NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:669
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cemburu gemes

Bel pertanda istirahat pertama terdengar membuat para murid langsung berhamburan dari kelas masing-masing dan berlarian di koridor menuju kantin.

" Kamu mau ikut ke kantin?" Tanya Rigecherta pada Tivane membuat Tivane mengangguk dan ikut berdiri.

" Ikut. Tapi kalian duluan aja. Aku mau ke toilet dulu. Kalian pesanin punya aku ya. Bakso kosong sama es teh manis" ucap Tivane membuat Rigecherta mengangguk dan berjalan bersama ke tiga temannya.

Tivane sendiri berjalan ke arah toilet siswi yang berlawanan arah dengan kantin.

Saat ia berjalan ia tak sengaja tersenggol adek kelas yang berlarian ke arah kantin membuat tubuh Tivane sedikit oleng dan hampir jatuh. Namun tangan seseorang menangkap pinggangnya membuat Tivane menoleh kaget.

" Lo nggak papa?" Tanya cowok itu yang ternyata adalah Alif.

" Nggak papa kok. Thanks ya" jawab Tivane langsung menjaga jarak.

Saat Tivane hendak melangkah suara Alif menghentikan langkah nya.

" Lo Tivane kan?" Tanya Alif membuat Tivane menoleh kaget.

" Iya. Kok lo tau nama gue?" Tanya Tivane heran namun Alif malah terkekeh pelan dengan geli membuat Tivane menyernyit bingung.

" Lo beneran nggak ingat sama gue?" Tanya Alif membuat Tivane menggeleng pelan. Ia memang sangat pelupa dengan seseorang.

" Gue Alif. Masa lo lupa? Yang dulu pernah ngasih coklat sama surat buat lo" ucap Alif membuat Tivane langsung teringat dengan anak lelaki yang dulu memberinya coklat beserta surat yang mana Tivane langsung di omelin Rigecherta, katanya anak kecil nggak cocok cinta-cintaan padahal Rigecherta lagi cemburu saat itu.

" Oh.. iya gue ingat. Serius itu lo?" Tanya Tivane terkekeh geli membuat Alif memutar mata malas.

" Iya. Itu gue" ucap Alif jutek.

" Hahaha gue nggak nyangka sumpah. Anak laki-laki yang badannya cungkring banget itu elo?" Tanya Tivane tak mampu menahan tawanya.

Sebenarnya ia kaget saat mengetahui cowok itu adalah anak yang memberinya coklat dulu. Tapi yang bikin dia tertawa adalah karena teringat dulu anak itu sangat kecil dan kurus dulu. Sangat berbeda dengan yang di hadapannya saat ini.

" Bisa stop nggak?! Lo nggak liat badan gue sekarang bagus gini? Nggak usah ngatain gue ya lo" geram Alif karena merasa sedikit malu juga.

" Sorry-sorry. Tapi serius gue nggak especk itu lo" ucap Tivane masih sedikit tertawa.

" Udah lah.. gue jadi malu keingat gue yang dulu.." rengek Alif ikutan tertawa juga.

" Tapi sorry gue nggak terima coklat pemberian lo waktu itu." Ucap Tivane membuat Alif mengangguk mengerti.

" Karna coklat sama suratnya di ambil Rige kan? Gue tau kok. Dia juga sempat berantem dulu sama gue besoknya" jelas Alif tak merasa tersinggung sama sekali karena ia tahu bahwa Rigecherta memang dari awal sudah suka pada Tivane.

" Iya?! Serius. Kok sampe berantam?" Tanya Tivane kaget membuat Rigecherta menggeleng geli.

" Ya karena dia cemburu lah. Apa lagi?" Ucap Alif santai membuat Tivane meringis kecil merasa bersalah karena Rigecherta pernah memukul cowo ini.

" Sorry ya. Dia emang gitu anaknya" ucap Tivane membuat Alif mengangguk santai.

" Gue paham kok. Apa lagi sekarang gue udah punya pacar. Gue paham gimana rasanya pas orang yang kita jaga malah di deketin cowo lain" ucap Alif membuat Tivane mengangguk dan pamit pergi.

" Gue duluan ya. Bye cungkring" ejek Tivane sempat-sempatnya.

Alif langsung melotot geram membuat Tivane tertawa lalu pergi ke arah toilet.

Sementara di lorong tak jauh dari keduanya bercanda tadi ternyata Rigecherta berdiri di sana dengan wajah mengeras melihat Tivane yang tersenyum bahkan tertawa bersama Alif. Raut wajah Rigecherta langsung keruh dan mendengus keras lalu kembali ke arah kantin dimana teman-temannya sudah makan duluan.

" Kenapa lo?" Tanya Skyler menyadari raut wajah Rigecherta.

" Nggak ada" jawab Rigecherta dingin dan memakan makanan di depannya dengan wajah masih keras.

" Dia kenapa njir?" Tanya River pada Veros membuat Veros menggeleng tak tahu.

" Serem banget dia kalo gitu mukanya" ucap Skyler bergidik kecil sambil merapat ke arah River.

Tak lama kemudian muncul Tivane yang langsung menyapa riang.

" Udah pada makan ya?" Tanya Tivane langsung duduk di samping Rigecherta namun Rigecherta tak menoleh sama sekali dan raut wajahnya masih dingin. Tivane menyadari raut wajah Rigecherta yang terlihat tak bersahabat menoleh ke samping.

" Dia kenapa?" Tanya Tivane berbisik pada Skyler di sampingnya yang mengangkat bahu tak tahu juga.

" Seneng ya. Bisa ketawa sama cowo lain pas semua lagi nungguin." Ucap Rigecherta tiba-tiba menyindir membuat Tivane menoleh dengan dahi mengerut.

" Siapa?" Tanya Tivane belum sadar.

" Nggak tau juga siapa. " Jawab Rigecherta tanpa menoleh sama sekali.

" Hah?" Tanya River dan Skyler cengo. Tak tau apa apa.

Namun tak ada lagi jawaban dari Rigecherta membuat mereka saling lempar pandang heran.

Dan Tivane akhirnya sadar bahwa ia tadi ngobrol dengan Alif saat hendak ke toilet. Tapi bagaiman ia tau? Tanya Tivane dalam hati.

" Maksud kamu aku?" Tanya Tivane pelan sambil sedikit tersenyum senang karena secara tak langsung Rigecherta sedang cemburu.

"....." Tak ada balasan sama sekali dari Rigecherta membuat Tivane akhirnya mendekat dan menatap Rigecherta lekat.

" Kamu liat aku ngobrol sama Alif tadi ya? Iya hm?" Tanya Tivane lembut sambil menangkup pipi Rigecherta membuat Rigecherta mendengus dan membuang wajah.

" Lo ngobrol sama Alif? Dia bilang apa sama lo?" Tanya River karena mengira Alif rese lagi pada Tivane.

" Nggak kok. Tadi cuma ngobrol biasa doang. Ternyata dia juga teman SMP gue" jawab Tivane membuat Veros mengganguk kerena mereka satu SMP dulu.

" Lah terus?" Tanya Skyler.

" Ternyata dia pernah ngasih surat sama coklat buat gue. Tapi langsung di buang sama Rige, katanya nggak boleh cinta-cintaan. Abis tu tadi ketawa bentar." Jelas Tivane membuat Rigecherta sedikit melirik kearahnya.

" Kamu cemburu?" Tanya Tivane membuat Rigecherta kembali membuang wajah.

" Ih apa sih? Kamu beneran cemburu?" Tanya Tivane lagi sambil menahan wajah Tivane agar menghapnya.

" Gue nggak cemburu. Gue nggak suka aja lo deket-deket sama dia. Lo nggak ingat tadi pagi tangan Lo luka gara-gara dia?" Tanya Rigecherta dengan nada kesal membuat Tivane tertawa gemas.

" Aduh... Lucu banget sih kamu. Padahal tinggal ngaku aja kalo lagi cemburu. Maaf ya! Aku nggak maksud bikin kamu salah paham, tadi cuma ngobrol biasa aja serius!" Bujuk Tivane sambil menarik-narik tangan Rigecherta.

" Lagian ngapain sih kamu cemburu? Orang dia aja udah ada cewenya kok" ucap Tivane lagi sambil menunjukkan puppy eyes nya dan memanyunkan bibir lucu.

" Jangan marah ya?" Bujuk Tivane karena Rigecherta sama sekali tak mau berbicara. Ia tak tahu kalau sebenarnya cowo itu lagi menahan gemas melihat wajah menggemaskan Tivane.

Rigecherta berdehem pelan dan pura-pura sok jutek.

" Hm" jawab Rigecherta singkat padahal lagi salting karena di bujuk oleh Tivane.

" Hm apa? Kamu udah nggak marah lagi kan?" Tanya Tivane membuat Rigecherta melihat ke arahnya dan mengacak gemas rambut Tivane dan akhirnya senyum tipis muncul di bibirnya.

" Gimana aku bisa marah lama-lama coba? Lo nya aja gemesin gini. Pengen aku gigit pipinya" ucap Rigecherta sambil mengunyel pipi Tivane membuat Tivane tersenyum lebar dan tertawa.

" Nah gini dong. Aku nggak suka kamu cemberut kayak tadi" ucap Tivane membuat Rigecherta tersenyum lembut dan kembali fokus pada makanannya kali ini dengan wajah yang sudah membaik.

" Asik juga bikin Rige cemburu. Besok-besok cemburuon lagi ah" gumam Tivane membuat Rigecherta menoleh dan melotot gemas.

" Nggak ada ya kau cemburu" elak Rigecherta membuat merekbasemua tertawa keras sampai beberapa siswa menoleh dan ikut tertawa melihat tawa mereka yang terdengar nyaring.

" Alah. Rige, udah ketauan kali dari muka lo kalo lo nya lagi cemburu" ucap Skyler membuat Tivane mengangguk dan tertawa kecil.

" Iya tuh. Sampe nggak mau liat aku. Utututu sayang aku.." ucap Tivane membuat Rigecherta menyembunyikan wajah malu karena di ledekin.

" Hahaha" tawa River dan Veros meledak melihat tingkah Rigecherta yang biasanya kaku kini terlihat malu sampai telinganya merah.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!