NovelToon NovelToon
Kejarlah Cinta Sampai Ke Negeri China

Kejarlah Cinta Sampai Ke Negeri China

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:53
Nilai: 5
Nama Author: HaLiAs

Kejarlah ilmu sampai ke negeri cina, sepertinya berubah makna menjadi cinta. Reza dan keluarganya adalah penduduk lokal asli yang hidup dikawasan kota J, berteman dengan Chintya yang pendatang dari etnis cina bersama keluarganya yang mengelola toko kelontong.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaLiAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saksi Bisu x Sidang Kampus 4

‎   ‎Di dalam kepalanya, saat hakim sedang berdiskusi pelan, Reza tidak memikirkan tentang gelar sarjana yang akan melayang. Ia memikirkan dompetnya. Ia memikirkan celengan ayam jagonya. Ia memikirkan kelereng di saku celananya.

‎

‎Beasiswa Sastra Mandarin udah hangus, pikir Reza dengan pragmatisme yang konyol di tengah tragedi. Tapi Cina itu negara nyata, bukan cuma bisa dijangkau pakai nilai A. Kalau pintu depan dikunci, gue bakal bobol pintu belakang.

‎

‎Tekad Reza sekeras baja. Ia mengingat opsi kedua yang dulu ia buang jauh-jauh: Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Menjadi kuli panggul di pelabuhan Hongkong, tukang las di pabrik perakitan Shenzhen, atau apa pun itu. Gelar sarjana hanyalah kendaraan. Tujuannya tetap sama: Guangzhou. Chintya.

"Berdasarkan bukti-bukti yang ada, dan demi menjaga kehormatan institusi..." suara Dekan kembali menggelegar, mengambil alih lamunan Reza.

‎

‎Dekan mengetuk palu kayunya tiga kali. Tok! Tok! Tok!

‎

‎"Saudara Reza Adhitama, dengan ini Anda dinyatakan bersalah atas pelanggaran kode etik dan tindak pidana asusila berat di lingkungan kampus. Keputusan komite sudah bulat. Mulai hari ini, Anda resmi Dikeluarkan (Drop Out) dari Universitas Indonesia. Pihak kampus juga akan menyerahkan berkas Anda ke pihak berwajib jika keluarga korban menuntut."

‎

‎Sidang ditutup.

‎

‎Senyum tipis penuh kemenangan mengembang di bibir Kevin. Ia menang. Ia berhasil menyingkirkan hama perusak pemandangannya, sekaligus mengikat Dini dalam ilusi pahlawannya. Siska dan Maya menghela napas lega, merasa keadilan (yang salah alamat) telah ditegakkan.

‎

‎Di barisan belakang, suara tangisan keras tiba-tiba pecah. Bukan tangisan wanita, melainkan tangisan seorang pria bertubuh gorila.

‎

‎Poltak menangis sejadi-jadinya. Ingus menetes dari hidung peseknya, air matanya membanjiri pipinya. Ia tidak peduli pada tatapan aneh para dosen. Ia melompat dari kursinya dan berlari memeluk Reza yang baru saja berdiri dari kursi pesakitan.

‎

‎"Zaaaa!! Ya Tuhan, kawan akuuu!!" ratap Poltak keras-keras, memeluk Reza hingga tulang rusuk Reza berbunyi gemeretak. "Hancur masa depanmu, Kawan! Gimana kau mau ke Cina sekarang?! Kampus ini buta! Dosennya makan micin semua!"

‎

‎Reza terbatuk-batuk, menepuk punggung Poltak yang berguncang hebat. Alih-alih menangis, Reza justru tertawa kecil. Tawa yang membuat Poltak melepaskan pelukannya dan menatap Reza ngeri.

‎

‎"Kau... kau udah gila ya, Za? Otakmu korslet gara-gara di-DO?" isak Poltak.

‎

‎Reza merogoh saku celananya, mengeluarkan kelereng baret kebanggaannya, dan menggenggamnya di depan wajah Poltak. Matanya tidak memancarkan kekalahan, melainkan api yang menyala lebih terang dari sebelumnya.

‎

‎"Gue nggak gila, Tak. Dan masa depan gue belum hancur," kata Reza dengan senyum lebar yang sangat menyebalkan di situasi seperti ini. "Gue cuma pindah jalur. Lo pikir tiket ke Cina cuma ada di gedung ini? Besok pagi, temenin gue ke Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) ya."

‎

‎Poltak mengerjap-ngerjapkan matanya yang sembab. "Buat apa kau ke Disnaker?"

‎

‎"Daftar jadi TKI," jawab Reza mantap. "Kalau gue nggak bisa ke Cina pakai almamater kuning ini, gue bakal ke sana pakai helm proyek atau seragam pabrik. Janji adalah janji, Tak. Dan gundukan tanah di UI ini nggak bakal bisa ngubur tekad gue."

‎

‎Poltak terdiam, tangisannya mendadak berhenti. Ia menatap sahabat kurusnya itu dengan rasa takjub yang luar biasa. Di saat Kevin berjalan melewati mereka dengan tawa mengejek bersama gengnya, Reza tidak menoleh sedikit pun.

‎

‎Pemuda kucel itu tidak pernah benar-benar kalah. Mimpinya belum mati, ia hanya sedang membeli tiket di loket yang berbeda.

‎

‎(Bersambung...)

‎

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!