Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Malam hari Asha menyiapkan pakaian untuk ia bawa ke Bandung selama tiga hari nanti
Saat ini hanya Asha yang sendirian dirumah, Dirga sedang keluar bersama dengan tiga temannya
Karena merasa takut, Asha pun tidak menutup pintu kamarnya
Namun karena ia masih merasa takut, ia pun menghubungi Naufal
" Fal.. "
" Eh Sha, lagi apa Sha ? "
" Lagi nyiapin baju buat ke Bandung tiga hari nanti "
" Sama Dirga ? "
" Ya iyalah, masa sama lo sih Fal "
" Latihan bulan madu ya ? "
" Fal jangan asal deh "
" Hahaha "
Dirga sudah kembali kerumahnya..
Saat hendak naik ke kamar, Dirga mendengar jelas percakapan Asha dan Naufal
" Bukannya katanya tadi dia di tolak sama Naufal ? "
" Ko sekarang baik-baik aja "
Ucap Dirga yang tak sengaja menguping
" Mata lo kenapa sembab gitu Sha ? Lo habis nangis ya"
" Hmm tadi siang "
" Kenapa ? Ko nggak cerita sama gue "
Saat Asha hendak menjawab, tiba-tiba ia mendengar bunyi nada panggilan ponsel Dirga
Asha pun keluar dari kamarnya diam-diam
Dan benar saja ia melihat Dirga di ujung tangga menuju kamar
" Pak Dirga ? "
" Eh.. Lanjut aja maaf ganggu "
"Dari kapan Pak Dirga disitu ? "
" Engga lama baru sampai "
" Bohong "
Dirga menghela nafasnya kasar
" Saya baru tau, kalau ada orang yang habis di tolak Cinta bisa baik-baik aja "
Naufal yang mendengarnya pun ikut merespon
" Lo nembak siapa Sha ? Siapa yang nolak lo ? "
Asha lupa kalau ia belum bercerita kepada Naufal, dan bodohnya panggilan itu masih terhubung dengan Naufal
Dirga menatap Asha dengan wajah datar
" Saya keluar sebentar Pak "
Saat Asha hendak turun, Dirga menahan tangan Asha
" Ngobrol di depan saya aja "
" Tapi pak "
" Saya nggak terima alasan "
Akhirnya Asha pun melanjutkan percakapannya dengan Naufal
" Lo tadi kan nolak gue Fal, lo lupa ya "
Asha mencoba memberikan kode
" Ohh iya tadi gue nolak lo iya gue lupa "
Dirga mengambil ponsel milik Asha dan berbicara dengan Naufal
" Kalian kalau mau bohong itu yang kompak "
Kemudian mengembalikan ponsel itu kepada Asha
Dirga pun meninggalkan Asha dan segera masuk kedalam kamarya
Asha turun ke bawah untuk melanjutkan percakapannya dengan Naufal
" Sha apasih ? Jelasin ke gue deh coba "
" Tadi gue pakai nama lo pas nangis, gue bilang kalau lo nolak cinta gue "
" Hahaha gila lo Sha, kalau sampe bener lo ngajak gue pacaran mah langsung gue ajak nikah Sha "
" Fal gue serius, Dirga udah tau soal cek itu. Dan feeling gue sih Mamahnya yang cerita "
" Hah, terus lo ga coba jelasin ke Dirga "
" Belum, percuma juga Dirga pasti lebih percaya sama mamahnya "
" Ya seengaknya lo harus kasih tau yang sebenarnya Sha "
" Lagian lo juga nggak make tuh duit sepeserpun "
" Yaudah nanti lagi deh Fal, gue takut Dirga denger lagi "
" Yaudah lo hati-hati"
Panggilan pun berakhir..
Asha kembali naik ke menuju kamarnya
Saat Asha hendak masuk kamar, Dirga keluar dari kamarnya
" Tunggu "
Asha pun berbalik badan
" Ya Pak Dirga "
" Besok kita berangkat jam lima pagi, saya nggak mau kamu kesiangan "
" Baik Pak "
" Jangan sampai ada yang tertinggal "
" Baik Pak "
" Berkas periksa lagi jangan sampai ada yang salah bawa "
" Baik Pak "
" Sekarang kamu bantu saya packing "
" Baik eh maksudnya ? "
Asha terkejut
" Kamu bantu saya packing, kamu sekretaris saya kan ? "
" Iyah Pak "
" Yaudah terus kenapa kaget gitu ? "
" Saya masuk ke kamar Pak Dirga ? "
" Iyah, kenapa ? "
" Saya nggak akan macam-macam Asha, saya cuma minta kamu bantu packing "
" Baik Pak "
Dirga pun masuk ke kamarnya dan diikuti oleh Asha di belakang
Ini kali pertama Asha masuk kedalam kamar Dirga..
Kamar itu rapih dan wangi
" Malah bengong, ayo bantuin Sha "
" Iyah Pak "
Asha pun melipat kaus yang akan Dirga gunakan selama di Bandung
Untuk kemeja dan jas, Asha menyarankan untuk di gantung dalam mobil
" Pak Dirga, kita mau ke Bandung cuma tiga hari dua malam. Kenapa baju yang bapa mau bawa udah kayak orang mau pergi satu bulan "
" Yaudah kamu pilih lagi aja kalau gitu "
Asha menghela nafasnya dan kembali menyusun pakaian Dirga
" Yang rapih Sha "
ucap Dirga sambil memainkan ponselnya, walaupun sebenarnya Dirga hanya membuka menu ponselnya
Setelah menyusun semua pakaian Dirga, Asha pun berniat untuk kembali ke kamarnya
Saat Asha hendak pamit kepada pemilik kamar, ia melihat Dirga yang sudah tidur
Asha tersenyum tipis sambil memperhatikan wajah Dirga dari dekat
Asha merapihkan selimut Dirga
Saat Asha hendak mengambil ponsel Dirga untuk ia charger, Dirga membuka matanya
Keduanya pun sama-sama saling menatap dengan jarak yang cukup dekat
Jantung Asha berdebar dengan kencang
Begitu juga dengan Dirga..
Asha yang sadar langsung segera menjauh
" Ma..maaf pak,tadi saya cuma mau niat buat ngecas hp pak Dirga " ucap Asha gugup
" Hmm " Dirga hanya mengangguk
" Yaudah pak saya ke kamar dulu, permisi "
Asha buru-buru keluar dari kamar Dirga
Sedangkan Dirga ia pun turun dari ranjangnya dan melihat bajunya yang sudah tersusun rapih di dalam koper
" Sha.. Sha.. "
" Kayak dulu nggak pernah aja "
Di kamar Asha memegang dadanya
" Astaga malu banget "
" Ya walaupun dulu emang kita pernah, cuma sekarang kan beda "
Asha naik ke atas ranjang dan menutup wajahnya dengan selimut
Saat Asha memejamkan mata, ia jutsru terbayang wajah Dirga
" Astaga gue bisa gila ini "
ucap Asha merasa frustasi
Setelah perpisahan tujuh tahun
Asha semakin yakin kalau ia memang tidak bisa melupakan Dirga
Sejak dulu hingga sekarang, Asha hanya memiliki perasaan kepada Dirgantara Mahessa