NovelToon NovelToon
MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Di usianya yang baru 25 tahun, Inayah Putri adalah gabungan sempurna antara kecerobohan, ketomboyan, dan kejeniusan. Ide-ide cemerlangnya sukses mengguncang perusahaan papan atas, melejitkan karier dan gajinya secara instan.

Sayang, sukses di dunia kerja tak sebanding dengan percintaannya. Bertahun-tahun berkorban demi Pasya, Inayah justru menerima kenyataan pahit saat tak sengaja mendengar percakapan Pasya dan ibunya, yang menganggapnya "ATM berjalan". Janji pertunangan dan pernikahan yang diimpikan hanyalah kebohongan belaka.

Dalam keputusasaan di tepi pantai, matanya tertuju pada Abiyan Zimraan, pria misterius berkursi roda yang dikiranya hendak bunuh diri. Tepat ketika ibunya mendesak untuk segera menikah dan Inayah menolak untuk kembali pada Pasya, ia membuat keputusan ternekat dalam hidupnya.

Menatap Abiyan, meski lumpuh tapi memiliki ketampanan memikat, Inayah berpikir: "pria ini seribu kali lebih berharga dibanding pengkhianat seperti Pasya." Tanpa ragu, Inayah melamarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TINGKAH ISTRI AJAIB.

Suara denting jam dinding yang menunjukkan pukul empat pagi perlahan menyadarkan Inayah dari lelapnya. Seperti biasa, jam biologisnya bekerja amat akurat untuk menunaikan ibadah subuh.

Namun, saat hendak menggeser tubuhnya, Inayah kembali tersentak pelan. Kehangatan dada bidang dan lingkar lengan kekar yang melilit pinggangnya membuat gadis itu menahan napas. Lagi-lagi ia terbangun tepat di dalam dekap erat Abiyan. Kali ini, tak ada jeritan heboh atau kepanikan konyol. Inayah justru terdiam, memandangi raut wajah tampan yang tertidur lelap di hadapannya.

Alis tebal yang tegas, hidung mancung, serta garis rahang yang sempurna. Ganteng banget sih nih orang kalau lagi diam gini, batin Inayah kagum. Ia mengulas senyum tipis, namun membuang jauh-jauh niat untuk menyentuh pipi itu karena takut membangunkan sang pria.

"Sudah puas memandangi wajah suamimu yang tampan ini, hm?"

Suara berat dan serak khas bangun tidur tiba-tiba terdengar meluncur mulus dari bibir Abiyan, padahal matanya masih terpejam rapat.

Inayah terlonjak kaget. Ia melotot heran. Padahal jemarinya sama sekali belum menyentuh Abiyan, bagaimana bisa pria ini tahu?

"Anda... Anda punya mata simpanan ya di jidat?! Kok bisa tahu sih kalau saya lagi..."

Abiyan perlahan membuka matanya, menatap Inayah dengan sudut bibir terangkat tipis. "Iya, suamimu ini punya mata batin. Jadi jangan pernah mencoba melakukan hal-hal yang aneh di belakangku, paham?"

Bulu kuduk Inayah seketika merinding membayangkan 'mata batin' Abiyan. Tanpa membuang waktu, gadis itu langsung melompat turun dari tempat tidur dan ngacir kencang menuju kamar mandi.

Namun tepat di ambang pintu, langkahnya mendadak terhenti kaku. Matanya menyipit memandangi interior kamar mandi di hadapannya.

"Eh... ini di mana lagi? Kok beda? Kemarin bathtubnya gede banget kaya kolam renang, ini kok agak kecilan? Tapi tunggu deh... bukannya ini ubin rumah gua?" Inayah menepuk-nepuk pipinya bingung. "Ah, sudahlah! Daripada dipikirin bikin pusing, mending sholat dulu nanti keburu habis waktunya!"

Inayah segera menerobos masuk dan mengguyur wajahnya dengan air wudhu. Sementara di atas ranjang, Abiyan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ajaib sang istri yang keheranan dengan rumahnya sendiri.

Tak lama kemudian, Inayah keluar dengan wajah yang masih basah berseri. Abiyan pun beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu, sebab sejak subuh pertamanya di rumahnya waktu itu, Abiyan mulai kembali taat menjaga sholatnya.

Namun, saat Abiyan baru saja hendak mengangkat kedua tangannya untuk takbiratul ihram di dalam kamar, suara jeritan histeris mendadak membelah keheningan rumah.

"AAAKHHH!"

DEG!

Abiyan yang panik setengah mati panik menduga ada bahaya atau musuh yang menyusup, ia langsung berlari keluar kamar, menunda sholatnya.

"Ada apa, Inayah?! Kamu tidak apa-apa?!" tanya Abiyan dengan napas memburu dan raut wajah tegang.

Inayah berdiri di tengah ruangan, matanya berputar kesana, kemari bagai bola pingpong. Tangannya menunjuk-nunjuk sekeliling. "Ini... Ini... Ini beneran rumah gua kan, Mas?! Kenapa bisa jadi kaya begini?! Kenapa tiba-tiba melar jadi gede begini?!"

Abiyan seketika menepuk jidatnya keras-keras. Bikin panik setengah mati saja!

"Iya, ini rumah kamu, Nayah," sahut Abiyan menghela napas panjang sambil mengelus dadanya. "Aku yang menyuruh orang untuk merenovasinya kemarin. Supaya tidak terlalu sempit dan kamu bisa memasak dengan lebih nyaman. Sekarang sudah puas mendengar jawabanku? Sekarang diam dan fokuslah memasak, gara-gara kamu aku jadi menunda sholat!"

Inayah menyeringai lebar tanpa dosa, memamerkan deretan giginya yang rapi. "Hehehe... Maaf ya Pak Bos. Habisnya gua syok berat melihat rumah sendiri mendadak berubah wujud."

Abiyan hanya mendengus bersikap dingin, meski hatinya geli, lalu kembali ke kamar untuk melanjutkan sholatnya.

Sementara itu, Inayah melangkah menuju area dapur baru yang kini dilengkapi meja bartender dan kitchen set modern yang amat luas. Gadis itu mengelus permukaan meja dapur dengan mata berbinar-binar.

"Ternyata enak juga punya suami orang kaya serba ada... Dalam sekejap, rumah sempit kaya gang kelinci langsung berubah jadi kaya vila," gumamnya kegirangan sambil mulai meracik bahan masakan dengan semangat membara.

Aroma harum nasi goreng telur dan bumbu rempah langsung memenuhi seluruh ruangan. Usai menata hidangan di atas meja makan, Inayah melihat Abiyan melangkah keluar kamar dengan pakaian santai namun tetap memancarkan aura karismatik.

"Ayo, Mas! Kita makan! Sarapan super lezat ala Chef Inayah sudah siap!" panggil Inayah ceria seraya menarik kursi makan.

Mereka pun menikmati sarapan bersama dalam suasana hangat. Di sela-sela mengunyah makanannya, Inayah membuka suara. "Mas, mulai hari ini aku udah mulai masuk kerja lagi ya."

Abiyan menghentikan suapannya sejenak. Ia menatap Inayah lekat. "Mengapa kamu tidak bekerja di kantorku saja? Aku bisa memberikan posisi yang jauh lebih baik."

"Kagak mau!" tolak Inayah cepat seraya mengibaskan tangannya. "Gua kagak mau dikatain orang-orang 'aji mumpung' cuma gara-gara nikah sama bos besar. Lagian pekerjaan gua di kantor yang sekarang udah enak banget. Gua udah berjuang mati-matian dari bawah sampai akhirnya bisa jadi Kepala Divisi Tim Kreatif. Sayang dong kalau dilepas gitu aja."

Abiyan menatap keteguhan di mata istrinya. Meski memiliki kekuasaan penuh untuk memaksakan kehendak, Abiyan akhirnya mengalah. Ada rasa bangga yang menyusup pelan di dadanya melihat kemandirian gadis ini. "Baiklah, kalau itu memang keinginanmu."

Usai sarapan, mereka bersiap untuk berangkat. Abiyan menawarkan diri, "Biar aku yang mengantarmu bekerja hari ini."

Namun Inayah lagi-lagi menggeleng tegas. "Nggak usah, Mas. Gua lebih nyaman naik mobil kesayangan gua sendiri."

Abiyan mengernyitkan alisnya bingung, lalu menunjuk ke arah sudut halaman rumah melalui jendela. "Mobil? Sepeda motor matic kecil yang catnya sudah agak mengelupas itu kamu sebut mobil? Kamu ini memang perempuan aneh ya."

"Biarin! Mau motor mau mobil yang penting nyaman dan bikin bahagia!" sahut Inayah tak mau kalah seraya mengenakan jaket dan helmnya. "Hidup itu harus dinikmati, Tuan Muda! Nggak kaya Anda yang selalu kaku dan tegang menghadapi dunia, kaya Kanebo kering!"

Abiyan terkekeh sinis namun tak melarang lagi. Inayah segera menuntun sepeda motor matic kesayangannya menuju pagar depan.

Namun, tepat saat pintu pagar besi itu didorong terbuka lebar, sosok pria tinggi berpenampilan rapi sudah berdiri di sana. Wajah pria itu tampak panik dan serabut. Itu adalah Pasya mantan kekasih Inayah yang memang sudah tahu pasti alamat rumah tersebut.

"Nay..." panggil Pasya dengan suara bergetar penuh kerinduan. Langkahnya maju mendekat. "Bisakah kita berbicara sebentar? Aku... aku sangat merindukanmu, Nay."

Atmosfer riang yang tadi tercipta seketika sirnah digantikan oleh kecanggungan yang mendingin.

1
Baek chanhun
nenek sm kakek tempat inayah sj,.agar awet muda
Sribundanya Gifran
lanjut
falea sezi
lanjuttt🤭 q kirim hadiah
Naftali Hanania
keren nayah...🤩 biarpun tetep aja ada kejadian lucu nya 🤭✌️
Baek chanhun
next thourt💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
mama
top mar kotop abiyan gk ad duany pokok ny,sat set gk bakal ngasih celah buat musuh 😄
Teh Fufah
keren nayah nih... udah punya pengawal
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyak thor💪💪💪💪💪
Mutiara Nisak
mimpi apa dirimu nay semalam,dpt cincin seharga milyaran,klo hilang belinya kyk beli kerupuk pasir....😄😄😄
Naftali Hanania
wadaw...ini sultan di atas sultan ya...10m klk ilqng tinggal beli lg.....mantabbbb👍👍👍👍
Naftali Hanania
gak dpt mangsa baru..mangsa lama diudak - udak 😎
Naftali Hanania
begitu kalok jodoh kali ya....saling ngelengkapin 😍👍
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 kaget kali sm.interaksinya nayah sm nrnek nya....gak pernah gitu ya byan sm nenek nya 😁✌️
Naftali Hanania
kasihtau gak ya....😁✌️🤭
Naftali Hanania
👍👍👍👍
Naftali Hanania
no jaim2 ya inna 🤭
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 inna tidurnya sorah...parah 🤣🤣🤣🤣
Naftali Hanania
mendadak jd orang ssuper duper have ya In 🤭👍
Naftali Hanania
inayah.....👏👏👏👏👏👏😁👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!