Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.
Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.
Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.
Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.
Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.
Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.
Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.
Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?
Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.
Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhat
Chloe menarik Ophelia ke dalam kamarnya yang kecil namun rapi. Dinding kamar dipenuhi poster band-band indie dan foto-foto masa kecilnya dengan mendiang ibunya. Tak ada foto Giorgio sama sekali.
"Duduklah," kata Chloe sambil menepuk tempat tidurnya. "Aku serius, Pheli. Kita harus membicarakan ini."
Ophelia duduk di tepi tempat tidur. "Aku tidak yakin ini topik yang tepat untuk dibicarakan, Chloe."
"Justru ini topik yang paling tepat!" Chloe duduk di hadapannya dengan kaki bersila. "Kau menikah dengan seorang mafia bernama Bleiz Russo. Dan kau bilang kau belum ... kau tahu ... melakukannya dengannya. Berapa lama kau sudah menikah? Apakah sejak kau diculik waktu itu?"
Ophelia mengangguk.
"Itu sudah cukup lama. Dan kalian belum ...?" Chloe menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa dia tidak menginginkanmu? Atau apakah dia ... menyimpanmu hanya untuk status?"
Ophelia menggigit bibirnya. "Bukan seperti itu. Dia ... dia selalu baik padaku. Memberiku semua yang aku butuhkan. Bahkan ketika aku tidur di kamar terpisah, dia tidak pernah memaksakan diri."
"Jadi kalian tidur di kamar terpisah?" tanya Chloe dengan mata membelalak. "Kupikir kau bercanda tentang belum siap bercinta, tapi kau benar-benar serius."
"Iya, kami tidur di kamar terpisah," jawab Ophelia, suaranya nyaris berbisik. "Dia memberiku kamar tidur utama. Sementara dia tidur di kamar lain. Tapi terkadang kami tidur di kamar yang sama. Tanpa bercinta.”
Chloe terdiam beberapa saat, mencerna informasi itu. "Ini sangat aneh, Pheli. Aku mendengar banyak cerita tentang mafia. Mereka biasanya ... agresif. Memaksa. Tapi pria ini malah memberimu ruang?"
"Aku juga bingung," akui Ophelia. "Terkadang aku berpikir mungkin dia hanya menungguku untuk merasa nyaman. Tapi di sisi lain, aku takut."
"Takut apa?"
Ophelia menghela napas panjang. "Aku takut jika aku sudah memberinya segalanya, lalu dia bosan dan membuangku. Atau mungkin ... mungkin dia hanya menikmati momen perburuan ini. Dan begitu aku menyerah, dia akan menilai dan mungkin saja membuangku. Aku merasa dia baik untuk saat ini. Tapi aku juga takut jika penilaianku ternyata salah. Sebenarnya dia hanya menginginkan anak dariku. Bagaimana jika aku tak bisa memberikan itu? Karena dia yakin bahwa aku bisa memberikannya. Bagaimana jika tidak? Hubungan kami membaik tapi aku sadar bahwa dia tak akan pernah mencintaiku. Aku masih galau.”
Chloe meraih tangan Ophelia. "Dengar, aku bukan ahli dalam hal ini. Tapi dari ceritamu, pria itu terlihat sangat menghormatimu. Dia bahkan membelikan apartemen untuk kami. Dia mengirim pengawal untuk melindungimu. Itu bukan tindakan pria yang hanya ingin memburu lalu membuang. Dan masalah cinta, itu masalah waktu. Dia mungkin tak mengatakannya, tapi dia selalu melakukan sesuatu untuk membuatmu bahagia. Termasuk bertemu dengan ibumu sekarang. Ya, kan?”
"Tapi Chloe, dia adalah seorang mafia! Aku tidak tahu apa yang ada di kepalanya. Terkadang dia terlihat sangat dingin dan jauh. Namun di lain waktu, dia bisa sangat perhatian." Ophelia menunduk. "Aku bingung."
Chloe meremas tangan saudara tirinya. "Baiklah, lupakan dulu tentang apa yang ada di kepalanya. Mari kita bicarakan tentang dirimu. Apa kau menginginkannya? Bukan karena kau terpaksa, bukan karena kontrak, tapi karena ... kau benar-benar menginginkannya?"
Ophelia menatap Chloe. "Aku ... aku tidak tahu. Saat dia mendekat, jantungku berdebar kencang. Saat dia memandangku dengan mata tajamnya, aku merasa seperti ... seperti aku satu-satunya wanita di dunia. Tapi di saat yang sama, aku masih takut padanya."
"Takut?"
"Karena dia terlalu sempurna di awal, Chloe. Terlalu baik. Itu mencurigakan untuk seorang mafia. Aku takut semua ini hanya sementara saja. Mungkin setelah aku hamil, memberinya anak, dan dia merasa sudah mencapai tujuannya—dia akan membuangku. Dan akan bertambah buruk jika aku tak bisa memberinya anak.”
Chloe menggelengkan kepalanya. "Kau terlalu paranoid, Pheli. Lihat, semua orang punya sisi gelap. Termasuk dia. Tapi dari caramu bercerita, sepertinya dia benar-benar berusaha untuk menjadi baik di matamu. Itu berarti dia peduli."
Ophelia diam sejenak, merenungkan kata-kata Chloe.
JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE DI SETIAP BAB YAAAA
😭😭😭😭
kasihan phelia,sudah di titik kesabaran yg sudah habis..
biar bleiz merasa kehilangan...
😁😁