NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Haikal berdiri di depan pintu ruangan Permana dengan wajah tegang.

Sudah hampir sepuluh menit ia berada di depan sana, tetapi tangannya belum juga terangkat untuk mengetuk. Entah mengapa, menemui seorang bankir yang selama ini menjadi rekan bisnis sekaligus pemberi pinjaman untuk usahanya terasa jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.

Namun, hari ini ia harus mendapatkan jawaban.

Tentang Tiara.

Tentang rencana pernikahan mereka.

Dan tentang sesuatu yang sejak beberapa hari terakhir mengganggu pikirannya.

Haikal akhirnya mengetuk pintu.

"Masuk."

Haikal membuka pintu dan melangkah masuk.

Permana yang sedang memeriksa beberapa dokumen mengangkat wajah. Begitu melihat siapa yang datang, alisnya sedikit terangkat.

"Haikal?"

"Pak Permana."

"Silakan duduk."

Haikal duduk di kursi di depan meja kerja Permana. Tangannya saling bertaut di atas paha. Beberapa saat ia hanya diam.

Permana memperhatikannya dengan tatapan datar.

"Kalau ada yang ingin kau bicarakan, katakan saja. Aku sedang banyak pekerjaan."

Haikal menarik napas panjang.

"Saya ingin bertanya tentang satu hal."

"Silakan."

"Apakah... Anda benar-benar serius ingin menikahi Tiara?"

Permana menghentikan gerakan tangannya.

Ia meletakkan pena di atas meja, lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi.

"Aku serius. Aku tidak main-main."

Jawaban itu membuat dada Haikal terasa sesak.

Permana menatapnya tajam.

"Tapi aku justru penasaran. Untuk apa kau memusingkan hubunganku dengan Tiara?"

Haikal terdiam.

"Jangan-jangan kau cemburu?" lanjut Permana.

Haikal mengangkat wajah.

"Aku..."

"Atau kau menyesal karena sudah menyia-nyiakannya?"

Pertanyaan itu tepat menghantam bagian paling rapuh dalam diri Haikal.

Ia tidak mampu menjawab.

Tatapannya perlahan turun.

Permana mengembuskan napas pendek.

Diamnya Haikal sudah cukup menjadi jawaban.

"Jadi benar."

"Aku tidak datang untuk membicarakan perasaanku," ujar Haikal pelan.

"Kalau begitu jangan mengurusi hubunganku dengan Tiara."

Permana kembali mengambil pena.

"Lebih baik kau mengurusi tunggakan setoran bankmu."

Haikal langsung mengernyit.

"Maksud Anda?"

"Perusahaanmu sudah terlambat membayar setoran selama dua bulan."

Haikal membeku.

"Tidak mungkin, Pak."

Permana mengangkat alis.

"Tidak mungkin?"

"Intan, istri saya, selalu membayar angsuran tepat waktu."

Permana menatap Haikal beberapa detik.

Kemudian ia tertawa kecil, tetapi sama sekali tidak terdengar lucu.

"Kamu lebih percaya Intan daripada aku?"

Haikal terdiam.

"Aku pemilik bank tempat kau meminjam uang," lanjut Permana. "Aku tidak sedang menebak-nebak. Data pembayaran perusahaanmu ada di hadapanku."

Permana memutar monitor komputer agar menghadap Haikal.

"Lihat sendiri."

Haikal bangkit dan mendekat.

Matanya membesar saat melihat catatan pembayaran yang ditampilkan.

Memang ada tunggakan.

Dua bulan.

"Bagaimana bisa..." gumamnya.

"Itu yang seharusnya kamu tanyakan kepada orang yang selama ini mengurus pembayaran."

Nama Intan langsung muncul di kepala Haikal.

Mustahil.

Intan selalu mengatakan semua pembayaran telah diselesaikan.

Bahkan beberapa kali ia berkata bahwa ia sudah datang langsung ke bank.

"Apakah Anda yakin tidak terjadi kesalahan administrasi?"

Permana menatapnya tajam.

"Kau pikir aku akan menuduh nasabah tanpa memeriksa data?"

Haikal kembali duduk.

Kepalanya penuh dengan pertanyaan.

Jika uang angsuran memang sudah diberikan kepada Intan, lalu ke mana uang itu pergi?

Belum sempat ia bertanya lagi, terdengar ketukan dari luar.

Tok.

Tok.

Pintu terbuka.

Dan seseorang masuk sambil membawa sebuah kotak makan siang.

Haikal membeku.

Tiara.

Wanita yang selama ini berusaha ia lupakan.

Namun hari itu Tiara terlihat berbeda.

Ia mengenakan pakaian sederhana tetapi sangat elegan. Rambutnya tertata rapi, wajahnya terlihat segar, dan senyum tipis menghiasi bibirnya.

Tidak ada lagi wajah lelah yang dahulu sering ia lihat di rumah.

Tidak ada lagi pakaian sederhana yang membuat ibunya sering merendahkannya.

Tiara terlihat bahagia.

Dan entah mengapa, kebahagiaan itu justru terasa seperti pisau yang menusuk dada Haikal.

"Permana," panggil Tiara lembut.

Permana langsung tersenyum.

"Kau datang."

"Aku membawakan makan siang."

Tiara mengangkat kotak makan yang dibawanya.

"Kau belum makan, kan?"

"Belum."

"Bagus. Aku tahu kau sering lupa makan kalau sedang bekerja."

Permana tersenyum hangat.

Haikal menatap keduanya.

Pemandangan itu terasa begitu asing.

Dulu, Tiara selalu menunggunya pulang.

Membuatkan makanan.

Menyiapkan pakaian.

Mengkhawatirkan kesehatannya.

Tetapi saat itu Haikal menganggap semuanya biasa.

Bahkan terlalu biasa.

Sekarang, ketika ada pria lain yang menerima perhatian Tiara, ia baru menyadari betapa berharganya semua itu.

Tiara akhirnya menyadari keberadaan Haikal.

Tatapan mereka bertemu.

Senyumnya perlahan menghilang.

"Mas Haikal?"

"Tiara..." suara Haikal terdengar berat. "Sedang apa kamu di sini?"

Tiara menatap Permana sekilas, kemudian kembali menatap mantan suaminya.

"Ini kantor calon suamiku."

Ia tersenyum tipis.

"Aku bebas keluar masuk kantor ini walau tidak ada urusan sekalipun."

Kalimat itu membuat Haikal langsung menunduk.

Calon suami.

Dua kata itu terasa begitu menyakitkan.

Dulu Tiara adalah istrinya.

Perempuan yang selalu ada di sampingnya.

Namun ia sendiri yang melepaskannya.

Ia sendiri yang mengatakan bahwa pernikahan mereka harus berakhir demi masa depan dan keturunan.

Ia sendiri yang memilih Intan.

Dan sekarang, ketika Tiara benar-benar pergi, mengapa hatinya terasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat besar?

"Kalau begitu..." Haikal berdiri.

Ia tidak sanggup berlama-lama.

Namun sebelum pergi, matanya kembali melirik Tiara.

Wanita itu sedang membuka kotak makan untuk Permana.

Sama seperti dulu.

Hanya saja sekarang bukan untuk dirinya.

Haikal menelan ludah.

Dadanya terasa pedih.

Ia baru mengerti satu hal.

Kehilangan Tiara ternyata jauh lebih menyakitkan daripada yang pernah ia bayangkan.

Ia pikir setelah menikahi Intan, hidupnya akan lebih bahagia.

Ia pikir memiliki istri yang menurut ibunya lebih cantik dan lebih cocok akan membuatnya melupakan Tiara.

Tetapi kenyataannya berbeda.

Semakin Tiara menjauh, semakin jelas ia menyadari kesalahannya.

Dan sekarang muncul persoalan lain.

Tunggakan bank.

Haikal berjalan keluar dari ruangan Permana dengan pikiran kacau.

Di dalam kepalanya hanya ada satu pertanyaan.

Ke mana sebenarnya uang setoran bank itu?

Jika Intan benar-benar sudah membayar angsuran seperti yang selalu dikatakannya, mengapa catatan bank menunjukkan tunggakan dua bulan?

Haikal menggenggam tangannya erat.

Ia tidak ingin menuduh istrinya tanpa bukti.

Namun, sebuah keraguan muncul dalam hatinya. Apakah selama ini Intan berbohong kepadanya Dan jika benar uang perusahaan telah diselewengkan, ke mana uang itu pergi?

Bersambung ....

1
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
Ma Em
Lagian Bu Rumi , Haikal tdk malu emang kalian saat Tiara bersama kalian selalu dihina dan direndahkan skrg setelah. bercerai ibu Rumi mencari Tiara suruh saja si intan istri tercinta Haikal yg ngurus jgn cari Tiara .
sunaryati jarum
Tidak tahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!