seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
indentitas
Deggggggggggggggg
Kaisar terkejut,dia berdiri dengan tegak, ekspresi wajahnya tidak dapat berbohong,bahwa kabar yang dibawa oleh Kasim nya benar-benar kabar yang sangat mengejutkan.
" hahaha...jadi ini rencana Panglima Javier,,dia sengaja meminta titah padaku karna ingin menikah dengan putri kandung Dalton Wangga? Sedangkan aku berhasil menikahi seorang putri pelayan,,,ini penghinaan besar! Aku tidak terima mereka membohongi ku,, pengawal!! " teriaknya,tubuhnya bahkan bergetar karna merasa murka.
pengawal memasuki ruangan kaisar saat mendengar mereka di panggil.
" kami disini yang mulia " ucap beberapa pengawal dengan wajah takut-takut,karna ini pertama kalinya mereka melihat wajah marah kaisar Arya.
" tangkap selir Alisa ! Dan bawa dia kembali pada keluarga nya ! Aku tidak mau tau kalian semua harus memusnahkan keluarga Wangga !! Jangan biarkan salah satu dari mereka hidup ! " perintah nya dengan mutlak.
Kasim itu yang mendengar ucapan kaisar, buru-buru berdiri dia menatap kaisar dengan menggeleng panik.
" yang mulia.mohon tenangkan diri anda,jangan gegabah yang mulia,,hari ini adalah hari pernikahan putri Dalton Wangga dengan Panglima Javier,jika anda menyerang kediaman Wangga,maka panglima Javier tidak akan tinggal diam " ucap Kasim,dia memberanikan diri untuk mengatakan itu pada kaisar,karna dia takut kaisar akan terbunuh di tangan adiknya sendiri.
Buggggggggg
" lancang! Beraninya kamu menyela ucapan ku,dan kamu fikir aku takut dengan Javier ? Aku ini seorang kaisar,aku bebas melakukan apapun yang aku inginkan! " teriaknya dengan marah,dia juga menendang kasim,hingga Kasim itu terjatuh di bawah.
" mohon ampuni saya yang mulia,saya benar-benar mengkhawatirkan anda,,jika yang mulia gegabah akan banyak nyawa yang melayang,dan semua rakyat anda akan merasa kecewa pada yang mulia,,maafkan saya yang mulia,saya benar-benar memikirkan anda saat ini " ucap Kasim,dia memegang dadanya yang terasa sakit,akibat tendangan kaisar Arya.
Mendengar itu kaisar Arya terdiam,dia menarik nafasnya dalam-dalam,dia merasa apa yang dikatakan oleh Kasim nya itu benar.
" kalian tangkap saja selir Alisa,kembalikan dia pada keluarga nya,tapi sebelum itu berikan hukuman pada selir Alisa,,aku ingin dia kembali dalam keadaan berdarah ! " perintah nya lagi.
" baik yang mulia " ucap pengawal,dan mereka pergi menuju istana selir Alisa,hari ini Alisa akan merasakan penderitaan yang tidak pernah dia bayangkan.
kaisar Arya kembali duduk di kursi,dia memijit pelipisnya karna merasa pusing, sedangkan Kasim langsung berdiri dan melirik kaisar dengan jantung berdebar kencang.
" untung saja aku tidak memberitahu nya soal siapa calon istri panglima Javier,jika dia tau wanita yang selama ini dia cari adalah istri adiknya,maka tamatlah hidup ku,,kaisar Arya pasti akan murka,," batin Kasim dan langsung pergi meninggalkan ruangan kaisar.
""************
di depan kediaman Wangga,disana anggota keluarga Wangga sudah berkumpul,hari ini adalah hari pernikahan putri/adik mereka, Dalton dan Lestari sejak tadi saling memandang dengan wajah sedihnya,mereka sebenarnya tidak rela jika Lidya menikah secepat itu,padahal mereka baru bertemu setelah bertahun-tahun berpisah.
" istriku jangan tunjukkan wajah sedih mu nanti di hadapan putri kita,,dia pasti akan merasa bersalah karna pernikahan ini " bisik dalton pada istrinya.
Lestari mengangguk sembari menghapus airmata nya yang terjatuh.
" kamu benar suamiku, seharusnya aku bahagia di hari pernikahan putriku,,Elio, Langit kalian harus tersenyum saat adik kalian datang " peringat Lestari pada kedua putranya,yang sejak tadi terdiam.
Elio dan Langit mengangguk,mereka memperbaiki ekspresi wajah mereka masing-masing,hingga mereka semua melihat kedatangan Lidya yang mengenakan gaun pengantin,dia di papah oleh pelayan kepercayaan Lestari dengan hati-hati.
" suamiku aku tidak bisa menahan air mataku,," Lestari memeluk lengan suaminya.
Dalton tersenyum tipis,dia mengelus rambut istrinya dan menatap kedatangan putrinya, kedatangan Lidya bersamaan dengan kedatangan kereta kuda milik Panglima Javier yang telah di hiasi dengan bunga.
" kereta kuda pengantin Panglima Javier telah tiba "
Lidya yang mendengar itu merasakan jantungnya berdetak kencang,dia mengigit bibir nya di dalam penutup wajahnya.
" aduh kenapa aku malah deg-degan, mungkin karna ini pertama kalinya aku menikah,,huhu..sistem dunia ini mempermainkan ku " batin nya,yang terus saja mengeluh di dalam hatinya.
( nona lebih baik,nikmati setiap momen yang anda alami di dunia ini,, bukankah ini hanyalah misi,jadi nona jangan sampai terbawa perasaan ).
Lidya mengangguk semangat,dan dia segera tersadar saat mendengar suara ibunya yang terdengar serak.
" Lidya putriku,Hari ini adalah hari pernikahan mu,ibu sangat bahagia karna akhirnya kamu menemukan pria yang benar-benar mencintai mu nak,kami sudah mendengar semuanya,, Panglima Javier ternyata saat mencintai putri ibu ini " ucap Lestari,sejak lamaran Panglima Javier waktu itu,dia merasa khawatir dengan kehidupan putrinya,dia takut pernikahan ini hanyalah konspirasi.
Tapi saat pengawal pribadi panglima Javier yaitu Lucas,yang menceritakan segalanya bagaimana pertemuan Lidya dan Javier, membuat Lestari juga suami dan kedua putranya merasa lega dengan pernikahan putri mereka.
" apa-apaan ini ? Bagaimana mungkin ada cerita seperti itu,,pasti ini adalah akal-akalan panglima Javier,,kurang ajar beraninya dia membohongi ibu dan ayahku " batin Lidya dengan tangan mengepal.
" sayang,,sudah waktunya kamu pergi " ucap Dalton dengan lembut,Lidya mengangguk dan dia berjalan kearah depan.
Dalton dan yang lainnya,hanya melihat kepergian Lidya dengan perasaan sedih, sedangkan Lucas yang melihat kedatangan Lidya langsung memberikan kode pada teman nya.
" tuan nyonya Lidya sudah berada di depan " beritahu teman lucas,pada panglima Javier yang sejak tadi duduk di atas kudanya.
" hmm..aku tau" jawab nya dan langsung turun dari atas kuda,lalu Javier berjalan mendekati Lidya dan tanpa basa-basi langsung menarik tangan nya,Lidya tersentak tapi dia hanya diam saja.
" sebaiknya kamu patuh padaku,jika tidak kamu akan tau sendiri akibat nya ! " tekan Javier pada calon istrinya.
Setelah melihat Lidya duduk di dalam kereta kuda,Javier yang ingin pergi tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan. Lidya.
" jangan mengancam ku tuan ! Aku bukanlah wanita yang bisa kamu perlakukan sesuka mu ! " tekan balik Lidya,dia tersenyum dingin di dalam penutup wajahnya.
Bibir Javier berkedut mendengar ucapan Lidya,dia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun,setelah melihat semuanya sudah selesai, rombongan pengantin Panglima Javier meninggalkan kediaman Wangga.
Lestari yang melihat kepergian putrinya menangis terisak,dia memeluk dalton dengan perasaan sedih.
" hikkkssssssssss,,,suamiku aku baru saja bertemu dengan putriku,tapi dia sudah pergi lagi meninggalkan ku,," isaknya.
" jangan berkata seperti itu istriku,,jika kamu merindukan nya,kamu bisa pergi menemui nya,, sebaiknya kita berdoa agar putri kita bahagia dengan kehidupan barunya " ucap Dalton,dia menenangkan istrinya yang terus saja terisak.