NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:175
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Penyusupan di Tengah Badai

Lembah Kabut Jiwa diselimuti kabut putih tebal yang tidak alami. Udara terasa sangat dingin, membawa bau sangit tembaga dan getaran Ki yang saling berbenturan.

​Di tebing bagian utara lembah, pasukan Aliansi Ortodoks—yang dipimpin oleh para master dari Sekte Pedang Qingcheng dan Sekte Wudang—mulai memborbardir gerbang pelindung luar fasilitas Ordo Mata Dantian. Suara tebasan pedang Gang-Qi dan ledakan mantra bergema menggelegar, memecah kesunyian malam.

​BOOM! BOOM!

​Di sudut tebing bagian selatan yang jauh dari lokasi pertempuran utama, empat figur berbaju hitam meluncur turun secara senyap dari ketinggian puluhan meter menggunakan tali berserat komposit.

​Cheon Ryeon mendarat sempurna tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Di belakangnya, Tang Jin-Bao, Gong Son-mi, dan Baek Hyun langsung mengambil posisi siaga.

​"Serangan Aliansi Ortodoks di gerbang depan sukses menarik seluruh konsentrasi pengawal utama," panggil sebuah suara jernih dari balik reruntuhan tebing batu.

​Jaegal So-yeon melangkah keluar dari kegelapan. Ia mengenakan jubah tempur ringkas berbahan sutra perak yang dipadukan dengan pelindung lengan komposit.

​"Kalkulasimu tepat seperti biasa, So-yeon," puji Ryeon datar, mengamati jalur bukaan ventilasi udara di depan mereka.

​So-yeon menyunggingkan senyum tipis. "Pasukan Aliansi berpikir mereka sedang memimpin penyerbuan suci. Mereka tidak tahu kalau kita bakal masuk lewat saluran pipa pembuangan energi Reaktor Kedua."

​Ryeon mengeluarkan kompas pelacak frekuensi pemberian So-yeon. Jarum magnetik pada kompas tersebut bergetar hebat, menunjuk lurus ke arah lorong bawah tanah di balik saluran ventilasi.

​"Frekuensi radiasi energi di dalam sangat tinggi," analisis Ryeon kilat. "Jin-Bao, bagikan masker penyaring partikel gelombang mikro ke semua orang."

​"Siap, Bos!" Jin-Bao dengan cepat membagikan masker khusus buatan laboratorium mereka.

​Rombongan menyusup masuk melewati lorong pipa baja yang sempit.

​Semakin dalam mereka melangkah, dinding-dinding batu berganti menjadi lapisan Baja Paduan Komposit berpendar biru. Getaran mesin raksasa membuat lantai di bawah kaki mereka bergetar halus.

​Tiba-tiba, Baek Hyun yang memimpin di depan mengangkat tangannya, memberi isyarat berhenti.

​"Di depan ada ruang kontrol sekunder," bisik Baek Hyun. "Dua belas prajurit topeng besi dan satu pengawas Ranah Master."

​Ryeon melirik ke arah So-yeon dan Son-mi, memberi komando melalui isyarat tangan sederhana.

"Mulai," bisik Ryeon.

​TAK!

​So-yeon melempar dua koin perak khusus ke poros kabel formasi di dinding. Seketika itu juga, seluruh lampu kristal di dalam ruang kontrol padam total, menyisakan kegelapan pekat!

​"Apa yang terjadi?! Serangan musuh?!" jerit para prajurit topeng besi panik.

​Sebelum mereka sempat mencabut senjata, Gong Son-mi menerjang maju bagaikan benteng berjalan!

​BOOM!

​Hantaman perisai komposit Son-mi merobohkan barisan depan musuh hingga terlempar menghantam meja kontrol besi!

​Di saat yang sama, jarum-jarum mikro-karbon milik Baek Hyun meluncur kilat dari kegelapan atap, menancap presisi di titik-titik saraf kelemahan sepuluh prajurit lainnya.

​Pengawas Ranah Master yang panik mencoba mengalirkan Ki merah ke pedangnya untuk menebas ke arah Son-mi. Namun, sebelum pedangnya sempat terayun, Cheon Ryeon sudah muncul di sampingnya bagaikan bayangan.

​Ryeon tidak mengadu Ki mentah. Menggunakan Prinsip Defleksi Resonansi, mata pedang tipis mikro-karbon Ryeon menyapu tepat di poros aliran energi pedang musuh, membiaskan tebasan merah itu ke arah dinding.

​TAK!

​Dua jari Ryeon meluncur kilat dengan Sistem Kompresi Kinetik, menotok tepat di persimpangan meridian Dantian pengawas tersebut.

​"Ugh!"

​Pengawas Ranah Master itu memuntahkan darah segar, aura merah di tubuhnya padam seketika, dan ia tersungkur pingsan di tanah.

​Ruang kontrol sekunder berhasil ditundukkan dalam waktu kurang dari empat puluh detik tanpa sempat memicu alarm utama!

​Ryeon melangkah mendekati konsol utama ruangan tersebut. Konsol itu dilengkapi dengan layar kristal tebal yang menampilkan skema lengkap Reaktor Inti Kedua.

​Di dalam layar tersebut, terlihat sebuah reaktor raksasa berbentuk bola yang memancarkan pendar cahaya keemasan yang amat terang. Namun, yang membuat mata analitis Ryeon terbelalak adalah simbol terukir di atas reaktor tersebut:

​[PROJECT CORE SOVEREIGN - PROTOCOL 09]

​"Simbol ini..." bisik Ryeon dengan dada berdebar keras.

​Itu adalah simbol resmi milik Konsorsium Biomekanika Bumi—organisasi rahasia yang dulunya mendanai riset reaktor fusi tempat Ryeon tewas di kehidupan lamanya!

​So-yeon melangkah mendekati Ryeon, menatap layar konsol dengan raut wajah heran. "Kau mengenali bahasa dan simbol asing ini, Ryeon?"

​Ryeon menarik napas dalam-dalam, menetralkan gejolak emosinya. "Ini bukan sekadar teknologi kuno Murim, So-yeon. Ini adalah artefak dari peradaban sains yang sama dengan yang menciptakan kepingan logam paduan ini."

​Belum sempat mereka mempelajari data konsol lebih jauh, suara sirine peringatan bersuara nyaring mendadak memekakkan telinga dari arah koridor utama!

​BZZZZZT! BZZZZZT!

​"Peringatan! Gerbang utama telah dijebol oleh Aliansi Ortodoks! Protokol Pembersihan Diri diaktifkan dalam lima menit!" suara mekanis bergema dari pengeras suara dinding.

​"Gila!" panggil Jin-Bao panik. "Mereka mau meledakkan seluruh fasilitas ini bersama reaktornya!"

​Ryeon menatap So-yeon, Son-mi, dan timnya dengan mata hitam yang berkilat dingin dan penuh keputusan.

​"So-yeon, ambil seluruh kaset memori data dari konsol ini," perintah Ryeon tegas. "Son-mi, Jin-Bao, Baek Hyun... kita menuju ruang reaktor utama sekarang. Kita bakal mengamankan Inti Reaktor sebelum tempat ini meledak!"

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!