NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Jebakan di LAB Rahasia

Aroma khas bahan kimia esensial, minyak murni, dan keharuman samar lavender memenuhi laboratorium pribadi tercanggih milik Narendra Cosmetics di lantai dasar gedung. Tempat ini adalah zona steril, hanya bisa diakses menggunakan pemindaian retina mata milik Arkan dan sidik jari Kiara. Di sinilah Kiara merasa paling hidup, dikelilingi tabung reaksi dan mesin enkapsulasi molekul bernilai miliaran rupiah.

​Jam digital di dinding menunjukkan pukul delapan malam. Kiara baru saja selesai menyuntikkan sampel Narendra Golden Essence teranyar ke dalam tabung inkubator steril ketika lampu indikator utama di sudut ruangan tiba-tiba berkedip merah.

​Bip. Bip. Bip.

​"Peringatan. Akses data formulasi terenkripsi terdeteksi dari komputer server eksternal," suara sistem kecerdasan buatan lab bergema datar.

​Jantung Kiara berdegup kencang. Tangannya dengan cepat bergerak di atas papan ketik komputer utama, mencoba melacak IP address penyusup tersebut. Sial, sistem keamanannya sedang dibobol secara remote dari dalam gedung ini sendiri, tepatnya dari ruang arsip digital lantai dua puluh lima.

​"Tikus-tikus Mahardika benar-benar bergerak cepat setelah rapat tadi pagi," gumam Kiara tajam.

​Tanpa membuang waktu, Kiara mencabut sebuah flashdisk enkripsi pengunci data yang selalu ia bawa, lalu berlari keluar lab menuju lift darurat. Namun, sebelum ia sempat menekan tombol lift, sebuah tangan kekar tiba-tiba menarik lengannya dengan kuat, menyudutkan tubuh ramping Kiara ke dinding lorong yang agak temaram.

​Kiara terkesiap, siap melayangkan hantaman dengan tablet di tangannya sebelum ia mencium aroma parfum maskulin yang sangat ia kenal—aroma sandalwood dan cedarwood yang mewah.

​Arkan Narendra.

​"Lepaskan, Arkan! Seseorang sedang mengunduh formula Golden Essence dari lantai dua puluh kesembilan sekarang juga!" desis Kiara panik, mencoba melepaskan cengkeraman pria itu.

​Bukannya panik, Arkan justru menatap Kiara dengan seringai tipis yang dingin namun mematikan. Jarak wajah mereka begitu dekat hingga Kiara bisa melihat dengan jelas kulit rahang Arkan yang kini sudah sepenuhnya mulus dan sehat berkat ramuannya.

​"Tenang, Nyonya Narendra," bisik Arkan, suaranya terdengar berat dan sangat tenang di dekat telinga Kiara, mengirimkan getaran aneh yang membuat bulu kuduk wanita itu meremajang. "Komputer yang mereka bobol adalah umpan. Aku sengaja membiarkan jalur akses itu terbuka setelah melihat gerak-gerik mencurigakan Pak Hendra sore tadi."

​Kiara membelalakkan mata. "Maksudmu...?"

​"Formula yang sedang mereka unduh sekarang adalah formula replika yang sudah dimodifikasi," jelas Arkan, perlahan melonggarkan cengkeramannya namun tidak menggeser posisinya yang masih mengunci tubuh Kiara di antara kedua lengannya. "Jika Mahardika memproduksi massal essence berdasarkan data curian itu, dalam tiga hari produk mereka akan memisahkan minyak dan air secara permanen. Mereka akan merilis produk cacat yang menghancurkan reputasi mereka sendiri."

​Kiara tertegun. Ia menatap pria di hadapannya dengan pandangan baru. Arkan bukan sekadar CEO yang mengandalkan warisan; pria ini adalah predator bisnis sejati yang tahu kapan harus memasang perangkap.

​Merasakan tatapan Kiara yang intens, Arkan menundukkan kepalanya sedikit lagi, memotong sisa jarak di antara mereka. Napas hangatnya menerpa permukaan kulit wajah Kiara yang mulus dan glowing. Tatapan matanya yang tajam mengunci bibir tipis Kiara yang sedikit terbuka karena terkejut.

​"Kenapa? Kamu baru sadar kalau suamimu ini jauh lebih berbahaya dari yang kamu kira?" goda Arkan dengan nada rendah yang seksi.

​Kiara mencoba mempertahankan benteng pertahanannya. Ia mendongak, menantang balik mata Arkan dengan senyum sinis andalannya, meski jantungnya kini berdegup dua kali lebih cepat karena kedekatan fisik mereka.

​"Saya hanya terkesan karena modal sepuluh miliar saya tidak jatuh ke tangan pria bodoh, Tuan Narendra," balas Kiara defensif, sebelah tangannya sengaja bertumpu di dada bidang Arkan, bisa merasakan detak jantung pria itu yang ternyata sama cepatnya dengan miliknya. "Tapi ingat, kesepakatan kita adalah menghancurkan Mahardika dan membersihkan nama baik ayah saya. Jangan sampai taktik umpanmu ini malah mematuk balik dirimu sendiri."

​Arkan terkekeh rendah. Tangan kanannya terangkat, jemarinya yang hangat perlahan mengusap pipi Kiara yang halus, menyelipkan beberapa helai rambut ke belakang telinga wanita itu. Sentuhan itu terasa begitu intim hingga membuat Kiara menahan napasnya sesaat.

​"Umpanku tidak pernah gagal, Kiara. Termasuk umpan nikah kontrak yang berhasil membawamu ke dalam pelukanku malam ini," bisik Arkan tajam, matanya memancarkan kilat kepemilikan yang murni.

​Sebelum Kiara sempat membalas ucapan sarat provokasi romantis itu, ponsel di saku jas Arkan bergetar keras. Arkan mendengus kesal karena momen mereka terinterupsi. Ia menjauhkan tubuhnya sedikit dan mengangkat telepon dengan mode speakerphone.

​"Halo, Tuan Arkan," suara panik dari kepala tim keamanan Narendra terdengar dari seberang sana. "Pak Hendra baru saja terlihat terburu-buru meninggalkan gedung membawa tas dokumen hitam, dan radar kami mendeteksi dia mengarah langsung ke kediaman pribadi milik CEO PT Mahardika Utama!"

​Mata Arkan seketika menggelap, memancarkan aura dingin yang siap menerkam mangsanya. Ia melirik Kiara yang kini juga sudah kembali ke mode seriusnya.

​"Bagus. Saatnya kita menonton pertunjukan hancurnya para pengkhianat," ucap Arkan dingin ke arah ponsel, sebelum menutup sambungan. Ia menatap Kiara kembali. "Ikut aku, Kiara. Kita lihat bagaimana Mahardika merayakan kemenangan palsu mereka malam ini."

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!