NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Dalam ruang kubusnya, Fela masih berkutat dengan hasil riset miliknya. Ia tidak peduli lagi dengan jam yang sudah menunjukkan lewat pukul lima. Pikirannya hanya satu, ia harus menyelesaikan tugas ini sebelum besok diserahkan pada Bimo.

Ada suara langkah kaki masuk ke dalam ruangan tim. Kenzo. Ia datang dengan tergesa-gesa, wajahnya tampak panik. Tujuannya adalah meja kerjanya sendiri, tangannya meraba-raba kolong meja dan tumpukan buku dengan kasar.

"Ternyata benar, kunci motorku ada di sini," gumam Kenzo penuh kelegaan.

Namun, saat ia menegakkan tubuh dan hendak berbalik, matanya menangkap sesuatu yang membuatnya diam mematung. Ruangan Fela masih menyala. Cahaya lampu dari dalam sana membiaskan bayangan Fela yang masih duduk terpaku di depan layar monitor.

Kenzo tertegun. "Dia belum pulang?"

Kaki Kenzo mendekat ke ruang kubus. Langkahnya tertahan di depan pintu kaca yang memisahkan area utama dengan ruang kerja pribadi Fela. Melalui kaca itu, ia melihat sosok Fela yang masih duduk dengan posisi tubuh yang kaku. Ternyata benar. Ada orang di dalam.

Tok! Tok!

Kenzo mengetuk pintu kaca itu dua kali. Fela mendongak, matanya sedikit menyipit karena silau lampu ruangan. Setelah tahu itu Kenzo, ia hanya membuang muka dan kembali pada komputernya. Jari-jarinya kembali menari di atas tuts keyboard dengan tempo yang cepat.

"Lagi ngapain?" tanya Kenzo dari balik pintu.

"Kerja." Jawaban singkat itu meluncur tanpa beban dari bibir Fela.

"Semua pada pulang."

"Sudah, pulanglah," usir Fela. Namun, di dalam hatinya, ia merasa sedikit terganggu. Ia teringat ide cemerlang yang sempat diberikan Kenzo tadi siang, ide yang kini sedang ia coba kembangkan mati-matian. Ia ingin menyelesaikannya malam ini juga. "Sudah gelap. Jam pulang, pulang aja."

Kenzo tidak mendebat. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan menutup pintu kaca itu hingga rapat. Fela hanya bisa menatap punggung anak magang itu dengan rasa heran, namun rasa penasarannya segera lenyap tertelan kembali oleh tumpukan data yang menuntut untuk diselesaikan. Ia memilih untuk abai.

Suasana kantor benar-benar senyap. Hanya suara dengung AC dan detak jam dinding yang terdengar. Fela sedang tenggelam dalam risetnya ketika tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya lagi.

Tok! Tok!

Pintu itu terkejut lagi. Fela tersentak hebat dari kursinya. Ia mendadak tegang karena jam segini seharusnya tidak ada lagi orang yang berkeliaran di lantai ini. Apalagi saat pintu itu terbuka sendiri tanpa menunggu sahutan darinya.

"Hai."

Ternyata itu Kenzo lagi. Ia berdiri di ambang pintu dengan senyum yang sulit diartikan.

"Hhh, Kenzo!" Fela memegangi dadanya yang berdegup kencang karena terkejut.

"Terkejut?" tanya Kenzo sambil melangkah masuk ke dalam ruangan tanpa permisi.

"Mau ngapain?" Fela berusaha mengatur napasnya kembali.

"Aku bawa makan malam." Kenzo menunjukkan kresek warna putih bening yang agak tebal di tangannya. Aroma nasi hangat dan lauk yang menguar dari kresek itu seketika memenuhi ruangan. Membuat perut Fela yang tadinya terabaikan kini tiba-tiba merespons dengan keroncongan halus.

"Kenapa kamu enggak makan di rumah aja?"

"Bukan aku, tapi kamu." Kenzo tidak memedulikan penolakan halus itu. Ia menarik kursi di depan meja Fela dan duduk dengan santai. Lalu, ia meletakkan kresek itu di atas meja. Menumpuknya di atas berkas-berkas riset yang sempat Fela rapikan.

"Kita makan disini," kata Kenzo.

"Pemaksaan apa ini, Kenzo?" Fela bertanya dengan nada setengah kesal, namun tangannya tak bisa membohongi keinginan perutnya.

"Makan saja dulu. Kamu mau menyelesaikan kerjaan kan? Makan saja dulu," jawab Kenzo dengan tenang, sama sekali tidak terintimidasi oleh kekesalan Fela. Ia justru tampak puas melihat Fela mulai membuka bungkus makanan itu.

"Huh." Fela mendengus pelan, sebuah suara protes yang keluar dari bibirnya sebagai bentuk pertahanan diri.

Ia pun akhirnya mulai makan. Suapan pertama terasa sangat nikmat karena rasa lapar yang sudah menyiksa sejak sore tadi. Meski begitu, pikiran Fela masih melayang ke layar monitor yang menampilkan grafik risetnya.

Perutnya memang lapar, tapi rasa ingin agar pekerjaan ini cepat selesai jauh lebih mendominasi pikirannya saat ini. Ia makan dengan terburu-buru, matanya tetap sesekali melirik deretan angka di layar komputer.

"Untung saja aku datang," gumam Kenzo, suaranya pelan namun terdengar jelas di tengah sunyinya ruangan.

Fela memutar bola matanya, meski ia tetap mengunyah suapan roti isi di tangannya dengan lahap. "Tanpa kamu, aku bisa makan, tahu."

Kenzo tidak membalas dengan kata-kata. Ia hanya menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai, mengamati Fela yang makan dengan terburu-buru. Di kepalanya, ia tidak sedang mendebat Fela. Ia tahu betul, jika ia tidak datang sekarang, wanita itu akan membiarkan perutnya kosong hingga jauh tengah malam.

Iya, tapi nanti malam. Saat asam lambung naik, baru mau makan.

Kenzo sudah hapal betul pola orang seperti Fela. Baginya, Fela adalah tipe yang terlalu keras kepala dengan pekerjaannya sampai-sampai lupa bahwa tubuhnya punya batas. Kenzo hanya perlu menunggu sebentar lagi, sampai rasa kenyang itu mulai menurunkan ambisi Fela yang meledak-ledak. Ia yakin, dalam hitungan menit, mata wanita itu tidak akan setegang tadi menatap layar komputer.

"Kapan aku ditraktir kopi? Oh jangan kopi, yang lainnya pokoknya ditraktir," tanya Kenzo tiba-tiba, memecah fokus Fela yang sedang menatap layar.

Fela berhenti mengunyah, ia menatap Kenzo dengan kening berkerut. "Apa?"

"Janji kamu. Traktir aku." Kenzo menatapnya lekat, menagih sesuatu yang mungkin sudah Fela lupakan di tengah hiruk-pikuk pekerjaan. Itu waktu kejadian di lorong saat perkenalan dion jadi direktur pemasaran.

Fela terdiam sejenak, mencoba mengingat-ingat. "Minta apa kamu?"

"Terserah sih. Pokoknya ditraktir."

Fela melirik bungkusan makanan di atas mejanya, lalu menunjuknya dengan dagu. "Aku bayar makanan ini."

Kenzo menggeleng cepat, tidak terima. "Enggak mau. Ini sudah aku yang belikan. Aku maunya kamu traktir aku di suatu tempat."

"Kapan-kapan saja kalau aku enggak capek," sahut Fela dengan nada serius, matanya kembali terpaku pada layar. "Pulanglah habis makan."

"Aku masih mau di sini," balas Kenzo datar.

Fela menghentikan aktivitas mengetiknya, menatap anak magang itu dengan tatapan tidak habis pikir. "Ngapain?"

"Enggak ada. Kamu bisa anggap aku enggak ada," jawab Kenzo tenang, seolah apa yang ia katakan adalah hal yang paling wajar di dunia. Ia beranjak dari kursinya, berjalan menuju sudut ruangan, lalu duduk santai di sana. "Aku mau duduk di situ."

Kenzo menunjuk sofa mungil dua seat yang tersandar di dinding ruangan Fela. Pimdah dari kursi didepan meja Fela ke sofa. Lalu bersandar sambil main hape.

"Terserah. Jangan ganggu."

"Oke."

1
Rahma Inayah
Kenzo walau Mash muda tp sifat dewasa dia tau klu Dela lagi byk pikirn dan pusing kerja SMA dgn sang mantan tnp dinmnt Kenzo siap siaga membantu
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
LisA: Terima kasih sudah singgah dan baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!