NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

Kesunyian yang mencekam kembali merayap di dalam ruang tengah yang gelap. Suara rintik hujan di luar terdengar seperti bisikan-bisikan ghaib yang memenuhi udara. Adista dan Bik Sumi masih terduduk lemas di atas lantai kayu yang dingin, saling berpelukan erat dengan tubuh yang gemetar hebat.

​Tiba-tiba, aroma anyir darah yang menguar dari tubuh Rian mendadak lenyap. Udara di dalam ruangan itu berubah menjadi sangat dingin, jauh lebih dingin dari sebelumnya hingga embusan napas Adista dan Bik Sumi mengeluarkan asap tipis. Bersamaan dengan itu, aroma wangi bunga mawar yang sangat manis kembali tercium, namun kali ini aromanya begitu menusuk dan membuat kepala pening.

​Dari balik bayangan gelap di dekat lukisan, sebuah siluet putih mulai muncul perlahan-lahan.

​Bik Sumi yang pertama kali melihatnya langsung memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di balik punggung Adista. Adista sendiri seperti kehilangan kemampuan untuk berkedip. Matanya membelalak lebar, menatap lurus ke depan dengan rasa syok yang luar biasa.

​Wanita misterius dari dalam lukisan itu kini mewujud nyata di hadapan mereka.

​Sosoknya melayang beberapa senti di atas lantai. Ia mengenakan gaun putih panjang yang koyak dan dipenuhi noda tanah serta bercak-bercak merah. Rambut hitamnya yang sangat panjang terurai berantakan, sebagian menutupi wajahnya yang pucat pasi seputih kapas. Namun, yang paling mengerikan adalah sepasang matanya. Mata itu tidak memiliki bagian putih, semuanya hitam kelam, dengan aliran darah segar yang terus mengalir dari sudut matanya membasahi pipi.

​Hantu wanita itu menatap tepat ke arah Adista. Perlahan, bibirnya yang hitam kebiruan tertarik ke samping, membentuk sebuah senyuman creepy—senyuman yang sangat lebar, kaku, dan tidak alami. Gigi-giginya yang tampak runcing dan menghitam terlihat jelas di balik senyuman mengerikan itu.

​Adista semakin ketakutan. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga dadanya terasa sakit. Ia ingin berlari, ingin berteriak meminta tolong, namun seluruh persendian tubuhnya terasa lemas seperti dilucuti. Jiwanya terguncang hebat melihat sosok yang selama ini hanya ada di dalam mimpi dan kanvas kini berdiri hidup di depannya.

​...Sudah kuselesaikan bagianku, Adista...

​Sebuah suara perempuan yang sangat parau, dingin, dan bergema langsung terdengar di dalam kepala Adista. Suara itu mengandung perpaduan antara kesedihan yang amat dalam dan kebencian yang membara.

​...Untuk memusnahkan manusia yang laknat itu...

​Hantu wanita itu memiringkan kepalanya ke kanan dengan patahan suara tulang yang terdengar jelas, KREK. Senyuman di wajahnya semakin melebar, memancarkan kepuasan yang teramat sangat setelah berhasil mencabut nyawa satu lagi laki-laki yang dianggap kotor dan semena-mena.

​"Hihihihi... Hahaha..."

​Suara tawa cekikikan yang melengking tinggi tiba-tiba keluar dari mulut makhluk tersebut, menggema di setiap sudut ruang tengah yang sunyi. Tawa itu terdengar sangat mengerikan, seolah-olah merayakan kemenangan atas penderitaan yang baru saja terjadi.

​Dengan gerakan yang sangat cepat dan patah-patah seperti boneka rusak, wanita misterius itu melayang mendekati tubuh Rian yang masih tertancap lampu hias gantung. Adista hanya bisa menangis dalam diam, menyaksikan pemandangan dramatis dan mengerikan itu tanpa bisa berbuat apa-apa.

​Hantu wanita itu berdiri tepat di atas dada Rian. Tanpa ragu sedikit pun, ia menjulurkan tangan kanannya yang memiliki kuku-kuku hitam panjang dan tajam. Dengan satu hentakan yang sangat kuat, ia merogoh masuk ke dalam dada Rian.

​CRASH! SPLASH!

​Suara robekan daging dan patahan tulang dada terdengar sangat jelas memenuhi ruangan. Darah segar menyembur keluar, membasahi wajah dan gaun putih hantu wanita tersebut. Namun, makhluk itu tidak peduli. Ia justru tampak semakin bersemangat.

​Saat tangannya ditarik keluar dari dalam dada Rian, sebongkah jantung manusia yang masih berdenyut lemah berada di dalam genggamannya. Darah kental menetes-netes dari sela-sela jarinya yang pucat.

​Dengan mata merahnya yang berkilat penuh kepuasan, wanita misterius itu mendekatkan jantung berdarah itu ke mulutnya. Ia membuka mulutnya dengan sangat lebar, lalu dengan lahap memakan jantung Rian di depan mata Adista dan Bik Sumi. Suara kunyahan daging mentah yang basah terdengar sangat jelas di dalam kesunyian malam yang kelam.

​REMPU... NYAM... NYAM...

​Setiap gigitan dan kunyahan itu disertai dengan tetesan darah yang membasahi lantai . Hantu wanita itu mengunyah dengan penuh nafsu, seolah-olah rasa lapar akan dendamnya yang membara selama puluhan tahun sedikit terobati dengan memakan organ vital dari korbannya.

​Bik Sumi yang tidak sengaja mengintip dari balik punggung Adista langsung tidak sadarkan diri. Wanita tua itu pingsan karena tidak kuat menahan rasa syok dan ngeri yang teramat sangat setelah melihat jamuan berdarah di depan matanya.

​Sementara itu, Adista hanya bisa memeluk tubuh Bik Sumi yang terkulai lemas. Pandangannya mulai mengabur karena air mata dan rasa pusing yang hebat akibat mencium bau anyir yang begitu kuat. Ia terus menatap ke depan dengan tubuh gemetar, menyaksikan akhir tragis dari mantan pacarnya yang arogan di tangan makhluk ghaib penghuni lukisan maut tersebut. Malam itu, ruang tengah rumah mewahnya telah berubah menjadi ladang pembantaian yang sangat mengerikan dan penuh dengan tetesan darah.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!