NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 20 (Suka Cita Sang Konlomerat Utama)

Kabar kehamilan Arini tidak butuh waktu lama untuk sampai ke telinga Kakek Wijaya. Sore itu juga, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, pintu ganda penthouse Sudirman kembali terbuka. Namun kali ini, tidak ada aura ketegangan atau derap langkah pengawal yang mengintimidasi. Yang terdengar justru suara tawa menggelegar dari pria tua berambut putih yang melangkah masuk dengan wajah berseri-seri.

Yudha mengekor di belakang sang kakek, membawa tiga buah tas besar berisi buah-buahan organik impor dan suplemen kehamilan premium.

“Adrian! Arini! Di mana kalian?" panggil Kakek Wijaya, suaranya memenuhi ruang tengah yang luas.

Adrian yang sejak siang sengaja bekerja dari rumah demi menemani istrinya, melangkah keluar dari kamar utama bersama Arini. Arini kini mengenakan gaun rumah berbahan kaus yang longgar dan nyaman, wajahnya masih sedikit pucat namun gurat kebahagiaan terpancar jelas dari matanya.

“Kakek? Kenapa datang mendadak lagi?" tanya Adrian, meskipun kali ini nadanya jauh lebih santai dan tidak kaku seperti dulu.

“Bagaimana Kakek tidak datang kalau mendengar kabar sebesar ini dari dokter pribadi keluarga?" Kakek Wijaya melangkah cepat, mengabaikan cucunya, dan langsung memegang kedua pundak Arini dengan kelembutan seorang kakek sejati. Tatapan matanya yang biasa tajam kini meredup, dipenuhi rasa haru.

“Terima kasih, Arini. Terima kasih, Sayang," ucap Kakek Wijaya tulus, matanya sedikit berkaca-kaca. "Kamu tidak tahu sudah berapa lama Kakek memimpikan hari di mana ada tangisan bayi di dalam keluarga Wijaya. Janji Kakek tidak akan pernah berubah. Anak yang ada di dalam kandunganmu ini adalah masa depan dari seluruh dinasti bisnis kita."

Arini tersenyum anggun, memegang tangan tua Kakek Wijaya dengan takzim. "Terima kasih, Kek. Mohon doanya agar semuanya berjalan lancar sampai persalinan nanti."

“Tentu saja! Kakek sudah memerintahkan Yudha untuk menyewa tim medis terbaik dan ahli gizi pribadi untuk mengawasi menu makananmu setiap hari," sahut Kakek Wijaya bersemangat. Beliau kemudian menoleh ke arah Adrian dengan wajah yang kembali ditegaskan. "Dan kamu, Adrian! Jangan berani-berani membuat istri dan calon anakmu stres dengan tumpukan berkas kantor. Jika Kakek dengar kamu mengabaikan mereka, Kakek sendiri yang akan turun tangan mengambil alih posisi CEO-mu!"

Adrian mengembuskan napas perlahan, menatap kakeknya lalu beralih menatap Arini. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang hangat. Ia melangkah mendekat, lalu dengan lembut merangkul pinggang ramping Arini dari samping di depan sang kakek dan Yudha.

“Kakek tidak perlu khawatir," ucap Adrian rendah namun penuh penekanan. "Tanpa diminta pun, melindunginya dan anak kami adalah prioritas utamaku saat ini. Tidak ada satu pun berkas kantor yang bisa mengalihkan fokusku dari mereka."

Yudha yang berdiri di sudut ruangan hanya bisa tersenyum lebar melihat pemandangan tersebut. Rahasia pernikahan kontrak yang dulu ia simpan rapat di dalam koper kerjanya kini telah menguap sepenuhnya, digantikan oleh jalinan keluarga nyata yang begitu kokoh dan penuh kasih.

Setelah Kakek Wijaya puas berbincang dan memberikan ratusan wejangan tentang kehamilan, beliau akhirnya berpamitan pulang menjelang malam. Suasana penthouse kembali sunyi, meninggalkan Adrian dan Arini yang kini berdiri berdampingan di dekat dinding kaca besar, menatap gemerlap lampu malam Jakarta.

Adrian menundukkan kepalanya, menyurukkan wajahnya di ceruk leher Arini dari belakang, menghirup aroma harum melati yang selalu menenangkan pikirannya. Kedua tangan besarnya turun, menangkup perlahan perut Arini yang masih rata dengan kelembutan yang teramat sangat.

“Terima kasih, Baby," bisik Adrian serak, napas hangatnya menggelitik permukaan kulit leher Arini. "Kamu benar-benar telah mengubah hidupku yang sedingin es ini menjadi begitu berarti."

Arini memegang punggung tangan Adrian yang berada di perutnya, menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada dada bidang suaminya yang kokoh. "Kita jalani ini bersama-sama ya, Mas."

"Pasti, Sayang. Selamanya," balas Adrian penuh komitmen, mengecup lembut pundak Arini di bawah saksi indahnya malam kota Jakarta.

1
sakura
baguss banget goks abizzzz
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!