NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Rencana Menuju Kota Perhimpunan

Perjalanan turun dari pegunungan terasa berbeda dari saat mereka mendaki naik—bukan lagi pelarian penuh ketakutan, melainkan langkah-langkah yang dipenuhi tujuan, meski beban di depan masih terasa berat.

"Kita tidak bisa langsung kembali ke Puncak Elang Hitam," Tetua Kang berkata pada malam pertama perkemahan mereka di kaki gunung, suaranya masih terdengar lelah namun kini jujur tanpa gema kegelapan yang selama ini menyertainya. "Kalau aku muncul tiba-tiba mengaku semuanya tanpa persiapan, ada risiko besar Dewan Tetua justru akan menutupinya lagi—demi menjaga reputasi sekte, seperti yang sudah mereka lakukan selama ini."

"Jadi apa rencanamu?" Yun Xia bertanya, masih menjaga jarak waspada meski pertempuran telah usai—kepercayaan tak bisa dibangun kembali dalam semalam setelah tiga puluh tahun kebohongan.

"Kota Perhimpunan Pengrajin," Tetua Kang menjawab. "Tempat netral, jauh lebih besar dari Kota Tapal Perbatasan, tempat perhimpunan pengrajin dari seluruh benua berkumpul—termasuk beberapa yang punya pengaruh besar di Dewan Aliansi Sekte, meski mereka sendiri bukan kultivator. Kalau kita bisa membawa bukti yang cukup kuat ke sana, mendapatkan dukungan dari pihak yang dihormati secara independen, pengakuanku akan jauh lebih sulit ditutupi begitu saja."

Old Bo mengangguk setuju. "Aku kenal beberapa nama di sana. Perhimpunan Pengrajin punya aturan ketat soal kejujuran dagang dan reputasi—kalau mereka dengar cerita ini, terutama dengan bukti arsip dari Tetua Feng, mereka tidak akan tinggal diam."

Su Mei, yang sejak keluar dari lembah tampak lebih tenang meski kekuatan jiwanya belum sepenuhnya pulih, menambahkan, "Dan itu juga tempat yang tepat untuk mulai membangun kembali nama baik seni pengukiran jiwa secara terbuka—bukan sebagai dosa yang harus disembunyikan, tapi sebagai keahlian yang bisa dipertanggungjawabkan."

Ji Ming mendengarkan diskusi itu sambil menatap Xiao Mu dan Xiao Yu yang duduk tenang di dekat api unggun, memikirkan betapa jauh perjalanan ini telah membawanya dari sekadar buronan ketakutan menjadi bagian dari rencana yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri.

"Berapa lama perjalanan ke sana?" ia bertanya.

"Sekitar sepuluh hari," Tetua Kang menjawab, "melewati beberapa kota kecil di sepanjang jalan. Kita harus berhati-hati—meski aku sekarang berniat mengaku, catatan resmi masih menyebutmu buronan, Ji Ming. Sampai aku benar-benar bicara di hadapan Dewan, status itu belum berubah."

"Jadi kita masih harus bersembunyi," Ji Ming menyimpulkan, sedikit lelah membayangkan berapa lama lagi ia harus hidup dalam bayang-bayang kecurigaan.

"Untuk sekarang, ya," Tetua Feng—yang meski memilih tinggal di lembah, telah membekali mereka dengan salinan penting dari arsipnya sebelum mereka pergi—pernah berpesan sebelum mereka berpisah. Kata-kata itu masih terngiang jelas di benak Ji Ming: Kebenaran butuh waktu untuk didengar, Nak. Jangan terburu-buru hanya karena kau lelah menunggu.

Sepuluh hari perjalanan itu berlalu dengan campuran ketegangan dan momen-momen tenang yang mulai terasa seperti kehidupan normal yang belum pernah dimiliki Ji Ming sebelumnya—Old Bo mengajarinya lebih banyak teknik ukiran di sela-sela perjalanan, Su Mei melanjutkan pelajaran tentang pengendalian kekuatan jiwa yang lebih halus, dan bahkan Tetua Kang, meski awalnya canggung, mulai berbagi pengetahuan tentang struktur internal Puncak Elang Hitam yang mungkin berguna nantinya—siapa di antara tetua lain yang mungkin bisa dipercaya, siapa yang mungkin akan menentang keras pengakuannya.

Yun Xia tetap menjaga jarak profesional dengan Tetua Kang, meski perlahan ketegangan di antara mereka mulai mereda menjadi kewaspadaan yang lebih tenang—bukan kepercayaan penuh, tapi setidaknya pengakuan bahwa mantan musuh mereka kini benar-benar berusaha memperbaiki kesalahannya.

Pada hari kesembilan, saat mereka mendekati gerbang luar Kota Perhimpunan Pengrajin yang megah—jauh lebih besar dan ramai dari kota mana pun yang pernah Ji Ming lihat sebelumnya, dengan menara-menara tinggi berhiaskan lambang berbagai perhimpunan dagang dan kerajinan—seorang penjaga gerbang tiba-tiba menghentikan langkah mereka, matanya menyipit menatap selembar kertas usang di tangannya, lalu kembali ke wajah Ji Ming dengan tatapan yang membuat jantungnya berdegup kencang.

"Tunggu," penjaga itu berkata, suaranya tegas. "Aku perlu memeriksa sesuatu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!