20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membingungkan
"Yun....Yun... Bangun pegel saya di sandarin". Samar-samar yunia mendengar suara. Cuma masih malas untuk membuka matanya soalnya masih berat banget. Namun terdengar suara kembali :" kalo ga bangun, saya fotoin ya adegan ini trus saya kirim ke pacar kamu."
Yunia pun bingung, tapi akhirnya memilih membuka pelan matanya, betapa kagetnya yunia ternyata dia tidur sambil bersandar dilengan pak Adam. Spontan yunia pun bangun dari tidurnya dan duduk, sambil memperhatikan di sekitarnya. Ternyata yang di mobil tinggal dirinya dan pak Adam.
Akhirnya mau tidak mau yunia pun melirik ke arah pak Adam dan berkata sambil tersenyum semanis mungkin: "mmmaaaf ya pak sa..saya ga sengaja ketiduran."
Pak Adam :" enak banget bilang ga sengaja, saya ini pegel nahan kepala kamu, ini baju saya bau iler kamu yg yunia."
Yunia pun reflek langsung ngaca dan ambil tisu yang berada di belakang kursi supir. dan ternyata ga ada bekas ilernya.
Namun dia tetap harus merayu si pak Adam agar tidak murka lagi kepadanya:" bapak maaf banget ya pak, saya janji ga ulangi, tapi saya sudah ngaca barusan saya ga ngiler pak".
Pak Adam pun memperhatikan wajah yunia, diperhatikan dari dekat yunia pun hanya bisa memasang senyum namun lalu menutup wajahnya.
Yunia :" pak udah ya, saya nya malu".
" oh malu, tapi tadi tidur ga malu, inget ya ini belum selesai, ayo turun saya ga mau di kira ngapain sama kamu lama-lama di mobil", ujar pak Adam.
"bababaik pak," jawab yunia pasrah.
Haduh mati gue (ucap yunia dalam hati).
Mereka berdua pun turun ke toko pertama. Pak Adam bersikap seperti tidak terjadi apapun. Dia bersama pak Andi menuju pelayan yang berdiri di belakang etalase barang - barang.
Yunia hanya berdiri dan mendengar kan pembicaraan pak Adam dan pak Andi, sambil memegang berkas spesifikasi barang yang akan mereka beli.
Cukup lama berada di toko tersebut, akhirnya mereka menuju toko ke 2. Agar tidak mengulangi kejadian tidur tadi. Yunia pun akhirnya membuka ponselnya dan taraaaa ternyata tidak ada pesan satupun di aplikasi WhatsApp nya. Takut terlihat pak Adam berwhats app ria, akhirnya yunia pun menutup aplikasi tersebut, dan memasukkan ponselnya kembali ke tasnya.
Yunia sangat bersyukur sekali karena toko ke 2 tidak jauh jaraknya dari toko pertama tadi. Merekapun sampai, di awali pak Andi yang turun lalu pak Adam baru dirinya yang turun. Mereka segera menuju ke toko ke 2.
Di toko ini mereka mendapatkan penawaran harga bila membeli 2 barang akan mendapatkan tambahan discount 5%, namun produksi barang ini keluaran tahun lalu. Pak Adam pun menelpon kepala keuangan, kepala produksi dan kepala maintenance untuk mendiskusikan hal ini. Karena memang mereka membutuhkan barang ini sebanyak 2 unit.
Setelah berdiskusi diputuskan membeli di toko ke 2 ini, namun barangnya 1 produksi lama dan 1 produksi tahun ini dan tetap mendapatkan discount 5%. Yunia pun kagum dengan cara pak Adam bernego dengan kepala toko. Dia sangat humble, humoris dan ternyata pak Adam banyak tahu akan beberapa daerah di Indonesia. Sampai makanan dan tempat minum kopi yang hidden gem pun pak Adam tahu.
Selesai bertransaksi di toko itu waktu telah menunjukkan pukul 12:45 wib, merekapun di ajak pak Adam makan di warung makan yang tidak jauh dari lokasi toko tadi.
Padahal warung makannya terlihat biasa saja namun ternyata menu yang di pilih pak Adam adalah menu favorit di toko ini. Dan ternyata rasanya enak. Menu yg dipilih pak Adam : SOP buntut, ayam goreng lengkuas, gepuk, bakwan jagung dan tempe mendoan, serta sambal bawangnya.
Pak Adam benar-benar beda dia ngobrol santai dengan pak Andi dan supir. Yunia hanya makan dan mendengar kan dan sesekali ikut tertawa mendengar humor dari pak Adam.
Selesai makan merekapun numpang solat Zuhur di warung makan tadi. Setelah selesai mereka pun pulang. Sampai di kantor Yunia pun bergegas membereskan pekerjaan nya. Melengkapi pembelian barang tadi, dengan purchase order dan nota penjualan dari toko tadi. Tak lupa di bacanya ulang Nota dari toko tadi, takut kejadian kemarin terulang lagi. Dan ternyata semua cocok. Ia pun mengarsipkan lembar belakang purchase order dan memfoto copy nota penjualannya. setelahnya ia kebagian warehouse yang berada di belakang kantornya dekat dengan lokasi workshop sambil membawa barang dan lembar tanda terima barang. Ternyata ada Dewi di ruang tersebut.
Dewi :" hai cancikkk gimana rasanya pergi dengan Mr. meneer?".
Yunia pun reflek tertawa mendengan ucapan Dewi dan menjawab :" baik tau dew, doi beda banget loh di luaran dan ternyata bisa ngejokes gitu."
Dewi :" yakin Lo? Segitu angkernya dia kalo ketemu staff kayak kita? Masak bisa ngejokes sih?"
Yunia : " Sono tanya sama pak Andi kalo lo ga percaya".
yang ternyata pak Andi baru masuk k ruang warehouse.
Dewi :" pak Andi emang bener pak Adam Baek kalo lagi di luar kantor?"
Pak Andi:" lah emang dia Baek sama bapak-bapak, dia tu bukan jutek kalo lagi ke cewek-cewek kayak kalian, tapi lagi jaga diri kayaknya" .
Dewi reflek jawab :" lah emang kita setan makanya pake jaga diri segala?"
Yunia pun tertawa mendengan ucapan Dewi.
"Ha ..ha... Dewi, Dewi ada-ada aja Lo, Lo kalo yang setan, gue mah ogah di samain sama setan," jawab yunia.
Pak Andi hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar ucapan Dewi. Selesai serah terima barang ke divisi Dewi dan barang sudah diterima oleh pak Andi. Yunia pun kembali ke ruangannya. Dan ternyata pak Adam sudah ada di meja kerja yunia dan memberi kode untuk melihat ke bawah mejanya ternyata ada bungkusan di goodie bag. Lalu pak Adam kembali keruang nya. Yunia pun penasaran dan membuka goodie bagnya ternyata SOP buntut.
Dan ting.. notifikasi pesan WhatsApp berbunyi yunia pun membuka ternyata pak Adam yang mengirim pesan :" saya lihat kamu suka sop buntut jadi saya bawakan".
Yunia pun membalasnya :" wah terimakasih ya pak, semoga Allah membalas kebaikan bapak" .
Pak Adam membalas : "terimakasih doanya ".
Yunia heran dan bingung karena pak Adam aneh, padahal Yunia sudah takut akan dikerjain selama seminggu gegara tidur di lengan nya pak Adam, eh ternyata malah di kasih SOP buntut.