NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12 Pesta Ini Bukan Untuku

“Kau benar-benar bersedia pergi? Kau yakin? Kau tidak akan menyesal nanti, kan?” tanyanya dengan mata berbinar senang.

“Ya. Karena di rumah ini memang tidak ada tempat untukku lagi. Bahkan jika aku harus mati di tangan Tuan Muda Valen yang sakit mental itu, rasanya lebih baik daripada aku harus terus hidup di sini. Siapa tahu nanti mayatku tidak akan dibuang sembarangan atau dijadikan pakan anjing jalanan,” ucap Ayla. Ia menatap lekat-lekat wajah Bastian, lalu melemparkan sebuah senyum tipis yang terasa sangat mengerikan dan dingin.

“Ayla… jangan bicara hal buruk seperti itu. Tapi aku senang… aku senang kau akhirnya mulai mengerti keadaan,” ucap Bastian. Ia sengaja mengabaikan kalimat terakhir Ayla yang penuh kepahitan, dan hanya fokus pada persetujuan yang didapatkannya.

“Tunggu dulu. Ada satu hal yang harus kupersyaratkan,” ucap Ayla menahan Bastian yang hendak pergi.

“Apa? Katakan saja,” tanya Bastian penasaran.

“Aku ingin memutuskan hubungan dengan keluarga ini sepenuhnya. Aku ingin kalian membuatkan surat perjanjian pemutusan hubungan resmi antara aku dan kalian semua,” jelas Ayla tenang, namun senyum tipis yang mengerikan itu masih terukir jelas di bibirnya.

Deg…

Jantung Bastian seakan berhenti berdetak sesaat mendengar permintaan itu. Ini pertama kalinya ia mendengar keinginan segila ini keluar dari mulut Ayla. Selama ini, Ayla selalu berusaha mendekat, selalu ingin dianggap bagian dari keluarga, dan tak pernah mau meninggalkan rumah itu. Namun sekarang, saat ia memutuskan untuk pergi, ia justru ingin memutuskan segala ikatan sampai ke akar-akarnya. Dan senyum yang terlihat di wajah adiknya itu… terasa sangat berbeda, asing, dan menakutkan.

“Ayla… kau hanya perlu menikah dengan Tuan Muda Valen. Tidak perlu sejauh itu. Kita tetap keluarga, tidak ada yang bisa memutuskan hubungan darah kita,” ucap Bastian, seolah-olah ia sangat menghargai kata “keluarga” padahal kenyataannya ia sendiri yang mengusir adiknya.

“Kalau kalian menolak, lebih baik aku mati saja di sini sekarang. Dan kalian yang harus mengirimkan Alena ke keluarga Aditama sebagai gantinya,” ancam Ayla. Ia segera menggenggam erat serpihan kaca yang masih berserakan di lantai, lalu mengarahkan benda tajam itu ke pergelangan tangannya sendiri seolah siap melukai diri.

“Baiklah! Baiklah! Jika itu yang kau mau… aku akan penuhi. Setelah pesta ulang tahun Alena nanti malam, secepatnya kau akan menerima surat perjanjian pemutusan hubungan itu, dan langsung dikirim ke keluarga Aditama,” ucap Bastian terburu-buru. Ia segera berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu, tak ingin berlama-lama di dekat Ayla yang kini terasa sangat asing baginya.

Karena Ayla sudah menyetujui keinginan mereka, ia pun akhirnya dibebaskan dari ruang kurungan itu. Dengan kaki yang gemetar dan tubuh yang sangat lemah, ia berjalan tertatih-tatih menuju kamarnya. Seharian penuh ia mengurung diri di sana, menangis dan meratapi nasibnya yang begitu malang dan menyedihkan.

“Ini adalah terakhir kalinya aku menangis… Aku tidak sedih karena harus meninggalkan mereka, tapi aku sedih karena selama ini aku bodoh sekali menyayangi mereka. Mulai sekarang, aku akan menghapus nama keluarga ini sepenuhnya dari ingatanku,” gumam Ayla sambil menatap sekeliling ruangan kecil itu, tempat di mana banyak kenangan pahit dan manis tersimpan.

Sebelum meninggalkan satu-satunya tempat yang sempat ia anggap nyaman di rumah besar itu, Ayla memutuskan untuk membereskan segala barang miliknya. Ia tak ingin menyisakan sedikit pun jejak atau kenangan tentang dirinya yang tertinggal di ruangan segi empat itu.

Sementara itu, di luar kamar...

"Bagaimana keadaan Alena?" tanya Bastian seraya melangkah menghampiri anggota keluarganya yang berkumpul di ruang tengah.

"Adnan sudah memberinya pertolongan dan mengobatinya. Sekarang kondisinya sudah membaik," jawab Mama Tina kepada Bastian.

"Pa, Ma, aku punya kabar baik. Ayla sudah bersedia, dia telah menyetujuinya. Dialah yang akan pergi ke kediaman keluarga Aditama," ucap Bastian dengan wajah berseri‑seri.

"Benarkah?" seru Alena, matanya berbinar menampakkan kegembiraan yang mendalam. Akhirnya, posisinya sebagai satu‑satunya tuan putri di rumah itu takkan pernah tergantikan lagi.

"Baguslah kalau begitu. Memang seharusnya dia tahu diri dan patuh," sahut Papa Bayron dingin.

Mama Tina dan Adnan pun turut tampak gembira. Hati mereka pun lega, sebab setelah kepergian Ayla, mereka tak perlu lagi merasa cemas akan keselamatan Alena di rumah ini.

"Akhirnya, aura gelap yang menyelimuti rumah ini akan segera lenyap," gumam Adnan.

"Selamat tinggal, Ayla. Nikmatilah kehidupan barumu yang kelak akan terasa jauh lebih menyiksa," batin Alena sambil menyembunyikan senyum kemenangan.

"Sudahlah, tak perlu dibahas lagi. Lebih baik sekarang kita fokus mempersiapkan pesta nanti malam. Benar begitu, Sayang?" ucap Mama Tina seraya menggenggam lembut tangan Alena.

"Ah, benar sekali, Ma. Aku hampir lupa bahwa malam ini adalah hari ulang tahunku. Pesta ini akan diadakan di dalam rumah atau di tempat lain ya, Ma?" tanya Alena dengan rasa ingin tahu yang membuncah.

"Tentu saja di sini, Nak. Mama dan kakak‑kakakmu sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi. Kau tak perlu memusingkan hal apa pun, cukup persiapkan dirimu semata agar tampil seindah mungkin nanti malam," imbuh Tania dengan nada penuh kasih sayang.

Benar adanya, di kediaman keluarga Gunawan, Alena diperl bakkan layaknya permata yang paling berharga. Sementara itu, Ayla tak lebih dianggap sekadar kotoran yang keberadaannya sangat menjijikkan.

Tak terasa, malam pun tiba. Kediaman keluarga Gunawan mulai didatangi tamu‑tamu terhormat yang diundang khusus oleh Mama Tina dan Alena. Pesta perayaan ulang tahun itu digelar dengan kemegahan tiada tara. Seluruh ruangan dihias seindah mungkin, sedangkan hidangan yang tersaji dipesan langsung dari restoran berbintang lima—rasanya lezat, sebanding dengan harganya yang amat mahal.

Di tengah riuh kegembiraan semua orang yang larut menikmati pesta, Ayla justru duduk termenung sendirian di tepi kolam renang sambil menyesap jus jeruk dalam gelas. Ia tak mengenakan pakaian yang bagus, apalagi merias wajahnya agar tampak cantik.

"Ayla!" panggil seseorang yang sedari tadi mencarinya ke segenap penjuru rumah.

Ayla hanya menoleh sekilas tanpa mengubah raut wajahnya, lalu kembali menatap permukaan air kolam yang membasahi kakinya. Ia memang sudah duduk seorang diri di sana sebelum orang yang memanggilnya itu datang menghampiri.

Lelaki itu melangkah mendekat, lalu berdiri tepat di sisi tempat Ayla duduk.

"Ada apa?" tanya Ayla singkat, tanpa berniat menengadahkan kepala.

"Kenapa kau malah duduk sendirian di sini? Mengapa tak berdandan dan mengenakan pakaian yang pantas? Kenapa justru memilih menyendiri di tempat sepi begini?" tanya Reyhan. Ya, lelaki yang berdiri di hadapannya itu adalah Reyhan.

"Pesta ini bukan diadakan untukku, lantas untuk apa aku bersusah payah berdandan?" balas Ayla tenang.

Reyhan terdiam membisu. Ia tertegun menyaksikan sikap Ayla yang jauh berbeda dari biasanya. Gadis itu tampak begitu dingin dan acuh tak acuh, bahkan enggan sekadar menatap wajahnya.

****

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!