NovelToon NovelToon
Antara Janji Suci Dengan Kode Etik

Antara Janji Suci Dengan Kode Etik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Dokter / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Novel ini kelanjutan dari Novel. " Cinta Gadis Tangguh Dari Desa."

Luna Haifa Adhitama putri sulung dari Kavindra Adhitama dengan Freya Pratiwi Adhitama. Luna mempunyai adik kembar yang bernama Aryan Zaidan Adhitama dan Aryana Zaidah Adhitama.

Luna seorang Dokter spesialis Anak. Karena pembawaannya yang lembut dan ramah. Dia menjadi Dokter yang diidolakan sama semua pasiennya.

Pada saat dia pergi ke rumah kumuh yang sudah menjadi kebiasaannya satu bulan sekali. Membantu orang-orang yang disana untuk memberikan perobatan gratis disana.

Dia bertemu dengan anggota TNI yang juga lagi membantu menyalurkan bantuannya ke orang-orang yang ditinggal di bawah Jembatan.

Akankah Luna mengenali salah satu dari anggota TNI tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

SELAMAT MEMBACA !!!

Setelah kepergiaan Lucas dan temannya, Kapten William kembali ke Aula lagi.

"Maaf, Jendral dan semua prajurit. Maklum ya sudah lama kita baru bertemu lagi, jadi sedikit melepas kangen," ucap Kapten William sedikit nggak enak dengan semua orang.

Mereka hanya menganggukan kepalanya, ingin bertanya takut di kira kepo hehehehe.

"Ada yang mau ditanyakan, kok kalian semua terlihat sedang banyak pikiran?" tanya Kapten William kepada semua prajuritnya.

"Izin, Kapten! Boleh saya bertanya?" tanya Serda Feri.

"Izin, diterima. Silahkan kalau mau bertanya sebelum kita lanjutkan pembahasan permasalahan yang kita hadapi sekarang ini!" seru Kapten William.

"Boleh, kami tau! Ada hubungan apa, Kapten William dengan Manager dan pemilik Cafe Tiga Saudara. Maaf ya, Kapten bukan kami lancang?" ucap Serda Feri yang sudah penasaran dari tadi.

Kapten William tersenyum tipis, sudut bibirnya terangkat sedikit. walaupun garis rahang yang tegas dan sorot matanya yang tajam masih terlihat jelas, seolah ketegasan itu sudah menjadi bagian dari dirinya yang tak terpisahkan.

"Maaf ya telah membuat kalian kaget, saya adalah cucu pertama dari Radit Abraham, Serda Feri. Dan otomatis Freya yang punya Cafe Tiga Saudara itu Tante saya," jawab Kapten William.

"HAH!! BENARKAH!?" tanya mereka dengan serempak.

"Ini bagaimana ceritanya, Jendral Agus? Kok anak buah saya pada terbengong semuanya?" tanya pura-pura Kapten William kepada atasannya. Biasa lagi mode santai ya.

Jenderal Agus sendiri menanggapinya dengan tersenyum. Ternyata Kapten William bisa bersikap santai saat sedang tidak bertugas, ia bukan sosok yang kaku dan selalu serius sepanjang waktu. Hal itulah yang juga dirasakan dan diingat baik oleh para prajurit yang pernah bertugas bersamanya di Bali.

"Benar sekali! Saya putra dari Andrian, putra pertama dari Radit Abraham dengan Amelia Abraham. Mari kita manfaatkan nama besar saya untuk mencari kepercayaan dari masyarakat di sekitar sini hehehehe!" seru Kapten William lagi.

Mereka semua setuju dengan usulan dari Kapten William untuk memanfaatkan nama besar keluarganya. Siapa sih yang nggak kenal nama besar Abraham. Mereka terkenal sering membantu orang-orang miskin, semenjak yang pegang perusahaan adalah Freya. Keuntungan lima persen diambil setiap bulan disalurkan ke panti asuhan, Panti jompo dan sebagian lagi dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Benar usulan Kapten William, kita manfaatkan nama besar dari keluarganya," ucap prajurit yang lain.

"Tapi ingat nggak boleh semena-mena kepada orang lain dengan membawa-bawa nama Abraham ya. Serda Feri! Tolong nasi boxnya dibagi. Kalau masih tersisa tolong berikan saja ke asrama, siapa yang mau suruh ambil saja. Jangan berebut ya, kalau kurang tinggal telpon ke Cafe Tiga Saudara!" pesan Kapten William kepada bawahannya untuk membagikan nasi box ke seluruh anggota Kodam Jaya.

"Siap, Kapten!" seru Serda Feri dibantu Serda Rudi.

Mereka berdua langsung membagikan ke semua prajurit yang berada di Aula, lalu membawanya keluar Aula untuk dibagikan kepada prajurit yang bertugas.

                 ***********

Mobil yang dikendarai Freya sampai di Lobby Perusahaan. Freya, Rena dan Runa turun dari mobil.

"Pak! Kami turun ya. Bapak boleh nunggu di pos satpam atau mau pulang ke rumah dulu. Nanti kalau sudah mau pulang aku telpon hapenya Bapak!" seru Freya kepada sopirnya sambil memberikan uang seratus ribu siapa tau mau dibuat rokok.

"Baik, Nak! Bapak di pos satpam saja. Di rumah juga sama saja mengobrol dengan Pak satpam," jawab Pak sopir.

Freya menggandeng tangan Runa dan Rena membawanya menuju pintu masuk perusahaan. Runa bernyanyi sambil menggerak-gerakan rambutnya ke kanan dan kiri.

"Selamat pagi, Bu, Dek!" sapa resepsionis di pintu depan perusahaan.

"Selamat pagi, Mbak!" jawab mereka bertiga serempak, sambil terus berjalan menuju area lift.

Freya langsung mendekati lift khusus yang disediakan untuk para petinggi perusahaan. "Dek Runa, tolong dipencet nomer dua puluh lima ya. Terima kasih!" ujar Freya sambil tersenyum lembut dan mengusap kepala anak itu.

"Mom! Perusahaannya tinggi banget ya. Runa takut naik lift, Mom!" kata Runa yang memegang erat tangannya Freya. Kalau di lift rumah, ia nggak takut mungkin cuma tiga lantai.

Freya tersenyum, "Nggak sah takut, Sayang. Ada Mommy dan Kak Rena di sini. Lihat Kakak nggak takut nanti kalian juga akan terbiasa," ucap Freya menenangkan Rena.

Mereka baru keluar dari lift sudah disambut asistennya Freya yang bernama Mita.

"Assalamualaikum, Bu, adik-adik cantik!" sapa Mita dengan sedikit menundukkan kepalanya.

"Walaikumsalam, ayo Rena dan adik salim dulu dengan Kak Mita!" perintah Freya. Mereka berdua langsung berjalan menuju Mita yang berdiri di belakang meja kerjanya.

Freya tersenyum melihatnya, anak-anak itu sangat patuh pada setiap ucapannya. "Semoga kalian selalu bahagia, Sayang," ucap Freya di dalam hatinya.

Freya mengajak mereka masuk ke dalam ruang kerjanya. bersamaan dengan Mita ikut masuk sambil membawa berkas yang harus di periksa oleh Freya.

"Bu! Ini berkas yang harus segera ditandatangani, tapi mohon diperiksa dulu ya.Tadi saya sudah teliti satu per satu kata, alhamdulillah belum ditemukan kesalahan mau pun data yang tidak sesuai," lapor Mita sambil meletakkan map berkas di atas mejanya Freya.

Freya menerima berkas itu dan dibaca dengan teliti lagi, Freya orangnya sangat perfeksionis kalau urusan pekerjaan. Dia nggak mau kecolongan lagi seperti waktu pertama dia diangkat menjadi Direktur oleh ayah angkatnya.

"Alhamdulillah, Mit! Nggak ada yang salah," jawab Freya sambil membubuhkan tanda tangannya pada berkas itu.

Rena dan Runa duduk di sofa sambil bermain boneka yang dibawa dadi rumah. Rena kadang tertawa mendengar obrolan Runa dengan bonekanya.

"Apa anak-anak itu yang dibawa Luna dari jalanan, Bu?" tanya Mita kepada Freya matanya sesekali melihat mereka.

"Ya, Mit. Mereka korban keserakahan kedua paman kandungnya dari ibunya. Kalau kamu tau dia anak siapa juga bakal kaget, Mit," seru Freya dengan penuh teka-teki anak siapa mereka.

"Memangnya ada siapa, Bu? Apa aku mengenalnya,Bu?" tanya Mita yang penasaran.

"Dia anak Ceo percetakan di daerah Bandung. Ibrahim nama ayah mereka."

 Mita melototkan matanya, bukan nggak sopan tapi ia benar-benar terkejut. "HAH!! Benarkah, Bu. Mereka anak Tuan Ibrahim yang kecelakaan bersama istrinya satu tahun yang lalu, Bu?" tanya Mita lagi, karena belum jelas.

Freya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Mita. "Ya, Ibrahim itu, Mit.Sekarang Perusahaan percetakan dan rumah mereka di kuasai oleh kedua pamannya. Mereka diusir yang lebih parahnya lagi, Runa sering dipukul dan itu sengaja diperlihatkan kepada Rena. Sehingga Rena harus dibawa Luna ke Psikiater, Mit. Karena setiap tidur, ia selalu bermimpi kejadian dimana Runa dipukul oleh Pamannya," jawab Freya dengan sedih mengingat nasib malang yang dialami kedua bocah itu.

"KURANG AJAR!! MINTA DI GEPREK KAYAKNYA!!" geram Mita sambil memukul tangannya sendiri sebagai bentuk kekesalannya ingin menonjok wajah kedua paman itu.

"Terus sekarang bagaimana keadaannya, Bu? Kasian sekali nasibnya ya Allah, angkatlah derajatnya ya Allah dan selalu lindungi mereka dari orang-orang yang jahat kepada mereka," Kara Mita tulus mendoakan anak-anak itu.

1
Ariany Sudjana
lagi seru, kok langsung di putus di sini?
pojok_kulon: Hehehe sabar ya Kak Ariany
total 1 replies
Sri Supriatin
siapakah dia? 🤭🤭🤭bikin penasaran nich Thor 🤣🤣
pojok_kulon: Siapa ya Kak Sri
total 1 replies
kaylla salsabella
tok tok.. ayah kavindra datang
pojok_kulon: Hehehehe
total 1 replies
david 123
mantap ...suka banget dg skenario ceritax...semangat Thor....
pojok_kulon: Terima kasih Kak David
total 1 replies
Sri Supriatin
semoga usaha bang Nathan n Arya selalu dibawah lindungan Nya.🙏🙏🙏🙏
pojok_kulon: Amin ya robbal'alamin
total 1 replies
kaylla salsabella
ah mau main " mereka🤭🤭🤭
pojok_kulon: Betul itu kak Kaylla
total 1 replies
Ariany Sudjana
tamat riwayatnya kalian semua pencoleng
pojok_kulon: Hehehe
total 1 replies
Ariany Sudjana
selalu senang membaca novel kehidupan anggota TNI, jadi ingat masa kecil
pojok_kulon: Hehehee pasti menyenangkan ya Kak
total 1 replies
Sri Supriatin
iyaa tetep bintang kecil pdhl sdh bisa operatie yah bentar lgi operatie hati Nathan 🤭lanjuut Thor...kepo nich 🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
sayang sekali yah, Bu dokter Luna ga ikut ketemu dengan calon suaminya 😄😄
pojok_kulon: Hehehe Iya Kak Ariany
total 1 replies
kaylla salsabella
cie.. cie..... abang ku lagi nyari bintang kecil ya... 🤣🤣🤭🤭
pojok_kulon: Hahaha kangen Kak
total 1 replies
Sri Supriatin
Bintang kecilmu sdh g kecil lagi bang, 🤭🤭🤭
pojok_kulon: Hehehe mungkin bagi Nathan tetap kecil Kak Sri 🤭🤭🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
cantik gak mom🤭🤭🤭
pojok_kulon: Kak Kaylla pasti cantik
total 1 replies
Sri Supriatin
cantiiiknya n ikut seneng😍😍😍
pojok_kulon: Terima kasih Kak Sri
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo... siapa yang mau daftar buat ibu persit bang nathan🤣🤣🤭🤭
pojok_kulon: Kak Kaylla mau nggak?
total 1 replies
Sri Supriatin
putuku lanang baru umur 15th, sayang banget 🤣🤣🤭...lanjut thor kereen ceritanya 🙏🙏🙏😍😍😍
pojok_kulon: Waduh jauh banget Kak Sri
total 1 replies
david 123
Up yg banyak Thor....he..he...he..ceritax sangat keren...dan termotivasi buat pembaca.
pojok_kulon: Iya Kak David
total 1 replies
Sri Supriatin
Semangat kapten William 🙏🙏🙏 sayang cucuku laki klu peremppuan ta daftarin ibu persit 🤭🤭🤣🤣
pojok_kulon: Hehehe boleh sini Kak Sri
total 1 replies
Sri Supriatin
Lanjuuut thor 💪💪💪
pojok_kulon: Siap Kak Kaylla
total 1 replies
kaylla salsabella
semangat bang nathan😍😍😍
pojok_kulon: Siap Kak Kaylla
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!