NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Buk mandor dan juga ibuk-ibuk yang lain ikut senang melihat Arumi dan Rani mendapatkan hadiah. Kedua gadis cantik itu memang pekerja keras. Jadi mereka berdua pantas mendapatkan hadiah dari hasil kerjanya.

" Tenang, ibuk-ibuk yang ikut membantu kedua gadis ini juga mendapatkan hadiah"

" Kita juga dapat Pak"

" Tentu saja, ibuk-ibuk juga ikut bekerja dengan baik"

" Alhamdulillah, terima kasih Pak"

Goodie bag itu memang disiapkan istrinya untuk orang-orang yang rajin dan giat bekerja. Kusuma tidak menyangka kalau anak muda lha yang rajin bekerja di kampung ini.

Buk mandor menyuruh ibuk-ibuk makan. Begitu juga dengan Arumi dan Rani. Setelah itu ibuk mandor menemani suaminya dan juga pak Kusuma pergi ke pabrik teh. Pak kades dan yang lainnya juga ikut ke pabrik teh.

" Rum mau makan sama apa?"

" Aku mau coba rendang, Ran"

Arumi memang sudah lama ingin memakan rendang. Alhamdulillah sekarang bisa kesampaian.

" Cobain bihun gorengnya juga. Sekarang kamu makan lha dengan lauk yang kamu suka "

" Iya Ran "

Rani mengambilkan ikan bakar juga untuk Arumi.

Hari ini ia ingin sahabatnya makan banyak. Jarang ia melihat sahabatnya makan banyak dan juga lahap.

" Udah Ran, ini kebanyakan"

" Nggak apa-apa, coba masakan kita sendiri nggak dosa"

" Iya, tapi ini kebanyakan"

" Nggak, kamu coba lihat piring ibuk-ibuk itu. Lauknya banyak juga kan?"

Arumi melihat piring ibuk-ibuk yang lain. Piring mereka semua penuh dengan lauk. Arumi memang tidak pernah makan dengan lauk banyak di piringnya.

Setelah membaca doa, Arumi mulai menyantap makanan yang ada di piringnya. Begitu juga dengan Rani dan ibuk-ibuk lainnya. Mereka semua menikmati makan siang mereka.

Selesai makan, Arumi dan Rani membawa piring-piring kotor ke tempat cuci piring yang sudah di buat kemarin sama buk mandor. Tempat cuci piring yang dibuat darurat saat masak-masak.

Tempat cuci piring itu di buat diluar, karena tempat cuci piring di rumah buk mandor kecil. Jadi tidak bisa untuk meletakkan piring kotor sebanyak ini.

" Rum, biarkan saja piring kotornya di sana. Nanti ibuk sama yang lain yang bersihkan"

" Nggak apa-apa Buk, biar cepat selesainya"

" Nanti baju kalian kotor dan juga basah. Kalian berdua kan masih bertugas menyambut tamu"

Arumi dan Rani pun membiarkan piring kotornya di sana. Padahal mereka berdua ingin membantu supaya kerjaan ibuk-ibuk cepat selesai. Tapi ibuk-ibuk itu tidak memperbolehkan Arumi dan Rani membantu.

" Maaf ya Buk"

" Nggak apa-apa, hari ini kalian berdua bintangnya. Jadi nggak boleh megang piring kotor"

" Ibuk ini ada-ada aja. Hari ini kita semua bintangnya"

" Cepat kalian kembali ke depan, nanti pak Kusuma dan yang lainnya sudah kembali"

" Baik Buk"

Arumi dan Rani kembali ke tempat duduk mereka. Sebelum kembali Rani membawa buah-buahan untuk camilan mereka nanti.

" Makan buah dulu Rum"

" Emang kamu belum kenyang Ran"

" Belum, tadi mau ambil puding tapi nggak jadi "

" Kenapa?"

" Buah-buahan ini lebih menggoda"

Kedua gadis cantik itu pun menikmati buah segar yang ada di atas piring. Rasa semangkanya sesuai dengan penampilannya. Warna merah, banyak air dan rasanya juga manis.

" Kenapa semangkanya bisa manis gini ya. Apa waktu nanamnya di kasih gula"

" Nggak tau juga Ran"

" Ilmunya belum nyampe sama otak kita ya Rum"

" Iya "

" Nanti sore kita libur jualan dulu ya Rum"

" Iya Ran, kita istirahat dulu"

" Tapi kalau nggak kerja badan ku kok pegel-pegel ya Rum"

" Mungkin sudah terbiasa bekerja Ran. Jadi kalau dibawa istirahat tubuhnya seperti kaget "

" Mungkin juga ya Rum. Gimana nanti kalau kita jadi orang kaya ya, apa nggak sering pegel-pegel badan kita karena nggak ada kerja"

" Emang kalau sudah jadi orang kaya, kamu nggak bakal kerja lagi. Terus yang bersih-bersih rumah kamu nanti siapa"

" Kan ada pelayan. Kaya di film-film itu lho, ada pelayan. Jadi semua kerjaan rumah dia yang mengerjakan"

" Kebanyakan nonton film ini"

" Kalau kamu udah jadi orang kaya, kamu pake pelayan juga nggak"

" Nggak tau Ran. Kalau pun nanti aku punya pelayan, aku nggak akan biarkan mereka mengerjakan semua pekerjaan rumah "

" Wih, ciri-ciri majikan yang baik hati tidak sombong dan juga rajin menabung"

" Selagi kita bisa mengerjakan pekerjaannya, jadi buat apa kita nyuruh orang lain "

" Iya juga sih. Tubuh kita juga harus banyak bergerak. Kalau cuma makan tidur aja, nanti tubuh bisa sakit "

" Itu tau, jadi masih mau nggak kerja?"

" Nggak, nanti kerjanya untuk melakukan hal-hal penting aja"

Saat Arumi dan Rani sedang mengobrol, terdengar suara langkah kaki orang banyak. Ternyata pak Kusuma dan yang lainnya sudah kembali. Arumi dan Rani pun menghentikan obrolan mereka.

Pak Kusuma dan pak mandor kembali ke tempat duduk mereka tadi. Begitu juga dengan pak kades dan juga sekretarisnya. Mereka akan mengobrol santai dulu.

" Permisi pak, saya mau menemui adik saya dulu" kata Anita pada pak kades.

" Silakan "

Setelah diberikan izin sama pak kades, Anita segera menemui Arumi.

" Rumi"

" Ada apa mbak"

" Ikut aku sebentar "

" Sebentar ya Ran"

" Iya, hati-hati "

Arumi tidak tau Anita mau membawanya kemana. Ia terus mengikuti mbaknya.

" Sini goodie bag tadi"

" Itukan punya ku mbak, kenapa harus aku kasihkan ke mbak"

" Kamu nggak pantas mendapatkan hadiah itu"

" Cuma mbak saja yang bicara seperti itu, orang lain nggak"

" Aku nggak mau tau, kamu harus berikan goodie bag itu sama aku. Kalau nggak, aku adukan kamu sama ibuk"

Arumi sudah bisa menebak pikiran mbaknya. Setiap keinginannya tidak terpenuhi maka dia akan mengadu ke ibuknya.

" Sampai kapan mbak mau bersembunyi di belakang ibuk"

" Maksud kamu apa?!"

" Mbak itu egois. Apa mbak pernah memikirkan bagaimana capek dan lelahnya aku bekerja, nggak!. Yang mbak tau cuma kebutuhan mbak. Bahkan aku tidak pernah mencicipi hasil jerih payahku demi untuk memenuhi semua keinginan mbak. Terus sekarang mbak mau merampas barang milikku, apa mbak nggak punya hati"

" Kamu itu nggak cocok memakai barang-barang mewah seperti itu"

" Aku nggak butuh penilaian mbak, yang tau bagaimana kondisiku, ya cuma diriku. Jadi mbak nggak ada hak untuk bicara aku cocok atau nggaknya memakai barang-barang mewah"

Setelah mengatakan itu, Arumi berlalu pergi meninggalkan Anita. Ia tidak peduli nanti Anita akan mengadu pada ibunya. Ia tidak akan menyerahkan goodie bag itu pada Anita.

Anita tidak menyangka kalau Arumi akan melawannya. Tapi ia tidak akan menyerah, ia harus mendapatkan goodie bag milik Arumi. Anita pergi dengan penuh amarah pada Arumi.

Tanpa mereka berdua sadari, pembicaraan mereka tadi di dengar oleh seseorang.

To be continued.

Jangan lupa dukungannya ya teman-teman, supaya Feby semangat nulisnya.

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!