Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Kepulangan Yang Formalitas
Di atas ranjang, villa mewah.
Su Wanwan bersandar di kepala ranjang sambil membaca buku yang baru di dapat nya dengan serius. Paket itu berisi buku dari lanjutan cerita pertama Su Weiwei, dan cerita season dua 'Berjuang di tiga dunia' dunia ketiga, setelah dunia kuno dan dunia modern ternyata adalah dunia kultivasi.
"Ternyata memang benar-benar dunia kultivasi..."
"Berkat bantuan jenderal Huo, Su Weiwei bisa membawa anaknya untuk melakukan tes kebangkitan. Ternyata anak pertama nya sangat berbakat dan membangkitkan bakat akar api kemurnian 99%."
"Hah... Anaknya menjadi murid unggulan sekte dan dia mendapatkan dukungan untuk memperluas bisnis. Akhirnya dia berhasil membangun serikat dagang besar di dunia kultivasi, menjadi milyarder di dunia modern berkat obat-obat dan pil ajaib. Namun..."
Su Wanwan membaca sekali lagi beberapa bait cerita, tiba-tiba kepalanya merasa sakit, sebuah bayangan film yang semula samar-samar dan kemudian berubah menjadi jelas seketika berputar di pikirannya seperti sebuah film drama pendek.
"Arghh... F-filam dewasa macam apa ini, Arghhh!!"
***
Setelah semalaman bergadang membaca cerita, Su Wanwan baru bangun kembali setelah matahari terbit di atas langit modern. Ia berpindah ke dalam ruang, untungnya di dalam ruang telah di siapkan banyak barang, termasuk ranjang. Jadi dia dapat bangun dengan nyaman dan lancar.
"Hmm... Masih bangun pun aku harus berpikir keras."
"Sebenarnya tanpa buff tokoh utama Su Weiwei bukan lagi ancaman, terlebih dia itu hanya bermuka dua dan pura-pura, selagi tidak mencari masalah dengan ku aku tidak akan mengganggu nya juga."
"Hanya saja variabel anaknya ini agak sulit, tanpa bantuan jenderal Huo yang membuat nya bangkit. Apakah dia juga akan di takdirkan bangkit,"
Su Wanwan pikir dunia kultivasi tidak ada bedanya dengan dunia dewa, apakah dia bisa menghentikan takdir dewa?
"Sudahlah, untuk sekarang hubungan anak itu dengan ku belum benar-benar hancur. Membiarkan nya bangkit atau tidak, itu tidak akan mengancam."
Su Wanwan berlari menuju buku ruang, "buku ruang, berikan aku jurus..."
Selama waktu empat hari tersisa ini dia berniat untuk mempelajari lebih banyak jurus untuk pegangan nya jika ada bahaya. Meskipun jurus-jurus ini masih dasar dan biasa, namun untuk bertarung melawan perampok atau kultivator di bawah nya itu akan sangat berguna.
Empat hari kemudian, di dunia kuno.
Shen Yuzhi duduk di atas pohon, bersandar sambil menatap hamparan tanah yang mulai membeku dengan tatapan yang terlihat kosong dan kesepian.
"Shen Yuzhi, pakai jaket mu!" Seru Bai Rongxin dari bawah.
Shen Yuzhi tetap diam seolah tak mendengarkan nya, sementara Bai Rongxin di bawah sudah bersungut dengan kesal.
"Apakah kau sengaja ingin sakit hah? Kau pasti ingin mencari kesempatan saat nyonya kembali nanti dan bertingkah menyedihkan. Cepat pakai jaket mu!"
Muak mendengar nya, Shen Yuzhi segera turun dan berbicara dengan datar. "Aku tidak sakit, namun sepertinya rencana yang kau ucapkan cukup bagus." Ucapnya sambil tersenyum miring, kemudian pergi ke dalam rumah.
"Kau berani, lihat saja jika melakukan nya!"
Di sisi lain, Hu Zheng melihat interaksi mereka berdua dengan pasrah. Sudah dua Minggu ini interaksi kedua orang itu berubah menjadi kucing dan tikus cool.
Entah bagaimana awalnya, namun Hu Zheng mengetahui alasan mereka berdua seperti itu. Saat dia melihat mereka mulai bertengkar, dia mendengar dengan jelas seperti nya mereka berdua bertengkar karena memperebutkan perhatian nyonya.
Bai Rongxin cerewet mudah terpancing, dan entah bagaimana Shen Yuzhi memancing mereka. Namun sepertinya Bai Rongxin mulai iri dengan ucapan Shen Yuzhi dan mereka mulai bertengkar sampa sekarang.
Hu Zheng tidak bisa berkomentar, asalkan pertengkaran mereka masih dalam batas wajar. Mungkin yang bisa membuat mereka akur kembali hanyalah nyonya nya.
Krek... Krek... Duk! Duk!
Suara kereta kuda terdengar, dari jarak yang cukup jauh terlihat siluet sebuah kereta kuda. Siluet itu bergerak semakin dekat hingga akhirnya Hu Zheng sadar jika kereta itu bergerak menuju rumah mereka.
Saat kereta kuda akhirnya berhenti dan seseorang keluar dari dalamnya, Hu Zheng, Bai Rongxin dan Shen Yuzhi menatap nya dengan waspada.
Seorang perempuan yang sangat cantik keluar dari dalam kereta, dalam kondisi ini Hu Zheng dan yang lainnya harusnya bertanya siapa dia. Namun mereka bertiga seperti terkena sihir, mereka menatap begitu lama seolah terpesona.
Wajah perempuan itu terlihat sangat familiar, meskipun terlihat pertama kali, namun mereka merasa mereka seperti sudah melihat nya lama.
"Ada apa dengan kalian? Apakah kalian menjadi bodoh karena dingin?"
Su Wanwan baru saja keluar dari ruang nya, namun siapa sangka ternyata di dunia kuno ini tengah memasuki musim salju awal. Alhasil untuk formalitas dia berlari menuju kota, membeli pakaian bulu mewah dan kereta kuda untuk kembali.
"Anda,,, nyonya!?" Seru Hu Zheng dengan terkejut.
Su Wanwan mengangguk. "Aku tahu kalian terkejut, namun tidak bisakah kalian membiarkan ku masuk?"
"B-baik..."
Hu Zheng mengurus kuda untuk di masukan ke dalam kandang, dan segera kembali berkumpul dengan Bai Rongxin dan Shen Yuzhi untuk menyambut nyonya nya.
"Dana yang ku berikan ternyata kau pakai dengan baik, rumah ini bagus. Namun bagaimana dengan kamar ku?"
"Terimakasih nyonya, kamar nyonya baik-baik saja. Seperti perintah nyonya, masih utuh dan tidak ada satupun orang yang bisa masuk ke sana. Hanya saja karena merasa kamar nyonya terlalu kecil, Hu Zheng berani lancang membuat satu kamar yang lebih besar yang terhubung dengan pintu rumah nyonya."
Su Wanwan sedikit tersenyum, sepertinya kepergian nya kali ini membuat Hu Zheng banyak belajar. Laki-laki yang dulu terasa kasar ini sekarang terlihat lebih baik dan bisa di andalkan.
Su Wanwan mengedarkan pandangannya dan melihat keseluruhan rumah dengan indra spiritual, rumah tua yang dahulu berdiri dalam keadaan rapuh dan suram kini telah berubah sepenuhnya. Dinding-dindingnya yang dulu kusam dan retak kini berganti menjadi bata biru yang kokoh, memberikan kesan megah sekaligus tenang. Bangunan itu pun telah diperluas menjadi sebuah rumah besar dengan banyak ruangan, lorong-lorong yang panjang, serta halaman luas yang mengelilinginya.
Tak hanya rumahnya yang berubah, lingkungan di sekitarnya pun perlahan ditata. Rerumputan liar yang dahulu tumbuh tinggi dan pepohonan yang membuat tempat itu tampak gelap mulai dipangkas dan dirapikan. Cahaya matahari kini dapat menyinari halaman dengan lebih leluasa, menghilangkan kesan menyeramkan yang dahulu melekat pada rumah tersebut.
Di bagian belakang rumah, berdiri sebuah kandang kuda yang cukup luas. Beberapa ekor kuda dapat terlihat di dalamnya, sesekali meringkik atau menghentakkan kaki ke tanah. Dengan halaman yang lebih tertata, bangunan yang kokoh, serta kandang kuda di belakangnya, rumah yang dahulu tampak seperti bangunan terlupakan kini telah berubah menjadi kediaman yang luas, nyaman, dan jauh dari kesan menyeramkan.