NovelToon NovelToon
Ketika Suamiku Kembali

Ketika Suamiku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:343.7k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Perhatian ini yang aku inginkan. Tapi ... kenapa rasanya asing?" ~Danira
...
Seperti biasa, Ezran pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Danira dan kedua anak mereka sudah terbiasa dengan rutinitas itu.

Namun ketika Ezran kembali, ada sesuatu yang terasa berbeda.

Pria yang biasanya sibuk, cuek, dan selalu punya alasan untuk menolak menghabiskan waktu bersama anak-anak, kini justru menjadi jauh lebih perhatian.

“Ma, Papa ... aneh,” ujar Arelio, anak pertama mereka.

Senara pun, ikut memperhatikan. “Iya, tumben nda malah-malah macam Papa tili Cindelela?”

Danira hanya terdiam. Ia juga merasakan perubahan itu.

Ezran mulai mengantar anak-anak, membantu pekerjaan rumah, bahkan memperhatikan hal-hal kecil tentang Danira yang selama ini tak pernah ia pedulikan.

Awalnya Danira bahagia. Namun semakin lama, perubahan itu justru membuatnya curiga.

Apa yang sebenarnya terjadi selama Ezran pergi Dan mengapa pria yang kembali ke rumah itu terasa begitu berbeda dari suami yang ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Yang Terpenuhi Namun Asing

Pria itu berniat melangkah pergi menuju ruang keluarga, tetapi pandangannya tak sengaja menangkap kondisi meja makan yang masih berantakan dengan piring-piring kotor bekas makan mereka. Ezran menghentikan langkahnya. Ia menghela napas panjang, lalu tanpa ragu menggulung kemeja panjangnya hingga ke siku. Dengan sigap, ia mengumpulkan piring-piring kotor itu dan membawanya menuju wastafel dapur.

"Sebelum istri memarahi suami, lebih baik suami berinisiatif lebih dulu. Ya, kan?" gumam Ezran pada dirinya sendiri, menyunggingkan senyum mengembang seraya menyalakan keran air dan meraih spons bersabun.

"Papa ngapain?"

Sebuah suara mengejutkan dari arah belakang membuat Ezran memutar kepala. Arelio berdiri di sana dengan botol susu kosong adiknya di tangan. Matanya menatap ke arah wastafel dengan ekspresi keheranan yang tak tertutupi.

"Cebokin bebek! Ya cuci piring lah, Areeel! Kamu kira Papa ngapain, huh?" celetuk Ezran santai tanpa menghentikan gosokan sponsnya pada piring.

"Kenapa Papa yang cuci?" tanya Arelio lagi, masih merasa ada yang tidak beres.

Ezran menghentikan gerakannya sejenak, mematikan keran air lalu menoleh menatap putra sulungnya itu dengan serius. "Memangnya kenapa? Nyuci piring, beberes rumah, masak ... itu kan tugas semuanya. Tugas pria dan wanita. Memangnya kamu pikir itu hanya tugas wanita? Kamu juga, kalau Papa kerja, bantu Mama di rumah. Kasihan Mamamu sendirian mengerjakan semua pekerjaan rumah. Lihat badan Mama? Udah sisa tulang begitu, kurus banget. Bisa masuk kategori stunting itu," omel Ezran panjang lebar.

Arelio bungkam seketika. Kata-kata dari pria di hadapannya ini merobohkan seluruh pemikiran tentang sosok Papa yang selama ini tertanam di kepalanya. Anak itu tak membalas lagi. Ia mengisikan air hangat ke botol susu adiknya, lalu berjalan cepat menuju kamar Senara.

Di dalam kamar, Danira sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menepuk-nepuk pelan paha putrinya yang sudah memejamkan mata.

"Mana susu Adek?" tanya Danira pelan tanpa menoleh.

Arelio melangkah mendekat dan menyerahkan botol susu itu. Danira mengarahkan ujung dot ke mulut Senara yang masih setengah sadar meminumnya.

"Ma," panggil Arelio pelan.

"Apa?" balas Danira fokus menatap wajah Senara.

"Papa lagi nyuci piring."

"Hah?!"

Kejutan luar biasa itu membuat tangan Danira tergelincir seketika. Ujung dot susu yang seharusnya masuk ke mulut malah salah sasaran dan terdorong masuk ke lubang hidung Senara!

"UHUK! UHUK! MACUK IDUNG CUCUNYA, MAAAA! EKHEEE!" Senara tersedak hebat, batuk-batuk kecil sambil mengusap hidungnya yang kemasukan cairan susu.

Danira yang panik setengah mati buru-buru membetulkan posisi putrinya, namun rasa penasarannya jauh lebih besar. Tanpa peduli lagi pada rasa canggung, Danira meletakkan botol susu dan bergegas berlari keluar kamar, sama sekali mengabaikan Senara yang cemberut kesal di atas kasur.

Meskipun kesal, Senara yang sudah terlanjur mengantuk berat akhirnya kembali menyedot botol susunya pelan-pelan sambil memejamkan mata.

"Cemua olang jadi blekeleee cemua ...," gumam Senara pasrah sebelum akhirnya benar-benar terlelap masuk ke alam mimpi.

Sementara itu, Danira berlari menuruni anak tangga dengan cepat menuju dapur. Langkah kakinya mendadak melambat saat tiba di batas area dapur. Pas sekali, Ezran baru saja selesai mengelap piring terakhir dan meletakkannya di rak. Pria itu mengibaskan kedua tangannya yang basah sebelum mengusapnya pada celana kemejanya.

"Mas?" panggil Danira dengan suara bergetar.

"Eh?" Ezran tersentak kaget melihat kedatangan Danira yang terengah-engah.

Danira melangkah mendekati wastafel, matanya membelalak menatap deretan piring dan mangkuk yang tersusun rapi dan mengkilap.

"Kalau kurang bersih, aku bisa cuci ulang," ucap Ezran cemas, salah mengartikan tatapan Danira.

Danira mengambil satu piring kaca. Piring itu benar-benar bersih, tak berlemak, dan sangat kinclong, seolah-olah dicuci oleh seseorang yang memang sudah sangat terbiasa melakukan pekerjaan dapur. Tatapan Danira perlahan beralih memandangi pria di hadapannya yang tampak mengusap tengkuk canggung.

"Mas ... yang melakukannya?" tanya Danira pelan, seolah tak percaya pada penglihatannya sendiri.

"Ya ... memangnya ada yang salah?" tanya Ezran bingung.

Danira menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak ada yang salah, tapi ... aneh," gumam Danira lirih.

.

.

.

.

Malam makin larut, tetapi Danira sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Pikiran wanita itu terus melayang pada perubahan-perubahan ajaib yang ditunjukkan oleh Ezran sepanjang hari ini. Rasa janggal itu makin merayapi hatinya, seperti puzzle yang gambarnya tidak pas.

Namun di sisi lain, nuraninya menuduh dirinya sendiri. Bukankah ini yang selama ini ia doakan dalam setiap harapannya? Pria yang mau meluangkan waktu, yang mau menyentuh pekerjaan rumah, yang mau bersikap lembut pada anak-anak. Mengapa saat harapan itu terkabul, ia justru meresponsnya dengan kecurigaan yang berlebihan?

"Ah, aku harus berterima kasih sama Mas Ezran atas hari ini," gumam Danira pada keheningan kamar.

Ia beranjak dari ranjang, merapikan pakaian tidurnya, lalu melangkah keluar kamar. Ia berjalan menuruni tangga menuju kamar utama untuk menemui suaminya. Namun saat pintu kamar dibuka, ia tidak menemukan keberadaan Ezran di sana. Ranjang masih rapi tak tersentuh.

Danira lalu melangkah menuju kamar Arelio, berpikir mungkin pria itu tertidur lagi di sana. Tetapi kamar sang putra pun sepi, hanya ada Arelio yang tertidur pulas.

"Ke mana Mas Ezran?" gumam Danira bingung.

Saat berjalan kembali melewati lorong tengah, matanya menangkap pintu kaca bagian belakang rumah yang terbuka sedikit, mengalirkan angin malam yang dingin. Danira melangkah mendekat dengan perlahan. Dari balik tirai tipis, ia melihat siluet tubuh Ezran yang berdiri membelakanginya di area taman belakang.

Ada kepulan asap putih yang membubung halus di sekitar kepala pria itu.

Danira terpaku. Matanya membelalak sempurna saat Ezran sedikit memiringkan wajahnya, lalu menghembuskan kepulan asap tebal dari balik mulutnya dengan begitu luwes.

Setahu Danira, seumur hidup mereka bersama, Ezran adalah seorang pria yang sangat benci bau rokok dan tidak pernah sekali pun menyentuh batang tembakau itu. Lalu sekarang?

"MAS NGEROKOK?!" pekik Danira tak mampu lagi menahan rasa terkejutnya.

"Eh?!"

Ezran tersentak kaget setengah mati. Rokok yang dijepit di jemarinya hampir saja terjatuh ke lantai saat ia berbalik cepat menghadapi Danira yang menatapnya dengan raut wajah syok.

______________________________

1
Sugiharti Rusli
waduh tinggal menunggu pertemuan antara Danira dan Evran yah nanti, apalqgi sepertinya Evran juga mulai harus menyiapkan mental kalo Danira sekarang sudah tahu siapa dirinya,,,
indrie_💖
selalu sebut kekasih..mantan yak aruuu...ingat itu...greget banget lama2
indrie_💖
om bara bere 🤣🤣
indrie_💖
akankah si Dani ke RS dan membuktikan semua ucapan si aru?
indrie_💖
tanpa di datangi si Dani dtg sendiri 😱
indrie_💖
milikku?? eh km blm resmi jd istri epran ya..main klaim milikku
indrie_💖
apaan sih yg sdh km korbankan buat epran mmg nya??
Lisa
Akhirnya Danira tahu klo Ezran mempunyai saudara kembar..wah gmn nih kelanjutannya..
Lala
kau yg ambil pacar orng bego smoga CPT tau bpkx ezran ya spy kapok tu nenek' ambisius sekali
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Puji Hastuti
semakin seru
kaylla salsabella
nah... kini terbongkar
Aysah Meta
Kali ini aku mendukung mu arunaa..ayooo keluarin semua unek² mu..bikin Ezran dan mamanya hancur sekalian..biar gigit jari.

10 tahun,km di cuekin..dah lah ceraikan ajj abis ini,Deket sama evran ajj lah.
dyah EkaPratiwi
mama Ayzra bikin runyam egois jadi banyak yg terluka
Hindra Cechen
up yg banyak thor
dyah EkaPratiwi
terbuka lebih cepat lebih baik
faridah ida
jangan marah sama Evran ya Danira ..
justru ada nya Evran keluarga kamu jadi harmonis ..
Umi Zein
terkuak juga kebohongan yg di rekayasa Mama mertuamu, dalang dr sumber masalah. dan kamu yg paling tersakit di sini Danira 🥺🥺
kaylla salsabella
deng .. deng.. jreeeeng🤣🤣
faridah ida
bukan hancur lagi ini mah Evran ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!