NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Medan Perang Kuno

Setelah berpisah dengan Tetua Ran di gerbang kota, ia menggunakan teknik "Langkah Petir" untuk memotong jarak perjalanan pulang menuju ke arah gubuk kayu

reyot keluarganya di Desa Yin Yang.

Sambil mengeluarkan satu botol giok berisi pil tingkat tiga hasil pemurnian kemarin dari dalam Cincin Ruang peraknya, ia melangkah masuk ke dalam gubuk dan

menghampiri ranjang kayu ayahnya. "Ayah, ini adalah Pil Restorasi Dantian Sembilan Surga yang berhasil kuracik

bersama dengan Tetua Gu kemarin siang," ujar Luo Chen menyerahkan botol giok tersebut ke atas telapak tangan kasar ayahnya. "pakailah ayah dan bersihkan dantian Anda malam ini."

Satu botol giok hijau tersebut dipegang oleh Luo Hao dengan tangan yang gemetar hebat, matanya yang mulai berkaca-kaca menatap lekat-lekat pada permukaan botol

yang berkilau tipis. "Pil tingkat tiga... kau benar-benar telah berhasil memurnikan pil penawar ini demi memulihkan dantianku yang lumpuh, Chen'er?"

"Benar ayah, saya kebetulan menemukan resep ini dan mengira akan berguna untuk ayah. Gunakanlah obat ini dengan baik, Ayah. Aku akan segera masuk ke dalam kamar untuk memulai meditasiku sendiri," sahut Luo Chen menganggukkan kepalanya perlahan, berbalik arah melangkah menuju kamar kecilnya yang sunyi.

Langkah kaki dia segera bergerak menutup pintu kayu kamarnya dengan rapat, lalu mengambil posisi duduk bersila di atas ranjang kayu tuanya yang keras.

Dari balik Kantong Semesta kelas Langit yang diletakkan di atas ranjang, kepala kecil Xiao Lin mendadak menyembul keluar, hidung kecilnya bergerak-gerak cepat

karena mendeteksi adanya aroma padat dari Pil Pengondensasi Roh Kuno tingkat dua yang baru saja dikeluarkan dari cincin ruang.

"Kau memiliki penciuman yang sangat tajam terhadap herba spiritual, Xiao Lin," ujar Luo Chen mengeluarkan tiga butir pil hijau zamrud dari dalam botol gioknya. "Ini, ambillah beberapa butir ini untuk membantumu mempercepat pertumbuhan fisikmu."

Satu pergerakan ekor kecil Xiao Lin bergoyang gembira menyambar ketiga butir pil tersebut dengan lidahnya, menelannya sekaligus sebelum kembali meringkuk tenang di atas tumpukan jerami kamarnya.

Sambil merapikan jubah biru tuanya, ia memejamkan mata rapat-rapat untuk memulai meditasi besarnya malam itu, memutuskan untuk tidak tidur demi memfokuskan seluruh konsentrasi energinya.

"Pelepasan energi dari Pil Pengondensasi Roh Kuno ini sangat bersih, merangsangperluasan jalur meridian fisikku secara konstan," batin Luo Chen seraya menelan satu butir pil pertamanya malam itu, membiarkan aliran energi hangatnya menyebar merata ke seluruh tubuh.

Satu jam kemudian, ia kembali menelan butir pil kedua untuk mempertahankan laju putaran energi di dalam ulu hatinya tanpa ada jeda sedikit pun.

"Aku merasa aliran energi fisik dan kekuatan Qi di sepanjang meridian lenganku kembali melesat tajam. Sedikit lagi!" batinnya menggertakkan giginya

rapat-rapat, mengalirkan tenaganya secara ekstrem melewati setiap hambatan jalur nadi.

Suara derak tulang dan sendi yang beruntun terdengar nyaring dari seluruh tubuhnya ketika aliran energinya berhasil menembus batasan baru, menandakan keberhasilannya menerobos masuk ke dalam Ranah Pemurnian Tubuh tahap ketujuh.

Bersamaan dengan keberhasilan terobosannya, lembaran-lembaran kuno dari "Kitab Maha Tahu" di dalam lautan kesadarannya mendadak terbuka secara spontan,

memaparkan barisan aksara emas baru yang bergetar redup. "Medan Perang Kuno... sebuah area dimensi terisolasi yang hanya terbuka sekali dalam kurun waktu setiap seratus tahun," batin Luo Chen membaca setiap

baris tulisan informasi yang terpampang di dalam kepalanya. "Masa waktu pembukaannya kebetulan akan tiba dalam beberapa hari ke depan di sekitar wilayah

perbatasan setelah melewati Kota Bintang Jatuh."

"Banyak klan keluarga praktisi kuat dari kota pusat perdagangan akan berkumpul memperebutkan berbagai warisan kuno dan herba spiritual tingkat tinggi yang

tersimpan di dalam medan perang tersebut," batinnya kembali menyusun rencana petualangan barunya. "Aku harus ikut mencoba peruntunganku di sana untuk mempercepat laju kultivasiku."

Pagi hari tiba, ia melangkah keluar dari dalam kamar kecilnya dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar dan bertenaga, berniat untuk segera berjalan menuju ke

arah Paviliun Seribu Obat.

Di halaman depan gubuk kayu reyotnya, langkah kaki dia mendadak terhenti saat melihat sosok Luo Hao yang sedang memperagakan gerakan bela diri fisik dengan kecepatan tinggi, menciptakan sabetan angin yang tajam di sekeliling tubuhnya yang kini tampak kembali tegap dan gagah.

"Chen'er! Pil Restorasi Dantian Sembilan Surga yang kau berikan semalam sungguh sangat luar biasa!" teriak Luo Hao berlari cepat menghampiri putranya,

menepuk kedua bahu Luo Chen dengan kedua tangan yang kini telah dipenuhi oleh kekuatan fisik padat. "Bukan hanya dantianku yang telah pulih sepenuhnya, tetapi basis kultivasiku juga melonjak kembali ke tingkat Manifestasi Qi tahap kesatu!"

"Ini adalah berita yang sangat luar biasa, Ayah," sahut Luo Chen tersenyum tipis menatap pemulihan fisik ayahnya yang berjalan sangat pesat. "Ayah, ini adalah satu botol berisi sepuluh butir Pil Pengondensasi Roh Kuno tingkat dua," tambah Luo Chen menyerahkan botol giok barunya kepada Luo Hao. "Gunakan ini secara bertahap untuk menstabilkan kembali kekuatan meridian baru Anda agar tidak goyah saat menarik energi Qi luar."

Sambil menerima botol giok tersebut, Luo Hao menatap punggung putranya yang mulai melangkah pergi meninggalkan halaman gubuk dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa takjub yang teramat dalam.

"Kemampuan meracik pil tingkat tiganya bahkan telah melampaui batas imajinasiku sebagai mantan praktisi klan utama," batin Luo Hao mengepalkan tangannya

dengan erat. "Putraku... dia adalah keajaiban sejati yang ditakdirkan untuk mengguncang puncak benua ini."

Langkah kaki dia kembali melesat cepat menyusuri jalan setapak berdebu, melintasi gerbang selatan Kota Qingfeng hingga akhirnya tiba di depan pintu gerbang utama Paviliun Seribu Obat. Namun, begitu ia melangkah masuk melewati pintu kayu jati, sesosok wanita cantik berjubah sutra merah ungu dengan rambut hitam

panjang yang terurai indah segera melangkah mendekatinya dengan senyum lebar yang dipenuhi rayuan genit.

"Aduh, Tuan Chen, kau akhirnya datang juga pagi ini," ujar Ning Wushuang mendekatkan tubuhnya secara provokatif, tangan kanannya yang halus mendadak bergerak memegang erat pergelangan tangan kiri Luo Chen dengan manja. "Aku sudah menunggumu begitu lama di dalam aula dingin ini hingga kedua kakiku terasa

sedikit pegal. Apakah kau tidak ingin menawarkan diri untuk memijatnya di ruang pribadi?"

Sambil menarik perlahan pergelangan tangannya dari cengkeraman manja wanita tersebut dengan gerakan yang sangat sopan namun tegas, Luo Chen menatap wajah Ning Wushuang dengan pandangan datar. "Nona Ning, ada keperluan mendesak apa Anda mencari saya pagi-pagi sekali seperti ini?"

"Apakah aku hanya boleh mencarimu jika ada keperluan komersial saja, Tuan Chen?" tanya Ning Wushuang menyapukan ujung jemarinya yang lentik pada permukaan jubah biru tua bersulam emas milik Luo Chen dengan kedipan mata yang manja. "Aku hanya merindukan keahlian pemurnian obatmu yang luar biasa... dan tentu saja, merindukan ketenangan wajah tampanmu ini."

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!