NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Gema Kehancuran Tulang

Kamar pribadi Shen Ziyue di puncak Balai Penguasa Tianyu bukan sekadar tempat beristirahat.

Ruangan itu dipenuhi kemewahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Lantainya tersusun dari awan keemasan, sementara dindingnya dialiri cahaya bintang yang mengalir seperti air terjun.

Puluhan bintang kecil menggantung di langit-langit dan memancarkan cahaya lembut, membuat aroma lotus yang memenuhi ruangan terasa semakin menenangkan.

Namun, di tengah suasana seindah itu, Lin Xuan berdiri tegak tanpa bergerak.

Sudah satu jam berlalu sejak pintu kamar tertutup.

Di hadapannya, Shen Ziyue bersandar santai di atas dipan. Putri Bintang itu telah melepaskan jubah perangnya dan kini mengenakan gaun sutra tipis yang berkilau seperti cahaya bulan. Jemarinya menggenggam cangkir kristal berisi anggur darah bintang.

“Kau benar-benar tenang.” Suara Ziyue terdengar lembut.

“Kebanyakan jenderal akan berlutut atau kehilangan akal jika berada sendirian denganku di ruangan ini. Namun, kau bahkan tidak berubah sedikit pun.”

Lin Xuan menatapnya dengan tenang.

“Saya pengawal Anda, Yang Mulia. Tugas saya hanya memastikan keselamatan Anda.”

“Bohong.”

Ziyue terkekeh pelan.

Ia bangkit dari dipan dan berjalan mendekat. Kakinya tidak menyentuh lantai. Tubuhnya melayang beberapa jengkal di atas awan keemasan hingga akhirnya berhenti tepat di hadapan Lin Xuan.

“Kau bukan komandan biasa.” Ujung jarinya menyentuh dada Lin Xuan.

“Formasi Kota Suci Tianyu tidak menemukan sedikit pun Qi di dalam tubuhmu. Kultivasimu seolah-olah kosong.”

Tatapan safirnya semakin tajam.

“Namun, tubuhmu sendiri mampu menghancurkan kota ini.”

Ziyue kembali mendekat hingga jarak mereka hampir tidak tersisa.

“Siapa sebenarnya dirimu, Xuan? Apakah kau berasal dari Tetua Agung, atau justru datang dari alam lain?”

Tungku Daging Tingkat Kesepuluh di dalam tubuh Lin Xuan tetap tenang. Sihir pemikat dan tekanan yang dipancarkan Ziyue sama sekali tidak mampu menggoyahkan pikirannya.

“Saya hanyalah pedang yang berhasil keluar hidup-hidup dari Dataran Zhentian.”

Nada suaranya tetap dingin.

“Selama pedang ini masih mampu melindungi Anda, asal-usul saya tidaklah penting.”

“Tuanku.” Suara Hun Yuan terdengar dari dalam bayangannya. “Hamba bisa memotong tangan wanita ini jika Anda mengizinkan.”

“Diam.” Lin Xuan menjawab dalam hati. “Perhatikan auranya. Dia sedang mengujiku.”

Benar saja.

Senyum di wajah Ziyue perlahan menghilang. Tatapannya berubah tajam dan dingin.

Tanpa peringatan, lima bilah Cahaya Pemusnah muncul di antara jemarinya.

Dalam sekejap, kelima bilah itu melesat menuju jantung dan leher Lin Xuan.

Serangan itu bukan gertakan. Ziyue benar-benar berniat membunuhnya.

Traang!

Suara benturan mengguncang seluruh ruangan. Aliran cahaya di dinding bergetar hebat.

Namun, Lin Xuan tetap berdiri di tempatnya.

Dua jari tangan kanannya menahan bilah yang mengarah ke leher, sementara telapak kirinya menghentikan bilah yang mengarah ke jantung. Tiga bilah lainnya tertahan di antara kedua tangannya.

Tidak ada perisai. Tidak ada teknik pertahanan. Lin Xuan hanya mengandalkan tubuhnya.

Bahkan kulit tangannya tidak terluka.

Mata safir Ziyue sedikit membelalak.

“Ujian yang cukup keras, Yang Mulia.” Lin Xuan memutar pergelangan tangannya.

Kraak!

Kelima bilah Cahaya Pemusnah langsung retak dan hancur menjadi serpihan cahaya keemasan.

Ziyue terdiam.

Tatapannya tertuju pada tangan Lin Xuan yang tetap utuh tanpa luka sedikit pun.

Namun, bukannya marah, sudut bibirnya justru perlahan terangkat.

Selama hidupnya, belum pernah ada pria yang mampu berdiri di hadapannya tanpa tunduk pada kecantikannya atau gentar menghadapi kekuatannya.

Kini, di hadapannya berdiri seseorang yang bahkan tubuhnya tidak mampu ditembus Cahaya Pemusnah.

“Sungguh tubuh yang aneh.”

Ziyue menarik tangannya. Tatapan di matanya berubah menjadi ketertarikan yang semakin dalam.

Ia tersenyum tipis.

“Kau adalah harta yang tidak boleh jatuh ke tangan orang lain.”

Lin Xuan tidak menanggapi.

"Jika sudah selesai, saya akan berjaga di luar.” Ia berbalik dan hendak meninggalkan ruangan.

Namun, sebelum kakinya sempat melangkah...

Suara terompet perang tiba-tiba mengguncang seluruh Kota Suci Tianyu.

Bunyinya sama sekali tidak menyerupai tiupan logam. Suara itu terdengar seperti jutaan tulang yang ditiup bersamaan dari dasar jurang kematian.

Seluruh ruangan bergetar.

Bintang-bintang kecil di langit-langit mulai retak sebelum pecah satu demi satu.

Wajah Ziyue berubah seketika.

Sikap genitnya lenyap tanpa bekas.

Dalam satu kedipan, gaun sutranya berubah menjadi zirah perang Bintang yang memancarkan cahaya suci.

Pada saat yang sama, pintu kamar didobrak.

Situ Cang, Penguasa Kota, berlari masuk dengan wajah pucat sebelum langsung berlutut.

“Yang Mulia! Formasi perbatasan lapis pertama telah hancur!”

Suaranya gemetar.

“Ini bukan serangan biasa. Seluruh langit telah dipenuhi hawa kematian!”

“Siapa yang menyerang?” Ziyue langsung berjalan menuju balkon.

Situ Cang menelan ludah sebelum menjawab dengan susah payah.

“T-Tuan Muda Iblis.”

Ia menarik napas dalam.

“Mo Xie.”

Nama itu membuat suasana di ruangan seketika menjadi berat.

“Penguasa Muda Iblis Kuno telah menembus perbatasan. Dia membawa Pasukan Tulang Kematian!”

Langkah Ziyue terhenti.

Sorot matanya berubah serius.

“Mo Xie?”

Ia menatap ke arah langit. Awan merah darah perlahan menelan seluruh Kota Suci Tianyu.

“Dia seharusnya berada di Jurang Kepunahan.”

Ziyue menggertakkan giginya.

“Mengapa dia datang ke Kota Suci Tianyu?”

Lin Xuan berdiri di sampingnya dan ikut menatap langit.

Di balik lautan awan darah itu, ia merasakan aura kematian yang sangat pekat.

Aura tersebut terasa asing.

Namun, entah mengapa, ada sedikit kesamaan dengan aura seseorang yang pernah merangkak keluar dari Jurang Kegelapan.

Suara Hun Yuan terdengar serius dari dalam bayangannya.

“Tuanku, hawa kematian dari sana sangat pekat.” Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan. “Tubuh orang yang memimpin pasukan itu mungkin mampu menandingi tubuh Anda.”

Mata Lin Xuan menyipit. Lalu senyum tipis muncul di wajahnya.

Perang yang tiba-tiba pecah ini datang pada saat yang tepat.

Di tengah kekacauan sebesar ini, ia bisa melihat kekuatan sebenarnya dari Penguasa Muda Iblis Kuno tanpa perlu membuka jati dirinya.

Lin Xuan melangkah ke sisi Ziyue.

“Saya akan berada di depan Anda, Yang Mulia.”

Ziyue meliriknya sekilas, lalu keduanya melesat keluar dari menara.

Di atas Kota Suci Tianyu, awan darah terus bergulung dan menutupi langit.

Pasukan Tulang Kematian bergerak mendekat seperti gelombang hitam yang tak berujung.

Di balik barisan tulang yang memenuhi cakrawala, sebuah sosok perlahan muncul.

Jubah hitam berkibar diterpa angin kematian.

Sepasang mata dingin menatap Kota Suci Tianyu.

Mo Xie telah tiba.

Kehancuran akhirnya sampai di gerbang Tianyu.

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!