NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Suasana di dalam ruang gawat darurat itu perlahan menjadi lebih santai dan hangat.

Shen Changyuan menatap Jiang Chen dengan senyum yang sangat lebar hingga mata tuanya menyipit.

Namun di balik senyuman ramah itu, ada kilatan kewaspadaan dan rasa ingin tahu yang sangat besar.

Sebagai pemimpin keluarga konglomerat, dia tidak bisa menyerahkan nyawa cucunya begitu saja kepada orang asing.

Dia harus benar-benar yakin bahwa pemuda ini bukan hanya beruntung memiliki energi Qi murni.

Pengetahuan medis dan teori dasar pemuda ini juga harus diuji untuk memastikan keamanannya.

"Dokter Jiang, karena Anda akan merawat Muxue selama sebulan, ada sesuatu yang ingin saya diskusikan."

"Saya punya beberapa pertanyaan medis yang selama ini selalu mengganggu pikiran saya."

"Apakah Anda keberatan jika orang tua ini meminta sedikit pencerahan dari Anda malam ini?"

Jiang Chen mengusap tengkuknya yang pegal dan menghela napas panjang.

"Tanya saja Kek, mumpung aku masih punya sedikit sisa tenaga untuk bicara."

"Tapi tolong jangan terlalu lama, perutku sudah berdemo minta diisi makanan sejak tadi."

Shen Changyuan tertawa pelan mendengar jawaban jujur yang sangat tidak sopan itu.

Dia kemudian mengubah posisi berdirinya menjadi lebih tegak dan menatap Jiang Chen dengan serius.

"Pertanyaan pertama, dalam naskah kuno pengobatan jarum perak, ada teknik yang disebut Sembilan Jarum Penahan Jiwa."

"Namun naskah itu terpotong di bagian kelima, sehingga tidak ada yang tahu letak titik keenam."

"Menurut Anda, di manakah letak titik meridian keenam untuk menahan jiwa yang akan lepas?"

Mendengar pertanyaan itu, para asisten dokter yang tersisa di ruangan langsung saling berbisik kebingungan.

Bahkan dokter spesialis paling jenius pun tidak akan tahu jawaban dari literatur kuno yang sudah hilang tanpa jejak.

Jiang Chen hanya memutar bola matanya karena merasa pertanyaan itu terlalu meremehkan otaknya.

Pengetahuan dari cahaya keemasan itu membuat pertanyaan mematikan ini terasa seperti tebakan anak di taman kanak-kanak.

"Titik keenam bukan berada di dada atau kepala seperti lima jarum pertama, Kek," jawab Jiang Chen santai.

"Kau harus menusuk titik Yongquan di telapak kaki dengan kedalaman tepat tiga inci."

"Itu berfungsi untuk mengunci energi bumi agar roh tidak bisa melayang keluar dari atas kepala."

Shen Changyuan langsung tersentak mundur seolah baru saja dipukul dadanya oleh palu godam.

Matanya terbelalak sangat lebar menatap pemuda berpakaian lusuh di depannya ini.

"Titik Yongquan, telapak kaki, menahan energi bumi," gumam Shen Changyuan berulang-ulang seperti orang gila.

"Benar! Kenapa aku tidak pernah memikirkan logika sesederhana itu selama puluhan tahun?!"

Pria tua itu menepuk dahinya sendiri dengan keras karena merasa sangat bodoh.

Pertanyaan yang menyiksa para tetua keluarga Shen selama lima generasi dijawab dalam hitungan detik.

"Luar biasa, ini benar-benar pencerahan yang sangat menakjubkan Dokter Jiang!" puji Shen Changyuan bersemangat.

"Kalau begitu izinkan saya bertanya satu hal lagi yang jauh lebih sulit."

Jiang Chen menguap sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.

"Cepatlah Kek, aku benar-benar bisa pingsan kelaparan kalau kau menahanku sepuluh menit lagi."

Shen Changyuan menelan ludah dengan susah payah untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

"Jika seseorang menderita racun api dari tanaman Bunga Teratai Merah, apa penawar utamanya?"

"Semua literatur mengatakan kita harus menggunakan Akar Es Seribu Tahun, tapi itu selalu berujung pada kegagalan."

"Pasien akan langsung mati karena benturan ekstrim antara suhu panas dan dingin di jantungnya."

Pertanyaan kedua ini adalah kasus nyata yang pernah gagal disembuhkan oleh Shen Changyuan di masa lalunya.

Kegagalan itu menjadi penyesalan terbesar dalam karir medisnya hingga hari ini.

Jiang Chen menatap pria tua itu dengan tatapan kasihan.

"Tentu saja pasienmu akan meledak kalau kau langsung menyiramkan air es ke dalam minyak mendidih."

"Bunga Teratai Merah itu bersifat parasit, dia menyerap racunnya ke dalam sumsum tulang belakang."

"Kau tidak butuh Akar Es Seribu Tahun yang sangat langka dan mahal itu, Kek."

Jiang Chen mengangkat satu jarinya dan menunjuk ke arah udara kosong di depannya.

"Kau hanya butuh racun dari bisa Ular Hijau Ekor Daun yang direbus bersama jahe hitam."

"Gunakan racun untuk melawan racun, biarkan bisa ular itu memakan racun api di dalam tulang pasien."

"Setelah racun apinya habis dimakan, kau baru menetralisir bisa ular itu dengan rebusan daun mint biasa."

Deg.

Jantung Shen Changyuan seolah berhenti berdetak selama beberapa detik mendengar penjelasan mengerikan itu.

Menggunakan racun mematikan untuk memakan racun lain di dalam tubuh manusia.

Itu adalah metode pengobatan ekstrim yang hanya berani dilakukan oleh dewa kematian atau dokter yang benar-benar jenius.

Tapi logika medis di balik penjelasan singkat itu sangat sempurna dan tidak terbantahkan sama sekali.

Pluk.

Shen Changyuan tiba-tiba menjatuhkan tongkat kayu mahalnya ke lantai begitu saja.

Air mata penyesalan dan pencerahan mengalir perlahan dari sudut mata keriputnya.

"Menggunakan racun membasmi racun, ternyata selama ini aku berjalan di jalan yang sepenuhnya salah."

"Aku membunuh pasienku sendiri karena terlalu kaku mengikuti teori buku kuno yang tidak lengkap."

Pria tua itu kembali membungkukkan badannya sangat dalam ke arah Jiang Chen.

Kali ini penghormatannya murni sebagai seorang murid yang tunduk kepada guru besarnya.

"Guru Jiang, mohon terima penghormatan dari murid tua yang bodoh ini," ucap Shen Changyuan dengan suara serak.

1
watno antonio
lanjut thorrrrr ceritanya rame.up yang banyak thor
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!