NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

“Tuan Howard, apakah Tuan Huang seorang mafia?” tanya Ice.

Howard yang sedang menuangkan air ke dalam gelas berhenti sejenak.

“Kenapa, apakah dia menakutimu?"

“Beliau tidak menakutkanku. Justru beliau menolongku. Hanya saja... aku melihat begitu banyak anak buahnya. Mereka sepertinya bukan orang biasa,” jawab Ice.

Howard menyerahkan segelas air hangat kepada Ice, lalu duduk di kursi di depannya.

“Paman Huang memang pemimpin Huang Group. Di dunia bawah, banyak orang mengenalnya. Tapi semua bisnis yang dijalankannya adalah bisnis yang sah,” jawab Howard.

Ice mengangguk pelan, lalu meneguk air itu.

Howard menatapnya beberapa saat sebelum bertanya, “Ice... apakah kau membenci mafia?”

Ice menggeleng.

“Tidak. Selama mereka tidak menyakiti orang yang tidak bersalah.”

Tatapan Howard sedikit berubah.

“Kalau suatu hari nanti kau mengetahui seseorang yang kau kenal pernah membunuh orang... apakah kau akan membencinya?”

“Mana mungkin aku bisa mengenal orang seperti itu? Aku hanya seorang pembuat vas keramik. Juga bukan mafia,” jawab Ice.

Howard terdiam sesaat.

"Kalau suatu hari Ice mengetahui siapa diriku sebenarnya... apakah dia akan menjauh dariku?" batinnya.

Howard kemudian bangkit dari kursinya.

“Tidurlah. Besok kita pulang bersama. Ada lagi jangan memanggilku tuan lagi. Panggil saja namaku," ucap Howard sambil mengusap pelan kepala Ice, lalu beranjak keluar dari kamar.

“Howard, kenapa seorang tetangga saja begitu baik padaku? Siapa dirimu sebenarnya?” gumam Ice.

Di sisi lain.

Howard baru saja keluar dari rumah itu saat Mark menghampirinya.

“Bos, Danny Lu sudah mengetahui tempat tinggal Nona Meng.”

Tatapan Howard langsung berubah dingin.

“Kalau begitu dia memang sengaja mencari mati.”

“Apa perintah Anda?”

“Kerahkan semua orang. Malam ini juga serang markas Danny Lu di Jiangzhou.”

“Bos, apakah kita tidak perlu memberi peringatan lebih dulu?”

“Tidak perlu. Berani menyentuh Ice berarti dia sudah melewati batasku.”

“Kalau Danny Lu melawan?”

“Lumpuhkan semua anak buahnya.”

“Lalu Danny Lu?”

“Biarkan dia tetap hidup. Aku ingin dia mengingat malam ini seumur hidupnya.”

“Baik, Bos. Saya akan segera mengumpulkan seluruh anggota.”

“Pastikan tidak ada satu pun anak buah Danny yang bisa melarikan diri.”

“Baik!”

Mark segera berbalik dan berjalan cepat menuju mobil.

Tak lama kemudian, puluhan mobil hitam meninggalkan kawasan pantai dan melaju menuju markas Danny Lu di Kota Jiang zhou.

“Danny Lu... untuk mengalahkanmu, lima menit sudah lebih dari cukup,” gumam Howard.

Di markas Danny Lu.

“Tidak berguna! Hanya menangkap seorang gadis saja kalian tidak mampu!” bentak Danny.

“Bos, Elvis Huang tiba-tiba muncul. Karena itulah rencana kita gagal,” jawab salah seorang anak buah.

“Elvis Huang?” Danny mengernyit. “Kenapa dia ikut campur urusan orang lain?”

“Lapor, Bos. Elvis Huang dan Howard Wang memang memiliki hubungan yang sangat dekat. Ayah Howard dan Tuan Elvis semasa hidup sudah seperti saudara,” jawab Jo.

“Ternyata begitu...” Danny menyipitkan matanya. “Pantas saja Elvis sampai turun tangan hanya demi Howard.”

“Bos, menurut saya kita hentikan dulu rencana ini. Setelah kejadian malam ini, Howard pasti tidak akan tinggal diam,” ujar Jo.

Danny mengepalkan tangannya.

“Baru saja menemukan kelemahannya, malah gagal. Howard hampir tidak memiliki kelemahan. Kalau ingin menjatuhkannya... satu-satunya jalan adalah melalui Ice Meng.”

Tiba-tiba...

Brak!

Pintu markas terbuka dengan keras.

Seorang anak buah berlari masuk dengan wajah panik.

“Bos! Gawat!”

“Ada apa?” tanya Danny.

“Howard Wang memimpin anak buahnya menyerang markas kita!”

Wajah Danny langsung berubah.

“Secepat ini...?”

Howard melangkah memasuki halaman markas dengan mengenakan kaus hitam yang dipadukan dengan jaket kulit berwarna hitam.

Di belakangnya, Mark bersama puluhan anak buah mengikuti dengan formasi rapi.

Suara tembakan kembali memecah malam.

Dor!

Dor!

Howard mengangkat pistol di tangannya dan melepaskan beberapa tembakan terarah.

“Ahhh!”

Salah seorang anak buah Danny langsung terjatuh setelah peluru mengenai pahanya.

Dor!

Pria lainnya menjatuhkan senjatanya ketika lengannya terkena tembakan.

“Jangan bunuh mereka,” perintah Howard dengan suara dingin. “Lumpuhkan saja.”

“Baik, Bos!” jawab Mark.

Dor!

Dor!

Dor!

Anak buah Howard mengikuti perintah itu. Mereka hanya mengincar lengan dan kaki lawan agar tidak lagi mampu melawan.

Seketika markas Danny berubah kacau.

“Bertahan!”

“Jangan mundur!” teriak anak buah Danny.

Namun jumlah mereka jauh lebih sedikit.

Satu demi satu senjata mereka terlepas dari genggaman, sementara yang terluka terus berjatuhan.

Howard terus melangkah ke depan tanpa menghentikan langkahnya.

Tatapannya hanya tertuju ke arah bangunan utama.

Dor!

Dor!

Dua orang anak buah Danny yang masih mengangkat senjata langsung roboh setelah peluru mengenai bahu dan paha mereka.

“Ahhh!”

“Bos, halaman depan sudah kita kuasai,” lapor Mark.

“Masuk!” perintah Howard.

“Baik!”

Puluhan anak buah Howard segera menerobos masuk ke dalam bangunan.

“Jangan biarkan Danny Lu melarikan diri!” teriak Mark.

Di dalam markas, Danny mendengar suara tembakan yang semakin mendekat.

“Bos, kita tidak bisa menahan mereka lagi!” teriak salah seorang anak buah.

Danny mengepalkan tangannya.

“Howard... ternyata kau benar-benar datang.”

Brak!

Pintu utama ditendang hingga terbuka.

Howard melangkah masuk sambil menggenggam pistol di tangan kanannya.

Tatapannya langsung tertuju kepada Danny.

“Berani menyentuh wanita yang berada di bawah perlindunganku. Danny Lu, kau memang sedang mencari mati.”

Danny tersenyum sinis.

“Hanya karena seorang wanita, kau sampai menyerang markasku?”

“Orang lain boleh kau sentuh,” jawab Howard dingin. “Tapi Ice... tidak.”

“Howard, kau sudah berubah. Dulu kau tidak akan bertindak gegabah hanya demi seorang wanita.”

Seluruh ruangan perlahan dipenuhi oleh anak buah Howard.

Mereka berdiri mengelilingi tempat itu dengan senjata di tangan, membuat anak buah Danny yang tersisa tidak memiliki kesempatan untuk melawan.

Danny melihat sekeliling.

Wajahnya akhirnya berubah.

Danny tertawa kecil.

“Hanya karena seorang wanita, kau menghancurkan wilayahku?”

Howard mengangkat pistolnya.

“Ice bukan sekadar seorang wanita. Dia adalah seseorang yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun.”

Dor!

Tembakan terdengar menggema.

Peluru mengenai kedua lutut Danny.

“Ahhh!”

Danny langsung jatuh berlutut sambil menahan rasa sakit.

Anak buahnya terkejut, tetapi tidak ada yang berani bergerak.

Howard duduk di sofa sambil memainkan pistol di tangannya. Tatapannya dingin menatap Danny yang masih berlutut dengan kedua lutut terluka.

“Danny Lu, jumlah anak buahmu jauh di bawahku, tapi kau masih berani menyentuh orangku. Hanya karena dendam masa lalu, kau berani membalasnya dengan cara seperti ini? Urusan dunia bawah tidak seharusnya melibatkan seorang gadis yang tidak tahu apa-apa,” ujar Howard.

Danny menahan rasa sakit yang luar biasa. Darah masih mengalir dari kedua lututnya, tetapi tatapannya tetap penuh kebencian.

“Bunuh saja aku!” kata Danny.

Howard tersenyum tipis.

“Kau tahu kenapa aku tidak membunuh anak buahmu dan hanya membuat mereka kehilangan kemampuan untuk melawan?”

“Karena kematian terlalu mudah. Mati hanya mengakhiri penderitaan seseorang. Aku ingin kau hidup dan mengingat kesalahanmu setiap hari. Duduk di kursi roda, melihat semua yang terjadi tanpa bisa berbuat apa-apa. Itu adalah hukuman yang lebih berat daripada kematian.”

Danny mengepalkan tangannya.

“Kau akan mendapatkan balasannya suatu hari nanti.”

Howard bangkit dari sofa dan berjalan mendekatinya.

Ia mengangkat pistolnya.

Dor!

Tembakan pertama mengenai lengan kanan Danny.

“Ahhh!”

Dor!

Tembakan kedua mengenai lengan kirinya.

Danny jatuh menahan rasa sakit, wajahnya penuh amarah dan kebencian.

Howard menurunkan pistolnya.

“Mulai hari ini, kau tidak akan lagi memiliki kemampuan untuk menggunakan tanganmu untuk menyentuh orang lain.”

Howard menyerahkan pistolnya kepada Mark.

Danny hanya bisa tergeletak dengan berlumuran darah. Kedua lengannya dan kakinya kini telah lumpuh. Seluruh anak buahnya dilumpuhkan tanpa perlawanan.

"Sebarkan Danny Lu telah dilumpuhkan!" perintah Howard yang melangkah keluar menuju halaman depan markas.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!