mengeras, tapi yang lebih tidak dia inginkan adalah Kinan terluka.

"Biarkan dia pergi"

Suara itu terdengar pelan, seolah dia enggan membiarkan Kinan pergi. Tapi tak ada cara lain lagi.

"Baik" Leo segera menganggukkan kepalanya.

"Halo, Biarkan nyonya pergi!"

[Baik tuan Leo]

"Hentikan mobilnya!" kata Bima kemudian pada supir.

Supir menghentikan mobil itu di tepi jalan. Mereka sampai di sebuah jembatan, di jalan utama menuju ke wilayah barat kota.

Bima melepaskan sabuk pengamannya, dan turun dari dalam mobil. Leo juga ikut turun, tapi hanya menunggu di samping mobil. Bima berjalan terus ke arah pagar pembatas jembatan. Itu bukan jembatan layang, itu memang benar-benar jembatan karena di bawahnya ada sebuah sungai. Mereka sudah hampir sampai di villa itu. Wilayah barat kota yang memang pemandangannya hampir seperti di wilayah pedesaan. Banyak pohon besar, hutan, dan masih ada sungai yang mengalir dengan arus yang cukup deras.

Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Tatapannya lurus ke arah depan, Bima menghela nafas pajang beberapa kali. Bahkan Kinan sudah sampai pada titik seperti itu sekarang. Kinan yang dulu mana mungkin akan berbuat nekat seperti itu. Wanita yang akan selalu tersenyum ketika bertemu dengan Bima. Bima mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar akan kehilangan sosok Kinan yang mencintainya.

Tapi itu semua juga bukan salah Kinan. Siapa suruh Bima menipunya sejak awal. Pria itu menatap jauh ke arah depan, hembusan angin yang begitu kencang seolah tak mengganggunya sama sekali. Pikirannya benar-benar kacau, sangat kacau. Dan Leo, hanya bisa melihat bagaimana bosnya yang biasanya selalu tahu apa yang harus dia lakukan, menjadi bingung seperti sekarang.

Para penjaga yang ada di villa, setelah mendapatkan perintah dari Leo. Segera membuka jalan untuk Kinan keluar dari villa itu.

Begitu Kinan berlari keluar, Bella segera menggebrak pagar baja yang ada di depannya.

Brakk Brakk

"Buka pintu ini, kalian dengar tidak! buka atau tabrak dengan mobil!" pekik Bella begitu melihat Kinan.

Penjaga yang lain juga sudah membuka pintu gerbang. Kinan akhirnya bisa keluar dari gerbang villa itu.

"Kinan"

Mata Bella melebar, dia melihat Kinan membawa pecahan kaca di tangannya dan lehernya tergores berdarahh.

Mata Bella berkaca-kaca, dan meraih pecahan kaca itu dari tangan Kinan, lalu melemparkannya.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bella.

"Jika tidak begini, mereka tidak akan melepaskan aku!" lirih Kinan.

Bella sampai menangis melihat kenekatan sahabatnya.

"Kita ke rumah sakit!" kata Bella membantu Kinan masuk ke dalam mobil.

Dua mobil itu akhirnya meninggalkan villa milik Bima. Dan menuju ke rumah sakit.

Saat itu mobil Zayn malah baru sampai, dia bergegas turun dari dalam mobil dan meminta penjaga membuka gerbang.

"Hai buka pagarnya!"

"Tuan Zayn, nyonya Bella baru saja membawa nyonya Kinan pergi!" kata pelayan yang berlari ke arah Zayn untuk memberitahu.

Zayn menekuk kedua alisnya.

"Hah, ya ampun? kenapa aku bisa terlambat sih! haduh! gagal lagi usaha untuk pulang!" kesalnya.

Salah siapa, dia lupa letak pasti villa Bima yang ada di wilayah barat itu. Sampai dia tersesat dua kali putar balik.

Setelah berada di rumah sakit, dokter segera membalut luka yang ada di leher Kinan.

"Lukanya dalam tidak, dok?" tanya Bella pada dokter yang menangani Kinan.

"Lukanya tidak dalam, tapi sementara pasien harus di rawat inap dulu ya. Pasien dehidrasi parah, kekurangan nutrisi dan terlalu lelah. Untung janin yang ada di dalam kandungan pasien kuat. Jika tidak, entah apa yang terjadi!" jelas dokter yang masih memeriksa infus yang terhubung di tangan Kinan.

Bella beralih pada Kinan yang terlihat sangat pucat.

"Kinan..."

"Aku baik-baik saja" lirihnya, meski dia berusaha mengeraskan suaranya. Tetap saja terdengar sangat pelan.

"Baiklah, semua sudah baik-baik saja. Jika ada yang tidak nyaman, bisa panggil perawat atau dokter yang bertugas!"

Bella mengangguk, Kinan sebenarnya ingin berterima kasih pada dokter itu. Tapi suaranya bahkan tidak bisa lagi keluar.

Bella duduk di samping Kinan.

"Jangan banyak bicara dulu, istirahatlah. Kamu sudah aman!"

Kinan menatap Bella, kata-kata itu benar-benar membuatnya merasa lega dan aman. Punya teman sebaik Bella, mungkin adalah keberuntungan paling besar yang dimiliki Kinan.

Begitu Kinan memejamkan matanya, Bella keluar dari ruang rawat itu karena ponselnya berdering.

"Halo ayah..."

[Bagaimana Bella, semua baik-baik saja. Kamu dan Kinan tidak terluka kan?]

"Ayah, Kinan melukai dirinya. Mau tidak mau Bima harus melepaskannya!"

Terdengar helaan nafas panjang di seberang sana.

[Kasihan sekali anak itu, lalu bagaimana kondisinya?]

"Dia masih harus rawat inap, ayah. Dehidrasi dan kelelahan. Suaranya bahkan hilang"

[Bima memang keterlaluan! Bella kamu juga jangan terlalu lelah, butuh bantuan apapun dan kapanpun. Hubungi ayah]

"Baik ayah!"

Bima menghela nafas panjang, dia melihat Kinan dari kaca pintu ruangan itu. Rasanya benar-benar tidak tega, masih waras saja Bella rasa Kinan itu cukup kuat. Suami yang begitu dia cintai, menipunya mentah-mentah seperti itu. Kalau Bella di posisi Kinan, mungkin yang pertama dia lakukan adalah langsung menusukk suaminya dengan pisauu paling tumpul.

***

Bersambung...

1
J
knpa lama2 skali updatenya, jadi gk seru bacanya
falea sezi
bosen thor muter doank😓
Adinda
seret juga bima kepenjara sekalian biar tau rasa
Nurlaila Hidayah
percepat napa thor sidang cerai sama sidang kasus pmbunuhan'a biar ga bertele2 jga, lma2 bisa pda bosan baca'a krna msih jln di t4
mimief
dia yg berhutang nyawa,kenapa aku yg harus membayar. laki laki sialan..kalau lu yg punya utang nyawa...nyawa lu aja yg di tarohin,jgn orang lain
mimief
ternyata bawa dia ada gunanya 🫣🤣🤣. orang ga tau malu mesti ketemu orang yg ga bisa nahan mulut nya 🤣🤣. biar berasa malunya
yula
💪💪💪💪💪thor
gaby
Sumpah lama2 bosen bacanya, padahal jalan ceritanya seru. Tp muter2 doang, dah bab 38 tp msh jalan di tempat. Mana upnya jarang2. Kalo mau bikin crita yg muter2, minimal upnya 2× sehari. Kalo kaya gini yg ada bikin yg mbaca bosen, lalu nabung bab. Ujung2nya pada lupa kalo lg nabung bab. Aq pamit thor, nanti aja bacanya kalo dah tamat
Dokkan Battle: asli cerita Klise
total 1 replies
Siti Zaid
Author lanjut..ditunggu terus lanjutan cerita nya...🤭
Allea
ahh kesel lah bacanya tgu tamat dulu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tinggal lihat aja nek apa yang akan terjadi pada Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ada² Viona 🤣
falea sezi
males klo balik🤣🤣najis kali bekas jalang
Siti Zaid
Bima ternyata bukan hanya buta hati..tapi matanya juga buta kali ya...Agnes si wanita ular pura2 baik hanya didepan Bima..hatinya sangat jahat😠
merry
nek jgn dbyrr usir ajj trs laporin ke polisi ud ada bukti,, knp hrs byr itu duit cucu bodoh mu tak nafkah cucu mantu mu di mkn sm ular busuk itu ud gk tau brp M M,, tu rumh miliar blm lg barang yg lain,, klo aku jdi nenek aku usir lngsng tnp bw baju aksesoris sedikit pun nek,,, cm bju yg nempel di bdn y ajj,,, tuntut kasus pembunuhan dan pemerasan nek,, trs viralkan biar cwo lain gk kena mangsa ya lgh 🤭🤭🤭setelah lahir Kinan kbur aj nan bw ank mu jgn peduliin nenek y Bima
merry
gk ush byr x nek justru pelakor itu hrs balikin uang gak Kinan dan usir dr aptermn yg dibeliin bima
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kok aq gedek ya sama nenek, kayak sebelas dua belas sama Bima dia😡
Moreno
Hahahah pantesan Bima egois dan bodoh, ternyata keluarganya juga sama. Kirain Nenek Ningsih agak waras 😅
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenapa mesti bayar Agnes agar mau dipenjara, mending miskinkan aja Bima atau penjara kan saja Bima nek 🙄
Dokkan Battle
bunuh si tua bangka Ningsih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!